PT Garuda Indonesia dalam semester pertama tahun 2007 mampu meraih laba sebesar Rp148 miliar, atau meningkat 141 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2006 lalu.
Kepala Komuniksi PT. Garuda Indonesia, Pujobroto, menilai keuntungan yang diraih Garuda saat ini merupakan langkah awal yang baik, karena selama tiga tahun terakhir ini selalu mengalami kerugian.
Periode Januari ・Juni 2006 lalu misalnya, Garuda mengalami kerugian hingga mencapai Rp361 miliar.ujar Pujobroto di Jakarta, Kamis (2/8)
Menurutnya pencapaian positif kinerja Garuda di semester I/2007 ini menjadikan Garuda optimis untuk meraih keuntungan yang telah ditargetkan sesuai rapat umum pemegang saham (RUPS), yakni sebesar Rp45 miliar pada tahun 2007.
Selain itu, lanjutnya, mengingat periode semester dua merupakan periode peak season・ maka dengan pencapaian positif pada semester I/2007 Garuda telah merivisi target pendapatan perusahaan pada tahun 2007 ini.
Keberhasilan meraih laba pada semester I/2007, Garuda juga mampu meningkatkan kinerja cash in flow・hingga mencapai US$ 570 juta, sementara pada periode yang sama tahun 2006 hanya sekitar US$ 494 juta.
Bahkan pada bulan April dan Mei 2007, juga mampu meningkatkan kinerja, meskipun periode low season・ Garuda mampu meraih cash in flow・masing-masing sebesar US$ 103 juta dan US$ 108 juta.
Padahal, Pujobroto menilai pencapaian cash in flow・diatas US$ 100 juta pada tahun 2006 lalu hanya dapat diraih pada saat periode peak season・yakni pada September dan Desember masing-masing sebesar US$ 102 juta dan US$ 103 juta.
Namun, pada Juli 2007 ini Garuda mampu meraih cash in flow・sebesar US$ 108 juta,・ungkapnya.
Sementara itu, ia menjelaskan sebagai tindaklanjut dari permintaan otoritas penerbangan Saudi Arabia (GACA) untuk mengetahui perkembangan industri penerbangan di Indonesia, GACA pada Rabu (1/8) telah melakukan kunjungan ke Garuda.
GACA memilih Garuda antara lain didasarkan atas pertimbangan karena Garuda merupakan satu-satunya maskapai Indonesia yang terbang ke Saudi Arabia, baik melayani penerbangan regular maupun kegiatan penerbangan haji.
Garuda saat ini merupakan satu-satunya perusahaan penerbangan yang berada pada katagori peringkat satu di Indonesia. Peringkat satu ini, dibuktikan oleh Tim GACA tersebut yang datang ke Indonesia dari Jeddah menggunakan penerbangan GA-981 pada Senin(30/7).
Saat ini kunjungan GACA ke Garuda telah berakhir; dan hasil verifikasi yang dilaksanakan GACA adalah satisfactory・ Garuda dinilai memenuhi standar penerbangan internasional,・demikian Pujobroto menegaskan.
Kominfo