Buletin Bisnis

Jasindo Dibekukan dari Konsorsium Asuransi TKI

Juli 1, 2007 · & Komentar

JAKARTA–MIOL: Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mendapat sanksi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Perusahaan ini dibekukan sementara sebagai salah satu lembaga konsorsium asuransi TKI.

 Sanksi berdasarkan surat Nomor B.395/BNP2TKI/VI tertanggal 29 Juni 2007 yang ditandatangani Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, ini berlaku mulai 2 Juli 2007.Keputusan tersebut sebagai tindak lanjut dari surat Nomor B.327/BNP2TKI/VI tangal 7 Juni 2007 tentang Implementasi Perlindungan TKI di Luar Negeri.

Surat yang diedarkan pula kepada para Kepala Badan Penempatan dan perlindungan TKI (BP2TKI) se-Indonesia dan kalangan PPTKIS/PJTKI itu menginstruksikan, untuk sementara Konsorsium Asuransi Jasindo tidak melayani kegiatan pendapaftaran kepesertaan TKI. PPTKIS/PJTKI diarahkan melakukan pendaftaran kepada sisa empat konsorsium asuransi TKI lainnya yang operasinya masih dilegalkan.

Direktur Perlindungan BNP2TKI, Ramiany Sinaga, mengemukakan, pembekuan itu tidak menghapus kewajiban Jasindo –dengan anggota konsorsium Asruansi Bumida, Bringin, Parolamas, dan Bumi Asih– melayani klaim asuransi dari TKI.

“Kalau muncul TKI bermasalah dan terdaftar sebagai pemegang polis di Jasindo, konsosrsium ini tetap wajib memberikan santunan,” kata Ramiany, di Jakarta, Minggu (1/7).

Pemberian sanksi tegas itu diberikan, karena Konsorsium Asuransi Jasindo yang telah mencapai masa kegiatannya lebih satu tahun, belum menjalankan fungsinya secara optimal. Ini berdasarkan pengamatan BNP2TKI ke beberapa negara penempatan di kawasan Asia Pasifik (Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Taiwan) baru-baru ini.Surat peringatan dan panggilan sudah berkali-kali dilayangkan.

“Sayang, mereka bandel. Akhirnya kami bekukan saja untuk sementara karena sikap mereka bisa menghambat langkah perlindungan cepat dan mencakup semua risiko (all risk) terhadap TKI bermasalah mulai dari pra penempatan, masa penempatan, dan purna penempatan di luar negeri,” ungkap Ramiany.

Berdasarkan Permenakertrans No 23/2006, menurut Ramiany, lembaga asuransi TKI yang ditunjuk pemerintah melalui Kepmenakertrans No 80/2006 memiliki kewajiban. Sekurang-kurangnya memenuhi ketentuan Pasal 4 point d,Pasal 5 (2), Pasal 7 (2), serta Pasal 8 (1 dan 2).

 Yaitu, mulai dari wajib memiliki sistem pendataan online, mendaftarkan perjanjian bersama yang telah dicatatkan di notaris kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk, menyampaikan daftar peserta program asuransi TKI kepada menteri yang dilengkapi nomor polis asuransi TKI dan KPA, serta bekerja sama dengan lembaga yang menangani perlindungan tenaga kerja asing di negara penempatan dan wajib melaporkannya kepada Perwakilan Republik Indonesia setempat.

“Sudah tiga bulan lebih permintaan online system pendataan asuransi TKI Jasindo dengan BNP2TKI tidak dipenuhi,” kata Ramiany.

Padahal, ini penting agar BNP2TKI dapat mengetahui jumlah riil asuransi dan data TKI yang menjadi peserta. Ini juga untuk memudahkan mencari tahu konsorsium asuransi mana yang bertanggung jawab menanggung santunan jika ada TKI bermasalah, sehingga proses klaimnya bisa cepat.

Mengenai pengakuan Jasindo sebelumnya mereka telah memiliki perwakilan di Negara penempatan, Ramiany menepisnya. Misalnya di Malaysia, mereka bilang perwakilan, tapi ternyata hanya menunjuk perorangan. “‘Baju’-nya juga macam-macam, dan kadang ikut bermain, sehingga masuk dalam black record.”

Ramiany mengakui baru-baru ini Jasindo telah membayar sekitar Rp40 juta – Rp52 juta santunan asuransi kepada Ceriyati, TKW asal Brebes, Jawa Tengah, yang dianiaya majikannya di Malaysia. Tapi, kata dia, cepatnya pembayaran itu karena mungkin kasus Ceriyati mendapat sorotan dunia internasional.

Ia mengingatkan, tidak dibayarnya gaji oleh majikan menempati peringkat tinggi masalah yang dihadapi TKI. Banyak yang mengeluh, Jasindo kurang perhatian terhadap masalah ini.  

Kategori: Berita Utama (1)

Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Putaran Final Piala Asia 2007

Juli 1, 2007 · 1 Komentar

Elshinta-Newsroom, Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama tiga negara Asia Tenggara lainnya, yakni Malaysia, Thailand dan Vietnam dalam putaran Final Piala Asia 2007 pada 7-29 Juli 2007 mendatang.

 Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga Panitia Lokal Jakarta, Nugraha Besoes ketika dikonfirmasi ELSHINTA, Minggu (1/7) pagi ini.

Ia mengatakan, Indonesia, akan menjadi tuan rumah untuk babak final sekaligus upacara penutupan pada Piala Asia 2007. Dua wilayah telah terpilih untuk menjadi ajang Piala Asia di Indonesia ini, yaitu Jakarta dan Palembang.

Nugraha menjelaskan, pertandingan pertama di Indonesia akan diselenggarakan pada tanggal 10 Juli 2007 mendatang. “Dibuka dengan Indonesia melawan Bahrain. Sedangkan pembukaan resminya adalah di Thailand pada tanggal 7 Juli 2007,” kata dia.

Menurutnya, sekitar 99 persen persiapan di Stadion Gelora Karno sudah selesai. Sedangkan persiapan sarana di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang hingga kini belum selesai. Namun pada 15 Juli persiapan sarana bagi penonton maupun media diperkirakan akan selesai.

Mengenai pengamanan di dua stadion tersebut, menyusul para penonton bola Indonesia sering emosi, Nugraha mengungkapkan, hal tersebut sudah dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

Namun demikian, ia tetap berharap agar mereka menonton sepak bola dengan bijak dan santun, apalagi stadion tersebut baru direnovasi “Sayang kalau diantara mereka masih ingin berbuat keonaran dan kerusuhan,” tandas Nugraha.

Kategori: Berita Utama (1)

Polwan, Awalnya Hanya Enam Orang

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Liputan6.com, Bukittingi: Tidak banyak yang tahu kalau di awal lahirnya kesatuan polisi wanita (Polwan), jumlah mereka hanya enam orang. Jasmaniar merupakan salah satu perintis lahirnya Polwan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Ia bersama lima rekannya mendaftar menjadi anggota Polwan di Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Di kota inilah cikal bakal Polwan berdiri.

 Pembentukan Polwan bermula dari perintah Jawatan Polri di Yogyakarta pada 1948. Saat itu Indonesia tengah menghadapi agresi militer Belanda, sehingga hanya Polresta Bukittinggi yang melaksanakan.

Bersama kelima wanita yang lolos seleksi itu, Jasmaniar menjalani pendidikan dasar. Karena angkatan pertama, pendidikan mereka disatukan dengan polisi pria. Jasmaniar menganggap hal itu bukan masalah. Baginya menjadi Polwan justru merupakan tantangan.

Bahkan, Jasmaniar rela meninggalkan pekerjaan sebagai guru yang telah digelutinya selama empat tahun.

Kendati masih dalam pendidikan, keenam wanita “perkasa” itu ikut diterjunkan menghadapi pasukan penjajah Belanda. Seusai perang dan menjalani pendidikan lanjutan di Sukabumi, Jawa Barat, mereka mulai bertugas penuh di tubuh Polri. Ada yang bertugas di satuan intel, ekonomi, maupun asusila.

Karier Jasmaniar dan rekan-rekannya terus melesat. Jabatan terakhir yang diemban Jasmaniar adalah Kepala Pusat Polwan di Markas Besar Polri pada 1979 dengan pangkat kolonel atau komisaris besar polisi. Ia pernah ditugaskan sebagai anggota DPR utusan Fraksi ABRI periode 1977 hingga 1982.

Kerja keras Jasmaniar dan kelima rekannya membuahkan kepercayaan terhadap peran Polwan di lingkup Polri. Jumlah Polwan kini jauh lebih banyak. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menduduki berbagai jabatan penting di tubuh Polri.  

Kategori: Berita Utama (1)

Cigna Andalkan Kemitraan

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA (SINDO) – Manajemen PT Asuransi Cigna Indonesia konsisten menggunakan strategi affinity business dalam menggenjot penerimaan premi.

 

Sejak strategi itu digunakan, tingkat penerimaan asuransi joint venture asal Amerika Serikat itu terus menanjak. Misalnya, Cigna berhasil mencatatkan kenaikan penerimaan premi 114% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Faktor utama di balik melonjaknya growth penerimaan premi hingga 114% adalah keagresifan kami dalam mencari partner baru,” ujar Deputy Country Manager Asuransi CIGNA Christine Setyabudhi di Jakarta,kemarin.

 

Christine mengatakan,hingga saat ini, pihaknya telah memiliki mitra di jalur strategi affinity business sebanyak 22 perusahaan. Perinciannya, 18 dari financial institution, 3 perusahaan telekomunikasi, dan 1 dari perusahaan ritel. ”Sesuai strategi affinity business Cigna, partner merupakan penyumbang utama penerimaan premi,”sambung Christine.

Dalam data keuangan per Mei tahun ini,berkat strategi itu Cigna berhasil mencatatkan penerimaan premi senilai Rp190 miliar. Jumlah itu meningkat 114% dibandingkan penerimaan premi bulan Mei tahun sebelumnya.

“Awal tahun kita menargetkan penambah enam mitra, tapi melihat perkembangan kinerja seperti ini, kita berencana menambah dua hingga tiga mitra lagi tahun ini,” tambah Christine. Mitra keenam yang berhasil dibidik asuransi Cigna adalah PT Bank Mandiri.

Melalui kemitraan dengan Bank Mandiri, asuransi Cigna kembali menawarkan produk jaminan asuransi bagi pemegang kartu kredit salah satu bank BUMN. Sebelumnya, PT Danareksa Investment Management juga telah diikat perjanjian kemitraan sesuai strategi affinity business asuransi Cigna.

Kendati mengandalkan strategi affinity business,kata Christine, Cigna juga tetap memperkuat diri dalam penerimaan premi dengan mengembangkan produk asuransi dan linkage yang telah dibentuk. “Ini akan tambah memaksimalkan penerimaan premi kami,” tambah Christine. Senior Vice President Consumer Cards Group Bank Mandiri Handayani mengatakan, kerja sama kemitraan bisnis dengan Cigna bisa memberikan masukan signifikan bagi kedua belah pihak. Dari total 927.000 pemegang kartu kredit Bank Mandiri, diharapkan setelah kerja sama diteken jumlahnya bisa mencapai 1 juta orang pada Agustus mendatang.

“Bahkan, dengan kemitraan mutual ini, kami memprediksi jumlah pemegang kartu kredit bisa bertambah 100.000 lagi,” ungkap Handayani. Presiden Direktur Cigna Ian Cooper optimistis, Cigna bakal mencatatkan penerimaan premi tahun ini 100% lebih tinggi dibandingkan penerimaan premi tahun lalu. Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir, perekonomian di level makro dan buying power semakin berkembang.“ Ini bakal menggairahkan transaksi proteksi asuransi pada masyarakat,”jelas Cooper. Sebelumnya, Cigna menargetkan penerimaan premi bisa mencapai lebih besar dari 40%.

Dari total target itu, penerimaan premi asuransi new business dipatok mencapai Rp320 miliar. Pada 2006, total penerimaan premi yang berhasil diraup Cigna dari produk new business adalah Rp234 miliar, meningkat 30% dari Rp180 miliar tahun sebelumnya.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada keuntungan perusahaan dari Rp25,4 miliar menjadi Rp32,2 miliar atau meningkat sebesar 27% dibanding tahun 2005. Demikian pula dengan jumlah pemegang polis yang tercatat meningkat 33% menjadi 1,5 juta orang dari 1 juta pada 2005. Sementara tingkat risk based ratio (RBC) perusahaan juga meningkat dari 164% tahun 2005 menjadi 236% pada 2006.

Kategori: Keuangan & Perbankan

Indosat Investasikan US$ 220 Juta Untuk Satelit

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indosat Tbk menginvestasikan sebesar US$ 220 juta untuk pengadaan satelit Palapa D yang akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2009. Satelit yang akan menggantikan Palapa C2 itu dipesan dari Thales Alenia Space France dan diluncurkan dari China melalui Long March 3B.

 

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam mengatakan, jangkauan satelit Palapa D akan meliputi seluruh negara Asia, Timur Tengah, dan Australia. “Satelit ini akan menjadi backbone (tulang punggung) jaringan seluler, data, dan multimedia,” kata Johnny di Gedung Indosat, Jakarta, Jumat (29/6) sore.

 

Dia menjelaskan satelit Palapa D akan menempati slot orbit 113 Bujur timur (BT) yang kini diisi satelit Palapa C2 yang masa operasinya berakhir pada 2010. Satelit Palapa C2 dibuat oleh Huge Spacecraft yang diluncurkan pada Mei 1996 dengan masa operasi 14 tahun.

 

Nantinya, Palapa C2 akan direlokasi ke slot 150,5 BT yang saat ini statusnya masih diperjuangkan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dalam forum International Telecommunication Union (ITU) agar bisa dimiliki oleh Indonesia.

 

Johnny mengungkapkan, tender pembangunan satelit Palapa D telah dibuka sejak Oktober 2006. Kala itu, Indosat mengundang sembilan perusahaan dari China, Amerika serikat, dan Prancis untuk ikut serta. Namun pada akhirnya hanya ada lima perusahaan yang menyatakan minatnya untuk mengikuti tender. “Akhirnya kami memilih Thales dengan pertimbangan solusi dan teknologi yang ditawarkan,” ujarnya.

 

Palapa D, lanjut dia, memiliki spesifikasi teknis yang lebih tinggi dari Palapa C2, yaitu berkapasitas 40 unit transponder, dengan pembagian 35 unit untuk C-band dan lima unit untuk Ku-band dan jangkauan yang mencakup sepertiga wilayah bumi. Sementara Palapa C2 hanya berkapasitas 36 transponder dan hanya melayani wilayah barat Indonesia.

Transponder merupakan alat yang menerima percakapan dalam satu frekuensi, kemudian memperkuatnya serta mentransmisikannya kembali ke bumi melalui frekuensi lain.

 

Dalam sebuah satelit komunikasi biasanya menggunakan geosynchronous transponder yang beroperasi pada ketinggian 42.164 km dari pusat bumi atau 35.786 km di atas permukaan laut. “Sebesar 60 persen kapasitas Palapa D akan digunakan untuk pemakaian internal dan 40 persen lainnya akan dijual,” ujarnya.

 Chief Executive Officer Thales Alenia Space France, Pascale Sourisse, mengemukakan bahwa angka investasi itu meliputi biaya pembuatan satelit, peluncuran, asuransi peluncuran, dan peningkatan kemampuan stasiun pengendali satelit termasuk sumber daya manusia di Indosat. “Kami pastikan program ini akan sukses,” ujarnya. 

Kategori: Telekomunikasi & IT

XL dan Bakrie Minati Tender SLI

Juli 1, 2007 · 1 Komentar

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) dan PT Bakrie Telecom Tbk. berminat mengikuti tender penyelenggaraan sambungan langsung internasional (SLI).

Departemen Komunikasi dan Informatika mulai hari ini membuka pendaftaran untuk izin baru penyelenggara layanan telepon internasional tersebut.

 

Juru bicara XL, Myra Junor, mengatakan XL siap mengikuti tender SLI. Perusahaan akan segera melengkapi dokumen-dokumen setelah mengambil formulir. “Kami tinggal mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi,” kata Myra kepada Tempo.

 Mengenai peluang XL memenangi tender, Mira mengatakan, “Kita lihat saja nanti.”

Saat ini sambungan internasional hanya dilayani oleh dua perusahaan telekomunikasi, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dan PT Indosat Tbk. Agar terjadi persaingan sehat, pemerintah membuka peluang kepada operator telepon lain masuk ke bisnis ini.

 

Bakrie Telecom juga berencana ikut tender SLI itu. Namun, menurut Direktur PT Bakrie Telecom Tbk. Rakhmat Junaidi, Bakrie Telecom masih akan mempelajari bentuk tender dan lisensi yang akan diberikan pemerintah. “Kami masih pelajari dulu bentuknya seperti apa. Kalau memang bagus, kami ikut,” ujarnya.

 

Menurut dia, penyediaan layanan SLI bagi para operator seluler akan merangsang persaingan yang lebih sehat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Penyediaan layanan SLI ini, kata Rakhmat, akan membuka pasar baru dan memperluas jenis layanan Esia.

Kategori: Telekomunikasi & IT

PKS Belum Putuskan Menarik Pencalonan Adang-Dani

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

TEMPO Interaktif, Jakarta:Suasana politik mulai memanas menjelang penetapan calon peserta pemilihan kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta besok. “Kami dikeroyok habis-habisan,” kata Sekretaris DPW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Muhamad Gunawan ketika dihubungi Tempo di Jakarta Minggu,(1/7).

 Kendati begitu, dia memastikan, sampai pagi ini masih juga belum menentukan apakah akan menarik pencalonan pasangan Adang Darajatun – Dani Anwar atau tidak. Rapat dan konsolidasi internal partai semakin rutin dilakukan. “Saat ini perkembangan antara menarik dukungan dan untuk terus maju selalu berubah tiap jam,” ujar Gunawan.

Sementara itu, Koalisi Jakarta yang mendukung Fauzi Bowo-Prijanto menganggap ancaman PKS ini hanya manuver politik untuk memenangkan pilkada. “Mereka (PKS) sudah duluan, kenapa di final harus mundur?” ujar Kepala Bakominfo DPW PDI Perjuangan DKI Jakarta Dhian Prakasha Yoedha ketika dihubungi TempoMinggu di Jakarta (1/7). “Mungkin PKS salah perhitungan,” tambahnya.

Sesuai agenda KPUD, hari ini dan besok adalah jadwal penetapan calon Pilkada DKI Jakarta. Penarikan dukungan ini, harus dilakukan sebelum KPUD mengumumkan nama pasangan peserta Pilkada. Bila tidak, partai pengusung dan pasangan yang dicalonkan tidak akan diizinkan lagi mengikuti pencalonan Pilkada. “Bila kami tidak datang pada saat penandatanganan calon, artinya kami mundur,” ujar Gunawan.  

Kategori: Berita Utama (1)

Komik Indonesia Butuh Ikon Baru

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA–MIOL: Dunia komik Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena belum adanya ikon komik yang benar-benar menunjukkan identitas Indonesia.

Pendapat ini diungkapkan komikus dari Masyarakat Komik Indonesia Oyas Sujiwo, Kamis (28/6) di Jakarta seusai diskusi “Komik Asing, Mengapa Lebih Populer” yang digelar oleh Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta.

 

Menurutnya, pada era 1970 sampai 1980an jumlah komik Indonesia bisa dibilang banyak, tetapi kemudian kecenderungan itu mulai turun. Ia menyebut faktor penyebabnya adalah masuknya komik asing dengan kemasan dan gaya yang lebih menarik karena penuh warna. Selain itu, ada masalah regenerasi.

 

“Yang muda-muda waktu itu belum muncul, mereka munculnya baru 1995, itu generasi ketiga,” kata Oyas.

 

MKI, menurut Oyas, menyadari bahwa belum adanya ikon yang menonjol menyebabkan pembaca komik belum dapat mengidentifikasi mana sebenarnya komik Indonesia.

 “Selama ini, memang sudah banyak komikus-komikus muda. Tapi mereka cenderung tersebar sehingga tidak kelihatan,” ujar Oyas.

Karena itulah, MKI membuat sebuah proyek besar ‘Lakon 21′ untuk memunculkan ikon komik Indonesia di era 2000an. Salah satu buah proyek tersebut adalah ‘Vaiang’, kolaborasi 12 komikus yang sampai sekarang masih digarap.

Selain itu, MKI akan mengeluarkan ‘Cergam Jagoan’ yang akan menghidupkan lagi ikon-ikon komik Indonesia klasik tapi diadaptasi dengan gaya komikus Indonesia modern. “Masih ada satu lagi, komik lucu, tapi kami belum dapat namanya,” kata Oyas.

Vaiang rencananya akan ditujukan bagi kelompok usia 14 sampai 19 tahun. Menurut survei yang dilakukan MKI, kelompok usia inilah yang pembaca terbesar komik.

Sedangkan ‘Cergam Jagoan’ akan ditujukan bagi pembaca yang lebih dewasa dan lebih bersifat novel grafis. Sementara komik humor akan ditujukan bagi pembaca anak-anak.Mengenai anggapan bahwa membaca komik belum dapat dihitung sebagai bagian dari minat baca, Oyas mengaku tak khawatir.

“Karena komik Indonesia juga belum ada yang memiliki kualitas visual tinggi tapi juga memiliki ambisi pencapaian sastrawi dan seni yang sama tingginya,” kata Oyas.

Sementara itu Kepala Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta Tuty Muliawaty mengatakan bahwa Perpumda DKI mulai tahun ini akan melakukan survey pengukuran minat baca.

“Kalau selama ini dibilang rendah, seberapa rendah? Apa kegiatan-kegiatan Perpumda bisa meningkatkan minat baca?” katanya pada pencanangan Hari Anak Jakarta Gemar Membaca.

Saat ini pihaknya tengah mendiskusikan lembaga survey mana yang akan melakukan pengukuran tersebut. Selain itu, pihaknya juga tengah mensosialisasikan kewajiban penerbit di DKI Jakarta untuk menyumbangkan setiap judul buku yang diterbitkannya pada Perpumda.

“Peraturannya kan baru keluar Desember 2006. Kita sekarang lagi sosialisasi lewat IKAPI DKI. Jika menurut IKAPI, benar ada 6000 judul buku yang terbit tiap tahunnya, berarti kita bisa mendapat tambahan buku sebanyak itu,” katanya.  

Kategori: Berita Utama (1)

Insiden RMS, Panglima TNI Akui Kelalaian Aparat

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA–MIOL: Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengakui adanya ketidakcermatan, kelalaian, sikap tidak proaktif, dan tidak adanya inisiatif tinggi dari aparat keamanan di lapangan dalam insiden penyusupan simpatisan RMS pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Maluku.

 

Hal itu diungkapkan Panglima TNI dan Kapolri dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukam di Jakarta, Sabtu (30/6) untuk menjelaskan perkembangan penyelidikan dan evaluasi kasus ini.

 

“Mohon maaf. Terus terang peristiwa itu sangat memalukan beliau (Presiden) di depan khlayak ramai,” kata Djoko.

 

Ia menjelaskan, hasil evaluasi secepatnya akan diperoleh dan dalam waktu dekat akan ada tindakan tegas terhadap aparat keamanan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya tanggung jawab saat itu.

 

“Mengenai sanksi sejauh ini apabila diperlukan bisa saja terjadi. Bisa mutasi atau lainnya, tapi itu akan diumumkan dalam waktu dekat. Tidak akan lama. Dalam pekan ini juga,” tegas Djoko.

 

Sanksi itu, tambahnya, harus diberikan agar menjadi pelajaran bagi aparat keamanan dalam menjalankan tugas pengamanan VVIP ke depannya.

 

Sedangkan Kapolri menyatakan, Polri masih melakukan penyidikan dan Polda Maluku hingga kini sudah menahan 31 orang yang diindikasikan terlibat dalam penyusupan tersebut.

 

“Harus dibedakan ini bukanlah terusan dari konflik yang lalu. Ini adalah gerakan separatis yang sudah direncanakan beberapa waktu sebelumnya,” ungkap Sutanto.

 

Dia memaparkan, upaya intelijen sebelumnya sudah dilakukan dan diperoleh masukan berupa adanya upaya demonstrasi dan unjuk rasa yang bisa dipenuhi keadaannya. Tapi, seharusnya kesiapan keamanan kalau menghadapi sesuatu harus cepat mencegah penyusupan.

 “Sangat kita sayangkan. Seharusnya itu tidak perlu terjadi,” cetus Sutanto.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto menyatakan kepolisian sedang mencari kepala pemerintahan RMS di Provinsi Maluku Simon Saiya yang memberikan surat keberadaan RMS kepada para penari. Namun, Sisno tidak menyebutkan isi surat itu secara detil.

 Ia hanya menyatakan isi surat itu menunjukkan RMS masih ada eksistensinya. “Simon Saiya memberikan surat itu hanya ingin menunjukkan bahwa RMS masih eksis. Dan surat itu dibawa oleh pendemo yang bukan penari,” ungkap Sisno. 

Kategori: Berita Utama (1)

Julius Usman Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Juli 1, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA–MIOL: Suasana haru dan hikmat mewarnai prosesi pemakaman Julius Usman, politisi kontroversial. Mantan aktivis 66 itu dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (1/7). Hadir sejumlah pejabat negara, politikus, kolega, dan kerabat dekat almarhum.

 

Prosesi pemakaman Julius Usman di TPU Tanah Kusir dilakukan di bawah tenda kuning berukuran 10X10 meter, sekitar pukul 10.00 WIB. Dari ratusan pelayat yang hadir, tampak sosok Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, tokoh eksponen 66 Hariman Siregar, Pengacara Hotman Sitompul, dan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh.

 

Wajah haru jelas terlihat di antara para pelayat saat jenasah almarhum diturunkan ke liang lahat. Bahkan, Nunik, istri almarhum, beserta anak dan cucu Julius tak kuasa menahan kucuran air mata.

 

Di sekitar area pemakaman terlihat sedikitnya 20 paket kiriman bunga dari sejumlah kolega almarhum. Karangan bunga yang terpajang di areal pemakaman itu di antaranya dari kader PDIP, seperti mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Taufik Kemas, Sekjen PDIP Pramono Anung, Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo dan Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

 

Dalam pembacaan kata kenangan yang disampaikan Jimly Ashshidiqie, menyebut almarhum Julius sebagai sosok yang perlu diteladani. Sebagai sesama pejuang angkatan 66, Jimly mengenal almarhum sebagai sosok bersahabat dan memiliki idealisme tinggi.

 “Satu lagi yang perlu diteladani. Dari muda hingga akhir hayatnya, semangat almarhum untuk membangun bangsa tidak pernah hilang,” kenang Jimly tentang kawan akrabnya itu.

Sementara itu, Ketua Penasehat Partai Golkar Surya Paloh sebelum acara pemakaman Julius Usman mengenang saat-saat dirinya bersama almarhum menjadi aktivis kepemudaan tahun 1966 di kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Saat itu, almarhum tokoh idealis yang selalu menghabiskan hari-harinya untuk memikirkan bagaimana memberikan kontibusi terbaik bagi bangsa indonesia.

 “Kami memang teman lama. Saya terakhir bertemu 10 hari lalu, kami masih sharing tentang bagaimana memberi kontribusi bagi bangsa dan negara,” kenang Surya Paloh.

Julius Usman dalam kariernya sebagai politisi memang dikenal penuh dengan langkah kontrovesial. Almarhum pertama kali masuk kancah politik dengan menjadi ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) sehingga kerap terlibat dalam berbagai aksi yang digalang para aktivis angkatan 66.

 

Langkah almarhum yang paling kontrovesial, bersama Sri Bintang Pamungkas mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) pada 1997. Tindakan sangat berani kala itu, di saat Presiden Soeharto membatasi parpol hanya PPP, Golkar, dan PDI.

 

Melalui PUDI, Julius sempat melempar wacana untuk mencalonkan diri menjadi wakil Presiden bersama Sri Bintang sebagai Presiden.

 

Perjuangan Julius memecahkan kebekuan politik di Indonesia akhirnya berhasil juga dengan diselenggarakan pemilu 1999 yang melibatkan puluhan parpol. Namun, tahun itu juga, Julius malah meninggalkan PUDI dan bergabung dengan PDIP untuk menjadi Calon Legislatif (Caleg). Almarhum pun kemudian terpilih mewakili rakyat di DPR dari fraksi PDIP periode 1999-2004.

 

Namun, akibat dikenal vokal mengkritik kebijakan Fraksi yang kurang membela rakyat, Julius bersama tokoh vokal lainnya, Haryanto Taslam direcall PDIP dari DPR. Tak berhenti sampai di situ, Julius menjelang pilpres 2004 bersama Meilono Soewondo tiba-tiba meninggalkan PDIP untuk menjadi tim sukses SBY-JK, pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat dan Golkar.

 

Ternyata sikap idealisme dalam diri Julius tak bisa diredam sampai di situ. Melihat kekecewaan masyarakat terhadap kinerja SBY-JK sampai saat ini, Julius bersama Hariman Siregar akif dalam Gerakan Cabut Mandat.

 

Gerakan ini juga diikuti sejumlah tokoh pro demokrasi lainnya yang mengkritik kebijakan SBY-JK, seperti WS Rendra dan Moeslim Abdurrahman.

 

Julius Usman, sulung dari empat bersaudara ini dilahirkan di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 15 Agustus, 60 tahun lalu. Almarhum meninggal dalam perjalanan menuju RS MMC Kuningan dari rumah ibunya, Aisyah, 94, di Jalan Lawu Manggarai, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30.

 Mantan aktivis dan tokoh nasional ini meninggal akibat komplikasi penyakit jantung yang dideritanya sejak dua bulan terakhir. Ia meninggalkan seorang istri, 3 putri, 2 putra, dan 9 cucu.

Kategori: Berita Utama (1)