Buletin Bisnis

SBY Presiden Kedua Yang Serius Tanggapi Isu Keluarga

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah presiden pertama RI yang menanggapi persoalan isu keluarga secara serius. Presiden yang sebelumnya pernah melakukan adalah Soeharto. Persoalan yang menimpa Soeharto saat itu lebih serius, yaitu diisukan sebagai anak hasil hubungan gelap.

Presiden pertama RI, Soekarno, bukan sepi dari persoalan yang menyangkut urusan keluarga. Apalagi dia memang secara terbuka melakukan poligami. Pernikahan poligami pertamanya adalah dengan Hartini, saat itu direaksi keras oleh istri sah sebelumnya, Fatmawati, yang memilih pisah ranjang.

Para aktivis pembela hak-hak perempuan saat itu juga melakukan aksi-aksi menentang tindakan Soekarno melakukan poligami. Namun Soekarno mengganggap sepi penentangan itu. Bahkan di kemudian hari, dia mengambil istri-istri muda lainnya.

Presiden-presiden berikutnya juga digoyang dengan persoalan isu rumah tangga. Di awal reformasi, ketika namanya disebut-sebut sebagai yang paling kuat untuk menjadi presiden, Megawati juga sempat digoyang dengan persoalan keluarga.

Sebelum menikah dengan Taufiq Kiemas, Megawati memang pernah dua kali menikah. Pernikahan pertama dengan Surindro Supjarso, seorang penerbang asal Solo yang hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat dan hingga kini tidak diketahui nasibnya. Pernikahan kedua dengan seorang warga Mesir yang tidak bertahan lama.

Status pernikahannya dengan suami pertama yang hilang itulah yang sempat dihembuskan ke permukaan oleh lawan-lawan politik Mega. Disebutkan bahwa pernikahan keduanya kandas karena suami asal Mesir itu sadar bahwa saat itu status Mega masih istri sah Fathurrahman yang belum diketahui apakah sudah meninggal atau masih hidup.

Atas isu itu, Megawati tidak mereaksi. Dia memilih diam seperti sikap-sikap Megawati pada umumnya jika sedang diserang atau dipojokkan oleh opini. Isu itu lambat-laun menghilang begitu saja.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digoyang oleh lawan-lawan politiknya yang menyebarkan sebuah foto seorang lelaki bercelana pendek memangku seorang perempuan. Wajah lelaki itu identik dengan Gus Dur, sedangkan si perempuan itu diakui oleh Aryanti Sitepu sebagai dirinya. Gus Dur juga membiarkan serangan itu tanpa memberikan tanggapan apa pun. Alasannya, semakin ditanggapi akan semakin menjadi isu yang dihembuskan untuk mendiskreditkannya.

Yang pernah melakukan reaksi serius atas isu seperti adalah presiden kedua, Soeharto. Saat itu, pada dekade 70-an, Soeharto melakukan klarifikasi dengan pertimbangan bahwa isu yang beredar berpotensi mencemarkan kehormatan keluarga, terutama ibunya.

Pertimbangan Soeharto saat itu memang masuk akal, karena isu yang berkembang menyebutkan bahwa dia anak hasil hubungan gelap antara ibunya, Soekirah, dengan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, raja Kasultanan Yogyakarta.

Sejumlah tetua yang menjadi saksi hidup dari desa asalnya di Argomulyo, Sedayu, Bantul, didatangkan ke Istana Negara untuk membuat kesaksian. Mereka kemudian diminta membeberkan secara gamblang silsilah keluarganya.

Termasuk yang saat itu diminta datang untuk mendengarkan paparan adalah Pak Besoet, penyiar senior RRI Yogyakarta yang pernah mengangkat isu tersebut dalam sebuah rubrik obrolan yang diasuh Pak Besoet yang saat itu sangat digemari pendengar.

Dipaparkan bahwa Soeharto adalah anak tunggal buah perkawinan seorang lelaki desa yang berprofesi sebagai petugas irigasi desa (ulu-ulu) bernama Pak Panjang dan seorang perempuan bernama Ibu Soekirah. Namun sebelum menikahi Soekirah, Pak Panjang telah menikah dan dikaruniai dua orang anak.

Setelah Soeharto lahir, Pak Panjang juga menceraikan Soekirah. Dari pernikahan ketiga, Pak Panjang menikah lagi dan dikaruniai empat orang anak. Setelah itu Soekirah juga menikah lagi dan dikaruniai tujuh orang anak, termasuk di antaranya adalah Probosutedjo dan Notosuwito.

Ada cerita yang cukup menarik untuk disimak dalam kehidupan Soeharto. Setelah dia lahir, ibunya menghilang selama 40 hari tanpa satu pun orang yang mengetahui ke mana dia pergi. Setelah pulang, Soekirah mengaku baru selesai bertapa untuk masa depan Soeharto, anaknya yang baru saja dilahirkannya.

Cerita yang melingkupi kehidupan Soeharto ini kemudian membuahkan kontroversi yang memicu kasak-kusuk cerita miring bahwa sebenarnya Soeharto adalah anak hasil hubungan gelap Soekirah dengan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Tersiarnya kabar tersebut membuat Soeharto perlu membuat pelurusan.

Soeharto menilai opini yang menyudutkan itu bisa berdampak kurang baik pada wibawa kepemimpinan yang saat itu sedang mulai akan dikukuhkannya. Cap sebagai anak haram akan mempersulit dirinya, sehingga dia perlu melakukan klarifikasi serius.

Langkah serupa juga dilakukan oleh SBY sekarang. Zaenal Ma’arif dilaporkan ke polisi karena dianggap melakukan pencemaran nama baiknya. Zaenal mengungkap sebuah data yang diyakininya sangat valid bahwa SBY pernah menikah dengan seorang perempuan asal Filipina sebelum masuk Akademi Militer, jauh sebelum SBY menikahi Kristiani, anak Letjen (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Isu ini sebenarnya pernah diungkap oleh Jendral (Purn) R Hartono menjelang Pilpres 2004. Namun saat itu SBY memilih mendiamkan dan hanya mengatakan bahwa isu itu hanyalah kampanye hitam terhadap dirinya dan sangat tidak etis dalam dunia politik.

Tapi menghadapi Zaenal kali ini, SBY memilih untuk serius. Bisa jadi dia mempertimbangkan bahwa jika dia tetap diam, maka publik akan menganggap bahwa isu itu benar adanya. Dengan demikian wibawa dan kepercayaan publik kepadanya bisa terkikis. Di ranah ini memang adagium ‘diam itu emas’ seakan tak lagi berlaku.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Dokumen Zaenal Berisi Surat & Rekaman Isu Pernikahan SBY

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dokumen ‘RAHASIA’ yang diserahkan Zaenal Maarif kepada pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara masih misterius. Zaenal maupun pengacaranya tidak mau membukanya kepada publik. Namun, yang jelas, dokumen itu berisi surat-surat dan rekaman terkait isu pernikahan SBY sebelum masuk Akademi Militer (Akmil).

“Dokumen berisi tentang surat-surat dan bukti rekaman elektronik. Apakah itu data itu kuat atau tidak, biar pihak-pihak terkait mengklarifikasinya,” kata pengacara Zaenal Maarif, Mahendradatta, kepada wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/7/2007).

Hingga pukul 13.15 WIB, Zaenal telah menyerahkan dokumen itu kepada pimpinan DPD, pimpinan MPR, dan pihak DPR. Rencananya, Zaenal juga akan menyerahkan dokumen ini kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelumnya, SBY telah membantah isu yang dibeberkan Zaenal mengenai perkawinan SBY sebelum masuk ke Akmil. SBY menilai tuduhan Zaenal hanyalah fitnah. SBY juga menilai Zaenal telah melakukan tindakan character assasination. SBY juga telah melaporkan Zaenal ke Polda Metro Jaya.

Terhadap pelaporan SBY ini, Zaenal juga akan menggugat balik SBY. Rencananya, Zaenal bersama pengacaranya akan melaporkan SBY ke Mapolda Metro Jaya Selasa (31/7/2007) besok.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Hidayat Janji Bawa Dokumen Zaenal ke Rapim MPR

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketua MPR Hidayat Nurwahid akan membaca dokumen isu pernikahan SBY sebelum masuk Akademi Militer (Akmil) secara sembunyi-sembunyi. Ini karena dokumen itu bersifat rahasia. Dia pun akan membawa dokumen ini rapat pimpinan (rapim) MPR yang akan digelar segera.

“Karena ini rahasia, saya harus membacanya secara sembunyi-sembunyi. Kami akan bawa dalam rapat pimpinan dulu, karena surat ditujukan kepada pimpinan MPR, bukan ditujukan kepada saya pribadi. Karena aspirasi, bukan berarti itu kebenaran itu sendiri,” kata Hidayat seusai menerima Zaenal Maarif di lantai 9, Gedung Nusantara III, Gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/7/2007).

Menurut Hidayat, bila memang kasus yang digelindingkan Zaenal ini sudah masuk dalam ranah hukum, maka biarkanlah proses hukum yang akan menentukannya. “Kalau ini terkait dengan hukum, ya silakan aparat hukum menindaklanjuti. Silakan masalah hukum ditegakkan,” pinta dia.

Lebih lanjut, Hidayat tidak mungkin gegabah melakukan sidang impeachment terkait dokumen itu. “Jika memang bukti-bukti yang diajukan Zaenal kuat, kami tidak akan gegabah. Sidang impeachment itu bukan dari MPR, tapi usulan dari DPR. Tidak bisa semudah itu menggelar sidang impeachment,” jelas Hidayat.

Sebelumnya, SBY telah membantah isu yang dibeberkan Zaenal mengenai perkawinan SBY sebelum masuk ke Akmil. SBY menilai tuduhan Zaenal hanyalah fitnah. SBY juga menilai Zaenal telah melakukan tindakan character assasination. SBY telah melaporkan Zaenal ke Mapolda Metro Jaya.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Zaenal Serahkan Data ‘Pernikahan SBY’ kepada Wakil Ketua DPD

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Wakil Ketua DPR yang segera lengser, Zaenal Ma’arif, akhirnya diterima Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida. Zaenal secara resmi memberikan amplop bertuliskan ‘rahasia’ berisi data tentang isu pernikahan Presiden SBY sebelum masuk Akademi Militer (Akmil) kepada DPD.

Bismillahirahmaanirrahiem, ini saya serahkan agar masalahnya menjadi jelas. Semoga tidak ada lagi bencana di negeri ini,” kata Zaenal usai diterima Laode di lantai 8 Nusantara III Gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/7/2007).

Menurut Zaenal, pemberian dokumen mengenai bukti-bukti isu pernikahan SBY ini, maka kasus ini menjadi clear. “Dengan pemberian dokumen ini kepada lembaga negara, semoga tidak ada lagi fitnah dan desas-desus,” kata dia.

Zaenal Di-back Up TPM

Saat menyampaikan dokumen data-data ini, Zaenal didampingi sejumlah pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM). Antara lain Mahendradatta, Achmad Michdan, dan Fachmi Bahmid.

Seusai menyerahkan dokumen kepada Laode, Zaenal benar-benar tidak mau membocorkan isi dokumen yang dibawanya itu. Begitu juga dengan TPM. Namun, Zaenal berharap dokumen ini bisa ditindaklanjuti oleh lembaga negara.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

SBY Curhat: Yah Beginilah Nasib Presiden, Difitnah

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Presiden SBY mengisi hari ini dengan panen raya di Desa Bobojong, Cianjur, Jawa Barat, Senin (30/7/2007). Tak lupa SBY menggelar dialog dengan para petani.

Macam-macam pertanyaan petani yang dijawabnya hingga akhirnya SBY harus berpamitan. Kalimat pamitan ini sedikit ada bau curhatnya.

“Sebenarnya saya masih ingin berlama-lama, tapi kegiatan saya terus mengalir. Yah beginilah nasib seorang presiden, dimarahi, difitnah, dicaci,” ujar SBY.

“Tapi saya ikhlas bekerja. Sebab insya Allah semua yang saya laksanakan untuk rakyat tercinta demi kebaikan bangsa,” imbuh pensiunan jenderal bintang empat ini.

Pernyataan SBY itu jelas membuat ingatan jatuh pada tudingan Zaenal Ma’arif tentang isu pernikahan SBY sebelum masuk Akabri.

Pada Jumat 27 Juli lalu, SBY menyatakan bahwa apa yang dirilis Zaenal adalah fitnah.

“Berita bohong atau fitnah yang diangkat yang sumbernya saya kenali datang dari Saudara Zaenal Ma’arif ini sudah sangat keterlaluan di samping jelas tidak benar, tetapi telah merusak kehormatan nama baik dan harga diri saya,” tegas SBY.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Data Depsos: Korban Penipu Kebanyakan Tinggal di Daerah

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jaringan mafia penipuan tidak hanya bergerak di kota-kota besar, daerah terpencil pun jadi sasaran mereka. Korban di daerah, sesuai data Depsos, lebih banyak dibanding di kota.

Ini bisa terjadi karena informasi yang diperoleh orang-orang yang tinggal di kota lebih banyak dan cepat.

“Di daerah-daerah atau kabupaten, dan daerah terpencil jarang mendapatkan informasi. Nah mereka (penipu) itu menghubungi lewat SMS atau telepon. Orang-orang kita, hebatnya, meskipun daerah tetap punya HP,” kata Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Depsos Ghozali H Situmorang.

Ghozali menyampaikan hal itu dalam kampanye sejuta poster “Waspada penipuan berkedok undian berhadiah” di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Senin (30/7/2007).

Tren penipuan, kata dia, saat ini juga telah berubah. Jika dulu menggunakan pos, maka kini kebanyakan penipu menggunakan media telepon atau SMS.

Depsos sudah berusaha mencegah jatuhnya korban penipuan dengan cara-cara sosialisasi lewat media. “Tapi penipu lebih canggih, selalu berganti teknik dan cara,” ujarnya.

Cara yang berkembang sejak 2006 lalu adalah menyelipkan kupon palsu ke suatu kemasan produk sabun atau pasta gigi di pusat-pusat perbelanjaan.

Untuk menekan jatuhnya korban, Depsos mengadakan acara tebar poster di seluruh Indonesia. Meskipun tidak bisa menihilkan korban penipuan, program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban.

“Ini untuk mempersempit ruang gerak penipu yang mempunyai akal panjang,” tandasnya.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Penipu Undian Berhadiah Minimal Kantongi Rp 1,5 M Sepanjang 2007

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mafia penipu undian berhadiah diduga sudah mengantongi miliaran rupiah dari korbannya lewat aksi mereka selama bertahun-tahun. Sepanjang 2007 saja (Januari-Juli), dana yang diraupnya diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar!

Koordinator Masyarakat Anti Kejahatan Indonesia (MAKI) Radityo Djadjoeri kepada detikcom, Sabtu 28 Juli 2007, mengatakan, angka itu diperoleh berdasarkan data yang dikumpulkan Missi, sebuah lucky draw management, dari
laporan masyarakat.

Masyarakat biasanya melaporkan penipuan ini kepada pihak produsen, Depsos dan Dinas Sosial di seluruh Indonesia.

Di tahun 2007, setiap bulannya jumlah pengaduan yang masuk mencapai 6.000 laporan. Dari total laporan, masyarakat yang sudah mentransfer uangnya diketahui mencapai 10 persen.

“Jika dihitung rata-rata si korban penipuan mentransfer Rp 2,5 juta, berarti yang sudah diterima komplotan penipu tersebut total Rp 1,5 miliar,” kata Radityo.

Mereka rata-rata korban penipuan gaya baru. Sebab model lama, seperti pemberitahuan lewat SMS atau surat pemberitahuan lewat pos perlahan-lahan mulai ditinggalkan para pelaku.

Ini terlihat dari penyusutan jumlah surat yang berhasil disortir pihak PT Pos Indonesia. Jika tahun 2006, PT Pos Indonesia berhasil menyortir surat berbau penipuan sebanyak 442.840 ribu amplop, yang kemudian dimusnahkan Depsos pada 20 Januari 2007, pada pertengahan 2007 angkanya turun menjadi 13.932 amplop.

Meski tidak sebesar 2006, angka ini kemungkinan bertambah pada akhir 2007, karena sejumlah perusahaan consumer goods kini masih menjalankan promosi undian berhadiah, seperti promo dari Frisian Flag, di mana konsumen diminta mengisi data diri.

Spmentara promo berjalan dari PT Unilever Indonesia, antara lain berbentuk kupon atau stiker berhadiah pada kemasan/produknya, yaitu Rinso ‘Ayo Main Bersama Jangan Takut Kotor- Banyak Belajar Hadiah Miliaran’ yang berlaku sampai 31 Agustus 2007.

Promo lainnya adalah produk sabun Lifebuoy ‘Sehat Ada di Tangan Kita-Temukan 5 juta rupiah dalam sabun Lifebuoy’ yang berlaku sampai 31 Agustus 2007, dan NoMos ‘Gosok NoMos Dapat Rejeki’ yang berlaku sampai 31 Juli 2007.

Sedangkan promo dari Nestle Indonesia yang saat ini sedang berjalan, antara lain Milo UHT, di mana setiap pembelian 4 buah Milo UHT 200ml, konsumen akan mendapatkan 1 permainan puzzle tangram yang berlaku 2-30 Juli 2007.

Produk Nestle lainnya adalah Nescafe 3 in 1, Dancow, Excella, Breakfast Cereal, dan Alpo. Rata-rata promo undian ini berlaku sejak Juli-akhir September 2007.

Bisa jadi para pemburu korban undian berhadiah akan memanfaatkan momen itu. Jadi berhati-hatilah!

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Rasio Kredit Macet Bank Syariah Semester I Naik

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan rasio kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) gross,–yang dalam istilah bank konvensional NPL,– dari bank syariah pada semester I-2007.

Tingkat NPF gross perbankan syariah hingga Juni 2007 adalah 6,2 persen, yang meningkat dibandingkan posisi akhir 2006 sebesar 4,8 persen.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah dalam konfrensi pers usai seminar berjudul ‘A Synergy of Islamic Financing in The Nusantara: Prospects and Challanges’ di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (30/7/2007).

Namun meski NPF gross naik, menurut Fadjrjiah NPF net bank syariah masih rendah.

“NPF 2006 lalu meningkat, paling banyak pada bulan Maret, tapi saat ini saya kira biasa saja, karena net-nya masih di bawah 5 persen yaitu sekitar 3-3,5 persen,” jelasnya.

Fadjrjiah mengatakan bahwa dari perbincangan dia dengan pelaku perbankan syariah, kenaikkan NPF gross pada Juni 2007 ini adalah karena bisnis yang kurang baik.

“Pelaku perbankan syariah mengatakan bahwa banyak pembiayaan yang kecil-kecil kurang lancar pembayarannya,” jelasnya.

Sementara dari sisi aset, perbankan syariah mengalami kenaikan menjadi Rp 29,2 triliun (1,69 persen dari total aset industri perbankan) jika dibandingkan akhir 2006 yang berjumlah Rp 26,7 triliun (1,55 persen dari total aset industri perbankan).

Untuk dana pihak ketiga (DPK), posisi Juni 2007 adalah sebesar Rp 22,71 triliun, meningkat dibandingkan akhir 2006 yang sebesar Rp 20,67 triliun. Pembiayaan atau kredit per Juni 2006 adalah sebesar Rp 22,97 triliun, naik dibandingkan akhir 2006 yang sebesar Rp 20,44 triliun.

Sedangkan untuk FDR (Financing to Deposit Ratio/LDR) per Juni 2007 adalah 101,1 persen, naik dari posisi akhir 2006 yang sebesar 98,9 persen.

BI menargetkan pada 2007 ini total aset perbankan syariah tumbuh menjadi 2,8 persen dari total aset industri perbankan. Serta pada tahun 2008 mencapai 5 persen dan akan tumbuh pada 2015 menjadi 15 persen.

Pada Juni 2007, dibanding akhir 2006 jaringan bank syariah juga terus meningkat. Untuk Unit Usaha Syariah meningkat menjadi 23 buah, sementara jumlah kantor bank umum syariah dan unit usaha syariah meningkat menjadi 565 buah serta office chanelling tumbuh menjadi 984 buah.

Detik Finance

Kategori: Keuangan & Perbankan

Musim Kemarau Basah, Petani Diminta Tak Tanam Padi

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Meski bulan ini masih sering turun hujan, para petani diingatkan tidak salah perhitungan memutuskan jenis tanaman yang akan mereka tanam di lahan tadah hujan.

Peringatan di atas disampaikan oleh Mentan Anton Apriantono di sela-sela panen padi SRI Organik pagi ini di desa Bobojong, Cianjur, Jawa Barat, Senin (30/7/2007).

“Memang kemarau tahun ini basah, Juni masih hujan. Tapi pada Juli mulai berkurang, Agustus apalagi. Kita harap masyarakat paham di musim kemarau sawah tadah hujan jangan tanami padi, tapi palawija,” kata Anton.

Memaksakan menaman padi di sawah hujan pada musim kemarau, sangat rawan ancaman kekeringan. Tapi akan berbeda hasilnya bila palawija yang ditanam.

Pemerintah sendiri saat ini tengah melaksanakan berbagai langkah guna antisipasi kekegalan panen akibat kekeringan. Langkah jangka pendek adalah penyedian air di lokasi-lokasi kekeringan.

Meski kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu, mentan tetap optimistis hasil panen nasional akan dapat mendekati target penambahan 2 juta ton. Dasarnya adalah hasil penghitungan BPS per panen April 2007 sudah melampui total panen 2006.

“Dibanding lima tahun terakhir, kemarau tahun ini masih tergolong normal,” sambung Anton.

Detik Finance

Kategori: Berita Utama (1)

Aren Paling Potensial Untuk BBN

Juli 30, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dari semua bahan baku Bahan Bakar Nabati (BBN), aren (Arenga Pinnata) merupakan yang paling potensial untuk dijadikan BBM alternatif itu. Produktivitasnya mengalahkan semua biomassa lainnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Teknologi Pengembangan Sumber Energi Nabati untuk Substitusi BBM Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, dalam seminar di Hotel Gran Puri, Jl Sam Ratulangie, Manado, Senin (30/7/2007).

“Aren itu bisa memproduksi bioethanol 40 ribu liter per hektar setiap tahun,” ungkap Unggul yang juga Ketua Panitia Ekspedisi BBN 2007.

Nira yang dihasilkan Aren mengalahkan jumlah bioethanol yang dihasilkan ubi, kentang, tetes tebu, jagung, sagu dan lain-lain. Bahkan jika dibandingkan dengan biomassa penghasil biodiesel untuk pengganti solar, aren tetap paling produktif.

“Kelapa sawit hanya bisa menghasilkan 4 ton biodiesel per hektar setiap tahun dan kelapa 2,5 ton,” jelas Unggul lagi.

Kelebihan lain dari aren yang merupakan tumbuhan endemik Asia Tenggara ini adalah kemampuannya menahan air. Aren merupakan tanaman hutan yang bisa untuk konservasi.

“Jadi budidaya aren ini akan melawan anggapan BBN akan memperluas perusakan hutan,” kata Unggul.

Untuk diketahui, bioethanol merupakan substitusi bensin (premium). Terdapat 3 jenis biomassa yang bisa diolah menjadi bioethanol, yakni bahan berpati, bahan bergula dan bahan berselulosa.

Bahan berpati misalnya biji sorghum, sagu, ubi, singkong, garut dan umbi dahlia. Bahan bergula yakni nira aren, tetes tebu, nira nipah, sari buah mete dll. Bahan berselulosa adalah kayu, jerami, batang pisang, bagas dll.

“Bahan berpati dan bahan berselulosa memerlukan pengolahan terlebih dulu sebelum menjadi ethanol,” jelas Unggul.

Bahan berpati harus ditanak kemudian disakarifikasi. Bahan berselulosa harus diolah dulu untuk kemudian dilakukan sakarifikasi. Setelah itu, hasil sakarifikasi difermentasi dan dipisahkan residu untuk mendapatkan ethanol.

“Bioethanol inilah yang menjadi alternatif premium,” tandas Unggul.

Acara seminar ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian acara Ekspedisi BBN 2007 yang akan berlangsung di 8 kota di pulau Sulawesi dan Jawa. Tim ekspedisi akan mengendarai kendaraan menggunakan campuran BBN menjelajahi kota-kota itu.

Detik Finance

Kategori: Mineral & Energi