Sebanyak 10 perusahaan baja swasta siap merealisasikan investasi baru senilai USD1,67 miliar di sektor pengolahan baja hulu berkapasitas total 8,72 juta ton hingga akhir semester I/2007.Rencana produksi tersebut akan berlangsung antara 2007–2011 dan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data yang dirilis Departemen Perindustrian (Depperin) menyebutkan, tujuh investor di antaranya berasal dari luar negeri, yaitu lima investor China dan masing-masing satu investor dari India dan Singapura.
Sementara tiga investor lainnya merupakan investor lokal.Kesepuluh investor tersebut akan memproduksi bermacam produk, mulai serbuk biji besi,pelet besi,besi kasar,hingga spons. Investor asal India, Essar Steel Co Ltd,akan membangun megaproyek pengolahan pelet di Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan steel making antara lain HRC/CRC (baja canai panas/ dingin) di Cilegon dengan total kapasitas 4 juta ton senilai USD1,6 miliar melalui PT Essar Indonesia.
Rencana itu telah mendapat persetujuan dari BKPM pada 31 Oktober 2006 dan pembangunan pabriknya ditargetkan selesai pada 2011. “Komitmen investasi Essar di Indonesia sangat serius karena potensi bahan baku biji besi (iron ore) yang sangat besar di Kalsel,”ujar Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari di Jakarta,kemarin.
Pemerintah, kata dia, akan terus memacu perkembangan sektor hulu baja nasional dalam rangka memperkuat struktur industri baja nasional yang dinilai masih rapuh antara hulu dan hilir.“Industri baja hulu dan hilir kita harus diintegrasikan agar komoditas kita bisa lebih kompetitif di pasar domestik maupun global,”papar Ansari.
Sementara itu, lima perusahaan asal China adalah PT Hoi Cheong Indonesia dengan investasi senilai USD500.000 di Bangka Belitung, PT Sinar Nusantara Mitra Selaras dengan investasi USD600.000 di Kalimantan Selatan, PT Fine Wealthy Indonesia dengan investasi USD85.000 di Bengkulu, PT Oriental Pratama Indonesia dengan investasi USD2,5 juta di Tangerang, Banten, dan PT Vacation International Indonesia dengan investasi USD2,5 juta di Sukabumi,Jawa Barat.
Menurut data yang sama, investor asal Singapura akan merambah sektor pengolahan besi kasar dengan investasi USD40 juta di Cilegon,Banten,dengan total produksi 500.000 ton melalui PT Indoferro. Sedangkan tiga investor dalam negeri adalah PT Mag Indonesia Citra dengan investasi USD4 juta di Cilegon,PT Semeru Surya Steel dengan investasi Rp100 miliar di Tanah Laut, Kalsel, dan PT Triagung Indotambang dengan investasi Rp122,25 miliar di Tabalong, Kalsel.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.