PT Pertamina EP akan menggandeng perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asing untuk mengikuti tender penawaran 25 wilayah kerja (WK/blok) yang dilaksanakan pemerintah pada bulan ini.Perusahaan Lukoil dari Rusia, Perobras dari Brasil, dan Royal Ducth Shell dari Belanda yang digaet Pertamina itu dimaksudkan untuk menggarap lapangan lepas pantai laut dalam di Indonesia Bagian Timur.
“Kita memang sengaja gandeng partner untuk membidik laut dalam, merambah Indonesia Timur,” jelas Dirut Pertamina EP Tri Siwindono, di Jakarta, Rabu (8/8).
Menurut Tri, ketiga mitra Pertamina tersebut sangat berminat dengan WK laut dalam di Indonesia Bagian Timur. Salah satu WK yang diminati oleh ketiga mitra Pertamina EP tersebut adalah WK Semai di lepas pantai (offshore) Papua.
Tri menjelaskan, mitra Pertamina EP dari Rusia, Lukoil memang mengajak BUMN migas tersebut untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di daerah baru. Akibatnya, Pertamina harus mengikuti tender yang dilaksanakan pemerintah.
Sebelumnya, kata Tri, kerjasama antara Pertamina EP dengan Lukoil memberikan konsekwensi, Pertamina bisa mengerjakan lapangan migas Lukoil begitu juga sebaliknya. Pihak Lukoil kemudian meneliti lapangan migas milik Pertamina. Namun, lapangan migas milik Pertamina dinilai tidak sesuai dengan harapan Lukoil.
“Mereka datang ke sini untuk kunjungan melihat-lihat lapangan kita tapi dia under estimated karena lapangan kita kecil-kecil. Lalu dia (Lukoil) ajak kita untuk nge-bid open block yang dibuka tender oleh pemerintah,” papar Tri.
Untuk Shell, kata dia, kerjasama difokuskan untuk melakukan studi bersama (joint study) potensi migas di daerah laut dalam di Indonesia Bagian Timur. Salah satu yang diminati adalah potensi migas di lepas pantai Papua.
“Tapi kita terbentur peraturan-peraturan di Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Ditjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karena blok-blok itu ada yang sudah dikuasai pemain lama,” katanya.
Karena keseriusan ketiga mitranya, Tri menegaskan Pertamina akan serius untuk mencari WK di lepas pantai dan di laut dalam. Karena itu, Pertamina memutuskan tetap mencari blok baru di lepas pantai laut dalam.
“Kita tetap cari blok yang potensial. Pokoknya mau dengan Lukoil atau Petrobras atau dengan Shell. Kita tetap cari,” tegas Tri.
Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Departemen ESDM R Piyono mengatakan beberapa perusahaan migas Rusia menyatakan minatnya untuk berinvestasi padaWK di Indonesia Bagian Timur. Beberapa perusahaan migas seperti Lukoil dan Sevitech sudah menyatakan minat ke pemerintah.
“Ini baru pertama kali Rusia minat ke migas Indonesia, yang ikut tender perusahaan besar,” ujarnya.
Menurut Priyono, investor Rusia sangat serius ingin masuk berinvestasi ke migas di Indonesia. Pihak Rusia telah mengkaji semua WK migas yang akan ditenderkan bulan Agustus ini.
Investor Rusia sangat menginginkan WK besar di Indonesia Bagian Timur. Padahal, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah tersebut sulit dan membutuhkan dana besar.
“Satu sumur investasinya US$40, padahal di Jawa hanya membutuhkan US$5-10 juta untuk satu sumur,” ujarnya.
Soal tender, Priyono menuturkan total penawaran WK pada Agustus ini menjadi 25 WK. Rinciannya, North XRay di lepas pantura Jawa Barat (Jabar), North East Lombok I di lepas pantai utara Nusa Tenggara, North East Lombok II di lepas pantai utara Nusa Tenggara dan lima WK di lepas pantai Semai Barat Papua Barat dengan nama WK Semai I-V.
Selain itu, WK South East Tual di lepas pantai barat Arafura, Cakalang di lepas pantai Natuna, Kerapu di lepas pantai Natuna, Baronang di lepas pantai Natuna, Cucut di lepas pantai Natuna, dan Dolphin di lepas pantai Natuna.
Berikutnya, WK Bawean II di lepas pantai utara Jawa Timur Jatim),East Bawean I di lepas pantai utara Jatim, Gunting di daratan lepas pantai Jatim, Situbondo di daratan dan lepas pantai utara Jatim, Buton II di lepas pantai selatan Buton, Rangkas di daratan Banten, West Timor di daratan dan lepas pantai Timor, Palung Aru 1 dan Palung Aru 2 di lepas pantai Kepulauan Aru, North Bali 3 lepas pantai Bali utara dan Mahakam Hilir daratan Kalimantan Timur.
Media Indonesia