Fraksi DPR Desak Tunda Kenaikan Tarif Tol

Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta agar pemerintah tidak menaikkan tarif jalan tol sebelum melakukan perbaikan pelayanan jasa tol bagi masyarakat.Desakan untuk tidak lebih dulu menaikkan tarif tol itu muncul dari sejumlah ketua fraksi di DPR, seperti Ketua Fraksi PartaiGolkar Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi BPD Jamaluddin Karim, dan Sekretaris Fraksi PBR Diah Defawati Ande di Jakarta, Jumat (31/8).

Menurut Priyo, Fraksi Partai Golkar tetap akan mendesakkan penundaan kenaikan tarif jalan tol hingga masyarakat memberikan penilaian bahwa pelayanan atas jasa tol yang diberikan pemerintah sudah memuaskan.

“Tapi kan pelayanan tol sekarang sama sekali tidak memuaskan dan masih banyak antrean. Jalan tol kok sama dengan bukan tol macetnya,” kata Priyo di sela kunjungan ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Jumat (31/8).

Ia menambahkan, salah satu penyebab penolakan Fraksi Partai Golkar terhadap kenaikan tarif tol itu selain kurangnya pelayanan jasa tol bagi masyarakat, adalah tidak adanya sosialisasi kenaikan tarif. Akibatnya, masyarakat merasa dirugikan atas kenaikan tarif yang tidak mereka duga sebelumnya.

“Secara substansi kenaikan tarif tol itu oke jika pelayanan yang diberikan juga sudah sangat baik dan disosialisasikan jauh sebelumnya. Agar masyarakat bisa mempersiapkan diri atas adanya ekstra pengeluaran itu,” cetus Priyo.

Sedangkan Zulkifli Hasan menyatakan kenaikan tarif tol diperbolehkan asalkan pemerintah bisa memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa dalam lima tahun ke depan, masyarakat tidak membayar tol pada ruas tertentu.

“Membangun tol itu memang ada modalnya, tapi kan tidak selamanya masyarakat harus membayar. Bayarnya cukup sampai modal pembangunan tol itu kembali saja. Itu namanya ada pelayanan publik yang baik kepada masyarakat,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan apabila pemerintah membutuhkan modal untuk membangun jalan tol baru, maka bisa dipinjam dari perbankan atau bekerja sama dengan pihak swasta sehingga tidak merugikan masyarakat.

Jamaluddin Karim menyatakan sebelum ada keputusan kenaikan tarif jalan tol seharusnya dilakukan dulu audit investigasi terhadap pendapatan pemerintah dari jalan tol yang dibayarkan oleh masyarakat.

“DPR menilai ada kolusi antara pemerintah dan swasta yang mengelola jalan tol karena pelayanan tol sangat buruk dan harganya naik terus. Seharusnya ada saatnya jalan tol bebas bayaran karena dana pembangunan jalan tol sudah kembali modal dan pihak pengelola sudah mendapatkan banyak keuntungan,” ungkap Jamaluddin.

Ia menilai pemerintah tidak memiliki empati terhadap kondisi masyarakat dengan menaikkan tarif tol, padahal masyarakat selalu dalam keadaan mengeluh atas pelayanan tol yang buruk.

Hal senada diungkapkan Diah Defawatie Ande yang menyatakan pemerintah seharusnya tidak meminta pembayaran jalan tol kepada masyarakat secara terus menerus. Tapi tarif tol harus diturunkan secara bertahap pada jangka waktu tertentu sehingga akhirnya masyarakat mendapatkan pelayanan tol yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Kan masyarakat sudah membayar pajak kepada negara. Ada pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan, dan pajak lainnya. Itu saja sudah cukup jadi beban bagi masyarakat,” tegas Diah.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: