Atraktif Tanpa Layer

BOSAN dengan busana muslim multilayer dan model feminin,Herman Nuary mencoba menyuguhkan busana muslim yang atraktif. Cocok untuk yang berjiwa muda.Panggung menggelap saat musik latar berganti. Tak lama, alunan menghentak hadir seiring cahaya yang kembali menerangi catwalk. Memperlihatkan barisan busana cantik dalam warna hitam-putih yang berkesan klasik.

Namun, saat satu persatu model melangkah, kesan monoton hilang begitu cepat, digantikan semangat muda yang kental membungkus koleksi terbaru Herman Nuary. Bertema “Queen of Stage”, koleksi desainer busana muslim asal Jawa Barat ini terinspirasi dari keanekaragaman budaya kaum muda di berbagai negara.

“Remaja cenderung tampil nyentrik dan modern, itu yang saya coba tampilkan,” ujarnya. Karena itu, wajar bila rancangan Herman hadir penuh kebebasan dan ekspresif meski dikemas dalam nuansa warna klasik. Koleksi tersebut sangat jauh berbeda dengan rancangan Herman sebelumnya yang lebih sering mengangkat tema busana tradisional.

Kali ini, desainer yang ikut tergabung da lam Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) tersebut mengetengahkan gaya desain yang lebih muda dengan mengambil unsur vintage khas zaman victorian dan edwardian. Hal itu tercermin dari banyaknya penggunaan kerah ruffles maupun aksen frills dan puff di bagian lengan.

Di beberapa rancangan, Herman justru menggunakan volume sebagai aksen utamanya. Menurut dia,hal tersebut justru mencerminkan gaya muda dalam berbusana. Lihat saja bentukan gaun pendek yang dipadu bersama skinny pants dan sepatu bot setinggi lutut. Meski berkesan berat, busananya terlihat manis sekaligus mewah.

Terlebih de- dangan detail bordir floral yang menghiasi bagian depan gaun. Lengan dan rok memang sengaja dibuat bert u m p u k dan mengembang. Hal itu, ungkap Herman, bertujuan untuk memberi volume agar koleksinya tidak terkesan kaku. Begitu pula paduan motif polkadot dan floral yang dihadirkan dalam tone berbeda.

Garis rancangan sederhana,diperkaya Herman dengan menambahkan aksen tumpuk pada celana pipa. Namun, motif polkadot di bagian bawah tunik memberikan kesan ramai dan kontras dengan bordir floral bustier yang memberikan gaya anggun. Sebaliknya, motif polkadot tampak manis pada paduan cape khas edwardian bersama skinny pants dan sepatu bot.

Palet hitam putih justru menghasilkan tampilan dinamis kaum muda masa kini.Tambahan obi berbordir dalam warna kontras serta handbag manik-manik yang senada melengkapi penampilan saat harus menghadiri acara formal. Untuk cutting, Herman tetap konsisten menekankan pada potongan asimetris dan aksen lipit juga kerut. Hal itu,menurut Herman, akan memberikan volume pada rancangannya.

Bentukan yang dihadirkan pun tidak jauh berbeda.Ragam tunik, blus, vest, rok, dan celana disajikan dalam paduan mix & match bergaya kontemporer. Berbeda dengan koleksi busana wanitanya, Herman justru menyajikan rancangan sederhana bagi koleksi pria. Cukup dengan padanan kemeja dan celana panjang dalam palet hitamputih. Simpel namun elegan.

Sebagai aksen, Herman hanya menambahkan garis hitam di bagian depan dan bordir floral untuk memberi tekstur pada rancangannya. Lainnya, detail kotak-kotak serta pleats menghiasi bagian depan kemeja dengan bordir di bagian lengan. Namun secara keseluruhan, koleksi yang dihadirkan Herman bisa menjadi alternatif. Terutama mendekati bulan Ramadhan.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: