Untuk tahap selanjutnya, program remunerasi akan diberlakukan di lembaga kepolisian, kejaksaan dan Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK).Demikian dikatakan oleh Ketua Panja Belanja Negara di Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa usai rapat kerja Panitia Anggaran DPR, Senin (27/8) malam.
“Sebenarnya, kita juga berikan program remunerasi ke kepolisian, kejaksaan dan KPK. Tapi, karena mereka tidak membawa proposal, akhirnya ya nggak jadi,” kata Suharso.
Karena itu, untuk tahap selanjutnya, Suharso mengharapkan ketiga lembaga tersebut bisa mempersiapkan diri dengan detil program remunerasi.
Menurutnya, persetujuan yang diberikan DPR kepada Depkeu, MA, dan BPK disebabkan ketiga lembaga itu telah menyiapkan secara detil mengenai hitungan program remunerasi.
“Depkeu dinilai siap dengan program remunerasi. Depkeu, MA dan BPK merupakan program golden gate reformasi birokrasi. Memang reformasi ini harus ada yang mulai,” ujar Suharso.
Ia mengatakan, program remunerasi di Depkeu, MA, dan BPK hanya merupakan bagian kecil dari proses reformasi birokrasi. Diharapkan, dengan dimulainya reformasi ini di Depkeu, sistem penghitungan penggajian di Depkeu bisa dipakai untuk kementerian/lembaga negara lainnya.
“Kementeriandan Lembaga lain kan berhak juga mengajukan program remunerasi.Kalau program remunerasi dimulai, kita akan perjuangkan untuk seluruh K/L. Karena, mereka pasti juga akan menuntut hal yang sama,” ujar dia.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo dengan tegas menolak program remunerasi. Pasalnya, proses dan substansi program remunerasi hingga kini belum jelas.
“Persepsi saya sama dengan apa yang dikatakan Menkeu, bahwa program reformasi birokrasi memiliki lingkup yang luas. Jadi, belum ada detil programnya seperti apa,” kata dia.
Selain itu, program remunerasi juga dinilai sangat diskriminatif karena Depkeu selaku bendahara negara mendapatkan program ini terlebih dahulu. Hal ini jelas menimbulkan kecemburuan K/L lainnya.
Sebelumnya, Panitia Anggaran DPR menyetujui kebutuhan dana remunerasi September sampai Desember 2007 sebesar Rp1,464 triliun.
Dengan adanya remunerasi di Depkeu, pejabat peringkat 27 (jabatan tertinggi di Depkeu setingkat Sekjen dan Dirjen) mendapatkan tunjangan khusus pembinaan keuangan negara (TKPKN) Depkeu sebesar Rp35 juta. Pejabat yang ada di peringkat tengah mendapatkan TKPKN sekitar Rp17 juta. Sedangkan, pejabat peringkat satu (jabatan terendah di Depkeu) mendapatkan TKPKN sebesar Rp1,5 juta.
76 tanggapan so far ↓
arif // September 17, 2008 pada 8:53 am |
Para petinggi kejaksaan memang tidak serius memperjuangkan kesejahteraan para pegawai kejaksaan keseluruhan, mereka padahal tahu betul hampir semua hal yang membuat citra Kejaksaan buruk dalam penegakan hukum adalah masalah kesejahteraan. Kasus-kasus yang mencuat karena oknum kejaksaan melakukan hal yang menyimpang adalah sebagai acara seremonial bagi para petingi kejaksaan sebagai ajang penumbalan untuk para bawahan, dan sebagai kesempatan menunjukan bahwa kejaksaan adalah orang-orang bersih. Padahal petinggi-petinggi tersebut tidak jauh berbeda dalam prilaku menyimpang, malah lebih mengerikan.
edun // Oktober 11, 2008 pada 2:47 pm |
setuju. mgk krn para petinggi kejaksaan sdh tidak membutuhkannya lg krn income mrk yg sdh memadai.tp bagaimana dg mayoritas pegawai lainnya? selama ini seolah2 hanya diberi angin surga. entah smp kapan mimpi indah remunerasi itu mjd kenyataan….
Bella // Oktober 19, 2008 pada 11:52 am |
memang benar, petinggi kejaksaan tidak sungguh2 memperjuangkan kesejahteraan pegawainya. Kalau yang jadi Jaksa di kejaksaan mungkin cukup bisa hidup dengan gaji yang sangat kecil, karena mereka yang Jaksa mendapatkan uang dari mana-mana..sedangkan pegawai TU mereka hanya mengandalkan gaji saja…
raehan // Oktober 19, 2008 pada 11:54 pm |
salut untuk perjuangan remuneresasi tetapi jangan hanya untuk jaksa saja tetapi pegawai tata usaha kejaksaan mereka juga punya hak untuk sejahtra “VIVA KEJAKSAAN”
momoc // Oktober 21, 2008 pada 3:26 am |
Terus2an doplekoto dan hanya bisa jadi penonton kiprah jaksa yang pamer rejeki, padahal beban kerja TU Kejaksaan Lumayan berat. Kaciiiiiannnn deh……
made_raha adhyaksa // Oktober 29, 2008 pada 12:10 pm |
kejaksaan selalu serba ketinggalan dengan instansi lain… pembaruan kejaksaan baru dicanangkan tahun ini, gara-gara proposal aja ketinggalan dengan instansi lain, apa jaksa agung gak punya anak buah yg bisa ngurusin proposal? perlu diingat bahwa gaji pegawai kejaksaan dibandigkan dengan pegawai instansi vertikal lainnya sangat minim.. kami sangat berharap agar program remunerasi secepatnya dicairkan……. bravo adhyaksa!!!!!!!!
Agung Malik // Oktober 31, 2008 pada 9:24 am |
Oooh jadi Kejaksaan Ketinggalan remunerasinya cuma gara2 proposal ya, astaghfirullah hal adzim.. pada kemana euy para bos2 kita di BlokM itu.. masa seh pak ga ada yang bisa ngurus proposal. tapi kita ga boleh pesimis, kita harus yakin akhir taon ini Kejaksaan akan mendapatkan remunerasinya dengan diterbitkannya Keppres, kepada pak SBY, tolong segera terbitkan Keppres Remunerasi untuk Kejaksaan, karena aparat penegak hukum yang gajinya paling CWILIK ya Kejaksaan. kepada pak Jaksa Agung dan jajarannya, tolong terus perjuangkan pembaruan yang termasuk didalamnya program kesejahteraan, karena taon ini mo abis, cuma tersisa 2bulan lagi. JAYA TERUS KEJAKSAAN..!
yhandee_yakuza // November 10, 2008 pada 7:33 pm |
sudah saatnya gaji pegawai Kejaksaan direnumerasi… saya rasa kesetiaan mereka pupus karena negara juga…
gimana nggak, masa jaksa III/a digaji negara cuma 1,8 jt manusiawi gak tuch….yang kerja siang malam dari buat dakwaan ampe sidang, COBA LIHAT TUCH BAPAK2 KITA YG DI DPR, CUMA BANYAK ONGKANG2 KAKI, MOLOR/SIDANG AJA BANYAK TITIP ABSEN, KALO NAIK GAJI CEPAT TEREALISASI, BETUL NGGAK… SALAM BUAT SBY SEMOGA BACA EMAIL INI.
Madi // November 12, 2008 pada 5:24 pm |
kapan donk remunerasi kejaksaan menjadi nyata jangan hanya TUNJANGAN JAKSA yang diperhatiin TU juga manusia donk … ! bravO ADHYAKSA ….!
Boy // November 14, 2008 pada 2:10 pm |
Kalo mau tunjangan TU naik, bentuk dulu TU Agung Muda, seperti halnya Jaksa Agung Muda. Namanya juga Kejaksaan, yang diperhatikan ya jaksa, masak TU atau honorer… makanya kuliah….
ali vikram // November 19, 2008 pada 8:54 am |
“Bagaimana hukum bisa tegak kalau penegak hukumnya tidak bisa berdiri tegak alias kurang gizi ” Saya juga sedih, kapan remunerasi dapat di cicipi. Adik saya jadi jaksa di luar pulau setiap bulan harus saya subsidi Rp. 1 juta . Kalau cuti pulang kampung harus saya siapkan min. Rp. 6 juta untuk tiket pesawat PP.
Madi // November 22, 2008 pada 11:03 am |
Beneer juga masukannya itu Boy … kapan kita bisa bentuk TU Agung Muda asal TU2 punya perwakilan ditingkat atas tuk memperjuangkan nasibx …..! barvo Adhyaksa…..
Agus // November 24, 2008 pada 5:51 pm |
Bravo
Noor // November 24, 2008 pada 6:01 pm |
Betul apa kata Antasari…kalo mau gaji yang tidak kecil so jangan kerja di kejaksaan. Semua orang juga tahu, kerja di kejaksaan adalah pengabdian seumur hidup…serba minim…jika di kejaksaan pilihan kepepet, mestinya dari awal masuk kejaksaan harus sudah punya motivasi utk jadi kepala kejaksaan…ya karena di kejaksaan yang bisa hidup cuma kepala kejaksaannya…ya hidup karena pegang kuasa, pegang anggaran dan pegang tuntutan. Tips kalo memang masih lama mau jadi kajari ya jadi kacabjari saja dulu…pengalaman jadi kacabjari minim setengah M bisa dapat dalam setahun…pengeluaran..paling operasional rutin cuma 2 juta sebulan. So…gak usah mikir remunerasi…bersaing aja jadi pimpinan, ntar juga rejeki datang.
Antonius // November 24, 2008 pada 8:12 pm |
Saya tunggu remunerasi Januari 2009. Dirgahayu Adhyaksa.
momoc // November 29, 2008 pada 4:34 am |
Boy mana ada TU Agung Muda, Kuliah sih kuliah bahkan S2, Tapi jangan hina TU dong boy…… bagaimanapun jangan remehkan TU bahkan faktanya banyak TU yg beban kerjanya lebih berat dari jaksa apalagi Jaksa fungsional atau jaksa yg tdk pernah dpt perkara, kerjanya cuma ongkang2 belaka, absen masuk kantin dan catur atau pulang.
TU kejaksaan memang di cap sebagai pelengkap (anak tiri) dan tidak pernah diperhitungkan keberadaannya apalagi kesejahteraannya, tapi apa Jaksa bisa berjalan sendiri….?
Ndoro2 jaksa jangan sok hebat ya…..?
Outsider // Desember 3, 2008 pada 3:29 pm |
KjaksaaNers semua neh yang komen,
Ya mdh2 an cpat terealisasi remunerasi nye
tp kinerja jg musti ningkat lho, jgn nuntut hak aja tp kewajiban lupa
sayuti // Desember 4, 2008 pada 2:54 pm |
sbennrnya remunerasi kejaksaan atawa remunerasi jaksa?!!!! klo remunersai kejaksaan TU juga ikut naek tunjangan, soalnya yg kerja tuh kebanyakan TU, klo jaksa cuman tinggal sidang doang,,
nunik // Desember 7, 2008 pada 6:32 am |
perhatian!!!!
ada kabar kalo remunerasi kejaksaan masih harus dipertimbangkan,,,,,
jadi harus siap2 gigit jari lagi yakssss
Mas Daladi // Desember 14, 2008 pada 6:19 pm |
Warga Adyaksa apalagi jajaran Tata Usaha (TU) jangan takut tentang apa yang dikatakan mbak nunik, pasalnya ngapain gigit jari, wong kalau cuma masalah kecewa udah jadi menu sehari2 kok. Yang penting adem ayem saja Santai dan nikmati hidup. Warga TU kan cuma pelengkap, dan gak pernah berharap banyak
Dedy // Desember 15, 2008 pada 9:56 pm |
Remunerasi kejaksaan??????, ngarep…. yang ada hutang belum lunas di BRI, SK masih sekolah lagi 3 tahun cicilan, eh dapet SK Mutasi ke daerah pemekaran, cuuuuuuuuk
codet // Desember 15, 2008 pada 9:59 pm |
remumun.. apa sama dgn ceu mumun.. kalo malam dibayar pake YEN ya.. YEN INGET PUNYA UANG, YEN INGET PUNYA ATI NURANI, YEN … YEN …
mumun // Desember 15, 2008 pada 10:00 pm |
hei codet, lu belon bayar mumunerasinya ya.. geblek.. lu TU opo jaksa opo honorer.. ngutang mlulu.. ASU!!!!!
LILI // Desember 15, 2008 pada 10:02 pm |
Sekarang istriku lagi hamil, jadi kalau remunerasi turun, kalau anak gue cewek namanya mumunerasiwati tapi kalo cowok namanya Penetrasi heeeeeeee
ndoro_jekso // Desember 17, 2008 pada 8:56 am |
tenang aja….
januari 09 pasti cair remunerasinya
soalnya kalo tidak motor Honda bebek
cicilan gue pasti di tarik dealer…
gaji cuma 2 juta sebulan…anak 2
ngga kuat meeeeennnn….jadi jaksa
mas jekso // Desember 17, 2008 pada 7:33 pm |
Yo wis podo sabar ae…masalah remunerasi ra usah ditunggu-tunggu marai dadi mumet..yen ngko wis wektune yo pasti cairrrrrrrrrrrrrrrrrr.
Lah wong dari dulu ya kok ditunggu ra metu-metu..lucune awit mas jekso iki pendidikan jarena remunerasi arep cair, malah ono sing mrebes nangis seneng…tapi kenyataane..? piye iki…Wis nasibe dadi jekso yo koyo iki…disuruh kurupsi atawa mangan suap!, tapi ojo kuatir dosane sing nanggung pastine negoro..dadiyo saiki mas jekso fatwakan bahuwa yen jekso terima suap lan atawa kurupsi ya halal….opo meneh TU, halal banget!he.he…lah wong negoro ora ngurusi awake dewek iki..padahal fakir miskin koyo awake dewek iki yo tanggungjawabe negoro, ya tho?.
momoc // Desember 21, 2008 pada 6:08 am |
Bodo amat, mau ada remunerasi apa tidak yang penting aku kerja, kerjanya apa…..?
ya tidur to………………………
udah lumayan tidur digaji negara, syukur deh……..
(tapi sayang gajinya diembat Bank)
edun // Januari 21, 2009 pada 6:20 pm |
he….he….kayaknya kok pd memprihatinkan bgt sih.alhamdulillah jd jekso, meski gj kecil tp bs jg punya rumah dan mbl, aplg kl gak kerjasama dg pihak ketiga alias kredit di bank. tu kan nunjukin kl kredibilitas jekso diakui shg dipercaya untuk jd kreditur, ya kan?
Anik // Januari 21, 2009 pada 6:34 pm |
Kapok jadi JAKSA!!!!.. pendidikan sarjana nek perlu mnduduki rangking 10 besar, pangkat 3d, masa kerja 10 tahun, tapi gaji-ne podho karo polisi lulusan SMA sing lulus pas-pasan dg masa kerja 0 tahun. Belum lagi kalo dimutasi ke luar jawa (pedalaman), uang jalan seret, kalo dapet gak seberapa, tidak ada rumah dinas, apalagi kendaraan dinas, sidang naik angkot, ngontrak rumah gak kuat bayar jadi kost bareng mahasiswa, lebarang gak pulang karena gak ada uang buat beli tiket. MENGENASKAN!!!!…..
Sukoco // Januari 21, 2009 pada 8:01 pm |
Berdoa saja, semoga remunerasi bisa terwujud baik untuk Jaksa maupun untuk TU, biar hubungan Jaksa dan TU tambah mesra. Jaksa dan TU adalah satu dan tidak dapat dipisahkan dibawah panji ADHYAKSA. Jaga silaturrahmi!
Mas Antiq // Januari 22, 2009 pada 6:19 pm |
Ya Tuhan… Kasihanilah hambamu yang PNS Kejaksaan ini. Untuk nikah saja harus hutang BRI sejumlah Rp 10 juta jangka waktu 36 bulan, tapi memang nasib lagi apes baru 3 bulan menikah isteri minta cerai. Mungkin dia gak betah jadi istri PNS Kejaksaan yang gajinya kecil. Istri dah lepas dari pelukan tapi angsuran BRI masih harus dibayar 33 bulan lagi. Apes… pes… pes…
krman // Januari 22, 2009 pada 9:56 pm |
Gol. II/a masa kerja 4 tahun. Status bujangan. Tempat tinggal nge-kost.
Penghasilan per bulan Rp. 1.275.600
Potongan (Gadai SK di BRI 5 tahun untuk kuliah) = Rp. 729.200
Jadi terima gaji sebulan Rp. 546.400 (lima ratus empat puluh enam ribu empat ratus rupiah).
he… he… he… Huuuuuuueeeeebat ga itu !!!
” mantan-mantan pacar saya buaaanyak yang kabur, lantaran phobia ngeliat amplop gaji sebulan saya (karena ada nominalnya). Jadi sekarang gue siasatin minta amplop gaji kosong trus amplopnya gue ketik aja 2 juta rupiah (utuh). Kacian deh pacar saya ini ”
Tapi saya tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Amin
Sukoco // Januari 24, 2009 pada 10:54 am |
Memang kita harus banyak bersabar, orang sabar disayangi Tuhan! Bapak-bapak kita di Kejaksaan Agung sedang memperjuangkan nasib kita, baik Jaksa maupun TU, semoga perjuangan mereka berhasil, mari kita sama-sama berdoa dan berdoa bersama-sama semoga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud! Amin!
ajun_jongos_madya // Januari 28, 2009 pada 5:16 pm |
wis rasah do bingung mikir remunerasi panganan opo kui sing jenenge TU kan tetep Tukang Utang
anwi // Januari 28, 2009 pada 5:28 pm |
sebenarnya akan lebih bijak jika gaji disesuaikan dengan kondisi dimana kita bekerja po yo pantes gaji 1 juta utang neng bank potongan 700 ewu kudu urip neng alas sing reregan do larang adoh seko kuto dalan mawot koyo kali asat nak arep muleh ndadak nunggu setengah tahun. Alhamdulilah…..
hendrik // Januari 30, 2009 pada 10:58 am |
hahahahah, emang naas nasib gue kerja di kejaksaan, menang dinas aja, klo orang liat dinas kejaksaan seram banget tapi gitu liat dompetnya diketawain orang setengah mati, kita ga masalah soal kerja ini atau kerja itu tapi yang masalah itu ketika beban hidup menghimpit baru mulai pusing terpaksa deh nge rambo ke sana-sini demi ngedapatin pendapatan tambahan klo ga, mana mungkin pegawai kejaksaan bisa nikah orang makan aja pas-pasan,sabar ya TU bro
welldone // Februari 9, 2009 pada 2:55 pm |
renumerisasi apaan lha ANTASARI AJA Menjegalnya..dasar Penghianat..diKejaksaan Banyak Penghianat hati – hati
TU Ama Jaksa malah kebanyakan pinter TU nya Lho
Deni_Bencis // Februari 13, 2009 pada 2:48 pm |
klo renumerasi turun gw mo kawin lg!gw yakin april turun klo ga turun jg gw mo dagang pecel lele aj!!!
Adji_Biji // Februari 13, 2009 pada 3:00 pm |
gw emang harus sabar kmrn orang2 blg klo renum turunnya januari tp kgk jadi!emang dasar nasib tadinya gw mo kawin bln januari tp gagal coz renumnya batal, gw ga brani ngutang di BRI, gw takut kyk mas antiq mo kawin ngutang di BRI eh baru 3 bln kawin da ditinggal bininya, puyenglah dia Istri dah lepas dari pelukan tapi angsuran BRI masih harus dibayar 33 bulan lagi. apes banget!!!
conde_godel // Februari 13, 2009 pada 3:25 pm |
Ah bwt gw siy renumerasi ga renumerasi ga ngaruh! orang gw preman, mending ntn film bf bwt pelajaran klo gw kawin
ITIL // Februari 22, 2009 pada 10:20 am |
REMUK ISASI MUMET RASAH DIPIKIR
ari porno // Februari 26, 2009 pada 1:55 pm |
TU tetep ngutang, apalagi Ajun Jongos Madya gol. 3/a. spesialis rekanan bank-bank utang, Bank Eka, Bank BRI, terahir bang ZULKARNAIN, lama-lama jadi bank Becak… !!! apalagi sisa pinjeman lebih baik buat beli CD Bokep. Enjooooy…. kapan bisa cair remunerasi… dunia semakin pahiiiiiiiiit…..
zulkentut // Februari 26, 2009 pada 2:01 pm |
kalau tu memang miskin soalnya ada persatuannya yaitu PERTUKIN (PERSATUAN TU MISKIN) JANGAN LUPA TU HARUS DIPIKIR IN KALAU NGGAK , NGGAK ADA YANG NGANTER PANGGILLAN DAN LOBI2.
SATRIA PININGIT // Februari 26, 2009 pada 2:04 pm |
jaksa= Jika Akan Ketemu Siapkan Amplop
renno // Februari 26, 2009 pada 7:22 pm |
ntr bos gw bikin TU Agung Muda…ato kita gnti aj namanya dari KEJAKSAAN jd KE -TU- AN biar jaksa yg pd nganter surat….setuju….
kpn neh remunerasinya…..
ntr di omelin mpo mumun loh
ican // Februari 26, 2009 pada 7:25 pm |
klo gw sih g mikir…org wktu gji gw 580.000 aj gw bs kuliah, bs beli mtr, bs beli rumah…mknya lo mesti pinter nyri duit….
GOBLOK bgt Semua..MIKIR……BERGERAK DONK jgn cm ngedumel aje bisanya
ican // Februari 26, 2009 pada 7:26 pm |
klo gw sih g mikir…org wktu gji gw 580.000 aj gw bs kuliah, bs beli mtr, bs beli rumah…mknya lo mesti pinter nyri duit….
GOBLOK bgt Semua..MIKIR……BERGERAK DONK jgn cm ngedumel aje bisanya
kaya AAT aj lu mentingin botaknya doank
JAKSA TIMOR // Maret 3, 2009 pada 6:42 pm |
EH…BAPAK PEJABAT NEGARA EEE…. LIHAT DULU TOO KAMI YANG DIDAERAH TIMOR PADA KERING KRONTANG, SUSAH HIDUP, STREES, JAUH DARI ANAK ISTRI, SU 4 TAHUN B GAK PINDAH-PINDAH, MAU PULANG KAMPUNG GAK ADA DOIT, MAKANYA BAPAK TOLONG LIAT KAMI TURUN DAN PERCEPAT TOOO DANA RENUMERASI, UTAMAKAN KESEJAHTERAAN BUKAN KEJUJURAN, gimana bisa jujur kalo tidak sejahtera, MERDEKA EEEEE REPUBLIK MIMPI KALI YEEE,….
Maluku Malumu juga... // Maret 7, 2009 pada 11:59 am |
para pejabat kejagung yang terhormat, kami di wilayah timur merasa kesal dan heran dengan rekrutmen jaksa, kita sudah mengikuti tes jaksa sudah lebih dari sekali tapi tidak lulus juga, apa perlu pake pelicin ya?tolong dimengertilah jangan mau menang sendiri, kejaksaan itu dari sabang sampai merauke bukan dari sabang sampai jawa.gaji tu kami habis untuk ikut tes tapi tetap ngalah terus sama orang barat, bukannya jaksa yang dicari adaLAH JAKSA YANG PROFESIONAL ??????jangan rapi dan elegan di juklak tapi nol besar dalam prakteknya.bagaimana mau jadi jaksa yang baik dan bersih kalau di rumah kita telah dimulai bumbu-bumbu KKN.manalagi REMONERASI NGAK JELAS HANYA DIJADIKAN SURGA TELINGA WARGA ADHYAKSA.sistim dan pembaharuan kejaksaan sudah baik tapi selama orang2 yang nakal masih ada di rumah kita maka percayalah kita tidak akan menjadi seperti yang diharapkan oleh masyarakat, bangsa dan negara.MALUKU MALUMU JUGA
judin // Maret 12, 2009 pada 11:15 am |
sebenarnya remunerasi itu sangat diharapkan oleh seluruh insan kejaksaan seluruh indonesia, kalo bisa pemerintah mencairkannya pada tahun 2009, masak kita kalah sama polisi. maaaalu deh.
ROY // Maret 18, 2009 pada 10:06 pm |
pada geblek smua emang …. ceneng klo liat anak buahnya pada kere …………. perjuangkan tuh gj n tunjangan …………. x x bica beli mobil Honda Jazz Pick up … kan gaya klo anak buahnya pd punya mobil……………………Honda Jazz Pick up…….
Joni // April 2, 2009 pada 1:18 pm |
pejabat kejaksaan agung cuma ngomong doank..! kami pegawai kejaksaan di daerah wilayah Timur paling susah dan wilayah yang paling dilupakan di negeri tercinta ini…banyakan SK yang bapak lebih betah di Bank dari pada di rumah jujur pa kita pegawai sering cari objek sampingan seperti ojek demi menghidupi anak dan istri…pa presiden ngak malu jaksa jadi tukang ojek….!!!
made ambon // April 2, 2009 pada 1:25 pm |
Surat terbuka, Jaksa Agung Yth :
tolong lihat kami jaksa – jaksa dan pegawai kejaksaan alias TU…. kapan…? janjinya remunirasinya ditepati jangan ngomong doank..!! bapak – bapak JAM…yang sudah mapan tolong dongk……ataukah remunirasi ditunda karena menungu selesai Pilkada apakah remunirasi juga sebagai objek politik..? tolong Pa, di wilayah timur indonesia yang tercinta jaksa hidup semakin susah..dengan folume pekerjaan yang begitu banyak tolong dipikir secara cepat..
Locho_puky // April 2, 2009 pada 9:39 pm |
jaksa agung Yth…
engkaulah yang agung buat kami pegawai kejaksaan se Indonesia….
para JAM tolong jangan berputar….seperti Jam di dinding tapi tolong diperhatikan kami para pegawai kejaksaan dari sabang sampai merauke…
Bapak Presiden SBY yang budiman….
para anggota DPR RI yang dibanggakan
tolong dipercepat reminirasinya…Tuhan memperhitungkan itu semua….karena DIA tahu siapa yang paling berjasa buat bangsa ini….saya setuju dengan pendapat Bung Made Ambon…ale gmana khabar Bung..? jangan – jangan remunirasi ajang politik..? banyangkan aja pegawai kejaksaan seluruh indonesia kalau milih SBY lumayan…dikali 2 aja…barovo SBY….dipertahankan ya kalau bisa ditingkatkan….
papi gaul // April 2, 2009 pada 9:48 pm |
Bung locho jangan githu dong.. kasian mereka pada berjuang petinggi2 kejaksaan tapi DPR aja yang lagi tidur….ANTASARI hajar tangkap….
semua berdoa aja… semoga cepat turun remunirasinya sepaya bagi2 ama anak2 terlantar dan orang miskin…..
Meong.. // April 3, 2009 pada 9:32 am |
Pimpinan Kejaksaan gimana sih kinerja bapak2 dan ibu? Untuk memperjuangkan nasib Kejaksaan aja udah ngga becus banget. Tapi kalian selalu menginginkan kinerja bawahan seperti kami maksimal sehingga kerja kami seperti budak.
Program remunersai itu sudah sangat lama ditawarkan oleh DPR, yg pertama kepolisian dan kejaksaan untuk segera mengirimkan proposal. Saya sudah lama mendapat info tersebut dari kolega saya. Tapi koq, malah pimpinan kejaksaan santai aja, ngga segera merancang proposal.
Apa jangan2 pimpinan kejaksaan udah kebanyakan duit sogokan sana-sini ya? sampe takut klo ada remunerasi sebagai dampaknya harus ada transparansi di kejaksaan? Program remunersi malas ditindak lanjuti oleh pimpinan dan tumbalnya ya kami rakyat sudra di kejaksaan.
ekhart // April 5, 2009 pada 8:59 pm |
woe jaksa Agung sampai JAM- JAM di KEJAGUNG…..kapan remunirasinya…?
supaya kelihatan jaksa indonesia sama seperti jaksa di Amerika serikat…..jangan tunda remunirasinya….jaksa indonesia bisa hebat kalau semua jaksa tunjukan kemampuannya…semua kalangan mengakui trik penyelidikan dan penyidikan sampai penuntutan institusi Kejaksaan Gudangnya dan ahlinya…KPK adalah lembaga foto kopy kejaksaan, karena penyidik KPK kebanyakan adalah jaksa yang pernah manjadi penyidik di Kejaksaan, hebat, cuma gaji dan tunjangannya yang buat jaksa di Kejaksaan se Indonesia malas menunjukan kemampuan mereka …..
Tuhan Memberikati Jaksa se Nusantara…..abdi Mu di perhitungkan di surga….
muliadist // Mei 2, 2009 pada 8:35 pm |
Bicara Kejaksaan RI.. memuakkan..!!! apalagi keadaan Kejaksaan di daerah.
Pimpinan2 di Pusat bsa’ya cma nuntut bkerja profesional, harus bgini, bgtu, ga’ blh bgni, ga’ blh bgtu.. rajin ngluarin praturan2 yg berbau punishmen.. smentara tdk ditunjang dgn sarana prasarana yg baik. Sarana dan prasarana yg sudah ada jd tdk jelas, apalagi yg tidak ada sama skl.
Ga’ usah bicara remunerasi dlu.. krn memang ga’ pnh serius utk itu.
Apa pimpinan2 di Pusat tdk pnh tau kalau pimpinan2 di daerah itu slalu memakan anggaran utk suatu kgiatan yg sdh ada (ATK, dana Pekating, Lid, Dik, biaya operasional (kadang ke luar kota untuk ekspos dsb) slalu dibatasi, dipotong/ tdk dikasih sama sekali.. kalau minta diomelin, dibilang “saya dlu malu kalau minta sama pimpinan saya, masa kamu minta sama saya.. harusnya kamu yang setor sama saya.. bukan saya yang ngasih kamu.. masa Jaksa/ Kasi minta sama pimpinan”.. setelah mendengar omelan pimpinan dungu, cma bsa ngomel dlm hati.. bawahan mnta tdk sma pimpinan tp mnta sama negara, koq tdk dkasih ya.. kita ini bkrj untuk siapa sih.. untuk pimpinan atau untuk negara… anjeng.. monyet..).
Bawahan cma disuruh tanda tangan2 saja.. parahnya lagi ada pimpinan di daerah yg ga’ malu2 makan gaji/ tunjangan bawahan (biasanya pas rapelan pegawai baru, mau dirapel atau ga’, kalau mau potong sekian..) bodoh’y sbg bawahan tdk bsa berbuat banyak. Percayalah, sampe kapanpun Kejaksaan tdk akan pernah bersih dan profesional kalau sistemnya begitu.. turun temurun diciptakan kemarahan pada keadaan.
teguh belopa // Mei 10, 2009 pada 8:14 pm |
remunerasi kapan jadinya dibayarkan???? soalnya aku mau nikah ni masa minta kredit di bri… gmana dong……
abank // Mei 26, 2009 pada 11:13 am |
eh para pejabat tinggi dan para capres Ri jangan suka ngebohongi rakyat kecil katanya ada remunerasi bagi TNI, POLRI, KEJAKSAAN dan PNS lainnya mana ? buktikan dong? Kita perlu bukti bukan Janji ! kalau bisa buktikan tolong cairkan hari ini donk
robet // Mei 27, 2009 pada 8:38 pm |
gimana kabar mengenai remunerasi pak hendarman.
ronaldowati // Mei 27, 2009 pada 8:52 pm |
Saya rasa remunerasi di kejaksaan harus disetujui secepatnya kasihan pns di kejaksaan apalagi TU ,sekedar informasi ,saya mempunyai teman yang mengundurkan diri dari kejaksaan dan lebih memilih kerja di lembaga yang lain ,salah satu faktor yang mempengaruhinya utk pindah dari kejaksaan adalah karna gaji di lembaga tempat dia bekerja skrg jauh lebih besar yaitu sekitar 3x lipat dari gaji pns golongan 3a di kejaksaan atau lebih besar dari pada gaji kajari,padahal masa kerjanya baru nol bulan
rijal // Mei 27, 2009 pada 8:58 pm |
Saya rasa remunerasi di kejaksaan harus disetujui secepatnya kasihan pns di kejaksaan apalagi TU ,sekedar informasi ,saya mempunyai teman yang mengundurkan diri dari kejaksaan dan lebih memilih kerja di lembaga yang lain ,salah satu faktor yang mempengaruhinya utk pindah dari kejaksaan adalah karna gaji di lembaga tempat dia bekerja skrg jauh lebih besar yaitu sekitar 3x lipat dari gaji pns golongan 3a di kejaksaan atau lebih besar dari pada gaji kajari,padahal masa kerjanya baru nol bulan
ema // Mei 30, 2009 pada 11:03 pm |
REMUNERASI POLISI GAGAL,JANGAN SALAHKAN POLISI TETAP MENJADI BAJINGAN,KARENA PEMIMPIN PEMIMPIN INDONESIA JUGA SEMUA,SAMA BAJINGANNYA!!!
EMA // Mei 30, 2009 pada 11:09 pm |
BERMARTABATLAH SEDIKIT WAHAI PEMIMPIN-PEMINPIN INDONESIA,HARGAILAH BANGSAMU,JANGAN PAKSA BANGSAMU MENJADI BAJINGAN!!!!!!
rijal // Mei 31, 2009 pada 11:21 pm |
memang benar nasip pns di kejaksaan tidak diperhatikan pemerintah
Endro(Pemerhati Nasib Pegawai) // Juni 2, 2009 pada 9:04 am |
Renumerasi? Tunggu saja pasti turun!!!!!Sedang dipikirkan kok…..
DEWI // Juni 16, 2009 pada 10:53 am |
remunerasi hanya fata morgana bagi jaksa, dibumbui terus biar tetap menghayal dan jadi jaksa pemimpi, buat kebutuhan hidup aja gaji ga cukup karena dipotong bank (abis minjam buat beli laptop dan motor) , apalagi jaksa-2 cowok yang istrinya ibu RT, pasti kleler mikirin uang, gimana ga’ minjam ama Bank operasional jaksa butuh laptop dan kalo pergi sidang pake motor, susah minjam kendaraan kantor, gmn ga motor kantor ada cm 1 (satu) yang butuh banyak. gmana mau punya rumah atau mobil pasti gw ga bisa terima gaji karena udh dipotong semua.
pengen jaualan aja kalo gini terus, mending jual cabe di daerah bisa keliling dan ga mikirin di eksaminasi serta ga hrs stres mikirin limit waktu.
laris-laris cabe ku laris.
noname // Juli 20, 2009 pada 8:28 pm |
Pegawai kejaksaan ga usah mimpi dpt renumerasi.
Ntar kl bos2 di kejagung mo memperhatikan pegawai2 kecil, baru boleh berharap.
emul // Agustus 10, 2009 pada 8:12 pm |
Remuneresasi yang kita harapkan sebagai pegawai bawahan, selalu ditunggu tunggu ,apa benar akan terjadi,kalau benar duitnya siapa ?……… ah aku kurang yakin kalau hanya mimpi …menambah pedih saja nasib Pegawai rendahan…. mau keluar …susah cari kerja , ah.. terima aja lah nasib………….. mau cari tokek aja deh ada yang mau beli mahal..buat bayar utang bank.
arthemia // September 29, 2009 pada 1:44 pm |
ga srius nih ky’nya yg ngurus… dijanjiin mulu… ayo dong..kalo iya iya..kl enggak ya enggak gt lo…
kalo nggak jadi…jgan biarin pns2 nih mimpi terus..hentikan, sampe disini aja koar -koarnya.
kalo jadi…alhamdullillah amin…
tp dilema jg ding…. kerjaan cm gini2 aja masa mo dikasi renumerasi… dosa mah yg ade… rakyat kasian… nanggung hidup kite…
kalo misalnye cair…kerjaan ditambah juge aja… setuju ane dah ..
Dzalim // Oktober 3, 2009 pada 9:05 pm |
Sabar… y… sabar… sudah dari dulu negara ini salah urus…. dan sudah dari dulu pemimpin negara kita dzalim. mending kita terima nasib kita sambil berdoa semoga 5 tahun ke depan di 2014 sudah rampung reformasi birokrasi, dengan berharap pemimpin yang ada tidak menjadi pemimpin se-umur hidup kembali..
FUCK OFF // Oktober 12, 2009 pada 12:31 pm |
REMUNETAI JANGAN BERPIKIR WAHAI PNS KEJAKSAAN MENDAPATKAN REMUNERASI ITU HANYA ANGIN SURGAAA DARI PIMPINAN KITA YANG TERCINTA JALANI SAJA HIDUPMU PERCAYALAH TUHAN PASTI MEMBERIKAN RIZKI YANG TERBAIK BUAT KITA
tuti // Oktober 13, 2009 pada 8:55 pm |
jangan pikir renumerasi pikir saja caranya dapat peresan yang banyak, toh sama-sama dapat untuk bayar cicilan dab…………..
ndoro jekso pidsus diy // Oktober 13, 2009 pada 8:57 pm |
memang kejaksaan ditakdirin mereees trs ………… jd gak usah mikir renumersi ***********
ndoro jekso jogja // Oktober 13, 2009 pada 9:01 pm |
renumerasi ? gak lah wong kata DPR biar ada temen yg diajak suap menyuap ——————-
yg penting bersihin dulu tuch lt 6 dari KKN jabatan