Perawatan Kesehatan untuk Lanjut Usia (Editorial Asahi Shimbun 27 September)

Bukanlah hal yang tidak masuk akal bagi pemerintah untuk merevisi kebijakan-kebijakan yang kurang populer bagi publik sebelum dilaksanakannya pemilihan umum.

Namun usulan untuk meninjau kembali program asuransi perawatan kesehatan yang tidak populer bagi orang yang berusia 75 tahun dan lebih diajukan dengan sangat tiba-tiba dan banyak berisikan poin-poin yang tidak jelas.

Pada minggu yang lalu, Masuzoe Yoichi Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan menyatakan akan menghentikan praktek yang menetapkan pada usia 75 tahun merupakan usia wajib bagi pemotongan wajibpremium asuransi dari orang-orang yang dilindungi asuransi tunjangan pensiun.

Menurut Masuzoe, sistem yang berlaku saat ini tidak didukung masyarakat dan dampaknya kementrian akan menghapus sistem yang baru diperkenalkan.

Pada saat kampanye pemilihan ketua umum Partai Liberal Demokrat, Aso Taro yang memenangkan pertarungan dan kemudian menjadi perdana menteri mendukung usulan Masuzoe. Menurut Aso, Sistem tersebut patut dipertanyakan karena memberikan perawatan secara seragam berdasarkan kelompok usia, Oleh karenanya hal tersebut perlu ditinjau kembali secara tegas.

Meskipun demikian, anggota koalisi yang memerintah, yang memberikan penekanan pada keunggulan dan pentingnya sistem, menyuarakan penolakan dan menyatakan tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan untuk menjelaskan usulan ini ke pada para pemilih.

Kementrian kesehatan juga bersikap untuk tetap memelihara sistem yang sudah berjalan.

Namun pada akhirnya, LDP dan mitra koalisi junior Komeito Baru hanya dapat menjelaskan bahwa mereka akan mempertimbangkan perasaan para lanjut usia dan memperbaiki sistem.

Segera setelah pelantikan Kabinet Aso, dibentuk panel untuk membahas peninjauan kembali sistem yang dibuat dibawah pengawasan langsung Menteri Kesehatan. Akan tetapi, dibutuhkan waktu satu tahun sebelum panel memutuskan apakah sistem yang ada dirubah seluruhnya atau hanya dimodifikasi saja.

Dalam situasi seperti itu, tidak ada jalan lain bagi Masyarakat Jepang untuk memahami pendirian dasar pemerintah dan koalisi yang berkuasa mengenai rencana mereka tentang program asuransi perawatan kesehatan bagi para lanjut usia.

Mungkin apa yang mereka inginkan, bahkan jika partai oposisi mengkritik sistem ini pada pemilihan majelis rendah yang akan datang, koalisi yang berkuasa dapat mencegah hal tersebut menjadi isu utama dengan menyatakan sistem akan di tinjau kembali.

Namun pemerintah dan koalisi yang berkuasa tidak berjanji akan merubah sistem secara drastis, jadi nanti mereka dapat menyatakan bahwa mereka tidak terikat dengan janji-janji kampanye seperti itu.

Ketika oposisi menyerahkan rancangan undang-undang untuk menghapus sistem, pemerintah dan partai yang berkuasa menganggap hal tersebut sebagai kurang bertanggung jawab karena tidak menyampaikan kerangka kerja untuk sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama. kritik yang sama seharusnya juga disampaikan ke pemerintah dan koalisi yang berkuasa kali ini.

Dengan menurunnya tingkat kelahiran dan semakin meningkatnya jumlah orang yang berusia lanjut, diperlukan tindakan untuk mencegah pemaksaan beban yang berat kepada generasi yang lebih muda.

Tujuan dari sistem yang berlaku saat ini ialah menghindari situasi seperti itu dengan menggunakan pajak dari setengah pengeluaran dan warga senior juga harus membayar premium asuransi. Namun banyak orang yang berusia lanjut takut mereka tidak akan bisa menerima layanan kesehatan yang memadai.

Partai Demokrat Jepang (Minshuto), partai oposisi utama, mengusulkan untuk memberikan penjelasan program asuransi perawatan kesehatan publik yang terintegrasi yang akan mencakup semua orang tanpa memandang usia dan jabatan.

Meskipun demikian, kecuali jika pendapatan pekerja mandiri dapat secara akurat diperkirakan, beban tidak akan dibagi secara adil dengan pekerja kantor. selain itu juga tidak ada kejelasan seberapa besar pendapatan pajak yang akan diperlukan?

Dengan menurunnya jumlah populasi orang muda, bagaimana Jepang dapat memelihar sistem dan membagi beban? partai yang berkuasa dan oposisi seharusnya menyampaikan pandangannya terkait poin ini kepada mayarakat dan tidak menghindari diskusi tentang perlunya pembagian beban.

Seharusnya sistem kemanan sosial bukanlah hal untuk dipermainkan.

About these ads

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: