Demo Anti-Malaysia Memanas

Aksi unjuk rasa antara lain berlangsung di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta oleh gabungan perguruan karate se-Jakarta. Dalam pertemuan dengan Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Zain, mereka menuntut permintaan maaf Malaysia. Namun, wakil demonstran menunjukkan kekecewaannya seusai diterima Zainal Abidin. ”Tidak ada permintaan maaf yang keluar. Bahkan untuk sekadar menyenangkan kami pun tidak,” ungkap Ketua Umum Perguruan Inkado Yorris Raweyai. Gabungan perguruan karate se-Jakarta ini berencana menggelar latihan bersama di depan Kedubes Malaysia setiap pekan, sampai Pemerintah Malaysia menyatakan permohonan maaf kepada Indonesia.Unjuk rasa berlangsung pula di kota seperti Medan, Makassar, dan Surabaya.

Di Jakarta,Ketua DPR Agung Laksono berharap pemerintah tidak mengirim utusan untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada 31 Agustus. Larangan tersebut sebagai bentuk protes DPR terhadap arogansi yang ditunjukkan Pemerintah Malaysia. Agung menyesalkan sikap Menlu Malaysia Dato Seri Syed Hamid Albar yang tidak mau meminta maaf atas insiden pemukulan empat oknum polisi Malaysia terhadap Ketua Dewan Wasit Indonesia Donald Luther Kolopita. Menurut dia, pemerintah tidak boleh tinggal diam karena insiden itu melecehkan harga diri bangsa.Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan, kalau pemerintah tidak melakukan tindakan protes, kejadian itu akan terus terulang.

”Sebagai bentuk protes, kami melarang pemerintah hadir dalam peringatan kemerdekaan Malaysia. Pemerintah juga tidak boleh mengirimkan delegasi,siapa pun,ke Malaysia,” kata Agung. Menurut Agung, keengganan Pemerintah Malaysia untuk meminta maaf menunjukkan negara itu tidak berjiwa besar. Padahal, kata dia, persoalan itu akan segera selesai jika ada iktikad baik dari Pemerintah Malaysia. ”Penyelesaian masalah ini tidak hanya pendekatan hukum, pendekatan sosial pun tidak kalah pentingnya.

Akan tercipta suasana yang baik andai saja ada permintaan maaf dari pimpinan lembaga di Malaysia,” terang Agung. Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Sidharto Danusubroto mengatakan bahwa sikap DPR tersebut untuk menunjukkan harga diri bangsa Indonesia. ”Kecuali kalau Malaysia mau meminta maaf, Pemerintah Indonesia boleh hadir ke Malaysia,” jelas anggota FPDIP itu. Wakil Ketua Komisi I Yusron Ihza Mahendra mengatakan, kejadian ini menjadi momentum untuk mengkaji kembali hubungan diplomatik kedua negara. Sebab, kata dia, selama ini Indonesia selalu dirugikan.

Boikot Kirim Atlet

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menilai Pemerintah Malaysia arogan jika tidak meminta maaf kepada Indonesia. Menurut Adhyaksa, Pemerintah Malaysia tidak bisa berkilah bahwa hal itu kesalahan polisi Malaysia.”Polisi itu alat negara yang berarti kelengkapan pemerintah sendiri,”tutur Adhyaksa. Sebelumnya, Adhyaksa sudah dua kali melakukan kontak telepon langsung dengan Dubes Malaysia. Adhyaksa juga mendukung aksi boikot tim karate Indonesia yang bertanding di Malaysia. ”Jika masalah ini belum diselesaikan, kita akan boikot semua event yang diselenggarakan di Malaysia.

Kita tidak akan mengirim tim olahraga kita untuk bertanding ke Malaysia” ujarnya. Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Teguh Wardoyo kemarin memanggil Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Zain. Pemanggilan ini terkait kasus penganiayaan TKI dan pemukulan Donald. Seusai pertemuan, Zainal Abidin Zain mengatakan saat ini pihaknya telah menerima dua laporan terkait pemukulan Donald, yakni laporan pihak kepolisian dan laporan yang dibuat Donald. Berdasarkan laporan tersebut, dia menyebutkan, tempat kejadian di Nilai, Negeri Sembilan, merupakan daerah yang memiliki angka kriminalitas cukup tinggi. Kemudian, di tempat tersebut sedang diadakan turnamen karate sehingga banyak aparat kepolisian yang menjaga, termasuk yang berpakaian preman.

Kendati demikian, pihaknya juga menyayangkan polisi tersebut tidak menunjukkan kartu identitas sesuai aturan. Rencananya, pertemuan ini akan terus dievaluasi dan menunggu respons dari Pemerintah Malaysia. ”Beliau berjanji akan membawa hal ini ke Pemerintah Malaysia sehingga kita tunggu respons dari Dubes,”terang Teguh Wardoyo. Mengenai ancaman razia terhadap warga Malaysia, Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengimbau agar dihindari. ”Saya kira kita ini bangsa Indonesia yang maju dan kita jangan menentukan sikap yang seperti itu,” tandas Kapolri di Istana Negara, kemarin.

Meski demikian, Sutanto menegaskan, siapa pun orang yang secara hukum bersalah dan terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut harus dituntut secara hukum. Karena itu, saat ini kepolisian Indonesia dalam tahap menunggu proses hukum yang tengah berlangsung di Malaysia. ”Tentu kita menunggu. Jika segala bukti mendukung, nanti ke sana juga. Sekarang kan karena alat bukti masih ada segala macam,” tutur Kapolri.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: