Buletin Bisnis

Masukan dari Juli 2007

Bang Yos Luncurkan Taksi Caravelle Berpenumpang 8 Orang

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jenis taksi di Jakarta bertambah lagi. Selain taksi reguler dan taksi mewah Mercy C-Class Sport, kini ada taksi berukuran besar berpenumpang 8 orang termasuk 1 sopir.

“Saya nyatakan dukungannya atas beroperasinya taksi ini,” kata Gubernur Sutiyoso saat meresmikan taksi jumbo ini di showroom Europe Car, Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2007).

Taksi itu menggunakan mobil VW Caravelle. Taksi bermerek MaXi Cab ini bercat putih dan menggunakan gas sebagai bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan.

Sementara itu Dirut PT Kharisma Muda Kartika Antono sebagai operator MaXi Cab mengatakan, saat ini baru 5 unit saja yang diluncurkan. Operasi taksi ini meliputi seluruh Jakarta.

“Diharapkan dalam 2 tahun ke depan, bisa mencapai hingga 200 unit. Ukuran segitu cukup nyaman untuk penumpang,” tutur Kartika.

Target pasarnya, lanjut Kartika, adalah penumpang bandara, tamu hotel, perusahaan tur dan travel, organisasi eksekutif, dan perusahaan.

Tarifnya pun terhitung ‘maxi’ dibanding tarif taksi pada umumnya. Untuk tarif buka pintu Rp 10 ribu, tarif per kilometernya Rp 5 ribu, serta tarif tunggu Rp 80 ribu per jam. Harga ini jelas lebih mahal jika dibandingkan dengan taksi reguler yang tarif buka pintu Rp 4.000 hingga Rp 5.000.

Pembayaran taksi ini bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, voucher dan tunai. Namun sayangnya taksi jumbo ini baru bisa beroperasi pada 8 Agustus 2007 nanti, karena izinnya baru diberikan pada 7 Agustus.

Detik News

Kategori: Otomotif & Transportasi

PT KA Berlakukan Gapeka Baru 2007

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejak 1 Agustus 2007, PT KA memberlakukan jadwal perjalanan baru atau Grafik Perjalanan KA (Gapeka 2007).Dengan pemberlakuan gapeka baru ini, Gapeka 2006 yang dibuat 17 Februari 2006 lalu serta sejumlah perubahan dan tambahan yang diumumkan sebelumnya, menyusul peristiwa kecelakaan yang pernah terjadi, menjadi tidak berlaku lagi. Direktur Operasi PT KA Sudarmo Ramadhan mengatakan, pemberlakuan gapeka baru ini merupakan upaya PT KA untuk meningkatkan layanan, terutama mengenai kedatangan dan keberangkatan kereta.

Menurutnya, gapeka lama sudah tidak akomodatif lagi dengan kebutuhan konsumen. Bahkan, terkadang mengecewakan karena adanya deviasi waktu antara gapeka dan praktik operasi layanan. ”Penyusunan Gapeka 2007 ini karena sebagian pekerjaan penyempurnaan rel kereta telah selesai. Bagian jalan yang sebelumnya dilalui dengan kecepatan rendah, kini bisa ditingkatkan. Hal tersebut belum diakomodasi pada Gapeka 2006,” kata Sudarmo kepada wartawan di kantornya, Jln Perintis Kemerdekaan,kemarin. Dia mengakui, Gapeka 2007 masih belum menjamin kesempurnaan perjalanan KA.

Sebab, di beberapa jalur masih dilakukan peningkatan kondisi rel sehingga ada pembatasan kecepatan, di antaranya pada jalur Bandung–Jakarta. Koridor yang seharusnya ditempuh dengan waktu tiga jam, pada praktiknya bisa lebih. ”Saat ini, antara Padalarang– Cikampek masih ada beberapa lokasi yang memerlukan pembatasan kecepatan.Potensi kelambatannya bisa mencapai 18 menit per kereta,” ungkap Sudarmo. Selain pemberlakuan gapeka baru, mulai besok PT KA merasionalisasi KA komersial yang tidak produktif.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Palapa Ring Ditarget Beroperasi 2008

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh menargetkan program Palapa Ring yang menghubungkan jaringan fiber optik kawasan Indonesia barat dan timur dapat beroperasi pada 2008.Menurut dia, program ini bisa memperkecil digital divide (kesenjangan digital) di Indonesia. ”Pembangunan jaringan fiber optik di kawasan Indonesia panjangnya mencapai 10.000 km,” tegas Menkominfo seusai menjadi pembicara dalam ceramah umum ”Arah Pembangunan Bidang Komunikasi dan Informasi” di Universitas Padjadjaran, Bandung, kemarin.

Bersamaan dengan pembangunan jaringan itu, ujar Nuh, pemerintah akan menata jaringan fiber optik yang sudah ada di kawasan Indonesia barat. Dia menambahkan, kawasan timur Indonesia selama ini belum tersentuh jaringan fiber optik. Sebab, banyak yang menilai kawasan itu secara bisnis kurang menguntungkan.

Melalui pembangunan jaringan ini, dia berharap dapat menarik investor untuk menanamkan investasinya. Karena, jaringan ini nantinya bisa digunakan untuk mentransfer data lebih dari 300 gigabyte.”Jaringan akan digunakan dengan content pembelajaran seperti eeducation dan e-health. Karena ada yang ’lewat’, hal itu visible untuk investasi,” jelasnya.

Selain itu, ungkap Nuh, jaringan itu juga bisa digunakan untuk mentransfer informasi dari Jakarta ke daerah timur Indonesia. Bahkan, kata dia, puskesmas di daerah nantinya tidak akan lagi terhambat dalam memperoleh informasi. ”Misalnya di Kalimantan ada yang melahirkan dengan tidak normal. Nanti bisa langsung terhubung dengan yang di Bandung untuk mengetahui bagaimana cara melahirkan dan apa obatnya,” paparnya.

Lebih lanjut Menkominfo mengatakan,pembangunan jaringan ini membutuhkan dana sekitar Rp4 triliun.Namun, kebutuhan itu akan dipenuhi oleh konsorsium yang terdiri atas tujuh perusahaan swasta. ”Seperti Telkom, Indosat, Excelcomindo, dan Bakrie Telkom. Mereka sepakat untuk sharing,” paparnya.

Nuh menambahkan, saat ini pemerintah sedang berusaha memenuhi kebutuhan telepon bagi sekitar 38.000 dari total 72.000 desa yang belum tersambung. Dia mengaku,masih banyak desa di Indonesia yang belum memiliki sambungan telepon. ”Di Jawa Timur saja ada sekitar 2.300 desa belum memilikinya. Sekarang masih proses tender. Diharapkan tahun 2008 sudah lunas,”ungkapnya.

Sementara itu,Kepala Pusat Penelitian Teknologi Informasi Komunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Armein ZR Langi mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan riset berbasis VoIP (voice over internet protocol). Riset tersebut sudah diujicobakan di Kampus ITB dan daerah Punclut, Kota Bandung. Jika riset ini disetujui pemerintah dalam bentuk regulasi, pada 2012 diharapkan 20% penduduk Indonesia sudah bisa mengaksesnya.

”Belum ada regulasi pemerintah yang membenarkan masyarakat untuk melakukan sendiri sistem komunikasinya,”ungkapnya. Dia menyatakan, selama ini di Indonesia masih banyak daerah yang belum mendapatkan layanan teknologi informasi komunikasi seperti telepon. Armein menjelaskan, teknologi hasil riset ini memungkinkan masyarakat pedesaan untuk mendapatkan kemudahan mengakses informasi.

Seputar Indonesia

Kategori: Telekomunikasi & IT

10 Perusahaan Baja Investasi USD1,67 M

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sebanyak 10 perusahaan baja swasta siap merealisasikan investasi baru senilai USD1,67 miliar di sektor pengolahan baja hulu berkapasitas total 8,72 juta ton hingga akhir semester I/2007.Rencana produksi tersebut akan berlangsung antara 2007–2011 dan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data yang dirilis Departemen Perindustrian (Depperin) menyebutkan, tujuh investor di antaranya berasal dari luar negeri, yaitu lima investor China dan masing-masing satu investor dari India dan Singapura.

Sementara tiga investor lainnya merupakan investor lokal.Kesepuluh investor tersebut akan memproduksi bermacam produk, mulai serbuk biji besi,pelet besi,besi kasar,hingga spons. Investor asal India, Essar Steel Co Ltd,akan membangun megaproyek pengolahan pelet di Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan steel making antara lain HRC/CRC (baja canai panas/ dingin) di Cilegon dengan total kapasitas 4 juta ton senilai USD1,6 miliar melalui PT Essar Indonesia.

Rencana itu telah mendapat persetujuan dari BKPM pada 31 Oktober 2006 dan pembangunan pabriknya ditargetkan selesai pada 2011. “Komitmen investasi Essar di Indonesia sangat serius karena potensi bahan baku biji besi (iron ore) yang sangat besar di Kalsel,”ujar Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari di Jakarta,kemarin.

Pemerintah, kata dia, akan terus memacu perkembangan sektor hulu baja nasional dalam rangka memperkuat struktur industri baja nasional yang dinilai masih rapuh antara hulu dan hilir.“Industri baja hulu dan hilir kita harus diintegrasikan agar komoditas kita bisa lebih kompetitif di pasar domestik maupun global,”papar Ansari.

Sementara itu, lima perusahaan asal China adalah PT Hoi Cheong Indonesia dengan investasi senilai USD500.000 di Bangka Belitung, PT Sinar Nusantara Mitra Selaras dengan investasi USD600.000 di Kalimantan Selatan, PT Fine Wealthy Indonesia dengan investasi USD85.000 di Bengkulu, PT Oriental Pratama Indonesia dengan investasi USD2,5 juta di Tangerang, Banten, dan PT Vacation International Indonesia dengan investasi USD2,5 juta di Sukabumi,Jawa Barat.

Menurut data yang sama, investor asal Singapura akan merambah sektor pengolahan besi kasar dengan investasi USD40 juta di Cilegon,Banten,dengan total produksi 500.000 ton melalui PT Indoferro. Sedangkan tiga investor dalam negeri adalah PT Mag Indonesia Citra dengan investasi USD4 juta di Cilegon,PT Semeru Surya Steel dengan investasi Rp100 miliar di Tanah Laut, Kalsel, dan PT Triagung Indotambang dengan investasi Rp122,25 miliar di Tabalong, Kalsel.

Seputar Indonesia

Kategori: Properti & Infrastruktur

Earphone Berkualitas Tinggi

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

MUSIK bergerak sudah menjadi bagian gaya hidup. Guna memanjakan para pencinta musik digital, produsen teknologi Singapura Creative Technology Ltd memperkenalkan earphone berkualitas tinggi yang berpenampilan cantik.

Tampil dengan warna putih, Creative Aurvana In-Ear Earphones adalah earphone berbobot paling ringan di kelasnya, yakni hanya 13 gram. Dengan bobot ringan tersebut, Aurvana menjadi lebih nyaman dikenakan dan tidak mudah jatuh dari lubang telinga.

Karena Aurvana tampil dengan warna putih, earphone ini lebih cepat terlihat kotor. Karena itu, pengguna harus rajin membersihkannya agar tidak tampak jorok.Beruntung Creative menyertakan alat pembersih dalam paket penjualan Aurvana. Creative mengungkapkan, Aurvana cocok dipasangkan pada berbagai jenis PMP (portable media player).

Dengan miniplug berdiameter 3,5 mm berlapis emas, Aurvana menjanjikan transfer nada lebih jernih dari PMP ke earphone. Guna meningkatkan kualitas suara, Aurvana dilengkapi teknologi i s o l a s i noise AuraSeal. C r e a t i v e mengklaim, teknologi tersebut mampu menyaring ambient noise hingga 90%. Alhasil, pengguna bisa mende- ngarkan musik lebih jernih.

Suara sekeliling tidak akan masuk ke telinga karena Aurvana memiliki earbud karet silikon. Karena suara sekeliling dapat disaring optimal, pengguna harus berhati-hati dalam menggunakan earphone ini. Jangan sekali-kali menggunakan earphone untuk mendengarkan musik ketika mengemudikan kendaraan.

Penggunaan earphone oleh pengendara sangat berbahaya karena pengendara tidak bisa mendengar suara kendaraan lain. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat. Earphone tipe earbud (masuk ke lubang telinga) memang menawarkan kualitas musik lebih jernih karena suara sekeliling bisa disaring.

Namun, pengguna harus bijaksana dalam menggunakan alat tersebut karena penggunaan yang terlalu lama bisa merusak sensitivitas pendengaran. Apalagi jika musik diputar terlalu kencang.

Seputar Indonesia

Kategori: Gaya Hidup

Lumpur Lapindo Masuk Fase Mud Volcano

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

“Fase ini sebenarnya sudah terjadi sejak keluarnya kerikil yang lebih dominan ketimbang lumpur itu sendiri,” ujar Amin Widodo, Ketua Pusat Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Senin lalu.

Dalam seminar yang digelar Fakultas Psikologi Universita Airlangga, Surabaya, Amin menuturkan, secara teoritis pembentukan mud volcano ini sebenarnya sudah bisa diprediksikan sejak awal. Pembentukan gunung lumpur itu dimulai dengan fase erupsi air plus lumpur yang keluar dari pusat semburan tepatnya di Desa Renokenongo pada 29 Mei 2006. “Tidak adanya ahli geologi yang punya latar belakang keilmuan mud volcano membuat penanganan kasus ini menjadi sulit,” katanya.

Pembentukan kerucut gunung lumpur (kerucut klasik awal) yang terjadi sekarang, menurut Amin, adalah fase kedua. Pada tahap berikutnya, kawasan sekitar pusat semburan akan mengalami amblesan sedalam ketebalan lumpur yang telah keluar.

Amblesan diperkirakan akan terjadi di radius 3 kilometer dari pusat semburan dengan amblesan sekitar 15 meter dari permukaan tanah. “Sedangkan kerikil yang muncul dari semburan selanjutnya akan mengendap di sekitar semburan dan membentuk kerucut gunung,” katanya. “Air yang keluar bersamaanya akan mengalir menjauh dari pusat semburan.”

Tiga fase ini tidak selalu terjadi berurutan. Apalagi, fase amblesan sebenarnya juga sudah terjadi khususnya di kawasan tengah semburan sejak pertengahan Oktober 2006.

Tempo Interaktif

Kategori: Berita Utama (1)

Malaysia Kembali Geser Patok Batas

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Malaysia dan Indonesia kembali bersengketa soal patok perbatasan. Kali ini terkait tindakan Malaysia yang membuat patok baru di Desa Temanjuk, Kalimantan Barat, tanpa sepengetahuan pihak Indonesia.Apabila dibiarkan, Indonesia terancam kehilangan wilayah laut teritorial seluas 6,48 juta meter persegi.

Fakta tersebut disampaikan oleh Danrem 121/ ABW Pontianak Kolonel (Inf) Edy Susanto saat beraudiensi dengan wartawan seksi Dephan/TNI di Pontianak, Kalbar, Selasa (31/7).

Dan Rem Kolonel Edy Susanto mengatakan patok yang bermasalah tersebut adalah patok A1. Berdasarkan perjanjian kedua negara, posisi asli patok A1 adalah 02 derajat 04′ 52,82″ Lintang Utara dan 109 derajat 38′ 41,7″ Bujur Timur.

Ketika dicek ke lapangan, ujar Edy, pihaknya menemukan bahwa patok asli di tempat tersebut telah hancur.

Posisi patok yang hilang tersebut kemudian digantikan dengan patok Malaysia SRTP 011 yang berdasarkan perhitungan TNI, telah bergeser 1 detik dari patok yang lama. Patok baru tersebut terletak di wilayah Temajuk, Kalbar.

“Padahal sebelumnya, RI-Malaysia sudah menyepakati bahwa batas RI-Malaysia adalah patok yang lama. Kita juga baru tahu sekitar 4 bulan yang lalu. Ada informasi dari internet soal itu. Lalu kita laksanakan pengecekan,” ujar Edy.

Ia melanjutkan bahwa berdasarkan perhitungan pihak Indonesia terancam kehilangan kedaulatan wilayahnya bila Tentara Diraja Malaysia menggunakan patok SRTP 011 tersebut sebagai referensi pembuatan peta.

Luas wilayah laut Indonesia yang bisa menjadi milik Malaysia bisa mencapai 6,48 juta meter persegi bila patok SRTP 011 dibiarkan.

“Berdasarkan UU internasional tentang perbatasan, posisi Indonesia sebenarnya kuat. Tapi tetap kita bisa kehilangan laut sebesar itu yang akan mempengaruhi batas dua negara. Makanya patok baru itu harus kita permasalahkan,” tandasnya.

Edy mengatakan pihaknya sudah berusaha mengajak pihak Malaysia berunding tentang masalah itu. Pihaknya juga sudah memberikan informasi tentang masalah tersebut kepada Mabes TNI maupun instansi terkait.

“Sudah kita laporkan. Kita tinggal menunggu hasil perundingan antarkedua negara. Pusat yang nanti memberitahukan hasilnya kepada kita,” tutur Edy.

Sementara Palaksa Lanal Pontianak Mayor Ganda Permana mengatakan pihaknya sudah mengecat patok SRTP yang dibuat Malaysia itu dengan cat merah putih sesuai warna bendera nasional RI.

“Wilayah Itu memang asli bukan milik Malaysia. Makanya kita cat warna merah putih sebagai tanda kedaulatan NKRI,” tandas Mayor Ganda.

Media Indonesia

Kategori: Berita Utama (1)

Junisab Akbar Gantikan Zaenal Ma’arif

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Junisab Akbar secara resmi menggantikan posisi Zaenal Ma’arif sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) melalui pelantikan yang dilakukan Ketua DPR Agung Laksono pada Selasa siang.Pelantikan ini menandai berakhirnya karir politik Zaenal Maarif di parlemen.

Zaenal diganti berdasarkan Keppres No.60/2007 tanggal 19 Juli 2007 atas usulan DPP PBR pimpinan Bursah Zarnubi.

Ketua DPR Agung Laksono mengemukakan, Keppres pergantian itu diterimanya pada Rabu (26/7) malam. Penggantinya adalah Junisab akbar yang merupakan calon legislatif dengan nomor urut di bawah Zaenal untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara.

Recall terhadap Zaenal diusulkan DPP Partai Bintag reformasi (PBR) pimpinan Bursah Zarnubi sebagai tindak lanjut atas konflik internal di partai tersebut. Konflik internal terjadi di PBR berawal dari Muktamar PBR di Bali pertengahan tahun 2006.

Waktu itu, terjadi rivalitas sangat ketat antara Zaenal dengan Bursah untuk memperebutkan posisi Ketua Umum DPP PBR. Bursah menyingkirkan Zaenal, namun sekembalinya dari Bali, Zaenal mendeklarasikan DPP PBR sekaligus menjabat sebagai ketua umum.

Bursah kemudian menarik Zaenal dari jabatan Wakil Ketua DPR. Zaenal menolak hal itu dan memperkarakan hasil Muktamar PBR di Bali di PN Jakarta Selatan. Bursah bereaksi keras dan me-recall Zaenal dari keanggotaan DPR/MPR.

Selain dianggap melakukan pembangkangan, alasan Bursah me-recall Zaenal karena yang bersangkutan menikah lagi.

Ketua DPR Agung Laksono tidak bisa mengelak ketika menerima surat recall terhadap Zaenal dari DPP PBR pimpinan Bursah Zarnubi. Sesuai mekanisme yang ditentukan dalam UU, Agung melanjutkan surat recall dari PBR itu ke KPU.

Zaenal kemudian melayangkan somasi kepada Agung Laksono dengan alasan pengiriman surat recall ke KPU itu tidak dibicarakan melalui Rapim DPR.

Zaenal bersama Wakil Ketua DPR lainnya, Muhaimin Iskandar dan Soetardjo Soerjogoeritno melayangkan surat penarikan terhadap surat Agung Laksono.

Namun KPU bergeming dan tetap melanjutan surat recall yang diajukan Agung ke Presiden. Mensesneg Hatta Rajasa beberapa hari lalu mengemukakan bahwa Presiden juga tidak bisa mengelak untuk tetap menerbitkan Keppres PAW terhadap Zaenal karena surat itu diajukan KPU.

Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam UU No.22/2003 tentang Susunan dan Kedudukan Anggota DPR/DPD/DPRD dan MPR.

Keppres No.60/2007 pun terbit tanggal 19 Juli 2007 sehngga Zaenal mau tidak mau harus hengkang dan mengakhiri karir politiknya di DPR/MPR periode 2004-2009.

Zaenal meniti karirnya dari Solo degan bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menjelang Pemiu 1997, Zaenal bersama Mudric Sangidu mengibarkan istilah Mega-Bintang. Selanjutnya, setelah Muktamar PPP yang juga memercikkan benih perpecahan, Zaenal bersama sejumlah tokoh PPP membentuk PPP Reformasi.

Partai ini–sesuai ketentuan UU yang melarang peserta Pemilu 2004 memiliki nama dan lambang yang mirip partai lain– berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR). Pada Pemilu 2004, Zaenal tidak mewkili Jawa Tengah, tetapi mewakili Dapil Sumatera Utara.

Justru mewakili Dapil Sumatera Utara inilah, membuat Zaenal lolos ke Senayan. Di awal tugasnya di Senayan pada oktober 2004, PBR yang saat itu dipimpin KH Zainuddin MZ menghadapi dua pilihan, bergabung dengan Koalisi Kebangsaan yang mendukung Mega/Hasyim atau bergabung dengan Koalisi Kerakyatan yang mendukung SBY/Kalla.

PBR berpaling ke Koalisi Kebangsaan. Koalisi ini memenangi rivalitas memperebutkan posisi pimpinan DPR. waktu itu, PBR mengajukan nama Zaenal untuk melengkapi komposisi pimpinan DPR. Dengan Koalisi Kebangsaan memenangi rivalitas, maka Zaenal pun melejit ke tampuk pimpinan DPR sampai akhirnya di-recall karena konflik internal PBR tidak kunjung usai.

Media Indonesia

Kategori: Berita Utama (1)

Ruas Mojokerto-Surabaya Mulai Beroperasi Tahun Ini

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ruas tol Surabaya-Mojokerto dipastikan mulai dioperasikan secara penuh untuk umum mulai 2009 mendatang.Sedangkan seksi IA sepanjang 2,3 km dapat digunakan mulai tahun ini dengan tarif sekitar Rp450 per km.

Saat ini PT Marga Nujyasoemo Agung (MNA) selaku investor menyatakan telah menyelesaikan pembangunan seksi I A ruas tersebut hingga 14%. Rencananya, pembangunan tol Surabaya-Mojokerto ini terdiri dari lima seksi.

Direktur Utama PT MNA Moelia Aida mengatakan seksi lainnya saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

葱alau ruas tol Juanda-Waru nanti selesai, maka dapat menjadi penghubung dari seksi IA ruas Surabaya Mojokerto,・ujarnya usai pembukaan Munas Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di Jakarta, Selasa (31/7).

Menurutnya, proses pembebasan lahan ditargetkan selesai pada pertengahan 2008. Pembebasan lahan, ucapnya, akan diutamakan pada pembebasan lahan perkebunan dan kemudian permukiman.

葱arena nilai tanahnya relatif lebih mahal,・tambahnya.

Untuk biaya pembebasan lahan, Moelia mengungkapkan akan memanfaatkan dana Badan Layanan Umum (BLU) yang saat ini sudah disetujui sebesar Rp125 miliar.

Ia menyebutkan saat ini pencairan dana itu masih dalam proses pencairan dan administrasi.

PT MNA merupakan pemegang pembangunan ruas tol Surabaya-Mojokerto yang beberapa waktu lalu memperoleh pinjaman dari perbankan yang terdiri dari BNI, BRI, dan Bank Danamon sebesar Rp1,5 triliun.

Pembangunan tol Surabaya-Mojokerto merupakan bagian dari ruas tol trans Jawa dengan panjang 36,5 km senilai total Rp2,4 triliun.

Dijelaskan Moelia, komposisi pembiayaan berasal dari 65% pinjaman dan 35% dari modal sendiri. Luas lahan yang akan dibebaskan 703 hektare, dan sekitar 70% telah dilakukan musyawarah dengan pemilik tanah.

Namun musyawarah untuk memperoleh kesepakatan harga tanah tetap memerlukan waktu paling lama 120 hari sesuai dengan Perpres 65/ 2005 yang merupakan revisi Perpres 36/2005 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum.

Media Indonesia

Kategori: Properti & Infrastruktur

Kenaikan Tarif Telepon Lokal Sedang Dikaji

Juli 31, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah sedang mengkaji kenaikan tarif telepon lokal. Kenaikan ini terkait rencana untuk menurunkan tarif interkoneksi antaroperator.”Sampai saat ini masih dikaji. Tapi kalau tarif interkoneksi turun tarif telepon lokal sepertinya akan naik,” ujarnya Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di sela-sela Forum Asia Pacific Telecommunity Wireless di Jakarta, Selasa (31/7).

Menurutnya, pemerintah saat ini menginginkan tarif interkoneksi turun karena skema yang digunakan sekarang adalah skema tarif murni berbasis biaya. Penurunan ini, ucapnya, diyakini dapat menurunkan biaya percakapan antaroperator.

Basuki menjelaskan, kenaikan tarif telepon lokal akan terjadi karena penerapan skema berbasis biaya akan menyebabkan subsidi untuk tarif telepon lokal ditiadakan. Namun dia mengaku belum dapat memastikan berapa persen besaran kenaikan tarif telepon lokal karena data-data yang ada sampai saat ini masih dihitung.

Sebelumnya, penerapan skema berbasis biaya direncanakan diterapkan sejak awal tahun 2007. Namun rencana itu masih ditolak olkeh kalangan DPR dan masyarakat. Padahal, tambahnya, tarif lokal di Indonesia saat ini masih lebih murah dibandingkan negara lain di Asia.

“Kalau ingin agar industri telekomuikasi tetap sehat, skema itu harus segera diterapkan,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Marketing PT Indosat Tbk Guntur Siboro mengatakan hingga akhir tahun 2007 Indosat menargetkan jumlah BTS mencapai 12 ribu unit. “Untuk seluler dan 3G pembangunan BTS baru berkisar antara 3500-4000 BTS tahun ini. Sedangkan untuk Star One, akan dibangun sekitar 300 BTS,” jelasnya.

Terkait masalah dana, Guntur menjelaskan seluruhnya akan diambil dari bel anja modal Indosat tahun ini. Ia memaparkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan satu unit BTS sebesar Rp2 miliar.

“Pembangunan nantinya 55% di Jawa dan 45% di luar Jawa. Untuk beberapa daerah seperti di Batam, BTS tidak akan dibangun oleh operator tapi menjadi tanggung jawab pemerintah sehingga Indosat hanya sebagai penyewa BTS,” imbuhnya.

Media Indonesia

Kategori: Telekomunikasi & IT