Buletin Bisnis

Capital Outflow Bikin Rupiah Ngedrop

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kondisi Rupiah pada pedagangan Senin (6/8/2007) semakin tak karuan. Rupiah kembali tembus ke posisi Rp9.300 per USD. Rupiah terhempas menyusul koreksi mendalam indeks harga saham gabungan (IHSG).

Rupiah ditutup melemah 38 poin ke posisi Rp9.308 per USD, dibanding penutupan perdagangan Jumat 3 Agustus akhir pekan lalu yang berada di posisi 9.270 per USD. 

“Ada kaitanya profit taking yang terjadi di Bursa Efek Jakarta dengan pelemahan rupiah,” kata Kepala Divisi Aset Manajemen BNI Isbono Putro, kepada okezone, di Jakarta, Senin (6/8/2007).

Dengan kondisi IHSG yang ditutup melemah 85,079 poin atau 3,75 persen ke posisi 2.189,107, maka dana asing akan keluar  dari lantai bursa (capital outflow). 

Dia menilai, jika Bank Indonesia (BI) tidak menaikan suku bunga maka dana asing akan terus keluar. Sehingga, rupiah akan terus tertekan ke angka yang lebih rendah.

Pergerakan rupiah awal pekan ini sempat menyentuh posisi tertingginya di Rp9.355 per USD dan posisi terkuat di Rp9.265 per USD.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

APBN-P 2007, Panja Sepakati Pertumbuhan Ekonomi 6,3%

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Panitia kerja (panja) anggaran DPR RI akhirnya menyepakati asumsi makro ekonomi untuk APBN-P 2007. Pertumbuhan ekonomi tetap dipatok di angka 6,3 persen.

Dalam rapat yang dilaksanakan, Senin (6/8/2007), sejumlah asumsi makro yang sudah dipenuhi adalah, tingkat inflasi 6 persen, nilai tukar Rp9.050 per USD, tingkat suku bunga SBI 3 bulan 8 persen, harga minyak USD60 per barel, lifting minyak 0,950 juta barel per hari, dan PDB Rp3.761 triliun.

Dalam pandangannya, panja masih menyebutkan perkiraan angka pertumbuhan ekonomi masih tinggi karena masih akan didukung oleh pertumbuhan investasi, ekspor nonmigas, dan konsumsi masyarakat.

Selanjutnya, DPR berharap dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak 10,7 juta, kontribusi PDB dari sektor pertanian 3-3,3 persen. Target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas 8,5 Persen

Sekadar diketahui, dalama APBN 2007 asumsi makro yang digunakan pemerintah adalah, pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, inflasi 6,5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.300 per USD, tingkat suku bunga SBI 3 bulan 8,5 persen, harga minyak USD63 per barel, lifting minya 1 juta barel per hari, dan PDB Rp3.779,154 triliun.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

20 Perusahaan Jepang Minati Investasi BBN

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sekira 20 perusahaan Jepang yang tergabung dalam working group atau  kelompok kerja New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dan Japan External Trade Organization (JETRO) menyatakan minat berinvestasi di bahan bakar nabati (BBN).

Perusahaan Jepang tersebut telah menggandeng PT Molindo Raya Industrial untuk pengembangan BBN. “Pokoknya tentang Strategic Action Plan for Indonesia, di antaranya BBN, terdiri dari 20 perusahaan dan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,” kata Sekretaris Timnas BBN Evita Legowo, di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (6/8/2007).
 
Evita mengatakan, JETRO dan NEDO menanyakan kebijakan pemerintah mengenai pengembangan BBN. Timnas BBN telah menyampaikan blue print atau cetak biru  BBN kepada dua lembaga tersebut. Dari penjelasan pemerintah, 20 perusahaan Jepang tersebut akan memutuskan investasi BBN ke depan.

“Timnas walaupun sudah ada empat komoditi utama tidak menghalangi daerah untuk mengembangkan potensi masing-masing. di Sulawesi Utara (Sulut) ada aren dan kelapa yang murah, why not,” ujarnya.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Embargo Ikan Indonesia, Mendag: Perang Dagang Pilihan Terakhir!

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah tidak akan melakukan tindakan balasan dengan melarang produk-produk China yang dianggap berbahaya. Menyusul adanya larangan terhadap ekspor hasil makanan ikan Indonesia oleh Badan Karantina China (AQSIQ).

“Ini bukan perang dagang, sehingga kita langsung melakukan balasan. Apa yang dilakukan China hanya prosedur pengawasan biasa seperti yang dilakukan Badan Pengawas Pasar Modal (BPOM) kita di sini,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Hal itu dikatakannya, saat konferensi pers bersama sejumlah pejabat Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan BPOM, di Gedung Depdag, Jakarta, Senin (6/8/2007).

Mari meyakini, masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan tidak berujung pada perang dagang antarkedua negara.
“Perang dagang adalah pilihan akhir karena sebelum itu masih ada proses yang harus dilewati, kita tunggu saja,” tegasnya.

Sementara dengan makin meluasnya masalah larangan produk-produk berbahaya, pemerintah akan membentuk task force khusus.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Embargo Ikan Indonesia, Pemerintah Surati Pemerintah China

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Departemen Perdagangan telah mengirimi surat ke pemrintah China, untuk meminta kejelasan atas larangan produk ikan asal Indonesia. Pemerintah akan meminta keterangan duduk perkara yang sebenarnya.

“Kita minta China harus menunjukkan bukti-bukti adanya zat berbahaya dalam produk ikan Indonesia,” tegas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, saat konferensi pers di kantornya, Jalan Ridwan Rais,  Jakarta Pusat, Senin (6/8/2007).

Menurutnya, Depdag telah mengirim surat ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China. Surat itu bertujuan  agar Badan Karantina Cina (AQSIQ) memberikan alasan pelarangan sementara secara mendetail. “Selain itu juga untuk mengtahui produk apa saja yang dilarang,” imbuhnya. 

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

28 Agustus 2007 Gerhana Bulan Total Di Indonesia

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kepala Obeservatorium Boscha Lembang, Kabupaten Bandung M Taufik mengemukakan masyarakat Indonesia pada Selasa (28/8) akan dapat menyaksikan gerhana bulan total.

Gerhana kali iniberbeda dengan gerhana bulan yang terjadi sebelumnya, karena gerhana total saat ini seluruh permukaan bulan masuk ke bayang-bayang bumi,・ujarnya di Bandung, Minggu (5/8).

Gerhana bulan total yang akan terjadi pada akhir Agustus 2007 itu, menurutnya, bisa disaksikan oleh masyarakat di Indonesia mulai pukul 18.30 WIB, dan bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu sehingga siapa pun bisa menyaksikan detik-detik terjadinya gerhana itu.

“Asalkan cuaca cerah, fenomena alam itu bisa disaksikan di Indonesia. Kebetulan saat ini kemarau dan sebagian cuaca cerah sehingga untuk bisa melihat fenomena alam itu sangat besar,” imbuhnya.

Fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada akhir Agustus 2007 itu merupakan yang kedua kalinya yang bisa disaksikan masyarakat di Indonesia. Peristiwa pertama terjadi pada awal 2007.

Bagi masyarakat yang ingin mengabadikan kejadian alam itu bisa dilakukan dengan menggunakan kamera SLR.

Pihak Observatorium Boscha akan melakukan pengamatan bersama beberapa mahasiswa dari jurusan Astronomi ITB.

Ia menyebutkan, fenomena gerhana bulan total ini merupakan hal biasa, yaitu ketika kedudukan matahari, bumi, dan bulan dalam posisi sejajar atau 180 derajat sehingga posisi bulan berada pada bayang-bayang bumi.

“Gerhana bulan ini fenomena biasa dan selalu terjadi setiap tahunnya, bergantung posisi dan kedudukan matahari, bumi dan bulan,” ujar Taufik.

Kominfo

Kategori: Berita Utama (1)

Perbankan Diminta Kurangi Investasi Valas

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perbankan diminta memperkecil investasi di perdagangan valuta asing (valas) dan kembali fokus pada core business utama, yakni penyaluran kredit.

’’ Perdagangan valas di perbankan seharusnya mulai dikurangi. Sebab, spekulasi di valas itu hanya untuk hegding (lindung nilai), tapi sebaiknya tidak mendominasi karena core business perbankan tetap menyalurkan kredit, bukan mengandalkan dari fee transaksi valas,” tutur ekonom BRI Djoko Retnadi kepada SINDO, pagi tadi.

Dia menyatakan, ketentuan Bank Indonesia (BI) terhadap perdagangan valas oleh perbankan sebenarnya sudah cukup ketat,yakni maksimum 20% dari total modal perbankan. Dengan batas maksimal tersebut, ujar dia, transaksi valas tidak akan menggerus modal perusahaan jika mengalami kerugian. Begitu pula jika mengalami keuntungan, hanya membukukan maksimal 10% dari laba perusahaan.

’’Perdagangan valas itu hanya memberikan fee tambahan bagi perbankan. Sebab, pendapatan utama dari perbankan itu, ya dari kredit,”tegasnya. Hal senada diungkapkan Ketua Currency Management Board Farial Anwar.Dia menyatakan,BI harus memberikan pengawasan ketat pada perdagangan valas yang dilakukan perbankan.

Hal itu untuk menjaga agar volatilitas nilai tukar rupiah yang dinilainya terlalu besar dalam range antara Rp100–Rp300. Menurut dia,BI sebagai otoritas perbankan di Indonesia harus proaktif melakukan outside supervision (pengawasan dengan langsung mendatangi) beberapa bank yang dianggap melakukan praktik permainan mata uang.

’’Harus dilakukan pengawasan secara aktif, apakah suatu perbankan benar-benar melakukan jual-beli valas untuk kepentingan bisnis atau hanya semata mencari untung. BI juga harus menyiapkan sangsi tegas untuk para spekulator di perbankan tersebut,” ungkapnya kepada SINDO,pagi tadi.

Sebagaimana diketahui,data BI menunjukkan,empat bank mengalami penurunan transaksi valas pada semester I/2007, yakni yang terbesar dialami Bank Danamon menurun sebesar 371,56% dari untungRp25,95miliarmenjadirugi Rp70,45 miliar pada periode sama.

Kemudian, Bank UOB menurun 74,32%, Bank Permata (39,68%), dan Bank Mandiri (23,25%). Sementara itu, lima bank dari sembilan bank teratas pada semester 1/2007 mencetak kenaikan pendapatan transaksi valas antara 50–400%. Kenaikan terbesar dialami Pan Indonesia (Panin) sebesar 404,88% dan BRI sebesar 237,65%.Urutan berikutnya Bank Niaga Tbk (194,71%),BII (53,26%), dan BCA (47,64%).

Seputar Indonesia

Kategori: Keuangan & Perbankan

Wapres Berharap Tak Terjadi Perang Dagang RI-China

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sikap pemerintah China yang melarang masuknya produk impor makanan laut dari Indonesia mendapat perhatian tersendiri dari Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Wapres berharap tidak terjadi perang dagang antara Indonesia dan China sehubungan dengan adanya pelarangan produk permen China ke Indonesia dan pelarangan produk ikan dari Indonesia ke China.

“Kita melindungi konsumen dalam negeri dan China juga begitu,tapi jangan ini jadi perang dagang (antara RI-China). Itu tidak baik,” kata Wapres M Jusuf Kalla di kediamannya, Jl Diponegoro, Jakarta,tadi pagi.

Beberapa waktu sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melarang produk permen asal China beredar di pasar Indonesia. Hal itu didasarkan pada hasil penyelidikan yang menyatakan produk permen asal China tersebut mengandung formalin dan berbahaya bagi kesehatan konsumen.

Tak lama, China tiba-iba melarang impor ikan asal Indonesia karena dinilai mengandung zat merkuri yang berbahaya. Menurut Wapres, sebenarnya setiap negara pasti akan melindungi keselamatan konsumen dalam negerinya. Demikian juga, tambah Wapres, apa yang dilakukan Indonesia melalui BPOM-nya.

Ketika ditanyakan seperti apa kelanjutan dari “perseteruan” tersebut, Wapres mengatakan semua tergantung dari hasil uji lembaga masing-masing negara. “Sebaiknya ada lembaga netral yang bisa uji masingmasing,” kata Wapres.

Sementara itu, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu bertanggung jawab atas memanasnya hubungan luar negeri Indonesia dan China.Alasannya, kata Hidayat, situasi ini disebabkan keputusan Departemen Perdagangan yang mengumumkan hasil razia produk-produk China yang dianggap berbahaya tanpa menginformasikah terlebih dahulu ke Pemerintah yang bersangkutan.

Kondisi ini membuat China khawatir akan munculnya stigma buruk di dunia internasional. “Menurut saya, langkah China ini sikap yang logis sebagai reaksi karena barangbarang produksi dalam negeri mereka dinyatakan berbahaya tanpa memberi tahu terlebih dahulu,”katanya kepada SINDO pukul 10.00 WIB tadi siang.

Menurut dia, dalam mengatasi persoalan ini,ada dua cara yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah berkomunikasi dengan pemerintah China bahwa razia yang dilakukan RI semata-mata dimaksudkan melindungi masyarakat akan kemungkinan bahaya produk yang dijual bebas di pasar. Berikutnya adalah mengirimkan tenaga ahli dan tim independen untuk menjelaskan ke masyarakat dunia bahwa hasil laut Indonesia aman dan sesuai dengan standar internasional.

“Klarifikasi ini harus segera dilakukan.Depdag harus proaktif memberikan klarifikasi,”terangnya.

Dia mengingatkan, hubungan perdagangan Indonesia dan China sangat vital. Selain banyak produk China yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, ekspor Indonesia ke negara tersebut juga cukup menjanjikan. Sedangkan Wakil Ketua Komisi VI DPR Irmadi Lubis meminta pemerintah tidak perlu menggubris black campaign yang disuarakan pemerintah China.

Dia justru berharap pemerintah tidak menghentikan razia terhadap produk-produk berbahaya yang berasal dari luar negeri tidak terkecuali China. “Sikap China itu bentuk arogansi mereka.Negara tersebut merasa sudah kuat sehingga dengan seenaknya menekan negara lain. Padahal, tidak hanya Indonesia, negara-negara lain juga mempunyai penilaian yang sama,”katanya.

Dia menilai, pemerintah selama ini terlalu lemah jika menyangkut kedaulatan bangsa. Indonesia seharusnya melakukan protes keras dan tidak perlu khawatir jika kerja sama perdagangan dengan negara mana pun diputus.

“Negara kita adalah negara berdaulat. Jangan mau terus-terusan ditekan. Kenapa kita selalu mengalah dan mengalah. Sudah saatnya kita harus bersuara lantang di dunia internasional,”tegasnya.

Menurut anggota Fraksi PDIP ini, masyarakat Indonesia saat ini dihadapkan dengan membanjirnya barangbarang berbahaya dari luar negeri khususnya China. Jika tidak dilakukan razia secara berkelanjutan, sama artinya pemerintah membiarkan masyarakatnya terancam dengan produk-produk berbahaya.

Seputar Indonesia

Kategori: Berita Utama (1) · Keuangan & Perbankan

Dephub Revisi KM 81/2004

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dephub segera merevisi KM No 81/2004 tentang penyelenggaraan angkutan udara untuk lebih mengakomodasi kebebasan berusaha bagi pengusaha angkutan carter (sewa).Pembahasan mengenai revisi ini dijadwalkan akhir bulan Agustus ini. Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan angkutan udara tidak berjadwal atau carter tidak mempunyai rute penerbangan karena operasionalisasinya bergantung pada kontrak sewa. Ketentuan semacam ini dinilai hanya akan menghambat pertumbuhan industri yang sehat karena ada pembatasan ruang gerak usaha. “Akhirnya mereka beroperasi hanya berdasar pesanan saja. Atau, kalau tidak, menunggu sampai penumpang penuh baru berangkat, yang seperti ini biasanya dikelola oleh agen,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub Budhi Muliawan Suyitno saat di Jakarta, kemarin.

Padahal, kata Budhi, jika diberi kesempatan sebetulnya banyak lapangan terbang yang dapat diterbangi pesawat-pesawat carter yang umumnya berukuran kecil. Dia menjelaskan, melalui revisi tersebut, pemerintah akan mencoba mengharmonisasikan KM 81/2004 dengan KM 22/2002 tentang Civil Aviation Safety Regulations (CASR) 121 dan KM 17/2003 CASR 135. Pengharmonisasiannya dilakukan melalui penghapusan istilah angkutan berjadwal dan tidak berjadwal.

Menurut definisinya, CASR 121 adalah pesawat penumpang berjadwal berkapasitas angkut di atas 30 orang dan kargo. Kategori ini, sesuai KM 81/2004, leluasa melayani rute mana pun. Sementara CASR 135 adalah pesawat penumpang bisa berjadwal atau tidak, berkapasitas angkut di bawah 30 orang, dan borongan. Di Indonesia umumnya, yang masuk kategori ini adalah angkutan tidak berjadwal atau carter. Jika diharmonisasikan, papar Budhi, pesawat yang kecilkecil dimungkinkan menjadi penerbangan berjadwal.

Pemberian izin usahanya pun, kata dia, tidak lagi antara penerbangan berjadwal atau tidak,melainkan untuk pesawat besar, kecil serta nonkomersial. “Tidak ada lagi istilah berjadwal dan tidak berjadwal,” imbuhnya. Revisi juga diperlukan untuk memudahkan realisasi penerapan pola bandara pengumpul dan pengumpan (hub and spoke) dalam program restrukturisasi rute. Melalui pola hub and spoke itu, pesawat-pesawat kecil berpeluang melayani rute- rute di wilayah pengumpan.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur PT Pelita Air Service (PAS) Samudera Sukardi menyambut positif rencana tersebut.“ Saya rasa konsepnya positif, tapi saya sendiri belum membaca draf revisinya,” kata dia. PAS adalah salah satu perusahaan penerbangan carter yang ada di Indonesia.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Demam Bunga Impor

Agustus 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

TAK perlu banyak kata. Cukup katakan dengan sekuntum bunga. Bosan dengan bunga lokal? Kini banyak butik yang menawarkan bunga impor segar dan menawan. Keindahan sekuntum bunga, siapa yang menyangkalnya.

Memandangnya membuat hati damai. Tak heran bila bunga identik dengan kesan feminin dan simbol perdamaian. Itu hanya sebagian dari makna sekuntum bunga. Mulai dari perasaan gembira, penuh cinta, hingga kesedihan mendalam. Bunga menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menyatakan perasaan seseorang dari zaman dahulu hingga kini. Lihat saja butik-butik bunga di Jakarta dan kota besar lain yang terus tumbuh subur. Kawasan penjual bunga di Jakarta seperti Rawabelong,Tebet, Barito, dan Cikini hampir tak pernah sepi pembeli.

Peminatnya beragam, dari pejabat hingga selebriti. Jenis bunga yang dijual di sejumlah butik bunga pun terus bertambah. Tak puas dengan bunga lokal, mereka pun mendatangkan bunga impor dengan harga selangit. Di Toko Bunga Setia Damai yang berada di kawasan Cikini misalnya. Selain bunga lokal, mereka menyuplai bunga dari luar negeri seperti bunga tulip dan mawar holland dari Belanda,mawar dari China, anggrek dari Singapura, dan anggrek dari Thailand. ”Agar tidak ketinggalan mode dan tetap disukai pelanggan, saya juga harus mengikuti tren mode. Jenis bunga apa yang lagi tren dan model rangkaian apa yang baru muncul,” kata pemilik Toko Bunga Setia Damai Ferry.

Tak percuma, butik bunganya kerap menjadi langganan para pejabat hingga selebriti. Ulfa Dwiyanti, Nurul Arifin, dan Rieke Dyah Pitaloka adalah langganan tetap butik bunga ini. Ada sekitar 30 jenis bunga yang dia tawarkan di toko ini. Bunga di sini bisa dibeli eceran, untuk yang batangan harga Rp10.000/ikat. Harga bunga paket rangkaian dan bunga lingkaran mulai dari Rp50.000 sampai dengan Rp1,5 juta, dan bunga papan mulai dari Rp600.000 sampai dengan Rp2 juta. Biasanya harga tergantung dari jenis bunga. Bina Florist, lain lagi.Untuk menarik minat pembeli, mereka menawarkan konsep onestop shopping di butiknya.

Presiden Direktur PT Bina Flora Lestari (pemegang toko bunga Bina Florist) Binawati Kusmin mengatakan, konsep tersebut cukup menguntungkan.”Di butik tersebut tak hanya tersedia bunga, juga ada vas atau perlengkapan untuk merangkai bunga secara lengkap,” ucapnya saat ditemui di butiknya,di kawasan Gunung Sahari,Jakarta, beberapa waktu lalu. Binawati mengatakan, saat ini tren bunga kembali meningkat. Bunga impor yang fresh, menurut Binawati, banyak mendominasi butiknya yang pelanggannya kebanyakan pejabat negara dan artis Ibu Kota. ”Umumnya bunga impor punya kualitas yang baik.Apalagi kebanyakan orang Indonesia senang dengan mawar putih yang berasal dari Belanda dan China. Di Indonesia jarang sekali mawar putih.

Umumnya, yang berasal dari Indonesia adalah daunnya saja,’’ sebutnya. Selain itu, ungkap Binawati, mawar putih juga banyak diperoleh dari India. ’’Umumnya bunga impor punya daya tahan yang cukup lama. Bunga impor bisa bertahan lima hari hingga seminggu. Proses pengirimannya juga tidak sulit.Kalau kami order hari ini, maka besok lusa sudah ada di butik saya,’’ imbuhnya. Meski begitu, Binawati mengatakan, bunga anggrek lokal kualitasnya tetap nomor satu. ’’Saya tidak mengimpor anggrek dari luar negeri. Karena bunga anggrek di Indonesia punya kualitas internasional,’’ urainya.

Maraknya tren bunga impor juga diakui oleh Business Manager Butik Christian Tortu, Gregorius Gelson. ”Saat ini semua bunga yang berada di butik adalah impor dari Belanda. Karena Belanda adalah ahlinya bunga.Tidak bisa diragukan lagi kualitas bunganya. Biasanya sekali datang, 20 jenis tanaman,’’ ungkapnya. Gregorius mengatakan, bunga tulip dari Belanda menjadi best seller. Sementara mawar paling indah dan banyak diminati adalah mawar ekuador. Umumnya, mawar dari Ekuador punya kelopak yang lebih tebal dan tidak mudah rontok.

Untuk kualitas bunga anggrek yang paling bagus tetap di Indonesia. Untuk harga, bunga impor lebih mahal. Bunga yang menjadi best seller adalah paeonia. Satu tangkai bunganya bisa mencapai Rp250.000. Para pelanggan senang dengan bunga ini karena warnanya yang unik. “Biasanya pada bulanbulan pernikahan sekitar awal dan akhir tahun, permintaan bunga seperti tulip berwarna oranye dan rose akan meningkat,” paparnya.

Seputar Indonesia

Kategori: Gaya Hidup