Buletin Bisnis

Konsumsi Gas Naik 5,3% Per Tahun

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memprediksi konsumsi gas domestik pada periode 2007 hingga 2010 akan tumbuh rata-rata 5,3% per tahun.
Tingkat pertumbuhan pada periode tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan konsumsi gas hingga 2020 sebesar 3,5% per tahun. ”Kenaikan konsumsi ini disebabkan harga bahan bakar minyak yang mahal karena subsidinya terus dikurangi, ” papar Kepala Dinas Pengembangan Pasar Minyak dan Gas Bumi BP Migas Fathor Rahman di Jakarta,kemarin. Dia menjelaskan, konsumsi gas tetap tinggi lantaran konsumsi gas untuk listrik meningkat tajam pada periode 2006- –2010, untuk mengatasi kekurangan listrik dan mendorong subtitusi BBM ke gas.

Selain itu, kebutuhan gas untuk industri pun naik dari 1,1 miliar kaki kubik per hari (cubic feet per day/- CFD) menjadi 2,7 miliar CFD. Meski terjadi peningkatan lebih tinggi dari biasanya, Fathor yakin kebutuhan itu akan dapat dipenuhi. Sebab, jelas dia, melalui pengelolaan gas saat ini yang tidak lagi bertumpu pada satu badan usaha, pertumbuhan pasokan diperkirakan mencukupi. Fathor memaparkan, ada sejumlah potensi pasokan gas yang akan didapat pada 2010–2020. Menurut dia,ada enam lapangan gas yang memiliki cadangan relatif besar, yaitu di Selat Makassar (laut dalam),Tangguh Papua, Cepu, Masela, Suban 3, serta Natuna D-Alpha.

Namun, beberapa cadangan itu memerlukan investasi yang relatif tinggi dan lokasinya jauh dari pusat permintaan. ”Konsekuensinya, harga gas di sisi pemakai akhir akan naik,”tuturnya. Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi berpendapat sebaliknya. Menurut dia, kenaikan konsumsi gas domestik sebesar 5,3% itu sulit dipenuhi selama pengelolaan sektor migas Indonesia belum diperbaiki. ”Pemerintah tidak akan sanggup. Selama manajemen migas belum diperbaiki, kebutuhan itu sulit dipenuhi,” tegas Kurtubi kemarin. Kurtubi menjelaskan, saat ini saja banyak industri dalam negeri seperti pabrik pupuk, semen, dan keramik yang tutup dipicu oleh kesalahan dalam pengelolaan gas dalam negeri.Kebutuhan gas domestik, kata dia, cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, lanjut dia,pemerintah melalui BP Migas tetap menjual gas ke luar negeri, bahkan dengan harga yang sangat murah. Dia mencontohkan gas dari proyek Tangguh Papua yang dijual ke China dengan harga USD3,5 per juta british thermal unit (BTU). ”Ini kan sangat merugikan negara,”tandasnya. Karena itu, Kurtubi meminta manajemen migas segera diperbaiki untuk dapat mengantisipasi kebutuhan energi di masa mendatang. Pemerintah, kata dia,perlu segera mengkaji kebijakannya di bidang ini.

Seputar Indonesia

Kategori: Mineral & Energi

Membuat Roti Di Rumah

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

BILA roti awalnya dikenal sebagai makanan hidangan Eropa, kini masyarakat Indonesia akrab dengan sajian dari tepung, baik yang tawar maupun manis ini. Tren roti yang kini sedang digandrungi adalah Asian bread.

Keistimewaannya terletak pada toping atau isi roti yang tidak lagi berada di dalam, melainkan bisa divariasikan di atas roti. Penampilannya segera menggoda selera orang yang melihatnya. Haryanto Makmoer,seorang baking consultant, yang sering berkeliling daerah dan mondar- mandir di berbagai negara Asia mengatakan, sesuai namanya Asian bread ini berasal dari negara Asia yaitu Taiwan. ”Tetapi, jenis roti ini juga sebenarnya ditiru oleh orang Taiwan dari roti di Jepang,” ujar Haryanto Makmoer pada Cooking With Style yang diadakan Detikfood di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia mengungkapkan rasa senangnya mengikuti perkembangan minat orang Indonesia terhadap roti.

Kini, roti menjadi makanan yang melengkapi gaya hidup untuk berbagai kalangan. ”Beberapa tahun lalu, orang sempat ragu untuk membuat roti dengan harga yang mahal. Ternyata, peminatnya banyak. Hanya, saya lihat kini pasar untuk tren Asian bread ini sudah mulai jenuh. Produsen harus menampilkan inovasi baru lebih baik lagi,” papar Haryanto. Dia menuturkan, sebenarnya tidak sulit membuat roti di rumah. Salah satu kesulitan yang biasanya dialami adalah waktu yang lama dan proses yang panjang. Karena itu, diperlukan konsistensi dalam membuat roti. ”Yang penting, saat mengaduk adonan sampai kalis sehingga bisa mengembang dengan baik.

Untuk isi atau toping pada roti bisa dikreasikan sesuai selera,” pesan Haryanto. Selain itu, dalam acara yang digelar untuk merayakan enam tahun ”Cooking With Style Detikfood”,hadir juga Hadi Tuwendi, seorang pakar kue dan cake yang menjadi baking consultant. Pada kesempatan ini, Hadi menampilkan kue potong kuno yang kini kembali menjadi tren. Resep pertama yang dibawakan Hadi adalah lapis surabaya marmer. Sekilas, penampilan dan rasa cakeini hampir sama dengan lapis surabaya yang sudah terkenal. ”Memang, lapis surabaya marmer ini memiliki rasa dan penampilan yang hampir sama karena masih satu family.

Kemudian kami kreasikan agar terlihat lebih cantik dengan motif marmer, bukan hanya cokelat di bagian tengahnya,” kata Hadi. Selain itu, Hadi juga menampilkan resep soes bolu gulung isi yang tak kalah nikmat. Soes yang asin yang digulung bahan bolu nan gurih menjadi perpaduan yang nikmat. ”Jika Anda tidak ingin menggunakan rhumbakar pada saat membuat soes ini,maka dapat menggantinya dengan vanila. Sekitar satu sendok teh vanila cukup untuk satu adonan,”sebutnya. Haryanto Makmoer dan Hadi Tuwendi pun membagikan resep andalannya untuk Anda coba di rumah.Membuat roti dan cake sendiri menjadi tidak mustahil bukan? Selamat Mencoba!

Seputar Indonesia

Kategori: Gaya Hidup

Mendesain Roof Garden

September 6, 2007 · 1 Komentar

MENIKMATI keindahan taman tak harus di bagian depan, samping, maupun di belakang hunian. Lantai atas hunian pun bisa disulap jadi taman asri.

Taman di lantai atas lazim disebut roof garden, biasanya dibuat untuk menyiasati keterbatasan ruang di bagian dasar hunian. Terlebih pembangunan di kota metropolitan berorientasi kepada pembangunan vertikal. Mendesain taman di lantai atas sebuah hunian prinsipnya hampir sama dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Namun, skala medianya agak lebih besar karena berkaitan dengan bangunan yang ada. ”Meskipun konsepnya sama, pengaplikasiannya tidak sesimpel menanam pohon dalam pot,” ingat arsitek lanskap Imannuel Purba.

Adapun yang perlu diperhatikan adalah sistem aliran air di lantai atas tersebut.Apakah sudah ada atau belum. Kalau belum ada, terlebih dulu harus dipersiapkan. Lantas, airnya akan mengalir ke mana.Jangan sampai terjadi genangan air yang pada akhirnya dapat membuat rembesan atau bocor ke lantai bangunan. Iman menyarankan, dasar lantai yang akan dijadikan taman terlebih dulu dilapisi dengan lapisan waterproof. Selanjutnya baru di atas lapisan tadi diisi tanah yang akan menjadi media untuk menanam berbagai tanaman. Tujuan pelapisan waterproof tadi supaya air dari tanah tadi tidak tembus masuk ke lapisan beton atau dak lantai atas.

Karena itu lantai tersebut terhindar dari rembesan dan kebocoran. Adapun ketinggian tanah yang diperlukan di lokasi tadi sangat bergantung dengan jenis tanaman yang akan ditanam itu sendiri. Bila tanamannya cukup besar,maka membutuhkan tanah yang lebih tinggi. Bila tanamannya ukuran kecil, maka ketinggian tanah bisa diminimalkan. Khusus untuk taman atap yang difungsikan untuk taman estetika, Baginda Simatupang punya alternatif pengganti media tanam selain tanah.Roof garden seyogianya tidak lagi menggunakan media tanah. Karena itu tanah punya beban masa yang besar dan berat. Lebih baik memilih media yang lebih ringan.

Tujuannya supaya dak lantai atas tidak menahan beban terlalu besar. ”Di samping berat masanya juga berkaitan dengan aspek perawatan taman. Kalau menggunakan media tanah, ketika harus disiram,maka saluran endapannya akan menjadi berwarna cokelat dan dapat membuat kotor lantai atas,”katanya. Anggota Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) menjelaskan, media tanam tanah bisa digantikan dengan humus,kompos, batu-batuan apung, sabut kelapa atau ijuk yang diberikan lapisan sedikit lapisan pasir di atasnya.Karena dibuat di lantai atas yang bebas dari naungan apa pun dan mendapatkan sinar matahari lebih, penguapan lebih cepat terjadi.

Dengan kondisi seperti tadi bila menggunakan media tanam berupa tanah, maka dapat menyerap dan meneruskan panas. Jadi bila bagian di atasnya panas, maka menjadi ikut panas. Berbeda halnya dengan media alternatif seperti ijuk atau kompos tadi. Media ini berfungsi menyimpang dari kebiasaan tanah. Sebagian dari media alternatif itu dapat menahan panas sehingga tidak terjadi penguapan.

Media Indonesia

Kategori: Gaya Hidup

Merpati targetkan angkut 3,97 juta penumpang

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Merpati Nusantara Airlines mentargetkan mengangkut sedikitnya 3,96 juta penumpang dengan tingkat isian penumpang (load factor) sebesar 82% tahun ini.

Dirut Merpati Hotasi Nababan mengatakan berdasarkan pertumbuhan penumpang sebesar 12% per tahun dan gairah pasar yang positif. Merpati meraih 7% pangsa pasar domestik dan proyeksi tahun ini 38,5 juta, maka perusahaannya mentargetkan jumlah penumpang pada 2007 sebanyak 3,96 juta.

“Industri angkutan udara nasional tumbuh 12% per tahun. Melalui peningkatan kinerja dan penambahan armada, kami optimistis pada 2007 ini Merpati bisa meraih 3,96 juta penumpang,” ujar Hotasi Nababan hari ini pada acara syukuran Ulang Tahun ke-45 Merpati.

Rencananya pada acara ini juga ditandatangani nota kesepahaman antara Merpati dengan PT Dirgantara Indonesia dalam pengadaan sedikitnya 10 unit pesawat Cassa 212 seri 400, namun acara itu dibatalkan. “Kami mencari waktu yang tepat dan khusus untuk acara tersebut,” ujar Hotasi.

Merpati saat ini memiliki 32 unit armada pesawat dengan rincian 15 pesawat jet dan 17 pesawat komuter yang berfungsi sebagai feeder pesawat jet. Total penerbangan kini mencapai 164 frekuensi setiap harinya. Pola rute terbang Merpati lebih mengarah ke wilayah timur karena 77% dari rute yang diterbangi merupakan wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, Papua.

Bisnis Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Honda gandeng Kidzania promosi edukasi otomotif

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Honda Prospect Motor (HPM) kian gencar mengkampanyekan edukasi di bidang otomotif sejak dini dengan menjalin kerja sama dengan arena bermain anak-anak Kidzania.

Dalam perjanjian kerja sama ini, HPM menjadi sponsor yang mengisi salah satu paviliun Kidzania. Paviliun HPM terdiri dari sebuah diler mobil Honda berukuran mini yakni 57,2 m2 yang dilengkapi berbagai fasilitas, sekolah mengemudi, driving street, dan delapan unit mobil Honda Jazz dan CR-V berukuran mini yang dapat dikendaraai anak-anak.

Selain itu, HPM juga membangun fasilitas trek yang menyerupai jalan raya yang dilengkapi rambu-rambu lalu lintas, lampu lalu lintas, stasiun SPBU, bengkel, hingga car wash.

“Melalui berbagai fasilitas dan program yang telah disiapkan Honda di Kidzania, anak-anak tidak hanya dikenalkan sejak dini pada dunia otomotif, namun juga belajar berinteraksi dan komunikasi dengan orang lain dalam suasana yang kreatif, mandiri, dan kompetitif,” ujar Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Manager HPM, di sela-sela penandatanganan kerja sama, hari ini.

Menurut Jonfis, keterlibatan HPM dalam arena yang berlokasi di Pacific Place Shopping Mall SCBD ini dilatari kepedulian ATPM tersebut terhadap dunia pendidikan anak-anak, khususnya edukasi bidang otomotif.

“Saat ini pengenalan sejak dini mengenai dunia otomotif sangat minim, sehingga anak-anak bahkan orang dewasa tidak mengenal teknologi otomotif secara baik,” katanya.

Dalam arena Kidzania, tutur dia, anak-anak diperkenalkan teknologi kendaraan Honda. Pasalnya, paviliun Honda dilengkapi fasilitas komputer layar sentuh yang mampu merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak-anak untuk mendesain sendiri model Honda Jazz.

Bisnis Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

KAI undang 5 konsultan keuangan untuk proyek Rp3,5 triliun

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Kereta Api Indonesia telah mengundang lima konsultan keuangan untuk menyiapkan skema pendanaan proyek pembangunan rel kereta api sepanjang 316 km yang menelan biaya Rp3,5 triliun di Sumatera Selatan.

Lima perusahaan yang diundang adalah PT JP Morgan Securities Indonesia, KPMG, Deloitte Touche and Tohmatsu, Ernst & Young, dan Price Waterhouse Coopers untuk tender konsultan keuangan.

Direktur Utama KAI Ronny Wahyudi mengatakan perseroan akan menggelar upaya pencarian dana pada tahun depan.

“Pekan depan kami sudah meminta mereka memasukkan proposal untuk menyiapkan skema pendanaan,” ujarnya siang ini.

KAI dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk telah menyepakati proposal pembangunan jalur kereta api yang menelan biaya sebesar Rp3,5 triliun.

Pembangunan rel KA ini untuk peningkatan kapasitas pengangkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan dan ke Kertapati, Sumatra Bagian Selatan sekaligus memperpendek jalur yang semula sepanjang 416 km menjadi sekitar 316 km.

Langkah ini akan diikuti dengan upaya KAI untuk mencari pendanaan dalam bentuk penerbitan obligasi sebesar minimal Rp500 miliar pada tahun depan.

KAI akan membentuk perusahaan patungan dengan PTBA. Komposisi sahamnya telah disepakati mayoritas milik KAI, minimal saham kami sebesar 70% sedangkan sisanya milik PTBA.

Bisnis Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Nilai kerja sama ESDM RI-Rusia US$5,5 miliar

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan nilai kerja sama sektor ESDM antara RI dan Rusia mencapai US$5,5 miliar.

Nilai investasi itu berasal dari kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk. dan United Company RusAL senilai US$4 miliar dan PT Pertamina (Persero) dan LukOil US$1,5 miliar.

Kerja sama antara Antam dan RusAL meliputi proyek pengembangan bauksit menjadi alumina senilai US$1,5 miliat dan US$2,5 miliar sisanya untuk proyek pengembangan alumina menjadi metal alumina, termasuk pembangunan pembangkit listriknya.

“Bila keseluruhan proyek [Antam-RusAL] utuh berjalan dengan baik nanti mencapai US$4 miliar,” katanya hari ini.

Kerja sama Pertamina-LukOil meliputi rencana eksplorasi di empat laut dalam, tiga di antaranya milik Pertamina, di kawasan Timur Indonesia. Selain itu, terdapat kerja sama joint study antara keduanya untuk pengembangan lapangan minyak laut dalam.

“Sebagian daerah itu memang sudah menjadi milik Pertamina. Nilai kerjasama ini mencapai US$1,5 miliar,” katanya.

Penandatanganan proyek tersebut akan dilakukan sore nanti dalam forum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang disaksikan oleh Presiden SBY dan Presiden Vladimir Putin.

Bisnis Indonesia

Kategori: Mineral & Energi

BI Rate dipertahankan karena pasar masih rentan

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengungkapkan bank sentral mempertahankan BI Rate pada level 8,25% mengingat pasar dalam negeri masih rentan terhadap gejolak pasar global.

Dia juga mengaku agak sulit memprediksikan kapan suku bunga akan digerakkan kembali. “Agak sulit. Kalau kami lihat misalnya masih terjadi kerentanan seperti itu, dan itu akan berpengaruh pada pasar kita di dalam negeri,” jelasnya, seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Rusia Vladimir V. Putin, di Istana Merdeka, hari ini.

Sulitnya memprediksikan pasar, ujarnya, terlihat dari nilai saham dan? Rupiah yang dibuka sedikit melemah, kemarin pagi. Terkait hal itu, tambahnya, BI akan tetap menyesuaikan kebijakan menetapkan BI rate berdasarkan perkembangan pasar global.

“Saya pikir BI rate harus tetap bertahan. Untuk sementara pada 8,25%,” jelasnya.

Namun, dia menambahkan di dalam negeri, stabilitas moneter masih terjaga, target inflasi masih sesuai dengan target. Dia optimis kondisi ini masih berlangsung sampai tahun depan. “Kami masih amat optimis dari dalam negeri target inflasi dan stabilitas moneter masih terjaga,” jelasnya.

Stabilitas moneter dalam negeri itu, menurut Burhanuddin tetap menghadapkan Indonesia pada prospek stabilitas jangka menengah panjang. Perkembangan pasar global, tambahnya lagi, juga masih menyesuiakan diri.

Saat ini, paparnya, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, sehingga harga-harga kebutuhan di dalam negeri stabil.

Mengenai adanya kemungkinan Bi dihadapkan pada kebijakan menaikan suku bunga, dia mengatakan perhitungan akan dilakukan dari waktu ke waktu. BI rate saat ini, menurutnya, merupakan angka yang paling ideal.

Bisnis Indonesia

Kategori: Keuangan & Perbankan

Gus Ipul geser Sunarsip di BRI

September 6, 2007 · 1 Komentar

Menyusul penunjukan Syaifullah Yusuf sebagai komisaris PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, kini giliran Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal yang ditunjuk menjadi komisaris PT Danareksa.

Menneg BUMN Sofyan A. Djalil menilai wajar penunjukan Dino mengingat yang bersangkutan mempunyai kapasitas.

“Semua orang yang diangkat menjadi direksi dan komisaris karena mempunyai kompetensi. Dino mempunyai kemampuan untuk menjadi komisaris Danareksa, dia adalah ahli dalam bidang diplomasi dan yang bersangkutan tahu Danareksa mempunyai program yang bagus,” ujarnya siang ini.

Dino terlihat hadir sebelum upacara pelantikan jajaran direksi BUMN dimulai. Namun, yang bersangkutan hanya terlihat sebentar dan terlihat buru-buru meninggalkan lokasi. Dia juga menuturkan penjelasanh senada soal masuknya Syaifullah Yusuf ke BRI.

“BRI mempunyai kompetensi kredit dalam sektor usaha mikro kecil dan menengah. Gus Ipul masuk ke BRI untuk memberikan nilai tambah bagi BRI, jangan berpikir menjadi komisaris bank harus bankir semua.” Mantan Meneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu menggantikan Sunarsip.

Bisnis Indonesia

Kategori: Keuangan & Perbankan

Penjualan LG Ditargetkan Naik 600 Persen

September 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) menargetkan penjualan telepon seluler (ponsel) naik hingga 600 persen sampai akhir 2007 dibandingkan tahun lalu.

General Manager Sales dan Marketing LGEIN, Andre Tanudjaja, mengatakan hingga saat ini total penjualan ponsel LG naik hingga 400 persen dari tahun lalu.

Dari total penjualan itu, kata dia, 30 persennya berasal dari penjualan fashion ponsel LGEIN. Sisanya berasal dari penjualan ponsel kelas menengah ke bawah dengan harga murah.

Fashion ponsel adalah ponsel khusus yang diproduksi LGEIN sebagai produk fashion masyarakat kelas atas.

Tempo Interaktif

Kategori: Telekomunikasi & IT