Sabuk Jepang Penambah Gaya

OBI, sabuk Jepang kian populer saja di kalangan pencinta fesyen. Bila Anda kreatif, obi sederhana pun bisa mempermanis penampilan Anda.

Banyak cara untuk tampil gaya. Selain pemilihan model busana yang tepat, aksesori busana juga tak kalah pentingnya.Untuk tampil fashionable, tak harus memakai aksesori berlebihan. Cukup dengan aksesori busana sederhana, Anda pun bisa tampil beda. Obi, misalnya. Sabuk khas Jepang ini ternyata mampu memancarkan aura feminin penggunanya. Tahun ini obi masih mendapat hati di kalangan para pencinta mode. Malah, obi terlihat lebih sering dikenakan.

Lihat saja beberapa koleksi beberapa rumah mode dan desainer ternama yang kerap menampilkan busana yang dipermanis dengan obi. Obi telah menjadi sebuah tren baru aksesori yang banyak diminati kaum wanita.Sifatnya yang fleksibel membuat obi bisa dipadupadankan berbagai jenis busana, seperti dengan gaun pesta, kebaya, ataupun pakaian kerja. So, Anda pun bisa menggunakannya untuk segala suasana. Di negara asalnya, Jepang, obi awalnya digunakan untuk mengeratkan kimono.

Saat itu biasanya obi dipakai untuk menghadiri acara-acara resmi, seperti Perayaan Musim Panas ataupun Festival Kembang Api. Pada awalnya, obi dibuat dengan ukuran 4–5 meter. Obi digunakan sebagai pelengkap pakaian tidur (yukata), sebelum berganti menjadi kain khas pelengkap kimono. Mudahnya, obi adalah ikat pinggang lebar dari kain yang dikenakan sebagai pelengkap kimono,pakaian khas wanita Jepang. Kala itu, penggunaan obi disimpul ke belakang mengikat hiasan menyerupai bantal yang fungsinya sebagai penyangga badan agar pemakainya tetap terlihat tegak.

Dulu mungkin penggunaan obi dikenakan di samping atau di bagian belakang tubuh.Namun,saat ini untuk mempermanis busana, obi digunakan pada bagian depan tubuh. Bukan hanya untuk mempermanis,saat ini obi lebih sering digunakan untuk menggantikan fungsi ikat pinggang. Obi mengalami perubahan melalui ukuran ataupun bahan. Dulu, ukuran sebuah obi bisa dalam hitungan meter.Namun, saat ini, obi dengan ukuran panjang ataupun lebar bisa ditemukan.Untuk bahan,awalnya bahan obi dibedakan untuk jenis acara yang akan dihadiri.

Contohnya, untuk menghadiri pesta, wanita menggunakan obi yang terbuat dari sutra atau bahan halus lainnya, sedangkan untuk menghadiri acara-acara santai atau tidak resmi, orang lebih memilih obi dari bahan wol,katun,nilon,satin, bahkan berbahan kaus. Tidak hanya itu, saat ini obi sudah tidak lagi menjadi pasangan kimono, melainkan aksesori andalan wanita untuk membuat garis tubuh mereka terlihat lebih rendah ataupun lebih tinggi.Bukan hanya untuk menghiasi bagian pinggang wanita, inspirasi berbusana saat ini yang semakin berkembang, juga menjadikan obi sebagai scarf atau selendang leher. Ingin tampil dengan obi,Anda tak harus membeli yang sudah jadi.

Bila Anda kreatif,Anda bisa menggunakan selendang atau sabuk dari kain sebagai obi. Sabuk dari kain dengan bucklelapis kulit berwarna senada misalnya, bisa dijadikan obi. Ikat dan kreasikan sesuai bentuk busana.Kaitan kain di bucklepun bisa dibentuk dengan model pita atau ikatan konvensional. Sesuaikan dengan busana yang Anda kenakan. Pemakaian obi pun bervariasi. Anda bisa memakainya di pinggul atau di perut. Beberapa waktu lalu pemakaian obi di pinggul menjadi tren.

Namun, belakangan ini, obi sering dipasang pas di perut. Obi yang dikenakan pas di perut biasanya ukuran lebih besar ketimbang obi yang biasa dipakai di pinggul. Selain kesan feminin dan cantik, obi juga membuat pem a k a i n y a tampak lebih elegan dan rapi. Motif obi pun kiri beragam. Mulai polos, polkadot, floral, hingga motif binatang.Tinggal sesuaikan warna dan motif busana Anda. Namun hati-hati, tak semua orang cocok menggunakan obi. Desainer Elga Pahlawan mengatakan,obi tak cocok untuk wanita bertubuh besar. “Bagi wanita bertubuh besar, obi hanya akan menambah kesan besar,” ungkapnya kepada SINDO.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: