Buletin Bisnis

Indosat Perpanjang Kontrak Ericsson

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Indosat Tbk memberikan perpanjangan kontrak bagi Ericsson untuk melakukan perluasan jangkauan dan peningkatan jaringan WCDMA/HSDPA di Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu, Ericsson akan bertanggung jawab memasok jaringan inti (core), akses radio dan peralatan transmisi yang meliputi desain jaringan, penggelaran, integrasi, kinerja dan peningkatan jaringan WCDMA/HSDPA yang akan mempercepat jangkauan peningkatan layanan Indosat untuk para pelangganya di Jakarta dan sekitarnya.

“Meningkatnya jangkauan dan kecepatan merupakan hal yang sangat penting bagi strategi Indosat untuk perkembangan layanan data nirkabel pita lebar. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang dapat memenuhi semua tantangan ini dan kami yakin Ericsson mitra yang tepat untuk itu,” kata Dirut Indosat, Johnny Swandi Sjam.

Presiden Ericsson Indonesia, Bengt Thornberg, merasa bangga memperoleh pengembangan kontrak dari Indosat. “Ini membuktikan kinerja kami sebagai mitra kerja yang dapat dipercaya,” kata Bengt.

Di dalam perjanjian tersebut, Ericsson juga akan meningkatkan perangkat radio WCDMA menuju kesiapan akan Internet Protocol sehingga Indosat akan maju dalam evolusi jaringan berbasis All-IP.

Swa

Kategori: Telekomunikasi & IT

APRDI Siap Amankan Industri Reksadana

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pengurus baru Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) berjanji akan mengamankan industri reksadana. Mengingat momentum pasar reksadana saat ini sedang bagus.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum APRDI Abiprayadi Riyanto dalam temu wartawan di bilangan isnis terpadu Sudirman (SCBD), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (2/8/2007).

Mendukung program itu, kata Abi, yang sekaligus Presiden Direktur Mandiri Manajemen Investasi mengatakan akan memperkuat organisasi. Selain itu, Abi juga berjanji akan memperkuat peran APRDI untuk melindungi industri reksadana.

Abi juga berharap ada standardisasi jual beli dengan benar, yaitu dengan jalan memberi sertifikat kepada penjual reksadana. Dengan standardisasi itu diharapkan, industri reksadana bisa tumbuh dengan sehat.

“Bisnis reksadana adalah bisnis kepercayaan jika sistemnya gagal, maka akan gagal semuanya,” terangnya.

Dia meminta penjual reksadana mematuhi semua peraturan pasar modal yang ada sehingga kecurangan-kecurangan di pasar bisa diminimalisir. “Dengan demikian ada etika yang harus dipenuhi bagi pengelola reksadana,” tandas Abi.

Menyangkut sedikitnya anggota dalam APRDI, Abi mengatakan, tidak setiap manajer investasi mengelola reksadana sehingga mereka merasa takut masuk dalam APRDI. “Tapi nanti kita akan sosialisasikan semoga tahun ini kita bisa menambah anggota,” ujarnya.

Okezone

Kategori: Keuangan & Perbankan

Bapepam LK: Pemda Harus Tanggung Jawab dalam Penerbitan Obligasi Daerah

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bapepam-LK mengimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang akan menerbitkan obligasi daerah agar bisa bertanggung jawab penuh terhadap investor. Sehingga, investor tidak dirugikan. 

“Karena obligasi daerah tidak dijamin oleh pemerintah pusat, tapi oleh Pemda itu sendiri,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, seusai mengikuti seminar nasional bertajuk “Proses dan Kendala Penerbitan Obligasi Daerah”, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (2/8/2007).

Kendati demikian, terang dia, pemerintah telah menerbitkan enam peraturan untuk penerbitan obligasi daerah, di antaranya UU No32/2007, 34/2007, dan PP Menkeu, mengenai obligasi daerah.

Menurutnya, payung hukum itu yang akan memberikan penjaminan bagi investor yang berinvestasi pada surat berharga itu.

Fuad juga mengatakan, sebelum Pemda menerbitkan obligasi daerah, harus dilengkapi dengan Peraturan Daerah yang berfungsi menjadi dasar hukumnya. 

Selain itu, Pemda yang bersangkutan harus memenuhi dua persyaratan, yakni aturan penerbitan obligasi dan aturan di pasar modal. “Dua-duanya harus terpenuhi. Sebab, penerbitan ini juga dilakukan system by system, bukan perorangan,” tegasnya.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Pertamakalinya, Rusia Lirik Investasi Blok Migas Indonesia Timur

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Rusia kelas kakap telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada wilayah kerja (WK/blok) di Indonesia Bagian Timur.

“Ini baru pertama kali Rusia minat ke migas Indonesia, yang ikut tender perusahaan besar,” kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Departemen ESDM R Piyono, kepada wartawan di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (2/8/2007). 

Beberapa perusahaan migas Rusia itu yang telah menyatakan minatnya, terangnya, seperti Lukoil dan Sevitech.

Menurut Priyono, investor Rusia sangat serius ingin masuk berinvestasi ke sektor migas di Indonesia di wilayah itu. Bahkan, pihak Rusia telah mengkaji semua WK migas yang akan ditenderkan bulan Agustus ini.

Padahal, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah tersebut sulit dan membutuhkan dana besar. “Satu sumur investasinya USD40 juta. Sedangkan di Jawa hanya membutuhkan USD5-10 juta untuk satu sumur,” ujarnya.

Okezone

Kategori: Mineral & Energi

DKP Dan IOA Jepang Olah Air Laut Menjadi Air Mineral

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama perusahaan IOA Jepang bekerjasama mengolah air laut di kedalaman hingga 500 meter untuk dijadikan air minum mineral, selain untuk keperluan lainnya termasuk bahan baku industri kosmetik.

Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP Ir. Indroyono Soesilo di Jakarta, Kamis (2/8) mengatakan, selain untuk air minum, air laut dalam tersebut juga digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik dan untuk pembudidayaan ikan.

           

Pengolahan air laut dalam yang sudah berjalan baru di Bali Utara dengan investasi dari Jepang sebesar Rp5 miliar ini dalam waktu dekat akan dikembangkan pula di daerah-daerah lain, seperti di Pantai Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Yogyakarta, Makassar, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

           

Pabrik pengolahan berada di pinggir tebing pantai karena pinggir tebing dekat dengan kedalaman laut hingga mencapai 350 meter dan untuk menghemat pemakaian pipa penyedot air dengan panjang sekitar 500 meter,・katanya.

           

Sedangkan mengenai pembudidayaan ikan masih dalam penelitian, dan  apabila berkembang dengan baik maka akan sangat membantu budidaya ikan tersebut. Ikan yang dibudidayakan ialah ikan kerapu, ikan tuna, udang dan jenis ikan lainnya.

           

Indroyono menjelaskan, DKP juga mengembangkan budidaya ikan lumba-lumba (dolphin), karena dolphin ini sangat berguna untuk membantu pengobatan penyakit autis dan strook.

           

Disamping itu juga dolphin harganya sangat mahal, dengan harga anak dolphin yang sudah dilatih dihargai Rp5 juta, sedangkan yang sudah besar dan sudah dilatih senilai Rp 2 miliar.

           

Menurutnya, dengan harga yang tinggi ini diharapkan banyak pengusaha yang tertarik untuk membudidayakan dolphin dengan tujuan ekspor ke Uni Eropa dan Amerika Serikat.

           

Untuk terapi dolphin di Indonesia dibutuhkan biaya sebesar RP 40 juta, sedangkan di Amerika sekitar Rp 400 juta. karena kegunaan dolphin ini cukup menguntungkan tidak heran banyak pengusaha yang akan investasi di budidaya ini,・jelasnya.

Indroyono menambahkan, selama ini kehidupan ldolphin sangat terancamg karena kebanyakan nelayan dalam menangkap ikan menggunakan bom dan jarring, hal ini sangat membahayakan habitat dan kehidupannya, katanya.

Kominfo

Kategori: Berita Utama (1)

Garuda Raih LAaba Rp148 Miliar Dalam Semester I/2007

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Garuda Indonesia dalam semester pertama tahun 2007 mampu meraih laba sebesar Rp148 miliar, atau meningkat 141 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2006 lalu.

Kepala Komuniksi PT. Garuda Indonesia, Pujobroto, menilai keuntungan yang diraih Garuda saat ini merupakan langkah awal yang baik, karena selama tiga tahun terakhir ini selalu mengalami kerugian.

Periode Januari ・Juni 2006 lalu misalnya, Garuda mengalami kerugian hingga mencapai Rp361 miliar.ujar Pujobroto  di Jakarta, Kamis (2/8)

Menurutnya pencapaian positif kinerja Garuda di semester I/2007 ini menjadikan Garuda optimis untuk meraih keuntungan yang telah ditargetkan sesuai rapat umum pemegang saham (RUPS), yakni sebesar Rp45 miliar pada tahun 2007.

Selain itu, lanjutnya, mengingat periode semester dua merupakan periode peak season・ maka dengan pencapaian positif pada semester I/2007 Garuda telah merivisi target pendapatan perusahaan pada tahun 2007 ini.

Keberhasilan meraih laba pada semester I/2007, Garuda juga mampu meningkatkan kinerja cash in flow・hingga mencapai US$ 570 juta, sementara pada periode yang sama tahun 2006 hanya sekitar US$ 494 juta.

Bahkan pada bulan April dan Mei 2007, juga mampu meningkatkan kinerja, meskipun periode low  season・ Garuda mampu meraih cash in flow・masing-masing sebesar US$ 103 juta dan US$ 108 juta.

Padahal, Pujobroto menilai pencapaian cash in flow・diatas US$ 100 juta pada tahun 2006 lalu hanya dapat diraih pada saat periode peak season・yakni pada September dan Desember masing-masing sebesar US$ 102 juta dan US$ 103 juta.

Namun, pada Juli 2007 ini Garuda mampu meraih cash in flow・sebesar US$ 108 juta,・ungkapnya.

Sementara itu, ia menjelaskan sebagai tindaklanjut dari permintaan otoritas penerbangan Saudi Arabia (GACA) untuk mengetahui perkembangan industri penerbangan di Indonesia, GACA pada Rabu (1/8) telah  melakukan kunjungan ke Garuda.

GACA memilih Garuda antara lain didasarkan atas pertimbangan karena Garuda merupakan satu-satunya maskapai Indonesia yang terbang ke Saudi Arabia, baik melayani penerbangan regular maupun kegiatan penerbangan haji.

Garuda saat  ini merupakan satu-satunya perusahaan penerbangan yang berada pada katagori peringkat satu di Indonesia. Peringkat satu ini, dibuktikan oleh Tim GACA tersebut yang datang ke Indonesia dari Jeddah menggunakan penerbangan GA-981 pada Senin(30/7).

Saat ini kunjungan GACA ke Garuda telah berakhir; dan hasil verifikasi yang dilaksanakan GACA adalah satisfactory・ Garuda dinilai memenuhi standar penerbangan internasional,・demikian Pujobroto menegaskan.

Kominfo

Kategori: Otomotif & Transportasi

Stasiun Televisi Swasta Siap Berjaringan

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) siap menjalankan sistem siaran berjaringan secara bertahap sesuai dengan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Stasiun-stasiun televisi swasta nasional akan segera menginventarisasi pelaksanaan siaran lokal di provinsi yang menangkap siaran mereka.

“Kami akan mendata berapa provinsi yang bisa melakukan siaran lokal pada tiap tahap. Sebab pasti tidak semua provinsi bisa menerapkan siaran lokal di tahun pertama,” ujar Ketua Komisi Teknik ATVSI Alex Kumara, Kamis (2/8).

Alex mengatakan anggota ATVSI siap untuk memberlakukan program siaran lokal sebesar 10 persen dalam tiga tahun mendatang. Masing-masing stasiun televisi swasta nasional juga harus menyiapkan biaya yang lebih besar dalam pelaksanaan keputusan itu.

Dalam rapat koordinasi nasional KPI baru-baru ini memutuskan tahap pertama industri televisi harus melaksanakan siaran lokal dengan proporsi 10 persen.

Dalam tiga tahun itu, stasiun televisi diharapkan bisa memenuhi 50 persen berjaringan di seluruh provinsi yang menangkap siarannya. Setelah proporsi 10 persen dipenuhi, maka program siaran lokal akan ditingkatkan menjadi 30 persen.

Tempo Interaktif

Kategori: Telekomunikasi & IT

13 Jalan Tol Dilelang September

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Departemen Pekerjaan Umum menyiapkan tender 13 proyek jalan tol pada September nanti. Dari jumlah itu, 10 diantaranya tender ulang termasuk Pandaan-Malang yang kontraknya diputus oleh pemerintah beberapa bulan lalu.

“Kalau tak ada perubahan akan kami tender semuanya pada September,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan To Hisnu Pawenang di kantornya. Tiga tender baru itu untuk tol Palembang-Indralaya, Cilegon-Bojanegara, dan Sukabumi-Ciranjang.

Tempo Interaktif

Kategori: Properti & Infrastruktur

Perputaran Pelanggan Seluler Indonesia Tertinggi di Dunia

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pasar telepon seluler di Indonesia memiliki tingkat perputaran pelanggan bulanan tertinggi di dunia. Pelanggan telepon seluler di Indonesia begitu mudah untuk berganti nomor telepon ke operator lain. Hal ini tidak terlepas persaingan antar operator telekomunikasi di Indonesia.

Senior Vice President Strategic Relation and Corp Comms Singapore Technologies Telemedia, Kuan Kwee Jee, mengatakan angka perputaran pelanggan telepon seluler di Indonesia mencapai 8,6 persen dalam sebulan. “Angka ini jauh di atas Pakistan yang mencapai 4,1 persen per bulan,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Begitu juga bila dibandingkan dengan angka perputaran pelanggan di India yang mencapai 4 persen per bulan, Malaysia 3,7 persen per bulan, Philipina 3,1 persen per bulan, Thailand 2,9 persen per bulan, Cina 2,7 persen per bulan, dan terendah Bangladesh 2,1 persen per bulan.

Menurut Senior Vice President Internal Operation Singapore Telemedia, Jaffa Sany, di Indonesia terutama di Jakarta orang memakai beberapa nomor telepon seluler dalam berkomunikasi. Mereka lebih mencari layanan yang murah untuk berkomunikasi diantara komunitasnya.

Tempo Interaktif

Kategori: Telekomunikasi & IT

Pemerintah Putuskan Land Capping 110 Persen

Agustus 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah menyetujui land capping untuk biaya pembebasan lahan proyek infrastruktur sebesar 110 persen. Artinya, investor harus menanggung biaya lahan hingga 110 persennya. Jika harga tanah melebihi itu, pemerintah yang menanggung sisanya.

Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum Hisnu Pawenang, keputusan itu diambil pekan lalu dalam rapat yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Namun, menurut dia, pemerintah gagal memutuskan batas maksimal biaya yang harus ditanggung oleh negara. “Itu tergantung pada ketersediaan dana, pasti ada estimasinya,” kata Hisnu di kantornya. Departemennya sudah meminta Departemen Keuangan untuk menentukan estimasi.

Tempo Interaktif

Kategori: Properti & Infrastruktur