REST AREA di jalan tol kini bukan saja menjadi tempat istirahat melepas penat. Rest area kini menjadi pusat perdagangan,bahkan untuk pertemuan bisnis.
Bila Anda pengguna ruas jalan tol, pasti pernah melalui ruas tol Jakarta–Cikampek dengan panjang 72 km ini,yang menghubungkan antara DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sejak dua tahun belakangan ini, di sepanjang ruas jalan tol tersebut, kita pernah melihat tempat istirahat (rest area) yang berbeda dengan rest area di ruas tol lainnya.
Sejak 2003 lalu, PT Jasa Marga mengambil kebijakan melalui Induk Koperasi Karyawan Jasa Marga (Inkopkar Jaga),bekerja sama dengan investor untuk pembangunan rest area. Pembangunan ini dilakukan untuk lebih memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan tol. Ini sesuai dengan Pasal 7 PP 15/2005 tentang Jalan Tol yang berbunyi ‘pada jalan tol antarkota harus tersedia tempat istirahat dan pelayanan untuk pengguna jalan tol’.
Atas dasar itulah, PT Jasa Marga membuat terobosan membangun rest area yang dilengkapi berbagai macam fasilitas untuk kepentingan pengguna jalan tol. Kebijakan yang dikeluarkan PT Jasa Marga ini terwujud dengan diresmikannya rest area KM 19,200 di ruas tol Jakarta– Cikampek.
Rest area ini merupakan pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), restoran, kantin, tempat ibadah, bengkel, toilet, dan area parkir luas. KetuaInkopkarJagaIwanMoedyarno mengatakan,dengan fasilitas tersebut rest area Km 19 berada di dalam tipe A, karena telah dilengkapi dengan SPBU berbeda dengan rest area sebelumnya.
Keberadaan Km 19 dengan fasilitas lengkap ini ternyata diminati pengguna jalan tol. Melihat hal ini, belakangan investor lain mulai berlombalomba untuk bekerja sama dengan Inkopkar untuk pembangunan rest area seperti di Km 19.”Sepanjang ruas Jakarta– Cikampek sudah berdiri lima rest area dengan tipe A ini,” kata Iwan Moerdyarno.
Rest area tersebut berada di Km 19, Km 39, dan Km 57 arah Cikampek. Sedangkan dari arah menuju Jakarta, rest area tipe A ini berada di Km 62 dan Km 42. Kelebihan dari rest area tersebut, selain berdiri di atas lahan seluas 2–4 ha, juga dilengkapi SPBU, restoran, toilet, sarana ibadah, bengkel, P3K, dan anjungan tunai mandiri (ATM).
Di Km 19 misalnya, rest area ini berdiri atas lahan yang luas, dengan fasilitas yang sangat lengkap.Pengamatan SINDO di rest area ini terdapat SPBU, restoran seperti Pizza Hut, Starbucks Cafe, Rumah Makan Sederhana, Factory Outlet, Dunkin Donuts, EJO Café, Solaria, Alfa Mart, 31 kantin, toilet, bengkel,ATM,dan lahan parkir yang luas.
Jejeran mobil pribadi dan bus pariwisata nampak terparkir di areal ini,restoran dan kantin pun terlihat penuh oleh pengguna jalan tol yang datang ke rest area yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Tambun Selatan ini. Kebersihan dari rest area ini pun patut diacungi jempol.Hampir di setiap sudut tidak ditemukan sampahsampah yang berserakan. Menurut Iwan,pembangunan rest area ini terinspirasi dari rest area yang ada di Jepang,Malaysia, dan Singapura.
Tempat Meeting Baru
Fasilitas yang serbalengkap di rest area tersebut, membuatnya tidak hanya dijadikan tempat istirahat saja. Namun, kini bertambah fungsinya malah menjadi tempat tujuan pengguna jalan tol. Iwan mengakui, kini rest area dijadikan oleh masyarakat untuk melakukan pertemuan-pertemuan bisnis dan membicarakan sesuatu yang penting. Bahkan, ada beberapa masyarakat yang sengaja datang ke rest area untuk sekadar melepas kepenatan.
”Bila Anda mengunjungi rest area yang ada di tol Jakarta–Cikampek, Anda akan betah dan ingin kembali mendatangi rest area tersebut,”ucapnya. Namun, Iwan mengakui PT Jasa Marga belum memiliki data intensitas pelaku bisnis melakukan pertemuan di rest area.
”Itu merupakan privatisasi pengguna jalan tol saat mendatangi rest area,” terangnya. Namun, biasanya meeting point yang dilakukan pelaku bisnis ini kerap terjadi pada hari kerja terutama saat makan siang. Lokasi rest area di Km 19 ini sendiri sangat strategis dan mudah dijangkau pelaku usaha yang berbisnis di wilayah Kota Bekasi, Cibitung, dan Cikarang. Rest area ini berada di pertengahan lokasi tersebut, sehingga mudah dijangkau pelaku bisnis yang menanam investasi di wilayah tersebut,” tukasnya.
Tak ayal, keberadaan rest area ini pun menjadi salah satu tempat alternatif berkumpulnya para pelaku bisnis di wilayah- wilayah tersebut. ”Jarak antara Jakarta menuju lokasi kawasan industri sangatlah memakan waktu,sehingga rest area menjadi tempat alternatif pertemuan,” imbuhnya.
Muhamamad Iqbal, salah seorang pengunjung yang ditemui, mengatakan bahwa dirinya pasti menyempatkan mampir ke rest area ini setiap akhir pekan,sebelum pulang ke rumahnya di Purwakarta, Jawa Barat.”Setiap akhir pekan,saya pulang ke rumah orangtua bersama istri dan anak. Rest area ini merupakan salah satu tempat tujuan kami untuk melepas lelah,” ujar pria yang membuka usaha pakaian di Pasar Senen ini.
Seputar Indonesia