[Liputan6.com-Jakarta] Kesadaran untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan organik bukan cuma dilakukan manusia, ayam pun juga. Ini terlihat di peternakan ayam kampung organik Eko Rakadiharjo di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Eko mengatakan, ayam peliharaannya diberi makan dengan bahan-bahan alami. “Seperti jagung, dedak, dan biji kedelai yang digiling. Ayam juga diberi minum jamu,” ujar Eko kepada SCTV, baru-baru ini.
Efek dari pakan itu bisa dirasakan dari telur yang dihasilkan. Telur ayan kampung organik rasanya manis dan tidak amis, serta lebih guris. Ini berbeda dengan telur ayam kampung biasa. Karena itu, harga jualnya lebih mahal. Bila telur ayam kampung biasa harganya Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Telur ayam organik bisa mencapai Rp 35 ribu per kilogram.
Eko mengaku, meski ada isu flu burung, ia tidak patah arang untuk mengembangkan usahanya. Wajar, jika usaha yang digeluti sejak 1960-an ini tetap bertahan hingga sekarang. Walau dengan konsumen terbatas. Konsumen Eko biasanya dari usaha-usaha yang menggunakan unsur organik.
Tidak hanya daging dan telurnya, kotoran unggas atau yang disebut limbah organik ini juga bisa dipakai sebagai pupuk tanaman. Menurut Eko, kotoran ini sangat baik untuk perkembangan serabut tanaman. Limbah ini kerap di pasarkan ke industri perkebunan maupun pertanian yang rata-rata berada di luar Jakarta.
Keberhasilan usaha peternakan ayam milik Eko ini kontan membuat masyarakat tertarik akan usaha ini. Eko pun mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti kesuksesannya harus menguasai lima poin. “Tekun, sabar, sayang, mencintai dan keberanian,” tutur Eko.