Mawar Gurun Biyan Wanaatmadja

KECANTIKAN Oriental masyarakat Asia dan pesona eksotis gurun pasir menjadi inspirasi Biyan Wanaatmadja dalam koleksi terbaru 2007/2008.Biyan memang tidak pernah tanggung-tanggung dalam menampilkan koleksinya. Begitu juga dalam pagelaran kali ini. Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, berubah layaknya padang pasir yang terbentang luas di bagian panggung. Satu per satu model kemudian berjalan di balik bukit pasir.

Menghadirkan harmoni busana ringan dalam palet natural yang diperkaya detail maksimal. Tema “Desert Rose” diambil karena menurut desainer kelahiran Surabaya, 20 Oktober 1954 ini,terdapat misteri di balik gurun pasir. “Saya ingin mengungkapkan kecantikan dari gurun itu sendiri,” ujarnya, saat konferensi pers,beberapa jam sebelum pagelaran.

Karena itu, wajar bila dalam koleksinya, terdapat paduan berbagai unsur. Biyan kemudian menerjemahkan hal itu dalam suatu kesatuan detail, volume, struktur, dan komposisi proporsi yang memberi karakter baru. Meskipun pembuatannya terbilang rumit, perancang yang pernah mewakili Indonesia di ajang Asean Fashion Connection di Singapura pada 1989 ini, berhasil menyajikannya dalam bentukan busana wearable tapi tetap feminin.

Ya, Biyan selalu bisa menghadirkan nuansa cantik dalam setiap elemen rancangannya. Terlebih dengan penggarapan volume yang menghasilkan tampilan ringan,muda, tapi tetap berkesan mewah. Bentukan busana unik seperti oversized blouse, sarong skirt, dan harem pants menemani ragam tunik, coatdress, juga kimono coat yang kerap hadir di setiap rancangan anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini.

Hal itu, menurut dia, merupakan hasil persilangan antara gaya hidup masyarakat urban dan eksotisme multikultural. Lulusan Mueller & Sohn Privat Mode Schule, Duesseldorf, Jerman, ini mengeksplorasi berbagai siluet dan detail sehingga menghasilkan tampilan keseluruhan yang sangat variatif.

“Kali ini saya mencoba menggunakan gaya long coat yang berasal dari Maharaja Robe. Begitu juga dengan harem pants yang biasanya dipakai saat upacara adat,” ujarnya. Adapun untuk ragam dressnya, Biyan mengadaptasi bentukan kimono dan tunik yang menggambarkan kecantikan Oriental.

Namun, Biyan menghadirkannya dalam gaya yang lebih dinamis dengan penggunaan bahan bercitra feminin. Sebut saja tafeta jacquard, linen jacquard, light wool,silk polyamide, juga printed silk shantung yang bergantian memukau para tamu undangan dalam palet warna lembut.Selain itu,untuk kategori busana kasual, Biyan tetap menggunakan material seperti katun, baik itu fine cotton, cotton lace,maupun cotton silk. Sementara, untuk warna, Biyan memang jarang menggunakan warna agresif.

“Warna yang saya gunakan merupakan cerminan keanggunan wanita,” urainya.Karena itu,jajaran warna yang hadir terlihat sela- ras dengan latar gurun.Nuansa kecokelatan, beige, mocha, dan hitam tampil bersamaan dengan palet aristokrat seperti hijau, rose, kelabu, tembaga, dan keemasan.

Tampaknya, Biyan ingin mengeksplorasi keindahan secara detail. Karena itu, untuk detail rancangannya, pemenang best Indonesian designer pada 1988 dari Indonesia Fashion Journalist ini banyak mengaplikasikan manik-manik, kristal, juga batuan yang disematkan secara asimetris untuk memberikan efek matte & shine. Adapun aksen drapery, kerut,dan pleats hadir mempercantik busana.

Di samping aksesori tambahan layaknya ikat pinggang dari pita, aksesori ekstrabesar, dan jumbai yang terkadang hadir meramaikan koleksinya. Pemilik label Studio 133 Biyan dan (X) SML ini mengungkapkan, keseluruhan detail dan aksen yang digunakannya dimaksudkan untuk menampilkan mood adventurous, smart, dan individual.

Hal itu, ungkapnya, dikarenakan wanita masa kini telah berevolusi dalam hal mode. “Mereka semakin individual,” ujarnya. Karena itu, Biyan berharap koleksinya dapat menjadi alternatif baru di tengah pilihan yang semakin beragam.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: