Buletin Bisnis

JARINGAN REL BANDARA KUALA NAMU MULAI DIBANGUN

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Kereta Api (Persero) Divre I Sumatera Utara berencana membangun jaringan rel KA dari stasiun Aras Kabu menuju Bandara Kuala Namu sepanjang 3,5 km pada awal November 2007.

Pengerjaan jaringan rel tersebut dilaksanakan setelah pemrop Sumut melalui Dinas Perhubungan selesai melakukan pembebasan lahan yang digunakan pada akhir September ini,・kata Kepala PT Kereta Api Divre I Sumut Drs Mulianta Sinulinga MsTr didampingi Kepala Humas H Suhendro Budisantoso SSos kepada wartawan di sela-sela acara HUT ke-62 PT KA di Medan, baru-baru ini.


           
Direncanakan dalam waktu tiga bulan jaringan rel tersebut sudah selesai dan kereta api barang akan digunakan untuk mengangkut alat-alat berat yang dipergunakan dalam pembangunan Bandara Kuala Namu.

Sebelumnya pada Selasa (5/9) lalu dalam pertemuan yang difasilitasi Menteri BUMN dan dihadiri Kepala BPN Pusat, pihaknya bertemu dengan walikota Medan untuk membicarakan kerjasama pembangunan Terminal City Check In yang yang akan dibangun di jalan Jawa Medan.

Dalam pertemuan ini, Menteri BUMN Sofyan Djalil meminta agar dibuat Bisnis Plan untuk terminal City Check In yang juga akan mengatur pembagian saham antara PT KA, Pemko Medan dan investor.

Saat ini konsultan masih menyiapkan rancangan Terminal City Check In, dan kami harap akan segera terwujud terminal kereta api terpadu yang pertama di Indonesia,・kata Mulianta.

Untuk fasilitas kereta yang digunakan pada jalur Bandara Kuala Namu, pihaknya menyiapkan kereta khusus KRD yang memiliki dua sisi kepala sehingga lebih mudah untuk operasional jarak pendek.

Kita berharap kereta api bandara telah beroperasi bersamaan dengan beroperasinya Bandara Kuala Namu,・katanya seraya menambahkan saat ini pihaknya terus melakukan konsolidasi yang ditujukan untuk penyehatan kondisi perusahaan dan mensejahterakan karyawan.

Program utama yang dilakukan adalah pembenahan berbagai prasarana, sarana, sumber daya manusia dan gangguan eksternal yang ditujukan untuk pencapaian nihil kecelakaan pada operasional kereta api.

Pogram 2008 nantinya pihaknya akan mengembalikan semua standar operasional kereta api melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

Selain angkutan penumpang, PT KA juga memprioritaskan pengangkutan barang, seperti CPO, BBM dan pupuk. Pada 2006, kereta api mengangkut 520 ribu ton CPO sementara hingga Agustus 2007 sudah terangkut 420 ton dari target 600 ribu ton.

Pada 2008, kami menargetkan 720 ribu ton CPO dan hingga 2014 kami menargetkan pengangkutan CPO mencapai 2,5 juta ton dari potensi yang ada 4 juta ton,・ujarnya.

Kominfo

Kategori: Otomotif & Transportasi

PEMBEKUAN REKENING KORUPTOR DI SWISS SUDAH DIPERPANJANG

September 10, 2007 · 1 Komentar

Pihak berwenang Swiss sudah memperpanjang satu hingga dua tahun pembekuan dana rekening milik dua warga Indonesia yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, yakni mantan Direktur Utama Bank Mandiri ECW Neloe dan mantan Dirut Bank Global Irawan Salim.

Direktur Perjanjian Politik Keamanan dan Kewilayahan Departemen Luar Negeri (Deplu) Arif Havas Oegroseno di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (10/9), mengatakan peraturan perundang-undangan di Swiss mengenai rekening milik warga asing sangat ketat, dan harus dibuktikan bahwa uang itu memang bersih.

 Jika ditemukan ada dugaan uang itu merupakan hasil tindak pidana atau kejahatan lainnya, maka pihak berwenang akan segera membekukan dana itu, serta menghubungi pemerintah yang bersangkuta meskipun belum ada perjanjian ekstadisi atau Mutual Legal Asisten (MLA) antar kedua negara.

Kalau Swiss sudah cukup maju, sehingga tidak perlu ada perjanjian, namun bisa atas dasar hubungan baik atau melalui konvensi,・kata Havas.

Menurutnya, pihak Swiss hingga kini hanya meminta pihak Indonesia melalui Kejakgung untuk menyerahkan bukti adanya dakwaan kasus pencucian uang (money laundering) terhadap pemilik rekening yang dibekukan itu, tanpa ada keputusan hukum terlebih dahulu cukup bukti ada proses hukumnya.

Ia juga mengatakan, perpanjangan pembekuan rekening milik Neloe dan Irawan ini dilakukan Swiss sejak satu bulan lalu, setelah pihak Deplu dan Kejakgung melalui tim terpadu pencari tersangka dan terpidana korupsi pimpinan Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin menemui pihak berwenang Swiss.

Havas yang datang ke Kejakgung bermaksud menemui Dirdik JAM Pidsus, M Salim, mengaku perpanjangan itu dilakukan karena pembekuan rekening milik Irawan berisi Rp500 miliar dan Neloe sebesar 5,2 juta dolar AS yang dilakukan sejak September 2005 oleh tim terpadu ini sudah habis.

Pada Jumat (7/9), Ketua tim terpadu, Muchtar Arifin, mengatakan pihaknya kini sedang berupaya membuktikan bahwa uang yang tersimpan di rekening milik Irawan dan Neloe di Swiss adalah berasal dari kejahatan.

Pihak Indonesia menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Swiss dalam penelusuran aset yang berkaitan dengan tindak pidana di Indonesia, jika memang tidak memerlukan adanya perjanjian resmi antar kedua pemerintah sebab hanya akan mempersulit proses penegakkan hukum.

Pihak Swiss melalui hakim penyidik di Genewa, Jean Bernard, di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu dalam sebuah acara konvensi anti korupsi sedunia menawarkan kerjasama penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana di Indonesia melalui hubungan baik antara Indonesia dan Swiss.

Kominfo

Kategori: Berita Utama (1)

PT DI Akan Bayar Pesangon

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Penyelesaian terhadap putusan pailit PT Dirgantara Indonesia mulai terbuka. PT DI akan membayar pesangon sebesar Rp 40 miliar yang diambil dari dana internal perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan PT DI. Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (9/9).Menurut Kalla, kepastian ini diperoleh saat menerima manajemen PT DI di Bandar Udara Husein Sastra Negara, Bandung, Jawa Barat, sesaat sebelum dirinya bertolak ke Makassar. Dalam pertemuan singkat itu, manajemen PT DI menyampaikan kesepakatan antara mantan karyawan dengan pihak manajemen dan pemerintah. Mantan karyawan PT DI sepakat berdamai dan mencabut gugatannya.

Seperti diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan gugatan pailit sekitar 1.500 mantan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan PT DI pada 4 September silam. Namun putusan tersebut ditentang pemerintah sebab perusahaan sebenarnya mampu melunasi kewajiban pesangon. Pembayaran tersendat karena pembahasan jumlah utang pembayaran pesangon masih berlangsung.

PT DI pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Perusahaan ini sendiri tengah menyelesaikan sejumlah unit pesawat. Proyek itu termasuk pembuatan berbagai komponen pesawat pesanan Airbus, Boeing dan Cassa. PT DI juga menerima order perawatan beberapa pesawat komersial maskapai dalam negeri.

Liputan 6

Kategori: Berita Utama (1)

Hiasan Hewan nan Indah dari Limbah Kaleng

September 10, 2007 · & Komentar

Ide memulai sebuah usaha bisa datang dari suatu ketidaksengajaan. Inilah yang dialami Kusnodin, warga Ngadirejo, Magelang, Jawa Tengah. Pria ini membuka usaha kerajinan berbahan kaleng bekas berawal dari ulah tikus pada 1986.Namun siapa sangka, ulah tikus yang merusak kaleng-kaleng justru berbuah ide untuk menghasilkan Rupiah. Limbah kaleng oli, biskuit, atau tiner disulap menjadi berbagai bentuk hewan. Bahan pendukungnya juga tidak sulit diperoleh. Biasanya Kusnodin hanya membutuhkan kayu untuk membentuk badan, besi berlapis plastik untuk bagian kaki, dan jepitan dari fiber glass.

Tapi ternyata untuk membuat bentuk-bentuk unik itu harus melewati proses yang cukup rumit. Sebelum dipotong, kaleng dicuci terlebih dahulu menggunakan minyak atau tiner. Kemudian dibentuk lembaran selebar empat sentimeter. Lalu lembaran kaleng dibuat serpihan alias dirajang dan dipelintir. Proses selanjutnya tergantung pada bentuk yang diinginkan.

Saking rumitnya, Kusnodin harus membagi para pekerjanya ke dalam beberapa bagian tugas. Ada yang merajang, memelintir kaleng, merakit bulu serta bodi, mengecat, dan sebagainya. Langkah itu diterapkan lantaran membutuhkan banyak orang serta ketelitian yang tinggi. Namun dengan cara itu, kesempurnaan produk bisa tercipta lewat tangan-tangan kreatif Kusnodin dan para pekerjanya.

Liputan 6

Kategori: Gaya Hidup

Angka Penjualan Mobil Menurun

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Penjual kendaraan bermotor dengan sistem kredit mulai merasakan dampak peraturan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal tarif premi asuransi kendaraan yang berlaku sejak Juni silam. Angka penjualan mobil secara kredit mulai menurun hingga 50 persen. Berdasarkan pantauan SCTV belum lama ini, penurunan terjadi terutama untuk kategori mobil dengan harga di bawah Rp 150 juta.Namun, pihak asuransi menilai kenaikan tarif premi dapat mencegah praktik perang harga yang terjadi selama ini. Sebelumnya, tarif premi asuransi mobil rata-rata sebesar tiga persen dari total nilai pertanggungan atau harga semua jenis kategori kendaraan.

Dengan peraturan baru Menkeu, mobil berharga hingga Rp 150 juta dikenai tarif premi 4,36 persen. Sedangkan kategori harga Rp 151 juta hingga Rp 300 juta sebesar 3,92 persen. Sementara kategori harga Rp 301 juta sampai Rp 500 juta sebesar 3,48 persen.

Liputan 6

Kategori: Otomotif & Transportasi

PKS: Mega, Gus Dur, Amien Sudah Tak Laku di Pasaran

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menjelang digelarnya Pemilu 2009, wacana pencalonan Presiden mulai dibuka. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghendaki calon Presiden yang berusia 50-an tahun, bukan 60 tahun ke atas.

“Calon di atas umur 60 tahun berat untuk dipasarkan, seperti ibu Mega, Gus Dur, dan Amien. Nama-nama itu sudah berat!” kata Presiden PKS Tifatul Sembiring, di Kantor DPP Pusat PKS, Jalan Mampang Prapatan Raya No 98, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2007).

Menurut Tifatul, tokoh-tokoh lama yang sudah berumur lebih dari 60 tahun hendaknya digantikan dengan tokoh yang lebih muda, yang masih berumur 50-an tahun.

Tifatul pun menyebut beberapa tokoh usia 50-an yang berpeluang maju dalam bursa pencalonan Presiden 2009. Diantaranya, mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Tapi bukan berarti PKS calonkan nama-nama itu ya,” timpalnya.

Sebab, menurutnya, jika calon-calon usia 50-an tersebut tidak mau mencalonkan diri, maka Ketua Dewan Pembina Partai demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan kembali melenggang.

“Kalau umumr 50-an tersebut tidak berani mencalonkan maka SBY akan melenggang lagi, sebab sampai saat ini popularitas SBY masih 48 persen,” ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung kemungkinan dirinya maju sebagai calon Presiden, Tifatul hanya berujar singkat, “Yang pasti dalam PKS, tidak lagi orang mengaju-ajukan diri jadi presiden,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, bahwa sesuai dengan rapat Majelis Syuro PKS tahun 2004, PKS akan mencalonkan Presiden atau wakil presiden jika mencapai suara 20 persen pada pemilu legislatif.  “Tapi sampai saat ini kita masih menunggu terlebih dahulu,” tutupnya.

Seputar Indonesia

Kategori: Berita Utama (1)

Restrukturisasi Garuda Lambat

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Restrukturisasi utang PT Garuda Indonesia (Garuda) dinilai berjalan lambat.Padahal, restrukturisasi diperlukan untuk mendukung privatisasi perseroan.Menurut aturan, harus ada restrukturisasi, baru bisa privatisasi,” ujar anggota Komisi VI DPR Hasto Kristianto di Jakarta,kemarin. Menurutnya, ketentuan yang dimaksud adalah Undang- Undang No 19/2003 tentang BUMN. UU itu menyebutkan bahwa privatisasi dapat dilakukan setelah restrukturisasi struktural perusahaan BUMN diselesaikan oleh departemen teknis. Kemudian, perusahaan yang akan diprivatisasi sebelumnya wajib merestrukturisasi korporasi, mulai dari sisi sumber daya manusia sampai finansial. ”Kita tidak bosan-bosan mengingatkan langkah-langkah ini kepada Kementerian Negara BUMN, tapi mereka tidak pernah tanggap,” tutur Hasto.

Dia khawatir, jika kondisinya dibiarkan seperti ini, Garuda akan kehilangan daya tarik. Garuda akan kalah bersaing dengan perusahaan penerbangan swasta. Di sisi lain, menurutnya, Komisi VI DPR mendorong agar Garuda melepas anak-anak perusahaannya yang tidak terkait langsung dengan bisnis inti perusahaan.Tujuannya, terang Hasto,untuk mengurangi beban finansial perusahaan. ”Misalnya bisnis rumah sakit, lalu katering, seharusnya di-spin off (dilepas) saja supaya tidak jadi beban,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Restrukturisasi Garuda Sahala Lumban Gaol yang dihubungi kemarin enggan berkomentar terkait perkembangan restrukturisasi utang perusahaan ini.

”Nanti besok saja,” ujar Sahala yang juga Komisaris Garuda ini. Seperti diberitakan SINDO, manajemen Garuda berunding dengan pihak Airbus pekan ini. Garuda meminta agar produsen pesawat asal Eropa tersebut membantu Garuda dalam bernegosiasi dengan kreditor terbesar Garuda,European Export Credit Agency (ECA). Masalah utang Garuda ini bermula pada 1989. Garuda mempunyai kontrak dengan Airbus untuk membeli sembilan pesawat. Dari sembilan itu, enam pesawat telah didatangkan dan tiga sisanya belum. Dana yang digunakan untuk membayar Airbus itu berasal dari utang ECA sebesar USD463 juta.

Dalam pertemuan dengan Airbus, Garuda juga akan membahas kelanjutan tiga pesawat yang belum datang karena Garuda telah membayar uang muka sebesar USD2,3 juta ke Airbus. Sesmeneg BUMN Said Didu mengatakan, pihak Garuda sudah berunding dengan Airbus terkait restrukturisasi utang pada minggu lalu. Namun, dia mengaku belum mengetahui hasil yang dicapai dari pertemuan tersebut.”Saya belum tahu bagaimana hasilnya, tapi nanti akan sya tanya ke manajemen,” kata dia. Dia menuturkan, masalah dalam restrukturisasi Garuda dan ECA adalah ECA meminta agar pemerintah ikut menjamin utang perseroan. Saat ini, lanjut Said, masalah jaminan pemerintah itu masih dalam tahap pembahasan dengan Menteri Keuangan.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi

Pelaku Pasar Restui Nama BEI

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Para pelaku pasar menyetujui Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi nama baru bursa hasil merger dan berharap tujuan penggabungan itu bisa terwujud.”Harus ada sebuah pesan dibalik nama tersebut,jangan hanya sekadar nama, tetapi tentu ada pesan yang dibawa,”ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja ketika dihubungi SINDO, kemarin. Lily mengatakan, pesan yang ingin dibawa BEI adalah bahwa di Indonesia hanya ada satu bursa.Walaupun nama Bursa Efek Jakarta (JSX) sudah sangat terkenal di dunia, Lily mengaku tidak masalah jika nama bursa diganti. Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana mewujudkan tujuan merger bursa yang diwakili nama baru tersebut.

”Jadi, nama tersebut bukan untuk keren-kerenan saja, ada message yang ingin disampaikan bahwa ke depan bursa akan lebih besar lagi. Kalau tujuan itu tidak bisa diimplementasikan, sia-sia saja kedua bursa itu digabungkan,” tegasnya.Tujuan meningkatkan daya saing sehingga menyejajarkan Bursa Efek Indonesia dengan bursa dunia lainnya harus bisa dilaksanakan oleh manajemen. Lily optimistis tujuan itu bisa dicapai melalui dukungan dan kerja keras semua pihak. Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto juga mengaku dapat menerima jika nama BEI menjadi nama resmi bursa pascamerger.

”Walaupun (tadinya) saya mendukung JSX tetap menjadi icon bursa pascamerger, saya tidak kecewa. Itu hal yang wajar,”katanya.Menurut Airlangga, yang terpenting adalah setelah merger nantinya BEI bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi emiten dan meningkatkan likuiditas di pasar. Pekerjaan pertama yang penting bagi bursa baru, kata dia,adalah menyatukan budaya perusahaan yang berbeda,menjaga integritas pasar, dan mendorong supaya investor domestik bisa bertambah. ”Ini pekerjaan yang mereka harus lakukan,” tuturnya. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISI) ND Murdani. Menurut dia,jika nama BEI yang ditetapkan, maka pemerintah harus konsisten untuk tidak menciptakan bursa baru ke depan.

”Kalau pakai nama Indonesia berarti tidak boleh nanti ada misalnya Bursa Efek Medan atau yang lainnya.Pemerintah harus konsisten dalam hal ini,” tegasnya. Murdani berharap, bursa baru nanti bisa menjadi lebih kuat dan lebih besar serta memiliki banyak manfaat bagi emiten. Hal ini, kata dia, menjadi tantangan bagi BEI.”Kalau dirasakan banyak manfaatnya, emiten akan tertarik untuk listing, dan jika emiten banyak, investor lokal pun akan bertambah banyak,”cetusnya. Pekan ini, otoritas bursa baru akan mengumumkan nama resmi bursa yang akan digunakan pascamerger.Namun, berdasarkan penuturan para pelaku pasar modal, Presiden telah merestui nama bursa baru tersebut Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam- LK) mengatakan, setelah penggabungan,ketujuh direksi dari kedua bursa masih akan tetap menjabat selama masa transisi. Namun, Fuad tidak memastikan berapa lama masa transisi tersebut. ”Masa transisinya belum kami tentukan. Masih akan dibahas,” katanya. Dia menambahkan, setelah secara legal kedua bursa bergabung, yang akan menjadi entitas yang bertahan adalah BEJ.

Seputar Indonesia

Kategori: Tak Berkategori

PLTU Pelabuhan Ratu Dibangun

September 10, 2007 · & Komentar

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pelabuhan Ratu berkapasitas 3×350 megawatt (MW) yang merupakan bagian program percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW mulai dibangun.Pembangunan PLTU itu akan dilakukan konsorsium Shanghai Electric Group Corp Ltd dan PT Maxima Infrastruktur sebagai pemenang tender. ”Pemancangan tiang pertama pembangunannya akan dilakukan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di lokasi pembangkit, di Desa Citarik, Kec Palabuhan Ratu,Kab Sukabumi, Jawa Barat,Senin (10/9),” ungkap Kepala Humas PLN Ario Subijoko di Jakarta, kemarin Ario mengatakan,pembangkit akan disalurkan ke transmisi 150 kV sistem Jawa-Bali melalui Gardu Induk (GI) Cibadak Baru dan GI Lembur Situ.

”PLTU ini juga akan dimanfaatkan menambah daya listrik Kota Pelabuhan Ratu dan sekitarnya melalui saluran distribusi 20 kV,”paparnya. Pembangunan pembangkit itu menelan biaya investasi USD566,9 juta dan Rp2,2 triliun. Sebanyak 85% dari dana investasi itu bersumber dari kredit pemasok. Kemudian, 15% sisa kebutuhan dana diperoleh dari PLN yang bersumber antara lain dari obligasi global dan kredit ekspor. Konsorsium diharuskan menyelesaikan pembangunan pembangkit unit pertama dalam waktu 30 bulan, unit kedua 33 bulan, dan unit ketiga 36 bulan sejak penandatanganan kontrak. ”Pembangkit unit pertama diharapkan sudah dapat beroperasi pada Februari 2010,” kata Ario.

Dia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pasokan batu baranya, PLN telah menandatangani kontrak pembelian batu bara untuk delapan PLTU 10.000 MW, termasuk Pelabuhan Ratu dengan total volume 15.240.000 ton per tahun. TujuhPLTUlainnya adalahSuralaya Baru 1x 625 MW, Labuan 1×315 MW, PLTU Indramayu 1×330 MW, Paiton Baru 1×660 MW, Teluk Naga 1×315 MW, Pacitan 2×315 MW, dan Rembang 2×315 MW.

Seputar Indonesia

Kategori: Mineral & Energi

Honda Targetkan 50% Pasar

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Astra Honda Motor (AHM) menargetkan penjualan hingga akhir 2007 mencapai 2,2–2,4 juta unit, setara dengan penguasaan 48–50% pasar sepeda motor nasional .”Target itu bisa saja tercapai seiring dengan planning kami yang akan meluncurkan produk baru di semester II tahun ini. Target ini juga akan ditopang dengan kondisi pasar yang terus meningkat,” ujar Direktur Pemasaran AHM Johannes Loman saat peluncuran New Supra X 125 di Bandung,baru-baru ini. Loman optimistis pada semester II 2007 penjualan AHM akan meningkat dengan diluncurkannya beragam jenis sepeda motor baru,baik di segmen Fit,Supra, maupun skutik Vario yang rencananya diluncurkan pertengahan September 2007.

Dia memperkirakan,penjualan AHM akan meningkat sekitar 10–20% pada periode tersebut karena permintaan yang meningkat secara musiman mengiringi hari raya keagamaan. Menurut Loman, pencapaian target itu juga akan sangat tergantung kepada hasil penjualan masing-masing varian. Dia mencontohkan,untuk jenis sepeda motor 125 cc, ditargetkan bisa menguasai 50% dari total pasar sepeda motor di kelas itu, atau dengan target penjualan 75.000 unit per bulan. AHM menargetkan penjualan New Supra X 125 sebesar 75.000 unit per bulan.

Sebelumnya, penjualan Supra X 125 hanya mencapai 50.000–55.000 unit per bulan Sementara itu,untuk jenis Fit X,pihaknya menargetkan mampu menjual 50.000 unit per bulan dan untuk Revo mampu terjual 80.000 unit per bulan. Namun, imbuh dia, untuk Revo, saat ini penjualan baru mencapai angka 75.000 unit per bulan. Loman menjelaskan,varianvarian baru tersebut dikeluarkan selain untuk memanfaatkan peningkatan daya beli masyarakat yang mendorong konsumen membeli sepeda motor secara rasional sesuai dengan fungsi,juga memenuhi kebutuhan masyarakat secara emosional.

Varian-varian baru itu menurutnya akan semakin memperkuat pasar Honda. ”Semakin tinggi pendapatan masyarakat,konsumen yang melakukan pembelian secara emosional semakin banyak dan yang rasional semakin mengecil, walaupun akan tetap ada,”jelasnya. AHM memperluas variasi sepeda motor produksinya, terutama di segmen mesin 125 cc yang pasarnya kecil, tetapi nilainya cukup besar. ”Kami mengharapkan, dengan mengeluarkan berbagai produk baru ini, target penjualan sebesar 2,2 juta sampai 2,4 juta unit tahun ini bisa tercapai,” ujarnya. Dia mengatakan,pada Agustus 2007 lalu,total penjualan AHM telah mencapai sekitar 205.000 unit.

Namun, karena masih ada sisa stok, berdasarkan data AISI yang tercatat hanya sekitar 187.000 unit. Di tempat yang sama, Executive Vice President AHM Siswanto Prawiroatmodjo mengatakan, untuk mendukung target tersebut,perusahaan melakukan penambahan investasi yang nilainya cukup signifikan. Namun, Siswanto enggan menyebut jumlah investasi yang telah dikeluarkan. ”Yang jelas,tambahan investasi kami sejalan dengan adanya model dan teknologi baru yang dikembangkan AHM,”kata dia. Dia menambahkan, saat ini AHM memiliki kapasitas produksi sebesar 2,6–2,7 juta unit. Namun, dari segi ketersediaan lahan dan bangunan pabrik, perusahaan menurut dia mampu meningkatkan memproduksi hingga 3 juta unit jika dilakukan penambahan peralatan baru.

Seputar Indonesia

Kategori: Otomotif & Transportasi