Buletin Bisnis

Indonesia terbitkan SBSN senilai Rp 4.699 triliun

Agustus 27, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemerintah Indonesia Selasa 26 Agustus 2008 untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 4.699 triliun dalam dua seri yakni IFR (Ijarah Fixed Rate) 0001 dan 0002.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto (08/26) mengungkapkan dalam lelang perdana ini partisipasi investor domestik lebih besar ketimbang investor asing.

Menurut Rahmat, dana yang didapat dari penerbitan IJR 0001 sebesar Rp 2.714 triliun dengan nilai yield tertinggi sebesar 11,8 persen dan untuk IJR 0002 senilai Rp 1.985 triliun dengan nilai yield tertinggi sebesar 11,95 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa dalam penerbitan sukuk negara perdana kebanyakan dibeli oleh dibeli oleh investor lembaga keuangan konvensional atau non-syariah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai besarnya pembelian sukuk negara oleh investor non-syariah menunjukan para investor tidak melihat pada jenis obligasinya tapi murni memperhitungkan imbal hasilnya.

Pembeli terbesar dua seri SBSN perdana, baik seri IFR ( Ijarah Fixed Rate) 001 maupun IFR002 antara lain dari asuransi (29,8 persen), perbankan konvensional (27,01 persen), lembaga keuangan lain (24,16 persen), perbankan syariah (9,66 persen), dana pensiun (4,77 persen), reksadana (2,45 persen) dan yayasan 2,08 persen.

Kategori: Keuangan & Perbankan