[BisnisIndonesia-Jakarta] PT.Excelcomindo Pratama Tbk (XL) meluncurkan kompetisi mobile games yang akan berlangsung mulai Mei sampai 20 Juli 2007. Kompetisi ini diselenggarakan bekerjasama dengan Ligagame.Com – pemegang lisensi World Cyber Games (WCG) Indonesia dan Elasitas sebagai penyedia konten game di dalam Menu XL Game Life. Kompetisi final digelar mulai tanggal 3 Juli 2007 bersamaan dengan Final WCG Indonesia. “Kompetisi ini digelar sehubungan dengan diselenggarakannya kompetisi games World (WCG) tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta mulai hari ini,” kata I Made Hartawijaya, VP VAS and New Services XL. Made menambahkan untuk mempromosikan program ini, XL juga mensponsori Roadshow WCG di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, Batam dan Bali. Ajang WCG Indonesia dimulai dengan babak penyisihan yang telah berlangsung di delapan kota. Selanjutnya pemenang di tiap daerah dikompetisikan lagi di kompetisi Final WCG Indonesia yang berlangsung pada 3-8 Juli 2007 di Ma Taman Anggek. Bersamaan dengan kompetisi final tersebut, XL juga mempertemukan 10 orang peraih skor tertinggi di XL Game Life yang dipertandingkan secara Offline. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa satu unit Honda Tiger, dua unit Play Station 3 dan dua unit Play Station Portable. WCG adalah ajang Olimpiade berskala internasional bagi para online gamers yang digelar di beberapa negara di antaranya di Indonesia yang berlangsung pada bulan Juli 2007. Kompetisi WCG diakses lewat Internet melalui komputer dan melibatkan satu tim yang terdiri dari lima orang.
XL luncurkan kompetisi mobile games
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kategori: Telekomunikasi & IT
Pemerintah Tetapkan Subsidi Rusuna
Juli 3, 2007 · 1 Komentar
[MIOL-Jakarta] Subsidi KPR untuk rumah susun sederhana (rusuna) ditetapkan pemerintah. Itu tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Permenpera) No 7/2007 tentang pemberian fasilitas subsidi perumahan melalui KPR rusuna bersubsidi.
“Dengan keluarnya peraturan ini, masyarakat yang ingin membeli unit di rusuna sudah bisa menikmati fasilitas subsidi KPR,” kata Menpera M Yusuf Asy’ari, di Jakarta, Selasa (3/7). Subsidi rusuna diberikan dalam bentuk bantuan uang muka sekaligus subsidi selisih bunga dengan besaran tergantung kelompok sasaran.
Subsidi uang muka, 2,5% untuk kelompok sasaran I, 3,5% sasaran II, dan sasaran III sebesar 5%. Bantuan・uang muka mulai Rp5 juta, Rp6 juta dan Rp7 juta. Semua bank bisa menerbitkan kredit KPR Rusun bersubsidi sepanjang bank tersebut menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama operasional dengan Kemenpera.
Untuk keperluan subsidi rusuna tersebut, Kemenpera telah mengajukan anggaran untuk tahun anggaran 2008 sebesar Rp432,95 miliar. “Tapi apakah permintaan itu disetujui atau tidak, kami masih menunggu,” ungkap Menpera.
Angka ini masih lebih kecil dari anggaran subsidi yang diminta untuk rumah sederhana sehat (RSh) 2008 sebesar Rp779,67 miliar. Untuk tahun ini, dana subsidi rusun akan diambil dari kantong anggaran subsidi perumahan yang sudah ditetapkan sebelumnya Rp300 miliar.
Achmad Wijaya Direktur PT Primaland, salah satu investor (developer) rusuna di Pulo Gebang menyambut baik keluarnya Permen terbaru tersebut. Menurutnya, aturan pemberian subsidi ini akan berpengaruh positif terhadap pemasaran rusuna. “Sekarang ini banyak calon pembeli yang menunda transaksi karena menunggu kepastian soal subsidi itu. Dengan terbitnya permen ini, saya kira permintaan akan makin banyak,” paparnya.
Sementara itu dari sisi pasokan, kemajuan pembangunan rusuna masih terkesan lamban. Dari target 78 menara rusuna terbangun hingga akhir tahun ini, yang kemudian direvisi lagi menjadi 39 menara, baru empat menara yang kelihatan sudah mulai dibangun. Masing-masing di Pulo Gebang (PT Primaland) tiga menara dan di Cawang (PT Cawang Housing Development) satu menara.
Sejumlah masalah yang diakui Menpera masih menjadi faktor lambatnya pengembangan itu antara lain soal birokrasi perizinan pembangunan oleh pemda dan masalah koordinasi antar departemen (interdep) yang belum berjalan mulus.
Kategori: Properti & Infrastruktur
Pemerintah Tambah Merek Timah
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
(Detikfinance-Jakarta) Pemerintah berencana menambah 1 merek lagi untuk timah yang diproduksi dari Provinsi Bangka Belitung. Selama ini baru ada 3 merek timah dari 2 perusahaan, yaitu Banka dan Mentok dari PT Timah Tbk serta Koba dari PT Koba Tin.
Penambahan merek ini menjadi pilihan bagi 12 perusahaan tambang timah yang sudah mendapat izin ekspor dari Departemen Perdagangan.
Pemberian merek untuk produk timah diperlukan untuk mencegah pemberian merek di luar negeri seperti di Penang, Malaysia dan Phuket, Thailand.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Usaha Ditjen Minerbapabum di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/7/2007).
“Ada usulan lagi buat eksportir lainnya di luar 2 ini perlu nggak dibuat brand lagi,” ujarnya.
Selain itu, dengan ada merek, maka timah itu akan terdaftar bursa komoditi logam London Metal Exchange (LME) sehingga mendapat harga yang lebih tinggi dari biasanya.
Namun pemberian merek diakui tidak berdampak langsung pada pengurangan penyelundupan.
“Itu bisa, tapi tidak langsung. Bisa kalau pembelinya tidak mau yang tidak bermerek. Tapi kan ada juga pembeli nggak peduli brand,” tambahnya.
Kendala lain ada pada biaya yang harus disiapkan untuk pemberian merek. Untuk biaya laboratorium saja setidaknya butuh Rp 20 miliar.
Rencananya Gubenur Bangka Belitung Eko Maulana Ali diberikan waktu 3 bulan untuk mengkaji kemungkinan tersebut.
“Kita akan adakan pertemuan-pertemuan ke depan yang leading sectornya saya, dalam rangka brand. Kita akan tambah satu brand lagi. Dengan Dirjen Minerba kita akan bertemu 1 bulan lagi di Bangka,” ujarnya.
Kategori: Mineral & Energi
Maskapai RI Siap Tanamkan Saham di Penerbangan Asing
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
(Detikfinance-Bali) Maskapai dalam negeri tidak mau dikadali lagi oleh penerbangan asing. Terkait kebijakan open sky, mereka siap berinvestasi di luar negeri agar tidak hanya asing saja yang bisa memungut keuntungan.
Niatan itu disampaikan Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) Rusdy Kirana dalam rapat umum Inaca di Hotel Ina Putri Bali, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/7/2007).
Globalisasi diakuinya memang sudah menjadikan wilayah udara tanpa batas. Namun penerbangan dalam negeri merupakan hak ekslusif suatu negara sesuai dengan konvensi Chicago.
“Karena itu kita berharap dalam perjanjian udara, penerbangan nasional bisa mendirikan usaha di negara lain,” tegas dia.
Dan sebaliknya, Inaca juga bisa meminta semua penerbangan internasional yang beroperasi di Indonesia wajib menjadi anggota Inaca.
Terkait keinginan Inaca ini, Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan, pemerintah belum mencapai titik temu dalam hal ini.
Namun prinsipnya pengembangan investasi dari asing tidak akan dibatasi. “Tetapi yang sebetulnya ingin kita katakan adalah tumbuhnya permintaan angkutan udara adalah hasil maskapai penerbangan Indonesia,” katanya.
Pertumbuhan yang dicapai maskapai dalam negeri ini diharapkannya tidak dinikmati maskapai asing.
“Ketika kita menanam mereka tidak ikut, tapi saat memetik buah mereka ikut dengan dasar kebijakan open sky yang memang fenomena yang tidak bisa dilawan. Itu sebetulnya yang tidak kita inginkan. Kita ingin ada keadilan, timbal balik,” katanya.
Menhub ingin maskapai Indonesia menjadi maskapai yang menjadi pemain kunci di kawasan regional.
“Sekarang yang dilakukan adalah meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Kalau itu tercapai daya saing kita meningkat. Melalui daya saing akan ada proses aliansi secara ekonomi,” katanya.
Namun, imbuh dia, dalam kebijakan open sky diharapkan dilakukan atas dasar kepentingan maskapai Indonesia. Caranya dalam setiap open sky ada perjanjian bilateral.
“Kita bisa mempertanyakan bahwa tidak mungkin seluruh wilayah udara kita terbuka, tapi ada juga yang terbatas bagi mereka,” tegasnya.
Dalam kebijakan open sky, tambahnya, Indonesia bisa mengatakan kepada maskapai asing soal aliansi.
“Seperti Air Asia, kan ada namanya Air Asia Indonesia yang dimiliki Indonesia yang terkait dunia internasional. Jadi bersifat aliansi. Hal semacam itulah yang kita dorong dalam kebijakan open sky kita,” katanya.
Kategori: Otomotif & Transportasi
Asuransi Terbaik versi Infobank
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
(Detikfinance-Jakarta) Majalah InfoBank kembali merilis rating atas 130 Asuransi di Indonesia. Pemeringkatan itu didasarkan pada laporan keuangan publikasi dengan 10 kriteria.
Sepuluh kriteria itu adalah RBC, rasio likuiditas, rasio cadangan teknis dengan aktiva lancar, rasio cadangan premi dengan premi retensi sendiri, perubahan pendapatan premi bruto, rasio premi retensi sendiri dengan modal sendiri, rasio investasi dengan cadangan teknis ditambah utang klaim, rasio beban klaim neto dengan premi neto, rasio beban pendapatan dengan pendapatan, dan rasio laba dengan rata-rata modal sendiri.
Demikian disampaikan oleh Direktur Biro Riset InfoBank Eko B. Supriyanto dalam acara Rating 130 Asuransi Tahun 2007 Versi InfoBank di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selas (3/6/2007).
Berdasarkan kriteria tersebut, maka perusahaan yang mendapat predikat “sangat bagus” dengan premi bruto Rp 1 triliun ke atas antara lain pertama PT Prudential Life Insurance, kedua Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dan ketiga PT Asuransi Jiwa Sinarmas.
Lalu untuk perusahaan asuransi jiwa dengan premi bruto Rp 200 miliar sampai Rp 1 triliun dengan predikat “sangat bagus” adalah pertama Asuransi Cigna, kedua AXA Financial Indonesia dan ketiga Astra CMG Life.
“Untuk yang premi brutonya di bawah Rp 200 miliar dan mendapat predikat “sangat bagus” adalah pertama Asuransi Takaful Keluarga, kedua Asuransi Jiwa Bumiarta Reksatama dan ketiga UOB Life-Sun Assurance,” tambah Eko.
Sementara itu, rating untuk perusahaan asuransi umum dengan premi Rp 200 miliar ke atas dan berpredikat “sangat bagus” antara lain pertama Asuransi Adira Dinamika, Zurich Insurance Indonesia, dan Asuransi Jasaraharja Putera.
Sedangkan yang premi brutonya Rp 50 miliar sampai dengan di bawah Rp 200 miliar dengan predikat “sangat bagus” adalah Tugu Kresna Pratama, Asuransi Samsung Tugu dan Asuransi Permata Nipponkoa Indonesia.
“Untuk yang premi brutonya di bawah Rp 50 miliar dan preikat “sangat bagus” antara lain Asuransi Bhakti Bhayangkara, Arthagraha General Insurance dan Asuransi AIOI Indonesia,” tuturnya.
Dalam rating ini hanya ada satu perusahaan asuransi jiwa yang berpredikat tidak bagus, dan ada 9 perusahaan asuransi umum yang berpredikat tidak bagus.
“Tapi ada 3 perusahaan asuransi jiwa yang tidak mengeluarkan laporan keuangannya, sementara 5 perusahaan asuransi umum yang tidak mengeluarkan laporan keuangannya atau laporan keuangannya tidak lengkap,” tambahnya.
Menurutnya sebenarnya dari sisi portofolio investasi, perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia sudah semakin baik dalam strategi yang dipilihnya.
“Investasi dalam deposito oleh perusahaan asuransi sebesar 20,53 persen, lebih kecil dari investasi dalam saham dan obligasi yang sebesar 23,47 persen serta dalam surat berharga yang diterbitkan atau dijamin pemerintah sebesar 23,25 persen,” jelasnya.
Sedangkan reksadana mendapat kucuran investasi asuransi sebesar 13,9 persen, disusul oleh penyertaan langsung sebesar 3,3 persen.
Kategori: Keuangan & Perbankan
Penjualan Mobil Dekati 200 ribu Unit
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
(TEMPO Interaktif-Jakarta) Penjualan mobil semester pertama tahun ini mendekati 200 ribu unit. Faktor pulihnya daya beli masyarakat, penurunan inflasi dan suku bunga Bank Indonesia yang semakin rendah yang kemudian didukung maraknya model-model baru menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil semester pertama sekitar 194.184 unit. Jumlah ini berarti meningkat 31,1 persen dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu sebesar 149.634 unit. “Ini belum data resmi, tapi penjualan Juni termasuk tinggi,” tutur Ketua Umum Gaikindo, Bambang Trisulo di Jakarta, Senin. Menurut Bambang, penjualan Juni sekitar 38 ribu unit.
Pada Januari hingga Mei tercatat sebanyak 158.184 unit. Periode penjualan bulan Mei mencatat angka tertinggi sebesar 38.333 unit atau sebesr 66,09 persen dibanding periode Mei tahun 2006. Hingga akhir tahun ini, Gaikindo optimis penjualan mencapai 400 ribu unit.
Puncak penjualan akan terjadi pada bulan Agustus-September seiring adanya ajang Indonesia International Motor Show yang akan digelar pada 19-28 Juli nanti. Selain itu pada bulan Agustus, penjualan mobil akan meningkat seiring menghadapi lebaran.
Kategori: Otomotif & Transportasi
Direksi dan Komisaris Telkom Dapat Bonus Rp 20 Miliar
Juli 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
(Detikfinance-Jakarta) PT Telkom Tbk membagikan tantiem atau bonus kepada Direksi dan Komisaris Telkom dengan total nilai Rp 20 miliar. Keputusan itu merupakan hasil dari RUPS Telkom yang digelar 29 Juni lalu, dan rinciannya dipublikasikan pada Selasa (3/7/2007).
Dalam RUPS sebelumnya, masalah gaji dan bonus direksi dan komisaris Telkom ini tidak dibeberkan. Konferensi pers yang digelar hanya menjelaskan hasil RUPS secara umum, sementara wartawan juga tidak diperbolehkan meliput jalannya RUPS.
RUPS sebelumnya juga memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 55persen dari laba bersih tahun 2006 yang sebesar Rp 11,005 triliun. Dengan demikian dividen mencapai Rp 6,05 triliun atau Rp 303,205 per saham.
Sisa laba bersih sebesar 44,68% atau Rp 4,92 triliun akan digunakan untuk cadangan pengembangan usaha termasuk tantiem direksi dan komisaris Telkom. RUPS juga memutuskan kenaikan gaji Dirut Telkom menjadi Rp 118 juta per bulan (bersih). Gaji tersebut berarti naik Rp 10 juta, dibandingkan gaji Dirut Telkom pada tahun lalu yang sebesar Rp 108 juta.
Sementara komposisi gaji atau honorarium dan tantiem Direktur, Komisaris Utama dan komisaris Telkom masing-masing adalah 90%, 50% dan 45% dari gaji dan tantiem Dirut. Untuk fasilitas dan tunjangan bagi Direksi dan Komisaris tidak ada perubahan.
Sebagai perbandingan, pada RUPS Bank Mandiri akhir Mei lalu, diputuskan gaji Dirut Bank Mandiri naik dari Rp 107 juta menjadi Rp 118 juta. RUPS Bank Mandiri juga memutuskan untuk memberikan 0,2 % dari laba bersih tahun 2006 yang sebesar Rp 2,432 triliun untuk bonus direksi dan komisarisnya.
Kategori: Telekomunikasi & IT