Buletin Bisnis

Bakrie Telecom Rambah Surabaya dan Malang

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Bakrie Telecom Tbk (BT), operator telepon fixed wireless access berbasis teknologi CDMA mulai melakukan ekspansi secara nasional. Operator yang mengandalkan 3 merek ini, yaitu Esia, Wifone dan Wimode ini memulai langkahnya dengan mengembangkan jaringan layanannya di kota Surabaya dan Malang.

Menurut Wakil Direktur Utama BT, Erik Meijer, setelah Surabaya dan Malang, dalam waktu dekat ini, selanjutnya layanan telepon tetap nirkabel berteknologi CDMA 2000 1x itu pun akan hadir di kota Semarang dan Solo, serta beberapa kota di Jawa Tengah. “Pengembangan jaringan dan layanan ini merupakan langkah korporasi dalam memenuhi target perusahaan untuk segera membangun layanan di 17 kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Layanan Korporat BT, Rakhmat Junaidi, menyebutkan bahwa BT telah menganggarkan Rp 2 triliun sebagai belanja modal (capex) untuk membuka jaringan secara nasional. Dengan penambahan jangkauan layanan ini, BT menargetkan bisa meraih hingga 3,6 juta pelanggan hingga akhir tahun 2007 ini.

Swa

Kategori: Telekomunikasi & IT

Makro Ubah Segementasi ke Kulakan Tradisional

Agustus 26, 2007 · 1 Komentar

sempat bergeser dari format asal, pada tahun ini PT Makro Indonesia melakukan reposisi guna memantapkan sebagai pusat perkulakan (wholesale center) di industri perdagangan pasar modern.

Kalau dalam tiga atau empat tahun ke belakang, 52 persen pasar yang dibidik hipermarket tersebut adalah penjualan ritel segmen untuk kalangan keluarga, ke depan Makro fokus sebagai pusat perkulakan bagi pedagang mikro tradisional.

Senior Marketing Manager Makro Indonesia Angeline Wijaya mengakui, sejak dua tahun terakhir pihak manajemen Makro sebenarnya dalam kebingungan. Format asal Makro memang sebagai tempat perkulakan.

“Jadi barang apapun juga dijual di Makro seperti di departement store lainnya, seperti boneka dan lainnya. Sekarang Makro kembali mereposisi fungsinya sebagai pusat perkulakan. Artinya, barang yang dijual di Makro sekarang adalah untuk para

pedagang kecil atau reseller,” katanya kepada wartawan, di Makro Jalan By Pass Soekarno Hatta, Bandung, Jakarta, Jumat (24/8/2007).

Dia menerangkan, jumlah barang yang dijual tidak dalam bentuk ritel atau yang tidak untuk dikonsumsi langsung. Melainkan dalam jumlah besar, karena memang untuk para pedagang lagi.

Dijelaskannya, ada tiga kategori konsumen Makro, yaitu Costumer retail (pelanggan) pemilik kartu anggota Makro sekitar 25 persen, kalangan Horeca (hotel, restoran, dan cafe) 8 persen, service (kantor, sekolah dll) 15 persen, dan lainnya (ibu rumah tangga/keluarga) 52 persen.

“Namun kontribusi terbesar dari kalangan costumer retail mencapai 52 persen, konsumen kalangan keluarga 27 persen, diikuti Horeca 15 persen, dan konsumen dari kantoran (service) 10 persen. Ke depan, kita ingin mengubah persentase yang lebih seimbang,”  ungkapnya.
   
Melalui moto baru “Makro Tempat Uang Mencari Uang” kata Angeline lagi, pada tahun 2010 nanti, target  persentase semua jenis konsumen Makro, yakni kalangan costumer retail 30 persen, Horeca 30 persen, service 25 persen, dan kalangan keluarga 15 persen.

“Karena kami tidak hanya menjual barang ke pedagang, tapi dengan moto itu kami juga akan memberikan ide-ide bisnis bagaimana pelanggan Makro bisa menjadi wirausaha yang sukses,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keberadaan Makro di Jawa Barat ada di 13 kota dengan 16 store. Potensi kontribusi Kota Bandung yang memiliki 1 store cukup besar. Rata-rata terjadi transaksi 1.200 invoice (item)/hari dengan nilai tidak kurang Rp600.000 per troley yang dibeli konsumen.

Sementara General Manager Store Makro Bandung, Ignatius Hermawan menambahkan, jumlah anggota Makro yang teregistrasi sampai Juli 2007 ada 43 ribu anggota dan yang terpantau aktif sekitar 12.700 anggota.
   
“Kami mengakui, sejak beberapa tahun ke belakang memang terjadi penurunan jumlah anggota. Namun jumlah 43 ribu member itu sudah terhitung naik sekitar 60 persen  dari Juli 2006-Juli 2007,” jelasnya.
   
Namun Ignatius yakin, melalui visi dan misi baru dari Makro denggan berbagai program menarik untuk konsumen  tetap akan memperkokoh posisi Makro sebagai pusat perkulakan terbesar.

“Kemasan baru Makro ini mulai terasa sejak Mei lalu. Target penjualan setiap pelanggan (pedagang) sekali berbelanja di Makro Rp1,5 juta juga sudah terlihat di Bandung,” paparnya.

Hanya kata dia lagi, keberadaan Makro bukan pesaing bagi pasar modern lainnya, karena segmen konsumen yang
dibidik Makro adalah pedagang mikro tradsional dan tidak melayani penjualan ritel.

Okezone

Kategori: Tak Berkategori

Serasi Otoraya Berencana Spin Off

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Anak usaha PT Astra International Tbk, PT Serasi Otoraya, berniat akan melepas atau spin off  atas unit usahanya yang bergerak di bidang logistik. Pasalnya, sampai saat ini unit usaha logistik tersebut sudah memungkinkan untuk dipisah. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Keuangan Serasi Otoraya Nico Taher, dalam workshop wartawan pasar modal, di Ciater, Subang, Jawa Barat, Jumat (24/8/2007) malam.

Namun, dia mengatakan, langkah itu tidak diambil dalam waktu dekat. “Tradisi di Astra sebelum unit usaha dilepas, harus dipastikan sudah confortable. Oleh sebab itu, kami akan menguatkannya terlebih dahulu,” kata Nico.

Menurutnya, unit usaha di bidang logistik tersebut, saat ini sudah memiliki truk sebanyak 800 unit dan dua kapal. Unit usaha itu, saat ini melayani pengiriman barang-barang milik grup Astra.

“Seperti dua kapal yang dimilikinya, digunakan untuk membawa mobil ke Medan dan Surabaya,” kata dia. 

Seperti diketahui, PT Serasi Otoraya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rental mobil berlabel Track Rent A Car dan ritel mobil setengah pakai dengan nama gerai Mobil 88.

Okezone

Kategori: Tak Berkategori

FIF Dapat Pinjaman Asing USD123 Juta

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perusahaan pembiayaan roda dua milik grup Astra, PT Federal International Finance (FIF), akan memperoleh pijaman dari perusahaan Singapura sekira USD123 juta. Pijaman ini merupakan pinjaman strategis.

“Dalam waktu dekat, dana sebesar itu akan kami terima,” ujar Finance Funding and Treasury Division Haed Efrinal Sinaga, dalam workshop wartawan pasar modal, di Hotel Lembah Sarimas, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2007).

Menurutnya, pinjaman itu sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Karena, bunga yang ditawarkan hanya satu digit. “Hasil pinjaman itu akan digunakan untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda dua,” kata dia.

Seperti diketahui, target pengucuran kredit sepeda motor FIF hingga akhir 2007 sebesar Rp11 triliun. Sehingga, dana itu akan digunakannya untuk mengejar target.

Okezone

Kategori: Keuangan & Perbankan

Kredit Astra Acc Meroket 157%

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di tengah sengitnya persaingan lembaga pembiyaaan untuk dalam mengucurkan kredit, Astra Kredit Companies Acc (Astra Acc) justru mampu menoreh hasil yang signifikan.

“Selama Januari hingga Juli 2007, kami telah mengucurkan kredit sekira Rp5,449 triliun,” kata Presiden Direktur Astra Sedaya Finance Benny Tjoeng, dalam workshop wartawan pasar modal, di Hotel Lembah Sarimas, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2007).

Dia menjelaskan, anak usaha Astra Sedaya Finance ini mengalami peningkatan 157 persen dibanding periode Juli 2006 sebesar Rp3,467 triliun.

Akibatnya, laba bersih perusahaan juga ikut terkerek. Hingga Juli 2007 Astra Acc mampu mengantongi laba bersih Rp194 miliar, dibanding periode sebelumnya yang hanya Rp120 miliar.  “Kami mengalami peningkatan 190 persen,” imbuhnya.

Okezone

Kategori: Otomotif & Transportasi

Astra Agro Lestari Perluas Lahan Tanam

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan memfokuskan diri untuk melakukan perluasan lahan tanam. Rencananya, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan ini akan mengoptimalkan lahan kosong untuk ditanami kelapa sawit.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Keuangan Astra Agro Lestari Santosa, dalam workshop wartawan pasar modal, di Hotel Lembah Sarimas, Ciatre, Subang, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2007).

“Dengan pengembangan lahan kosong tersebut akan menggerakan sektor riil di sekitar lokasi,” kata dia.
 
Kendati demikian, dia mengakui tidak tertutup kemungkinan perluasan lahan dilakukan melalui proses akusisi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun, unit usaha Astra International ini, cenderung memilih mengoptimalkan penanaman lahan-lahan yang ada daripada akuisisi.

“Jika melalui akuisisi tidak akan menimbulkan dampak bagi masyarakat,” papar dia. 

Sayangnya, dia tidak mau menyebutkan berapa besar dana yang akan dirogoh Astra Agro Lestari dalam rangka langkah ekspasi tersebut.

Okezone

Kategori: Tak Berkategori

Utang Pertamina ke Pelindo Diberi Diskon 50%

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah telah menandatangani ketetapan penyelesaian utang PT Pertamina kepada PT Pelindo. Selain itu menetapkan diskon sebesar 50 persen bagi Pertamina untuk utang periode 2004-2006.

“Saya sudah teken (menandatangani) kemarin. Minggu ini sudah selesai. Jadi, pemerintah akan memberikan diskon bagi Pertamina untuk periode 2004-2006,” ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Banda Aceh, akhir pekan kemarin.

Kendati demikian, lanjut Sofyan, belum mengetahui dan menetapkan besaran diskon untuk kurun waktu tahun 2007. Hal terpenting kedua belah pihak, Pertamina dan Pelindo sudah mempersilahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada pemegang saham.

“Kedua belah pihak sudah mengajukan proposal, jadi kita mencari jalan tengahnya. Pokoknya kita face out, karena kita mengerti ada kondisi Permenhub,” jelas dia.

Sofyan menuturkan keputusan tentang pemberian diskon memang mengambil jalan tengah dari permintaan kedua belah pihak. Pemerintah berusaha mengakomodir kepentingan masing-masing pihak demi pengembangan BUMN di masa depan.

“Jadi keputusan ini lebih kecil dari keinginan Pertamina dan lebih kecil dari keinginan Pelindo. Jadi kita mencari jalan tengah,” tandas dia.

Sebelumnya, Pertamina berutang pelayanan pandu termasuk biaya tambat labuh senilai lebih dari Rp221 miliar kepada Pelindo I, II, III, dan IV terhitung sejak 2004. Pemerintah termasuk Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, sempat memanggil manajemen Pertamina dan Pelindo untuk membahas pengembalian utang tersebut.

Okezone

Kategori: Mineral & Energi

Purnomo Yusgiantoro; Kelangkaan Minyak Tanah Akibat Panic Buying

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Program konversi gas belum semuanya sampai ke masyarakat, namun kelangkaan minyak tanah terjadi di setiap daerah. Akibatnya, terjadi panic buying atau kepanikan konsumen untuk memborong minyak tanah.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, usai acara Gerak Jalan di Departemen ESDM, Minggu (26/8/2007).

Purnomo melihat panic buying ini juga terjadi di daerah nonkonversi. Ini terjadi karena ada kepanikan masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri. Mengatasi kondisi ini, pemerintah melakukan operasi pasar minyak tanah. 

Melihat kejadian seperti ini pada tahun lalu, fenomena panic buying ini tidak akan bertahan lama. “Ini terjadi di pengalaman masa lalu, setelah masyarakat panik membeli, setelah dirumahnya penuh dengan minyak tanah, mereka bingung mau diapakan minyak tanah ini. Setelah itu, permintaan minyak tanah ke Pertamina justru turun,”

Purnomo memperkirakan, keadaan ini tidak akan berlangsung hingga September. Asalkan, pemerintah melakukan operasi pasar itu dan masyarakat bisa berpikir rasional. “titik jenuh ini dalam beberapa hari akan selesai,” tutur Purnomo. 

Pertamina kembali menyediakan minyak tanah 450 kiloliter ke masyarakat. Menurut Purnomo, hal ini tidak akan mempengaruhi APBN-P 2007 karena keadaan ini akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan. “Ini baru seminggu, perhitungan kita dalam beberapa hari akan cool down. Nanti kita hitung lagi, subsidi itu hitungannya satu bukan satu minggu,” terangnya.

Sementara itu, Purnomo juga menyatakan pemerintah akan memperlajari Kecamatan kemayoran, yakni kawasan yang dianggap berhasil melaksanakan program konversi gas. Di kawasan itu, Purnomo memandang warga merasakan manfaat program konversi ini.

“Kita tanya ke ibu-ibu, 3 kg gas itu untuk 10 hari, 3 kg seharga Rp12 ribu-an, kala 3 kg sama dengan 6 liter minyak tanah yang seharga Rp3000-an, maka ada manfaat dan saving disitu, ” kata dia.

Selasa mendatang, Departemen ESDM akan mengadakan rakor terkait program konversi ini. Rakor ini juga akan membahas program konversi di Surabaya dan Semarang yang dinilai telah gagal.

Okezone

Kategori: Mineral & Energi

PT DI Tetap Fokuskan CN 235

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada usianya yang ke- 31 tahun, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tetap berkomitmen meningkatkan pemasaran produk unggulannya,pesawat CN 235.PT DI juga terus berupaya meningkatkan pemasaran produk tersebut yang sudah banyak dipakai oleh negara-negara lain. Sekretaris Perusahaan PT DI Mochtar Sharif mengatakan bahwa untuk beberapa tahun ke depan pihaknya masih berkonsentrasi pada pengembangan varian dari pesawat CN 235. Karena, hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai pembuatan produk pesawat baru.

PT DI juga kemungkinan akan meneruskan proyek pesawat kecil, N 219, dengan berupaya mencari partner kerja. ”Selain meningkatkan kepuasan pelanggan, ke depan kami juga akan berusaha meraih kepercayaan perbankan agar bisa mendapat financing dari mereka,” ujar Sharif saat dihubungi SINDO,kemarin.

Pada 2007 ini, jelas Sharif, perkembangan tiga bisnis utama PT DI, yakni pesawat terbang, aircraft service, dan pembuatan komponen, memperlihatkan perkembangan yang cukup bagus. Untuk bisnis pesawat terbang, sambung dia, saat ini PT DI tengah melakukan pembicaraan awal jual beli, baik CN 235 maupun helikopter, dengan beberapa konsumen dari dalam dan luar negeri.

PT DI sendiri, tandas Sharif, akan berupaya menggarap pasar pesawat terbang di semua segmen permintaan, baik pesawat sipil (komersial) maupun militer. Untuk itu, PT DI memfokuskan untuk memperbanyak varian, dan melakukan modifikasi pesawat, dalam beberapa tahun ke depan. Pada bisnis aircraft services, kata Sharif, kondisinya lebih bagus lagi.

Saat ini,hanggar PT DI sedang kebanjiran order perbaikan, dan perawatan pesawat terutama dari maskapai penerbangan domestik, akhirakhir ini mendapat sorotan dari segi keselamatan.”Ada beberapa maskapai yang merawat pesawat Boeing 737-nya di sini, di antaranya Batavia Air.Untuk saat ini, terkadang pesawat harus antre menunggu giliran diperbaiki,” tandas dia.

Sementara untuk bisnis pembuatan komponen, jelas Sharif, hingga kini PT DI masih aktif membuat komponen untuk produsen pesawat termasuk produsen besar seperti Boeing dan Airbus. Dengan kinerja yang cukup baik hingga semester I 2007, Sharif yakin PT DI bisa mencapai target pendapatan perusahaan yang lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp700 miliar.Dalam waktu dekat,PT DI segera menyerahkan satu unit CN 235 Maritim Patrol Aircraft kepada TNI AU, dan satu unit Helikopter Bell kepada TNI AL.

Sharif melanjutkan, untuk mendapat profit yang lebih besar lagi, pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan. Pembenahan internal yang dilakukan yakni meningkatkan kinerja sekitar tiga ribu karyawannya. Selain itu, meningkatkan upaya pemasaran produk, dan berupaya meraih kepercayaan perbankan agar bisa mendapat pembiayaan untuk menambah kapasitas produksi.

Dalam rangka ulang tahun ke-31, kata Sharif, PT DI menggelar berbagai perlombaan untuk siswa SD–SMA yang bertemakan pesawat terbang. Pada perayaan HUT ke-31 PT DI di pelataran parkir Gedung PT DI, Jln Pajajaran, akan diadakan plant tour yang diikuti ribuan siswa, besok.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Kategori Mobil di Tol Ditambah

Agustus 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Departemen Pekerjaan Umum (PU) berencana menambah klasifikasi golongan kendaraan yang melewati jalan tol menjadi lima golongan.Hal ini dinilai mendesak mengingat jenis kendaraan terus berkembang dan memiliki dampak kerusakan berbedabeda terhadap jalan tol. “Jumlah golongan yang dulu tetap kita pertahankan, nanti akan kita tambah dua lagi sesuai dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Jakarta,kemarin.

Nantinya,kata dia,pembagian golongan didasarkan pada tingkat konsumsi jenis kendaraan terhadap jalan. Dia menjelaskan, untuk kendaraan yang mempunyai daya rusak yang berat terhadap jalan akan diharuskan membayar tol dengan jumlah yang lebih besar.

”Sekarang klasifikasi golongan tarif juga kita tambah, karena mobil berat seperti trailer tingkat merusaknya jauh lebih besar daripada sedan. Kalau dulu jenis kendaraan seperti itu bayarnya tidak seberapa,”tuturnya. Djoko mengungkapkan, penyesuaian tarif tol yang akan dilakukan dalam waktu dekat merupakan momentum yang tepat untuk mengubah struktur golongan tarif tol.

Karena itu, kenaikan tarif dan penambahan golongan kendaraan yang melewati tol rencananya diterapkan bersamaan. Menurut Djoko,perhitungan penyesuaian tarif tol berdasarkan tingkat inflasi sebenarnya sudah selesai.

Kini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang menghitung penyesuaian tarif untuk golongan kendaraannya saja. Saat ini, struktur golongan tarif tol terbagi menjadi golongan I untuk sedan,jip, pikap, bus kecil, truk kecil, dan bus sedang, golongan IIA untuk truk besar dan bus besar dengan dua gandar, dan golongan IIB untuk truk besar dan bus besar dengan tiga gandar atau lebih.

”Kalau hitungan angka berdasarkan inflasi kita sudah ketemu semua besarannya, sekarang kita sedang memerinci tarif tersebut berdasarkan golongannya seperti sedan berapa, truk berapa. Pokoknya ditunggu saja dalam satu hingga tiga hari ke depan,” lanjutnya. Berkaitan dengan penyesuaian tarif tol, Djoko menuturkan secara umum besaran penyesuaian tol adalah 20%, disesuaikan dengan tingkat inflasi dari daerah yang bersangkutan.

Sebelumnya, Asosiasi Tol Indonesia (ATI) juga telah mengusulkan restrukturisasi tarif terkait golongan kendaraan. “Beban jalan tol sekarang sangat berat, jenis kendaraan yang melewati sudah dari berbagai jenis. Kita minta adanya penambahan gol dari jenis I, IIA, IIB menjadi lebih dari itu,” kata Ketua ATI Fatchur Rochman. Restrukturisasi jenis golongan dan tarif jalan tol juga diharapkan menimbulkan keseimbangan jenis kendaraan yang menggunakan tol.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Frans S Sunito mengatakan sangat mendukung restrukturisasi golongan kendaraan dan tarifnya. Hal ini menurutnya akan lebih mendukung iklim investasi jalan tol menjadi lebih kondusif.“Jadi, saya setuju sekali dengan restrukturisasi golongan ini,” cetusnya. Bahkan, Frans juga mengusulkan perlunya pembedaan tarif berdasarkan waktu.

Terkait dengan rencana kenaikan tarif tol,Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla mengatakan, kenaikan sudah dilakukan sesuai dengan aturan undang-undang dengan memperhitungkan tingkat inflasi dan nilai ekonomisnya. Kenaikan tarif tersebut diharapkan lebih memacu para investor untuk mengembangkan jalan tol.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi