Buletin Bisnis

Eksotika Kulit Telur

Juli 13, 2007 · & Komentar

Manfaat lain kulit telur adalah bisa dipakai sebagai bahan penghias furnitur dan aksesoris yang unik. Siapa bilang kulit telur tidak bisa bermanfaat sebagai furnitur atau bahkan aksesori penghias rumah?               

Kulit telur yang dicat atau diukir menjadi hiasan, tidak kalah menarik dengan material lainnya. Adalah Teguh Joko Dwiyono, desainer sekaligus pemilik galeri kerajinan kulit telur. Pecahan telur yang dibuang ketika istrinya sedang memasak melatarbelakangi pria yang juga seniman ini, untuk memilih media kulit telur sebagai sebuah kerajinan tangan.

Namun, untuk menghasilkan kerajinan tersebut, Teguh membutuhkan waktu dua tahun untuk bereksperimen. ”Kulit telur yang dibuang tadi dapat menjadi sebuah kerajinan yang menarik sebagai aksesori ruang maupun furnitur.                

Karena hasil kerajinan ini memiliki karakteristik dan nilai filosofis. Ketahanan kulit telur pun memiliki kekuatan yang luar biasa,” kata Teguh kepada SINDO saat ditemui di sebuah pameran di Jakarta. Kulit telur tahan terhadap api, tidak akan dimakan oleh rayap atau hama lainnya, serta tahan terhadap pergantian cuaca. Begitu pula bila kena sinar matahari, tidak akan memudarkan warnanya. Kulit telur ini seakan menyampaikan sebuah pesan khusus kepada setiap orang yang akan menggunakannya.                  

Bahwa meskipun dipegang rapuh, namun kulit telur memiliki kekuatan yang luar biasa hebatnya ibaratnya seperti rahim manusia. Bahan kulit telur yang digunakan untuk membuat kerajinan furnitur dan aksesori terbagi atas tiga jenis peruntukan, yakni kerajinan yang berasal dari kulit telur ayam negeri, kulit telur ayam kampung, dan burung puyuh. ”Setiap pemilihan material beragam kulit telur itu akan menjadikan tampilan kerajinan memiliki wajah yang berbeda,” sebut Teguh, mantap. Namun, setiap jenis kulit telur punya corak berbeda bila diaplikasikan menjadi sebuah produk kerajinan. Kerajinan dari kulit telur ayam negeri (broiler) memunculkan corak berwarna putih.                      

Telur ayam kampung memunculkan corak hitam kemerah-merahan. Adapun corak hitam muncul dari kulit telur burung puyuh. Untuk menghasilkan seluruh produk penghias rumah ini, dimulai dengan proses membersihkan kulit telur dan melepas lapisan putih kulit di dalamnya. Telur yang sudah dibersihkan ini kemudian dijemur hingga betul-betul kering. Agar semua manfaat itu dapat berfungsi maksimal, kemudian kulit telur yang sudah mengering itu diambil satu per satu untuk kemudian ditempelkan dengan lem di media yang akan dijadikan kerajinan, baik di atas kanvas,kayu, kaca, dinding, sampai plafon.                    

Kemudian tahap selanjutnya adalah finishing yaitu d e n g a n mengampelas hingga halus. Wa k t u yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu item hiasan kulit telur ini tergantung medianya dan tingkat kesulitan pengerjaannya. Paling lama memakan waktu satu bulan untuk pembuatan sebuah lukisan dari kulit telur. Untuk menyelesaikan media berukuran satu meter persegi, membutuhkan 200 butir telur. ”Biasanya saya memperoleh ratusan hingga ribuan pecahan kulit telur ini dengan cara membelinya dari tukang nasi goreng,” jawabnya tanpa menjelaskan berapa harganya.                   

Menurut Teguh, produk kerajinan ini sudah diekspor ke AS dan Eropa. Produk kerajinan yang berasal dari bahan kulit telur ini dapat diperoleh dengan kisaran harga mulai dari Rp2.500 sampai Rp30 juta. ”Barang-barang ini cocok digunakan di rumah dengan gaya etnik karena konsep temanya diadopsi dari budaya Nusantara. Hanya tampilannya menggunakan kulit telur,”sarannya. 

Alamat :

Jl Duren IV no 9,

Pegambiran, Rawamangun

Telp, 021-4786-3251

e-mail: dwieggshell@yahoo.com

Kategori: Gaya Hidup

9 tanggapan so far ↓

  • Ari Siswoyo // Desember 28, 2007 pada 4:40 pm | Balas

    Mohon bantuannya untuk keterangan dan informasi lebih lengkap tentang Bpk Teguh Joko Dwiyono, baik mengenai website-nya, alamat usahanya maupun alamat galerinya, juga … apakah Beliau (Bpk. Teguh Joko Dwiyono) juga membuat buku? Jika ada apa judulnya? Balasan dan penjelasannya sangat kami harapkan.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih banyak.

  • M.F.HIDAYATULLAH // Januari 8, 2008 pada 9:59 am | Balas

    Mohon keterangan dan informasi lebih lengkap tentang Bpk Teguh Joko Dwiyono, baik mengenai website-nya, alamat usahanya maupun alamat galerinya, juga … apakah Bpk. Teguh Joko Dwiyono juga membuat buku? Jika ada apa judulnya? di mana saya bisa mendapatkannya? Balasan dan penjelasannya kami harapkan.
    terima kasih sebelumnya.

  • nurmegah // Juni 1, 2008 pada 1:40 am | Balas

    Mohon keterangan dan informasi alamat galeri Bpk. Teguh. Thanks sebelumnya

  • anto // Juni 17, 2008 pada 4:42 pm | Balas

    Assalamualaikum
    Saya anto, di Surabaya.
    Saya sangat terkesan, dengan artikel ini.
    Saya ingin tanya, emailnya mas Freddy Dwi Susianto apa ?
    atau No Telephone yang bisa saya hubungi Berapa?
    Karena di Rumah saya Banyak sekali Kulit Telur Puyuh. Bahkan Setiap Hari banyak sekali kulit telur puyuh Selalu di buang. Sekedar informasi, Ibu saya Agen Telur. Dan setiap hari Dapat order Telur puyuh matang untuk keperluan Bakso, makanan prasmanan seperti pernikahan ataupun hajatan. Dan kulit telur puyuh tersebut Dibuang begitu saja. Saya ingin memanfaatkannya dengan menjualnya. Agar bisa membantu Orang tua Saya, terutama Ibu Saya.
    Mohon Bantuannya.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikum

  • Klana // Juni 25, 2008 pada 5:30 pm | Balas

    Mohon informasi mengolah kulit telor menjadi benda seni dan pengepul kulit telor

  • Rosita // Februari 8, 2009 pada 1:24 am | Balas

    Tlong penjelasan,bagaimana mengolah limbah kulit telur,lem yg d gunakan lem apa?tlong balasannya,trimakasih atas kebaikannya

  • annaz // April 28, 2009 pada 11:53 am | Balas

    UAPIK

  • muksin // Agustus 31, 2009 pada 3:44 pm | Balas

    cara” untuk mnglolah kulit telur dengan baik itu sprti apa…lalu lem yg dgnakan itu lem yg sperti apa untuk merekatkn ke lukisan atau bnda lain, apakah dngan mnggunakn lem trtntu untuk mlkatkan nya…tolong di balas….

  • Gharnya // Oktober 23, 2009 pada 8:14 pm | Balas

    Mas, minta info apakah kerajinan ini sudah sampai di Bali?

Tinggalkan sebuah Komentar