Buletin Bisnis

Masukan dari Februari 2009

Dubes Jepang Shiojiri Saksikan Film Pintu Terlarang

Februari 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Duta Besar Jepang Shiojiri Kojiro hari Senin malam menghadiri pemutaran film thriller psikologi Pintu Terlarang di Blitz Megaplex Grand Indonesia.

Seusai menonton, Dubes Shiojiri menyatakan terkesan dengan film Pintu Terlarang yang menurutnya menyampaikan pesan yang kuat tentang isu penyiksaan anak.

Lebih lanjut Dubes Shiojiri menjelaskan bahwa dirinya menonton film Indonesia sebagai upaya untuk memahami aspek kehidupan di negeri ini.

Selain itu, melalui film ini Dubes Shiojiri bisa melihat semangat generasi muda Indonesia untuk membuat film yang berkualitas.

Menurut Dubes, ini merupakan film Indonesia yang pertama ditontonnya.

Menurut sumber di Kedutaan Besar Jepang, Duta Besar Jepang menghadiri pemutaran film Pintu Terlarang karena diundang oleh Luki Wanandi, suami dari produser Sheila Timothy dan juga anak dari Sofjan Wanandi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Pemutaran film Senin malam juga dihadiri oleh para pemain film Pintu Terlarang antara lain Fachry Albar dan Marsha Timothy serta produser Sheila Timothy.

Menurut Sheila, tema penyiksaan anak diangkat karena di Indonesia banyak terjadi kasus tersebut, namun kepedulian di kalangan masyarakat belum ada.

Dan melalui fim ini, berusaha meningkatkan kepedulian terhadap isu penyiksaan anak dengan memberikan kesan yang kuat, sehingga orang ketika pulang setelah menonton film ini akan tetap ingat.

Selain itu, film ini juga menyampaikan pesan bahwa kekerasan hanya akan menghasilkan kekerasan yang lain.

Pintu Terlarang diangkat dari novel berjudul sama karya Sekar Ayu Asmara yang terbit tahun 2004.

Kategori: Berita Utama

BI Turunkan Suku Bunga Acuan menjadi 8.25%

Februari 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin untuk bulan Februari 2009 menjadi 8.25 persen dari sebelumnya 8.75 persen.

Miranda Goeltom Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia hari Selasa (02.04) menyatakan alasan BI kembali menurunkan suku bunga acuan karena melihat perekonomian dunia saat ini turun jauh lebih cepat dari yang diperkirakan dan gambaran inflasi Indonesia ke depan juga diperkirakan lebih kecil.

Untuk itu, diperlukan penurunan suku bunga untuk membantu mendorong perekonomian danmemberikan keyakinan kepada pasar bahwa BI memahami kebijakan yang diperlukan dalam situasi seperti ini.

Menurut Miranda, kalau bulan depan masih menunjukkan tanda-tanda inflasi semakin berkurang dan perekonomian dunia masih belum pasti, masih terbuka ruang bagi penurunan suku bunga acuan.

Menanggapi penurunan suku bunga acuan BI menjadi 8.25 persen Hendri Saparini Direktur Pelaksana Econit Advisory Group menyatakan penurunan BI rate, dipastikan hanya memberikan sentimen positif dan bersifat sementara.

Menurut Hendri, agar optimal maka penurunan BI rate harus diimbangi kebijakan fiskal untuk sektor industri.

Sementara terkait dengan industri perbankan, Miranda lebih lanjut menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan BI diharapkan akan mendorong industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

Komentar dari salah seorang praktisi perbankan yang dikutip situs berita yang ada di Jakarta memperkirakan sektor perbankan akan segera menurunkan bunga kredit, setelah BI kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 8.25 persen.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan juga berdampak pada pengurangan biaya dana perbankan, yang selama ini sangat membebani operasional perbankan.

Dengan pengurangan biaya ini maka perbankan dapat menyalurkan kredit kepada masyarakat luas sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan.

Kategori: Berita Utama