DPR Tetap Tolak Ratifikasi DCA

DPR tetap menolak meratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/ DCA) antara Pemerintah RI dan Sin g a p u r a yang telah ditandatangani 27 Januari 2007 lalu di Bali.

Wakil Ketua Komisi I DPR Hajriyanto Y Thohari mengatakan, DPR tidak akan mempertaruhkan kedaulatan dengan membiarkan negara lain mengacakacak wilayah NKRI. Menurut dia, perjanjian yang telah dibuat lebih banyak merugikan daripada keuntungan yang didapatkan.

“Ini pelajaran bagi pemerintah dan Menhan (Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono) agar tidak gegabah membuat perjanjian secara sepihak tanpa melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan DPR,”kata Hajriyanto saat dihubungi SINDO pukul 09.30 WIB,tadi pagi.

Anggota Fraksi Golkar ini tidak mempermasalahkan tuduhan Singapura yang menyatakan kebuntuan perjanjian ini disebabkan konflik di internal pemerintah dan DPR. Dia berasumsi, akan lebih baik anggapan itu muncul daripada Indonesia harus menanggung risiko yang lebih besar di masa mendatang. Hajriyanto menyebutkan, ada beberapa klausul yang dinilai sangat berpotensi mengancam kedaulatan NKRI.

Di antaranya adalah pelibatan negara ketiga dalam setiap latihan di wilayah Indonesia, serta penambahan periode latihan lebih dari yang disepakati. Sementara Indonesia, hanya mendapat kesempatan mempelajari teknologi Singapura. Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra mengecam sikap Singapura yang keras kepala terkait perjanjian kerja sama pertahanan.

Sikap Singapura yang tak mau diatur di daerah bravo dalam DCA adalah tindakan yang patut disesalkan. Sebagai peminjam, seharusya negara tersebut bersedia bicara baik-baik dengan Indonesia dan bukan melakukan penekanan. Yusron mendesak Singapura tidak arogan dengan menjadikan DCA sebagai alat tawar-menawar dengan perjanjian ekstradisi yang bertahun- tahun mereka ulur.”Apalagi menggertak masalah ratifikasi tentang perjanjian ekstradisi itu,” tandasnya.

Kemarin, Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia Ashok Kumar Mirpuri menyatakan, polemik perjanjian kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/ DCA) antara Singapura dan Indonesia disebabkan konflik yang terjadi di internal pemerintah Indonesia dengan DPR.

Menurut dia, pemerintah Indonesia belum menjalankan proses ratifikasi di tingkat internal dengan benar. Hal itulah, ujar dia, yang masih menjadi ganjalan pelaksanaan DCA. Sementara itu,Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menyayangkan sikap DPR yang dinilai terlalu arogan dengan tidak memberikan kesempatan bagi kedua negara membuat sebuah perjanjian pertahanan.

Seharusnya, kedua lembaga negara ini bisa duduk bersama secara sinergi mencari solusi penyelesaian. “Saya lebih melihat bahwa sikap arogan DPR ini untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bisa ditekan oleh pemerintah,”katanya.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

One Response to DPR Tetap Tolak Ratifikasi DCA

  1. CintaRI says:

    Tumben nih, saya setuju banget sama bapak-bapak dari DPR itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: