Duta Besar Jepang Shiojiri Kojiro hari Senin malam menghadiri pemutaran film thriller psikologi Pintu Terlarang di Blitz Megaplex Grand Indonesia.
Seusai menonton, Dubes Shiojiri menyatakan terkesan dengan film Pintu Terlarang yang menurutnya menyampaikan pesan yang kuat tentang isu penyiksaan anak.
Lebih lanjut Dubes Shiojiri menjelaskan bahwa dirinya menonton film Indonesia sebagai upaya untuk memahami aspek kehidupan di negeri ini.
Selain itu, melalui film ini Dubes Shiojiri bisa melihat semangat generasi muda Indonesia untuk membuat film yang berkualitas.
Menurut Dubes, ini merupakan film Indonesia yang pertama ditontonnya.
Menurut sumber di Kedutaan Besar Jepang, Duta Besar Jepang menghadiri pemutaran film Pintu Terlarang karena diundang oleh Luki Wanandi, suami dari produser Sheila Timothy dan juga anak dari Sofjan Wanandi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Pemutaran film Senin malam juga dihadiri oleh para pemain film Pintu Terlarang antara lain Fachry Albar dan Marsha Timothy serta produser Sheila Timothy.
Menurut Sheila, tema penyiksaan anak diangkat karena di Indonesia banyak terjadi kasus tersebut, namun kepedulian di kalangan masyarakat belum ada.
Dan melalui fim ini, berusaha meningkatkan kepedulian terhadap isu penyiksaan anak dengan memberikan kesan yang kuat, sehingga orang ketika pulang setelah menonton film ini akan tetap ingat.
Selain itu, film ini juga menyampaikan pesan bahwa kekerasan hanya akan menghasilkan kekerasan yang lain.
Pintu Terlarang diangkat dari novel berjudul sama karya Sekar Ayu Asmara yang terbit tahun 2004.