Buletin Bisnis

Elnusa Akan Gadaikan 20% Sahamnya

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Elnusa akan melepas 20 persen sahamnya dalam penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO). Rencananya, IPO akan dilaksanakan Desember 2007.

“Kita harapkan 2008 kita sudah jadi perusahaan terbuka,” kata Dirut Elnusa Eteng Abdul Salam, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (22/8/2007).

Eteng mengatakan, pihaknya berharap bisa mendapatkan dana Rp100 juta dari penawaran 20 persen sahamnya. Elnusa sudah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) IPO. “Mandiri sekuritas kita tunjuk setelah dia memenangkan tender untuk underwriter,” ujarnya.

Eteng menjelaskan, dana dari IPO akan dialokasikan untuk melunasi sebagian utang Elnusa dan pengembangan bisnis. Eteng tidak menjelaskan persentase penggunaan dana. 

“Dana yang didapat dari IPO ini nantinya kita akan pakai untuk pengembangan bisnis services dan kompetensi kita,” tuturnya.

Eteng menuturkan, pelaksanaan IPO merupakan amanat dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2007. RKAP tersebut sudah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Kita akan jalankan RKAP,” imbuhnya.

Okezone

Kategori: Tak Berkategori

Gajah Tunggal Genjot 5 Juta Ban per Tahun

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk berencana menggenjot produksi ban radial hingga lima juta unit per tahun pada 2010. Target itu, dalam rangka memenuhi pesanan produsen ban dunia Michelin.
 
Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 2010 mencapai USD170 juta. Belanja modal ini, akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi perseroan.
 
Demikian disampaikan Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja, dalam paparan publik, di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), di Jakarta, Rabu (22/8/2007).
 
Menurut Catharina, penambahan kapasitas produksi ban radial dari 30 ribu ban per hari menjadi 50 ribu ban per hari dibutuhkan dana sekira USD100 juta.

Sedangkan untuk penambahan kapasitas produksi ban motor dari 45 ribu ban per hari menjadi 105 ribu ban per hari, dan ban dalam motor dari 74.500 menjadi 160 ribu ban per hari dibutuhkan dana sekira USD70 juta.
 
“Sehingga total dana yang dibutuhkan mencapai USD170 juta,” kata dia.
 
Catharina mengatakan, dana capex tersebut berasal dari penerbitan obligasi perseroan yang dilakukan pada 2005 lalu yakni sebesar USD325 juta.
 
“Sebagian telah digunakan untuk ekspansi usaha dan sisanya USD120 juta telah digunakan untuk membayar utang,” ungkapnya.

Okezone

Kategori: Tak Berkategori

Marak Penculikan, Curi Anting Raisya, Ali Said Pernah Pecat Tini

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Keluarga Ali Said, orangtua Raisya yang diculik beberapa hari lalu pernah memecat salah seorang PRT di rumah tersebut, bernama Tini, setelah ketahuan mencuri anting Raisya.

“Dulu pernah ada pembantu namanya Tini, dipecat karena ketahuan mencuri anting Raisya,” ungkap pembantu Ali, Karsih (19) kepada okezone di rumah Raisya, Jalan Wiradarma III Blok P No 8, Komplek Auri Jatiwaringin, Bekasi, Jabar, Rabu (22/8/2007),

Karsih menceritakan, setelah mencuri, Tini hendak menjual anting Raisya di kampungnya. Namun, tidak laku karena tidak memiliki surat sah kepemilikan anting emas tersebut.

“Dia juga pernah mengajak Linda untuk berhenti dari rumah ini,” terangnya.

Karsih mengaku tidak tahu, apakah setelah dipecat, Tini mempunyai dendam terhadap majikannya. Saat ini Tini sudah bekerja kembali menjadi pembantu di daerah Curug, Bekasi.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Penculik Raisya Mengancam Gunakan Telepon Wartel

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah dilakukan pelacakan terhadap penelepon yang mengaku sebagai penculik pada hari Rabu 15 September lalu kepada orang tua Raisya, Ali Said, ternyata telepon yang digunakan oleh penculik memakai telepon wartel. 

Demikian perbincangan dengan sumber okezone di Polda Metro Jaya.”Setelah dilakukan pelacakan, penelepon tersebut dari wartel,” jelas sumber tersebut, Rabu (22/8/2007).

Sebelumnya, penelepon tersebut menghubungi rumah Ali Said, ayah Raisya untuk tidak melaporkan ke pihak kepolisian. Dalam bunyi telepon tersebut, penculik juga tidak akan meminta uang tebusan. 

Untuk diketahui, Raisya Ali (5,4), yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) Al Ikhsan, telah diculik pada Rabu (15/8/2007) pukul 11.50 WIB seusai pulang sekolah. Sampai saat ini, polis masih memburu penculik yang masih misterius tersebut.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Sekolah Raisya Antisipasi Penculikan dengan Kartu Khusus

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pengamanan TK Al Iksan diperketat menyusul penculikan yang menimpa siswi sekolah tersebut, Raisya Ali (5,4). Pihak sekolah tidak memperkenankan  penjemput  siswa tanpa ada kartu pengenal khusus yang telah dikeluarkan pihak sekolah.

“Ini untuk keamanan, sejauh ini tingkat keamanan yang bisa dilakukan hanya berada di dalam lingkungan sekolah. Sementara untuk di luar komplek sekolah menjadi tanggung jawab orangtua,” kata  Kepala Sekolah TK Al Iksan Endang Rosiana di Jatiwaringin, Bekasi, Rabu (22/8/2007).

Semenjak  terjadi kasus ini, lanjut Iksan Endang, pengamanan sekolah diperketat terutama untuk para penjemput. “Sekarang kita berlakukan bukti kartu tanda jemput. Kalau sebelumnya kita bisa toleransi penjemput yang tidak bawa kartu, sekarang tidak bisa,” jelasnya.

Menurut Endnag, sekolah Al Iksan memiliki fasilitas antar-jemput. Namun, Raisyah tidak ikut karena rumahnya dekat, sehingga memang tidak perlu antar-jemput.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Intelijen Disebar Bantu Cari Raisya

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Polda Metro Jaya telah mengerahkan intelijen di sejumlah titik untuk mengetahui dan mengungkap penculikan Raisya Ali (5,4), bocah yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) Al Ikhsan. “Intelijen mempunyai jaringan yang kuat, jadi kita akan kerahkan semua tim untuk mendapatkan info sebanyak-banyaknya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Brix Tewu di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/8/2007). 

Carlo mengakui, pihaknya hingga saat ini mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus penculikan tersebut karena minimnya info. ”Kasus ini info satu-satunya hanya dari keterangan saksi yang melihat bahwa penculik menggunakan mobil Suzuki APV,” jelasnya.

Namun, dari keterangan saksi juga belum menghasilkan titik terang. Sebab, dari tujuh jenis mobil Suzuki APV yang dicurigai, ternyata pada saat kejadian mobil-mobil tersebut digunakan oleh pemiliknya.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Polresta Sukabumi Sita 100 Kg Bahan Peledak

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jajaran Satlantas Polresta Sukabumi menyita bahan peledak seberat 100 Kg dari tangan seorang pelaku berinisial Ded, 29, Rabu siang. Diduga bahan peledak sejenis campuran belerang tersebut akan dipasok ke sentra industri kecil pembuatan petasan di Kampung Lembur huma, Desa Bojong sawah, Kec. Kebonpedes, Kab Sukabumi.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, penyitaan bahan peledak ini dilakukan jajaran Satlantas Polresta Sukabumi saat menggelar operasi lalu lintas di perbatasan Sukabumi-Cianjur, tepatnya di perlintasan Jalan Raya Sukalarang. Seluruh bahan peledak yang dikemas dalam empat karung pelastik berkapasitas 25 Kg tersebut, diangkut oleh Ded dengan menggunakan kendaraan roda dua.
   
Penangkapan itu berawal ketika petugas akan memeriksa dokumen kendaraan milik Ded. Namun saat dilakukan pemeriksaan, warga Kampung Lembur huma ini memperlihatkan gelagat mencurigakan.

Pemeriksaan akhirnya dilanjutkan petugas terhadap barang angkutan yang disimpan pada bagian belakang motor. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui ke empat karung pelastik tersebut berisi bahan peledak sejenis belerang. Atas temuan itu, petugas langsung menggelandang Ded beserta barang bukti ke Mapolresta Sukabumi.
   
Menurut tersangka Ded, bahan peledak seberat 100 Kg itu dibelinya dari seorang pemasok asal Cianjur yang identitasnya telah diketahui oleh petugas, seharga Rp420 ribu. Rencananya, belerang-belerang itu akan digunakan sebagai bahan utama membuat petasan.

“Selama ini, saya biasa mendapatkan bahan peledak dari daerah Cianjur. Setiap satu karungnya seharga Rp105 ribu,” ungkap Ded kepada penyidik.
   
Diakui Ded, pembelian bahan peledak ini sengaja dilakukan seiring dengan banyaknya jumlah pesanan petasan dari kawasan Jabodetabek, terutama menjelang bulan Ramadhan ini.

Seluruh bahan peladak itu, kata Ded, rencanannya akan dibuat menjadi petasan jenis korek api.       
   
Kapolresta Sukabumi AKBP Rudi Antariksawan yang didampingi Kasat Reskrim AKP Akhmad S Ridwan mengatakan, bahan peledak beserta pemiliknya berhasil diamankan jajarannya saat dilakukan operasi lalu lintas. Hingga kini, lanjut Rudi, pihaknya masih melakukan pemeriksaan tersangka Ded.

“Untuk sementara tersangka maupun barang bukti kami amankan di Mapolresta untuk kepentingan penyidikan,” tegas AKBP Rudi Antariksawan kepada wartawan.
   
Atas tindakannya, lanjut Rudi, pelaku akan dijerat pasal 187 KUHP dengan ancaman penjara diatas lima tahun. Perlu diketahui, Kampung Lembur huma, Desa Bojong sawah yang terletak di bagian utara Kab Sukabumi, merupakan kawasan perkampungan yang dikenal sebagai sentra pembuatan petasan. Hampir seluruh warga yang bermukim di kampung tersebut, bekerja sebagai pengrajin petasan, terutama saat menjelang bulan puasa.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

Operasi Brantas Jaya Polda Metro, Pengangguran & Preman Akan Jadi Target

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Polda Metro Jaya akan menggelar operasi Brantas Jaya untuk mengantisipasi dan mengurangi angka kejahatan yang akhir-akhir ini marak terjadi. Seperti, kasus penculikan dan perampokan.

Dalam operasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, target utamanya adalah para preman dan penganguran.

“Pada umumnya, penculikan dan perampokan tidak jauh dari masalah ekonomi,” kata Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Pol Irawan Dahlan di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (22/8/2007). 

Untuk itu, lanjut Irawan, dalam operasi ini akan meringkus orang-orang yang diduga terindikasi melakukan tindak pidana.

Saat ini, memang lagi maraknya terjadi penculikan anak. Untuk mengatisipasi awal, telah dilakukan dititik-titik yang rawan terjadinya kejahatan. ”Pengamanan tidak saja dilakukan di sekolah. Tapi, pusat keramaian dan tempat hiburan juga akan dilakukan pengawasan,” jelasnya. 

Sementara untuk kejahatan penculikan, Polda Metro Jaya akan melakukan perhatian khusus. ”Tadi sudah rapat bersama Kapolda membahas tentang penculikan yang memang memerlukan penanganan khusus,” imbuhnya.

Okezone

Kategori: Berita Utama (1)

MedcoEnergi Bentuk Konsorsium LNG

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT MedcoEnergi Internasional Tbk, PT Pertamina, dan Mitsubishi Corporation telah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan liquefied natural gas (LNG) Donggi-Senoro. Bentuk kerja sama itu dikonkretkan pada sebuah perusahaan yang akan menangani proyek LNG yang ditangani mereka.

Sebagaimana disebutkan dalam perjanjian tersebut, ketiganya sepakat untuk membuat dan memasuki berbagai kontrak, seperti Perjanjian Jual-Beli Gas (PJBG), Perjanjian Pemegang Saham (PPS), dan Perjanjian Jual-Beli LNG (PJB) dengan pembeli LNG, sebelum mereka menentukan putusan investasi final yang ditargetkan pada awal kuartal pertama 2008.

’’Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Mr Shinzo Abe, pada kunjungannya saat ini di Indonesia, meluncurkan penandatanganan perjanjian tersebut pada 20 Agustus kemarin,” ungkap Direktur Utama Hilmi Panigoro dalam keterangan tertulisnya.

Proyek LNG ini, ujar Hilmi, akan dibangun sebagai proyek hilir. Rencananya, proyek tersebut menggunakan cadangan gas dari Lapangan Senoro, Blok Senoro-Toili; dan Lapangan Matindok, Maleo-Raja; serta Minahaki dari Blok Matindok. Lapangan Senoro terletak di Blok Senoro-Toili, Kec Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dioperasikan melalui joint operating body hasil kontrak kerja sama antara Pertamina EP (50%) dan PT Medco E&P Tomori Sulawesi (50%).

Seputar Indonesia

Kategori: Mineral & Energi

Himsataki Laporkan BNP2TKI ke KPK

Agustus 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) melaporkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) karena melalui kebijakannya dinilai telah memperkaya pihak lain.Himsataki, melalui pengacaranya Fahmi H Bachmid, melaporkan BNP2TKI ke KPK, melalui surat bertanggal 21 Agustus 2007, dengan nomor surat 021/PHB/VIII/ 2007.

Dalam surat pengaduan itu dikatakan bahwa BNP2TKI melalui surat edaran bertanggal 9 Agustus 2007 dan bernomor SE.20/ BNP2TKI/VIII/2007 yang menunjuk GCC Aprroved Medical Center Association (GAMCA) untuk mengoordinasi Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN). Menurut Fahmi, keberadaan Sisko TKLN dibentuk berdasarkan APBN dengan biaya sekitar Rp6 miliar dan operasionalnya ditangani pemerintah (Depnakertrans).

Namun,kini fasilitas negara itu ditangani dan dioperasionalkan oleh swasta dengan memungut biaya dari simpul-simpul proses penempatanTKI, yakni pemeriksaan kesehatan,pelatihan di BLK,pembekalan akhir penempatan (PAP) dan pendaftaran oleh perusahaan pengerah TKI swasta (PPTKIS), serta simpul lainnya. ’’Setiap pengimputan data di simpul-simpul tersebut, TKI diwajibkan membayar Rp10.000 dan membayar lagi Rp50.000 untuk GAMCA.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, patut diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang dengan tindakan memperkaya orang lain atau badan hukum tertentu,’’ ujar Ketua Himsataki Yunus M Yamani. Menanggapi laporan Himsataki, Direktur Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Marjono mengungkapkan, kasus ini hanya menyangkut persoalan komunikasi, di samping faktor kecemburuan. ”Maunya,asosiasi itu yang melakukan program tersebut.

Namun, karena sudah ditunjuk GCC Aprroved Medical Center Association (GAMCA) untuk mengoordinasi Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN), timbul kecemburuan,” ujar Marjono saat dihubungi SINDO sekitar pukul 08.30 WIB,tadi pagi.

Seputar Indonesia

Kategori: Berita Utama (1)