Buletin Bisnis

Nokia Tawarkan 1000 Titik Wifi Gratis

Agustus 7, 2007 · 1 Komentar

Produsen telepon seluler, Nokia semakin memanjakan para konsumennya. Kali ini, Nokia menggelar program yang dinamakan 1000 Nokia Nseries Wifizone dengan menggandeng PT Telkom Tbk, Indosat IM2 dan CBN. Lewat layanan tersebut, para pengguna ponsel seri N dari Nokia akan menikmati layanan Wifi gratis di 1000 titik.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Nokia Indonesia yang diwakili oleh General Manager Nokia Indonesia, Hasan Aula dengan Direktur Konsumen PT Telkom Tbk, Ermady Dahlan mewakili PT Telkom, dan Presiden Direktur Indosat M2, Indar Atmanto mewakili Indosat M2, serta Chief Executive PT Cyberindo Aditama, Dani Sumarsono mewakili CBN dan disaksikan oleh Presiden Direktur PT Mobile Lifestyle Indonesia.

Untuk memperkaya pengalaman konsumen, Nokia juga bekerja sama dengan PT Mobile Lifesyle Indonesia (MLI) sebagai penyedia dan pengelola situs www.cooldesak.com yang menjadi tempat aktivitas online bagi pengguna Nseries Nokia. “Kerja sama dengan Telkom, IM2 dan CBN yang akan menyediakan fasilitas Wifi bisa mengakses internet secara mobile. Ini merupakan value added kita kepada konsumen,” ungkap Hasan.

Dia mengatakan para pengguna Nokia Nseries dapat menikmati akses internet dengan gratis mulai 17 Agustus sampai dengan akhir Desember 2007.

Sementara itu, Direktur Konsumen PT Telkom Tbk, Ermady Dahlan mengatakan program ini merupakan terobosan dari pemain ICT dengan memberi kemudahan bagi pelangganya. “Saat ini kami telah mempunyai 200 lokasi hot spot di 20 kota di seluruh Indonesia. Sebagai operator nasional kami terus berupaya untuk hadir di mana-mana,” kata Ermady.

Swa

Kategori: Telekomunikasi & IT

Bank Indonesia: Triwulan III-2007, Ekonomi RI Akan Tumbuh 6,2%

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2007 diperkirakan akan tumbuh 6,2 persen. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekspor, karena volume perdagangan dunia sedang meningkat. Harga komoditas cukup tinggi baik komoditas migas maupun nonmigas.

Demikian disampaikan Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulia saat jumpa pers tentang BI rate di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (7/8/2007).

Menurut Budi Mulia, kondisi itulah yang memerlukan surplus yang besar pada neraca pembayaran. “NPI diperkirakan masih surplus dengan jumlah cadangan devisa yang semakin meningkat. Sampai dengan akhir Juli cadangan devisa mencapai USD51,9 miliar atau setara 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujarnya.

Menyangkut harga barang, Budi Mulia menyebutkan, inflasi IHK dan inflasi inti pada Juli masih tetap terkendali, dan dalam tren yang menurun atau mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Inflasi IHK dan inti secara tahunan tercatat 6,06 persen dan 5,75 persen lebih tinggi dibanding pada Juni masing-masing sebesar 5,77 persen dan 5,40 persen.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Bank Indonesia: Ekonomi Global Turut Tekan Ekonomi RI

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Gonjang-ganjingnya perekonomian dunia dalam satu bulan terakhir diakui Bank Indonesia (BI) berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Rupiah pun terpaksa turun tingkat.

Demikian disampaikan Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulia saat jumpa pers tentang BI rate di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (7/8/2007).

“Perkembangan perekonomian dan keuangan global seperti kenaikan harga minyak, meningkatnya inflasi di beberapa negara kawasan, serta memburuknya pasar surat uang, kredit perumahan atau subprime mortgage market di AS mempengaruhi perekonomian dan pasar keuangan regional termasuk Indonesia,” kata Budi Mulia.

Rupiah pada akhir Juli 2007 pun tertekan, yakni berada di level Rp9.215 per USD atau melemah 1,99 persen dari Rp9.035 per USD pada Juni 2007. Namun, volatilitas rupiah masih dapat dijaga dalam level yang rendah yakni turun dari 1,36 persen menjadi 0,47 persen pada Juli.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

8 Kesepakatan Gas Senilai USD3,77 M Diteken

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Delapan kesepakatan penjualan gas sebesar 934,91 triliun british thermal unit (TBTU) senilai USD3,770 miliar ditandatangani. Penandatanganan dilakukan antara perusahaan migas untuk memasok kebutuhan energi dalam negeri.
 
“Sebagian besar gas akan digunakan untuk memasok kebutuhan industri di Pulau Jawa,” kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kardaya Warnika, di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/8/2007).
 
Delapan kesepakatan bisnis tersebut meliputi, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Pertamina EP dari Tac Poleng dengan PT Media Karya Sentosa dengan gas sebesar 83,95 tbtu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Gresik dan Bangkalan.
 
PJBG antara Pertamina EP dari region Jawa, lapangan Mangkang, Kendal, dan PT Tossa shakti untuk gas sebesar 1,46 TBTU untuk pasok kebutuhan energi industri Pulau Jawa.
 
Surat Keputusan bersama antara Pertamina EP dengan Pupuk Kujang Cikampek pada gas untuk bahan baku pabrik pupuk. “Namun, kedua belah pihak belum sepakat volume yang dijualbelikan,” ucapnya.
 
Berikutnya, amandemen PJBG antara PT Pertamina EP dan Krakatau Steel untuk gas sebesar 204,4 TBTU. Selanjutnya, PJBG antara PT Medco E&P Indonesia dan PT Pupuk Sriwijaya untuk gas sebesar 178 TBTU.
 
Selanjutnya, Head of Agreement (HoA) antara Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT Inti Alasindo untuk gas sebesar 170,40 TBTU, HoA Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT Parna Raya untuk gas sebesar 170.4 TBTU, dan HoA Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk untuk gas 126,3 TBTU.
 
Kardaya menjelaskan, penjual gas yang ditunjuk BP Migas adalah PT Pertamina EP, Husky Oil (Madura) Ltd, dan PT Medco E&P Indonesia. “Gas yang disalurkan Husky seluruhnya akan digunakan untuk industri Jawa Timur,” paparnya.
 
Kardaya berharap,tambahan produksi dari lapangan baru dan pembangunan jaringan distribusi gas ini merupakan keuntungan bagi konsumen akhir.

Okezone

Kategori: Mineral & Energi

Presiden SBY Buka Forum ASEAN 2007

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada peringatan hari jadi ASEAN ke-40, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka peresmian ASEAN Forum 2007 hari Selasa (7/8) pagi, di Sekretariat ASEAN Foundation Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Forum ASEAN tersebut bertemakan Rethinking ASEAN Towards ASEAN Community 2015.

Acara ini merupakan inisiatif dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing untuk mendukung terwujudnya komunitas ASEAN 2015 dan mempromosikan pemasaran ASEAN sebagai senjata ampuh untuk memenangi persaingan. Tema forum kali ini memberikan ide dan semangat yang mendalam.”Semangat untuk merubah ASEAN ke arah yang lebih baik, dengan memperkuat persatuan antar negara di ASEAN. Tidak hanya pemimpin negara, orang-orang yang bekerja di pemerintahan, namun seluruh rakyat,” kata Sekjen ASEAN, Ong Keng Yong.

Pada acara ini Presiden SBY menerima <>Distinguished Country Marketing Award, yaitu penghargaan yang diberikan pada pemimpin yang dianggap berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan suatu negara melalui pemasaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Philip Kotler sendiri yang menyerahkan penghargaan kepada SBY. Menurut Kotler, SBY memang layak mendapatkan penghargaan tersebut. “SBY mampu mengangkat martabat bangsa di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai jangkar perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara,” ujar Kotler.

Pemberian penghargaan tersebut juga dilakukan secara bersamaan dengan peluncuran buku berjudul “3.0 Values-Driven Marketing” karya Hermawan Kertajaya dan Philip Kotler. Peluncuran buku marketing tersebut ditandai dengan pemberian buku pertama kepada Presiden SBY oleh penulis buku serta Jacob Oetama.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY didampingi Sekjen ASEAN Ong Keng Yong meresmikan pembukaan forum ASEAN dengan membuka tirai yang di belakangnya terpasang perangko negara-negara ASEAN yang akan diluncurkan bertepatan dengan hari jadi ASEAN ke-40 di Bangkok.

Tema forum kali ini memberikan kami ide dan semangat yang mendalam untuk merubah ASEAN ke arah yang lebih baik, dengan memperkuat persatuan antar negara di ASEAN. Tidak hanya pemimpin negara, orang-orang yang bekerja di pemerintahan, namun seluruh rakyat,” kata Sekjen ASEAN Ong Keng Yong. Ia juga berharap bahwa forum ini dapat memberikan kesempatan baik bagi semua orang untuk saling bertukar pikiran untuk memajukan ASEAN.

Menurut SBY, Rethinking ASEAN memiliki peranan yang sangat penting untuk beradaptasi dan merespon tantangan-tantangan di era globalisasi. “Agar mampu menghadapi semua itu, kita harus selalu bersatu. Kita harus ingat bahwa yang merekatkan satu sama lain adalah kerjasama di bidang ekonomi serta pertukaran budaya yang dilaksanakan secara intensif dari dahulu sampai sekarang,” jelas SBY dalam sambutannya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menlu Hassan Wirajuda, Mendagri ad interim Widodo AS, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi serta Wantimpres Ali Alatas.

Presiden SBY

Kategori: Berita Utama (1)

Ketua Pengadilan Federal Australia Kunjungi MA

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mahkamah Agung (MA) mendapat kunjungan dari pejabat Pengadilan Federal Australia. Rombongan tamu dipimpin oleh ketua pengadilan federal Michael Black.

Rombongan diterima Ketua MA Bagir Manan di Ruang Koesoemah Atmadja, Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2007). Acara tersebut juga dihadiri oleh para hakim agung dan pejabat teras MA.

Kedatangan tamu dari Negeri Kangguru itu adalah untuk memberikan penjelasan soal reformasi peradilan di negara itu. Pembicaraan meliputi pengelolaan finansial pengadilan, manajemen kasus, dan pengadilan agama.

Pertemuan ini adalah agenda rutin sejak 2005 dan kali ini adalah pertemuan yang ke-8. Rencananya rombongan Pengadilan Federal Australia berada di Indonesia sampai tanggal 9 Agustus 2007. Selama di Indonesia, mereka juga berencana mengunjungi Balai Diklat MA di Bogor.

Detik News

Kategori: Berita Utama (1)

Pertumbuhan Kredit Juni Tertinggi Sepanjang 2007

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pertumbuhan kredit selama bulan Juni mencatat angka tertinggi sepanjang tahun 2007. Hingga akhir tahun diperkirakan kredit terus meningkat yang dipicu meriahnya proyek-proyek infrastruktur.Hal ini disampaikan Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI dikantornya, Jakarta, Selasa (7/8/2007).

“Pertumbuhan kredit selama Juni 2007 meningkat cukup signifikan sebesar Rp 38,5 triliun atau naik 4,4% dari bulan sebelumnya. Angka ini merupakan angka pertumbuhan tertinggi selama tahun 2007. Sehingga secara year on year, kredit perbankan selama Juni tumbuh 19,4 persen,” jelasnya.

Pada bulan Juli 2007, kenaikan jumlah kredit perbankan diprediksi akan terus berlanjut. Dari data sementara, menunjukkan peningkatan sebesar Rp 10,5 triliun.

“Berlanjutnya implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta juga akan mendorong percepatan kredit perbankan,” katanya.

Dari sisi rasio NPL juga menunjukkan perbaikan, yakni NPL gross turun dari 6,7% menjadi 6,4%. NPL Netto turun dari 3,1 % menjadi 2,9%.

BI memperkirakan akselerasi pertumbuhan ekonomi masih akan berlanjut, dengan pertumbuhan diperkirakan sebesar 6,2% pada 2007 dan 6,5% pada 2008 yang didorong oleh konsumsi swasta, ekspor dan investasi yang diperkirakan terus bertumbuh.

Inflasi diperkirakan masih dalam tren penurunan. Untuk perbankan, dengan dipertahankannya BI Rate 8,25% ini dimaksudkan untuk dapat memberikan ruang gerak yang besar bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit ke level yang lebih rendah sehingga pembiayaan ke sektor riil akan meningkat.

“Disisi lain, kebijakan tersebut juga dapat meminimalkan dampak negatif gejolak yang mungkin timbul terhadap perekonomian domestik,” tandasnya.

Detik Finance

Kategori: Keuangan & Perbankan

Jual Beli Gas US$ 3,77 Miliar Disepakati

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sebanyak 8 kesepakatan bisnis penjualan gas senilai US$ 3,770 miliar diteken diantara perusahaan migas, seperti Pertamina, PGN dan Medco.

Kesepakatan tersebut ditandatangani digedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/8/2007).

Ke-8 kesepakatan jual beli gas itu adalah:

1. Perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) antara Pertamina EP (dari TAC Poleng) dengan PT Media Karya Sentosa. Gas sebesar 83,95 tbtu itu akan digunakan untuk pembangkit listrik di Gresik dan Bangkalan.

2. PJBG antara PT Pertamina EP (dari region Jawa, Lapangan Mangkang, Kendal) dan PT Tossa Shakti untuk volume gas 1,46 tbtu. Gas ini akan diperuntukkan bagi industri di Pulau Jawa.

3. Surat Keputusan Bersama (SKB) PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Kujang Cikampek. Gas itu akan digunakan untuk bahan baku pabrik pupuk tersebut. Namun volume gas belum disepakati.

4. Amandemen PJBG antara PT Pertamina EP dan PT Krakatau Steel untuk volume gas sebesar 204,4 tbtu.

5. PJBG antara PT Medco E&P Indonesia dan PT Pupuk Sriwidjaya dengan volume gas sebesar 178 tbtu.

6. Head of Agreement (HoA) antara Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT Inti ALasindo Energy dengan volume 170,40 tbtu.

7. Head of Agreement (HoA) antara Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT Parna Raya untuk gas sebesar 170,40 tbtu.

8. Head of Agreement (HoA) antara Husky Oil (Madura) Ltd dengan PT PGN untuk gas sebesar 126,30 tbtu.

“Gas yang disalurkan Husky Oil (Madura) Ltd seluruhnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri Jawa Timur,” begitu kata Kepala BP Migas seperti dikutip siaran pers yang diterima detikfinance.

Detik Finance

Kategori: Mineral & Energi

Cetak Biru NSW Disepakati

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah telah menyepakati cetak biru (blue print) dari pelaksanaan National Single Window (NSW). Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat NSW di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/8/2007).

Blue print membuat tentang bagaimana membangun suatu sistem NSW untuk memfasilitasi proses dokumen keluar masuk barang dan juga arus barang itu sendiri,” ujar Menkeu.

Dalam blue print ini pemerintah menyiapkan keseluruhan mengenai proses arus barang tersebut.

Seperti bagaimana terkait dengan arus barang dari sisi kesehatan, karantina, custom dan lain-lain yang diintegerasikan menjadi satu.

Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai perkembangan pilot project dalam pelaksanaan NSW di Tanjung Priok pada akhir Desember 2007.

“Kita sedang menyiapkan sistemnya kemudian dari 36 government agency atau lembaga pemerintah terkait arus barang dikoordinasikan mulai dari pengolahan dokumen sampai pada persetujuan dan akhirnya pada kelancaran arus barang,” tutur Menkeu.

Dalam blue print juga ditentukan berapa biaya yang akan dibebankan kepada masyarakat dalam proses keluar masuk barang di pelabuhan.

“Itu semua masuk dalam blue print kita. Kita akan memulai proyek ini pada Desember 2007 dan nanti kalau sudah dilaksanakan akan dievaluasi. Apakah pilot project di Tanjung Priok ini akan menjadi prototipe dari keseluruhan port-port di Indonesia dalam penerapan NSW di masa mendatang,” papar Menkeu.

Dalam pelaksanaan NSW ini telah disepakati Ditjen Bea Cukai akan bertindak sebagai koordinator pelaksanaan uji coba NSW di Tanjung Priok.

Sedangkan untuk pembentukan tim kerja pelaksana uji coba sistem NSW akan dilakukan melalui keputusan Menkeu selaku ketua tim persiapan NSW.

Rapat untuk NSW Tanjung Priok yang dibahas antara lain keterbatasan waktu untuk pembangunan dan pengembangan sistem karena targetnya akan diterapkan akhir Desember tahun ini. Dibahas pula masalah sekuriti data dan informasi.

Detik Finance

Kategori: Berita Utama (1)

Defisit APBN Turun Jadi 1,54%

Agustus 7, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR sepakat menurunkan defisit anggaran menjadi 1,54 persen atau sebesar Rp 58,285 triliun dari sebelumnya 1,7 persen. Defisit akan dibiayai dengan pembiayaan yang bersumber dari dalam dan luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI, Gedung DPR, Senayan, Jakarta (6/8/2007).

“Pembiayaan dalam negeri Rp 70,825 triliun, sedangkan pembiayaan luar negeri sebesar Rp 12,54 triliun,” jelasnya.

Untuk pembiayaan luar negeri terdiri dari perbankan dalam negeri sebesar Rp 10,621 triliun, dan non perbankan dalam negeri yang sebesar Rp 60,204 triliun yang turun dari RAPBN-P yang sebesar Rp 63,938 triliun.

Sedangkan untuk pembiayaan luar negeri (neto) terdiri penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp 42,21 triliun atau turun dari RAPBN-P yang sebesar Rp 42,443 triliun, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang sebesar Rp 54,75 triliun.

Untuk defisit ini DPR memberikan catatan bahwa pemerintah harus segera melakukan program restrukturisasi terhadap tunggakan Rekening Dana Investasi (RDI) dan Rekening Pembangunan Daerah (RPD).

Lalu catatan yang kedua adalah mengurangi penerbitan SBN neto sebesar Rp 3,734 triliun sesuai dengan kondisi pasar.

Pemerintah dan DPR juga sepakat untuk menurunkan perkiraan realisasi subsidi listrik menjadi Rp 32,444 triliun. Subsidi BBM dan elpiji juga diturunkan menjadi Rp 55,604 triliun dengan volume konsumsi BBM dan elpiji sebesar 36,35 miliar liter.

Asumsi-asumsi makro yang disepakati, pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3 persen, suku bunga SBI 3 bulan sebesar 8 persen, inflasi turun menjadi 6 persen, nilai tukar turun menjadi Rp 9.050 dari 9.100 (RAPBN-P)), harga minyak US$ 60 per barel, lifting minyak 0,95 juta barel, dan PDB sebesar Rp 3.761 triliun.

Detik Finance

Kategori: Berita Utama (1)