Buletin Bisnis

Aliansi Politik LDP (Editorial Asahi Shimbun 25 September 2008)

September 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Berturut-turut setelah pemilihan ketua umum Partai Demokrat Liberal (LDP/Jiminto) dan Partai Demokrat Jepang (DPJ/Minshuto),Komeito Baru yang merupakan sekutu koalisi partai yang berkuasa juga telah menyelenggarakan konvensi untuk memilih ketua partai dan memilih kembali Ota Akihiro sebagai pemimpin utama. Partai yang merupakan mitra junior LDP ini, sekarang diposisikan untuk bersiap menghadapi pemilihan umum untuk majelis rendah yang tampaknya akan dilaksankan pada musim gugur tahun ini.

Segera setelah Ota dikonfirmasi untuk posisi ketua umum, Ota langsung berunding dengan Ketua Umum LDP yang baru, Aso Taro dan membuat perjanjian yang menyatakan Komeito Baru tetap sebagai mitra koalisi LDP.

Saat ini, suasana pemilihan umum tingkat majelis rendah sudah mulai terasa, semangat yang besar sudah tampak pada mitra koalisi LDP yakni Komeito Baru yang didukung sepenuhnya oleh Soka Gakkai, asosiasi agama Buddha.

Hal ini dapat dipahami, mengingat keengganan Komeito Baru terhadap Fukuda Yasuo yang memasukkan rencana pemotongan pajak yang berlaku flat dalam paket kebijakan ekonomi komprehensif yang diajukan pada masa akhir kepemimpinannya sebagai perdana menteri.

Selain itu, komunitas politik Nagata-Cho (Distrik yang merupakan Pusat Politik Jepang) memandang Komeito Baru sebagai kekuatan yang secara efektif menentukan saat pembubaran Diet dan penggantian perdana menteri.

Komeito Baru telah melewati jalan yang panjang sejak para disiden mempertanyakan tujuan tetap tinggal di kelompok yang berkuasa dan mengkritik pemimpin partai karena patuh pada garis kebijakan LDP.

Pada Oktober 1999, Komeito Baru bersama LDP dan Partai Liberal (Jiyuto), yang sudah tidak aktif lagi, membentuk koalisi pemerintahan. kemudian yang disebut belakangan, dipimpin oleh Ozawa Ichiro, akhirnya meninggalkan koalisi namun aliansi LDP dan Komeito Baru tetap berjalan dan saat ini sudah memasuki tahun yang ke-10.

Pada tahun ini, Komeito Baru menghadapi sejumlah penghinaan seperti dipaksa untuk menyetujui pengiriman personil Pasukan Bela Diri ke Irak meskipun ada oposisi yang kuat dari Soka Gakkai dan berulang kali mendapat tamparan di muka karena kunjungan resmi Perdana Menteri Koizumi Junichiro yang berulang kali ke Kuil Yasukuni. Meskipun demikian, Juga suatu kenyataan bahwa Komeito Baru sukses dalam melaksanakan berbagai prakarsa yang terkait dengan kesejahteraan rakyat, isu yang merupakan daya tarik utama partai ini, seperti menaikkan mutu tunjangan anak.

Saat ini, kebanyakan anggota parlemen dari LDP pada prakteknya berhutang kursi mereka di Diet pada dukungan kampanye dari Komeito Baru dan Soka Gakkai dan sebaliknya Kerjasama LDP memungkinkan Komeito Baru untuk menduduki 8 kursi melalui pemilihan langsung.

Mengingat hubungan memberi dan menerima ini, tidak ada alasan bagi Komeito Baru untuk melakukan perubahan dan ini sebenarnya pandangan mayoritas di dalam partai. Akan tetapi, Komeito Baru perlu untuk meluaskan pandangannya.

Dengan DPJ (Minshuto), partai oposisi no 1 yang mendapatkan kekuatan, pemilihan umum yang akan datang akan menjadi pertarungan antara dua partai besar Jepang, titik kulminasi dua dekade reformasi politik di Jepang. Komeito Baru harus bekerja keras dalam pemilihan umum ini dengan slogan pemerintahan yang bersih.

Menghadapi pemilihan majelis rendah sebagai mitra junior LDP, Komeito Baru mempunyai kewajiban kepada para pemilihnya untuk menjawab pertanyaan berikut, Bisakah partai tetap didalam koalisi dan tetap membersihkan kolusi antara kelompok bisnis-birokrat dan politisi yang sudah mencapai tingkat yang akut serta pemborosan keuangan dan administrasi yang sangat besar sebagai akumulasi dari masa kekuasaan LDP yang begitu lama?

Jika Ota percaya partainya bisa melakukan hal itu dengan berkolaborasi dengan partai LDP dibawah kepemimpinan Aso, Ota harus menjelaskan alasannya.

Penjelasan yang disampaikan dalam perjanjian koalisi antara kedua partai tidak mengindikasikan keputusan baru bagi Komeito Baru.

Semakin dekat pertarungan antara LDP dan DPJ, semakin besar pula peluang Komeito Baru sebagai partai politik terbesar ketiga untuk mempengaruhi keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan Jepang. Namun Komeito Baru tidak akan pernah mampu memanfaatkan tanggung jawabnya bila hanya terus menimbang pro dan kontra terkait hubungan memberi dan menerima dengan LDP.

Kategori: Berita Utama (1)

Ujian untuk Apa? (Editorial The Japan Times 25 September 2008)

September 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kementrian Pendidikan telah mengumumkan hasil tes mengenai pendidikan yang dilakukan diseluruh Jepang untuk siswa kelas 6 sekolah dasar dan kelas 3 sekolah menengah pertama pada bulan April.

Untuk kali ini, persentase jawaban yang benar, 8 sampai 16 poin lebih rendah dibanding April 2007, dimana untuk pertamakalinya dalam 43 tahun tes serupa dilaksanakan.

Pihak Kementrian Pendidikan mengungkapkan tujuan utama tes ialah untuk mengukur kemampuan akademis masing-masing anak dan untuk membantu guru memperbaiki metode pengajaran bagi para murid.

Namun hasil tes menunjukan para murid hanya sekedar memberikan jawaban benar atau salah sehingga tes tidak memperlihatkan bagaimana mereka memahami jawaban.

Bagaimana mungkin para guru menggunakan tes seperti itu untuk memperbaiki panduan bagi para murid? Para guru mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing murid melalui aktivitas kelas harian.

Satu hal yang dapat diketahui para guru dari hasil tes yang dilaksanakan secara nasional bahwa nilai tes para murid berbeda baik untuk rata-rata nasional dan ditingkat prefektur serta ditingkat kota.

Jika nilai para murid lebih rendah dari angka rata-rata, maka para orang tua dan pejabat kota akan memberikan tekanan kepada para guru untuk meningkatkan nilai. tapi jika peningkatan nilai pada ujian nasional menjadi tujuan pendidikan maka itu berarti tujuan utama pendidikan telah dibelokkan.

Para guru dan pejabat di bidang pendidikan akan sibuk memikirkan upaya untuk melaksanakan rencana perbaikan nilai tes.

Bahkan panel Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk penghapusan penghamburan uang pajak juga meminta dihapuskannya tes pendidikan yang dilakukan secara nasional ini, karena biayanya untuk tahun 2008 sebesar 5.8 milyar yen. Uang ini seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki bidang pendidikan dengan cara yang lebih baik.

Hasil tes menunjukan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah prestasinya cenderung buruk.

Hal ini menggaris bawahi perlunya tindakan pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu untuk menjamin mereka dapat bersaing dilevel yang sama dengan temannya yang berasal dari kalangan berada.

Menolong mereka yang beriko tertinggal juga berarti menyokong peningkatan kualitas pendidikan secara umum.

Kategori: Berita Utama (1)