Buletin Bisnis

Mulai 15 September 2008, Fuel Surcharge Garuda Turun 10 Persen

September 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia berencana menurunkan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik mulai 15 September 2008 sebesar 10 persen.

Penurunan fuel surcharge merupakan dampak dari turunnya harga avtur yang dibeli dari Pertamina sebesar 14,8 persen.

Pujobroto VP corporate secretary mengungkapkan penurunan fuel surcharge akan dilakukan secara bertahap, untuk pertama kalinya pada 15 September dan penurunan selanjutnya menunggu pengumuman harga avtur dari Pertamina pada 1 Oktober 2008.

Lebih lanjut, Pujobroto menjelaskan sebagai dampak dari rencana penurunan fuel surcharge maka setiap pembelian tiket Garuda rute domestik yang dibeli mulai tanggal 15 September otomatis akan mendapat potongan fuel surcharge sebesar 10 persen.

Saat ini, Garuda Indonesia memberlakukan biaya tambahan bahan bakar untuk rute domestik dengan komposisi sebagai berikut:

Penerbangan di bawah 1 jam sebesar Rp 270 ribu, lebih dari 1 jam hingga 2 jam Rp 340 ribu, lebih dari 2 jam hingga 3 jam Rp 410 ribu, lebih dari 3 jam hingga 4 jam Rp 480 ribu dan lebih dari 5 jam Rp 530 ribu.

Kategori: Otomotif & Transportasi

Sharp Rayakan Produksi CRT TV yang ke-10 juta unit

September 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), Kamis 11 September 2008, merayakan produksi televisi CRT yang ke 10 juta unit yang dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Duta Besar Jepang di Indonesia Shiojiri Kojiro.

Fumihiro Irie Presiden Direktur PT SEID mengungkapkan untuk kedepannya Sharp akan kembangkan berbagai produk TV dengan ciri khas dan cocok dengan pasar Indonesia.

Sementara Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shiojiri Kojiro dalam kata sambutannya mengungkapkan sangat bangga karena Sharp Indonesia, yang merupakan perusahaan Jepang, dengan lini produksi TVnya telah mempunyai peran yang penting yakni menyediakan media untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi masyarakat umum.

Lebih lanjut, Duta Besar berharap semoga PT Sharp Electronics bisa terus berkembang dan dapat menjadi jembatan hubungan Indonesia-Jepang.

Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengungkapkan bahwa Sharp dengan produksi barang-barang elektroniknya telah berperan penting dalam mengembangkan industri elektronika dan komponen di Indonesia dan merupakan contoh yang baik dari perusahaan yang telah memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Selanjutnya Irie menjelaskan bahwa penjualan produk tv, yang terdiri dari CRT dan LCD, pada tahun 2007 memberi kontribusi sekitar 40 persen penjualan SEID.

Sedangkan untuk tahun 2008, SEID menargetkan total penjualan sebesar Rp3,8 triliun dan sekitar 40 persen atau Rp1,52 triliun berasal dari produk tv.

Untuk pangsa pasar, pada 2008 SEID menargetkan menguasai sekitar 30 persen pasar tv di Indonesia yang diproyeksikan sebesar 4,5 juta unit.

Asisten GM Audio Video SEID Herdiana Anita mengungkapkan untuk produk tv CRT, SEID rencananya masih akan terus memproduksi karena permintaannya masih cukup besar.

Menurut Herdiana, sampai akhir tahun 2008 SEID akan memproduksi 1,5 juta unit tv CRT dengan target pangsa pasar sekitar 30 persen dan untuk tahun 2009, target pasarnya diharapkan meningkat menjadi 32 persen.

Saat ini, kapasitas produksi TV perbulan di Pabrik SEID mencapai 130.000 unit dengan jumlah karyawan sebanyak 700 orang.

Bisnis Sharp di Indonesia mulai pada tahun 1970, melalui distributornya PT Yasonta dengan menjual televisi hitam putih dan selanjutnya pada tahun 1975 Sharp mengeluarkan televisi berwarna pertama di Indonesia.

Pada tahun 2005, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) didirikan dan memproduksi berbagai alat elektronik rumah tangga dan saat ini produksi utamanya antara lain TV, kulkas dan mesin cuci.

Kategori: Berita Utama