PENGGUNA TOL JARAK DEKAT DIMINTA GUNAKAN JALAN ARTERI

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menganjurkan kepada masyarakat pengguna jalan tol jarak pendek untuk tidak menggunakan tol tersebut seiring dengan diberlakukannya tarif tol sistem terbuka pada ruas JORR, selain  tarifnya dinilai mahal juga mengurangi kemacetan di jalan tol.

            Berlakunya tarif tol dengan sistem terbuka, maka para pengguna jalan tol dikenakan tarif yang sama baik untuk mereka yang menempuh jarak dekat maupun jarak jauh. Oleh karena itu untuk jarak pendek seyogianya menggunakan jalan alternatif.

           Kepala BPJT Hisnu Pawenang  di Jakarta, Kamis (30/8), mengatakan jika dibandingkan pengguna tol jarak dekat 3-4 km dengan tarif Rp6.000 atau Rp1.500-Rp2.000/km maka dinilai mahal, tapi bila menggunakan tol dari ujung ke ujung JORR seperti dari Ulu Jami-Cilincing sepanjang 45 km, maka tarifnya hanya Rp135km itu justru dinilai tidak mahal.

            Bila diberlakukan sistem tertutup tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dari Ulu Jami-Cilincing bisa mencapai Rp15.000, maka tarif JORR tidak naik dan juga tidak masuk dalam rencana kenaikan tarif tol yang diberlakukan di tanah air pada awal September 2007.

            Tarif tol tersebut dianggap naik bagi pengguna tol jarak dekat, tapi bagi pengguna jarak jauh justru dinilai turun,・ujarnya.

            Mengenai kemacetan di pintu masuk tol JORR akibatnya terjadi kepanikan di pintu masuk tol tersebut, karena terjadi percakapan cukup alot antara pengguna tol dengan penjaga tol.

Selain itu juga disebabkan kurangnya sosialisasi dengan sistem baru tersebut, sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi tersebut.

            Namun demikian, diharapkan dalam beberapa hari ke depan kondisinya akan lebih lancar dari yang biasanya, karena tidak terjadi lagi transaksi di pintu keluar tol.

            Sementara itu Ahmad Muqawon, anggota Komisi V DPR RI, menghimbau kepada masyarakat agar bisa menyesuaikan diri dalam menggunakan tol, karena pengguna tol tersebut harus mengerti manfaat dan memiliki kesadaran terutama mengenai aturan-aturan yang berlaku  karena jalan tol merupakan jalan alternatif.

            Hal ini didasarkan penelitian pakar jalan, bahwa pengguna jarak jauh seperti JORR mencapai 70 persen, dan sekitar 30 persen yang menggunakan jarak pendek. Pada umumnya kendaraan umum/bus rata-rata menggunakan jarak jauh sehingga dapat membantu dengan tarif terbuka tersebut.           

            Sementara itu Humas PT Jasa Marga Zuhdi Saragih mengatakan, setelah diberlakukan tarif dengan sistem terbuka untuk ruas JORR, kemudian sistem tersebut juga akan diberlakukan untuk ruas lain di dalam kota.

            Ruas jalan tersebut yaitu Cawang- Grogol, Pluit-Tanjung Priok dan Tanjung Priok-Cawang, meski diakui ada ruas tertentu yang operatornya lain seperti Ruas Pluit-Tanjung Priok dan Tanjung Priok-Cawang.

            Menurutnya hal ini dimungkinkan ruas jalan tersebut akan mudah untu diberlaku tarif terbuka mengingat 50 persen pemegang sahamnya adalah PT CMNP, sedangkan 50 persen sahamnya dimiliki oleh PT Jasa Marga.

Kominfo

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: