Deptan Usul Larangan Ekspor Buah dan Inti Sawit

Departemen Pertanian mengusulkan pelarangan ekspor inti sawit (palm kernel) dan tandan buah segar. Pasalnya, saat ini sudah ada industri pengolahannya di dalam negeri.”Karena kita harapkan mereka di dalam negeri, mengapa kita ekspor kernel itu? Karena ada pengolahannya dalam negeri. Itu kalau dikenakan (PE) tinggi ya tidak apa-apa. Sebenarnya kita malah ingin menghapuskannya dari daftar barang ekspor, namun tidak bisa karena sudah ada HS-nya (harmonized tarif) di Depperdag,” kata Dirjen Perkebunan Deptan Achmad Mangga Barani di Jakarta, Kamis (30/8).

Menurut Achmad, pelarangan ekspor inti sawit ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambahnya di dalam negeri.

Saat ini pemerintah telah menaikkan pungutan ekspor (PE) berbagai produk sawit. Tetapi, penerapannya berlaku merata antara produk hulu dan hilir.

Hal itulah yang mendorong ekspor bahan baku meningkat, salah satunya inti sawit sebagai bahan baku minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO).

Achmad menambahkan, untuk bahan baku seperti inti dan tandan buah segar sawit seharusnya dilarang ekspornya. Namun, jika tidak dilarang bisa dikenai PE yang tinggi.

Ia yakin bila ini diterapkan tidak ada pengusaha yang akan keberatan. “Siapa yang mau mengekspor TBS. Biar dipasang 30%, 40%, atau 100% pun tidak ada masalahnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Achmad mengatakan pihaknya menginginkan agar pelarangan ini diwujudkan dalam bentuk penghapusan HS. Dengan begitu, otomatis barang tersebut tidak bisa lagi diekspor.

Namun, untuk itu prosesnya akan lama. Sehingga, Deptan baru mengusulkan kenikan tarif PE-nya yang sekarang hanya 10%.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depperdag Diah Maulida mengatakan belum menerima usulan soal itu. Kendati begitu, usulan seperti ini harus memerlukan kajian. Hal ini terkait dampaknya terhadap ekspor dan kesiapan industri lokal.

“Usul seperti ini kan harus dikaji dulu baru bisa diputuskan. Sebelumnya, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengusulkan kenaikan PE inti sawit.

Pasalnya, dengan PE sekarang inti sawit Indonesia mengalir deras ke luar negeri. Akibatnya, pasokan inti sawit berkurang ke industri minyak inti sawit lokal. Padahal, seharusnya nilai tambah pengolahan komoditas ini bisa dinikmati di dalam negeri.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: