Untuk meluaskan pasar dan meningkatkan kemampuan merawat pesawat, PT GMF AeroAsia menjalin kemitraaan dengan MTU Maintenance Zhuhai, manufaktur engine yang berbasis di German.
Kontrak kerjasama ini ditandatangi oleh Agus Sudarya, Direktur Utama PT GMF AeroAsia dan Johan van der Sluis, Marketing and Sales MTU Maintenance Zhuhai di Indonesia di Gedung Manajemen GMF, Senin (27/8).
Penandatanganan kontrak ini disaksikan oleh Menteri BUMN Sofyan Djalil, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan CEO MTU Maintenance Zhuhai Walter Strakosch.
Kemitraan ini berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan selama dua tahun dengan nilai kontrak mencapai US$ 100 juta bergantung pada volume material. 適erjasama ini sangat penting bagi GMF,” kata Agus.
Melalui kemitraan ini, GMF AeroAsia dan MTU Maintenance akan memfokuskan pada perawatan engine CFM56-3. Jenis mesin ini digunakan oleh pesawat B-737 Classic yang dioperasikan oleh mayoritas perusahaan penerbangan di Indonesia. Garuda Indoesia merupakan salah satu pengguna mesin jenis ini.
Diperkirakan lebih dari 200 unit engine CFM56-3 aktif digunakan sejumlah maskapai di Indonesia. Apalagi pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia mencapai 20 persen per tahun.
Menurut Agus, kerjasama ini memberikan manfaat besar bagi GMF guna mendukung kegiatan perawatan mesin yang membutuhkan modal besar. Melalui kemitraan ini diharapkan GMF mampu menekan Turn Around Time (waktu perawatan pesawat), menekan biaya perawatan dan meningkatkan kualitas produk perawatan pesawat.
”Tiga faktor ini akan menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan GMF kepada customer,” katanya.
Agus Sudarya mengatakan, kemitraan dengan MTU Maintenance tidak hanyauntuk menangkap peluang pasar perawatan mesin CFM56-3 di Indonesia, tetapi juga mencakup alih teknologi perawatan mesin CFM56-3 dari MTU Maintenance kepada GMF AeroAsia.
“Alih teknologi ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan GMF,” katanya.
Sementara itu, Johan van der Sluis menyatakan gembira atas jalinan kerjasama ini. “Kami merasa terhormat bisa bekerjasama dengan GMF.”
Salah satu alasan MTU Maintenance bermitra adalah pangsa pasar perawatan mesin CFM56-3 di Indonesia sangat terbuka. Dengan pertumbuhan industri penerbangan 20 persen per tahun, dia yakin industri penerbangan di Indonesia memerlukan pusat perawatan pesawat yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.
MTU Maintenance Zhuhai sendiri merupakan hasil usaha patungan antara MTU Aero Engines dan Cina Shouthern yang memfokuskan pada perawatan mesin V2500 dan CFM56-3. Perusahaan ini juga akan memasukkan perawatan mesin CFM56-5B dan CFM56-7 sebagai portfolio baru mereka.
MTU Aero Engines sendiri merupakan manufaktur engine di German yang cukup dikenal di dunia internasional dan menjadi perusahaan perawatan pesawat independen terbesar di dunia yang memiliki keunggulan di bidang teknologi, perawatan mesin turbin, high-pressure compressors, engine control units, and inmanufacturing and repair techniques.
Untuk perawatan mesin medium ke atas, perusahaan ini memiliki pusat perawatan di MTU Maintenance Hannover, Jerman.
Menurut Agus Sudarya, industri penerbangan di Indonesia patut bersyukur atas kerjasama antara GMF AeroAsia dan MTU Maintenance ini. Sebab di tengah sorotan dunia internasional, terutama Eropa, terhadap dunia penerbangan Indonesia, GMF justru mampu meyakinkan salah satu pusat perawatan pesawat terbaik di Eropa menjadi mitranya.
“Kerjasama ini menunjukkan kualitas GMF sudah diakui dunia internasional,” katanya sambil menambahkan, tentunya menambah kepercayaan dunia internasional terhadap GMF AeroAsia.
Apalagi, katanya, pada pertengahan Agustus lalu, otoritas penerbangan sipil Amerika, Federal Aviation Administration/FAA menyatakan GMF AeroAsia lolos audit tahunan yang mereka lakukan. FAA menyatakan GMF telah memenuhi prosedur dan regulasi otoritas penerbangan sipil Amerika itu.
Kerjasama dengan MTU Maintenance tentunya juga berdampak positif pada Garuda Indonesia karena GMF merupakan maintenance provider pesawat Garuda Indonesia. 泥engan dukungan MTU Maintenance, GMF makin mudah memberikan dukungan kepada Garuda dalam menyediakan engine pesawat yang reliable,・katanya.
Kominfo