Investasi Belum Membaik

Nilai total penanaman modal asing (PMA) selama 2007 diperkirakan hanya USD8,9 miliar. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) diprediksi Rp44,6 triliun.Estimasi ini menunjukkan, selama tujuh tahun terakhir kinerja investasi 2007 belum menunjukkan perbaikan signifikan. Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Djohan Emir Setijoso mengatakan, kinerja investasi dalam tujuh tahun terakhir cenderung menurun.

”Rendahnya PMDN dan PMA mencerminkan daya saing Indonesia relatif rendah dalam menarik investor dibandingkan negara-negara Asia lain,” katanya di sela musyawarah tahunan anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2007 di Jakarta, kemarin. Menurutnya, dinamika PMA cenderung fluktuatif. Pada 2000 nilainya mencapai USD9,9 miliar. Angka itu turun menjadi USD6 miliar pada 2006. Kemudian pada Januari–Mei 2007 baru terkumpul USD3,7 miliar.

Sementara nilai PMDN pada 2000 Rp22 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp30,7 triliun pada 2005 dan turun lagi pada 2006 menjadi Rp20,8 triliun. Setijoso menuturkan, kondisi ekonomi makro yang kurang kondusif membebani sektor riil. Sementara ketidakpastian hukum memicu penambahan biaya dalam berusaha (cost of doing business).

”Sehingga sektor riil akan sulit mencapai efisiensi dan kurang kompetitif dalam menjalankan bisnisnya dibandingkan kompetitor,” jelasnya. Beberapa kendala dalam meningkatkan kinerja PMA dan PMDN, antara lain, peraturan hukum yang tidak konsisten.

Dia mencontohkan investasi di jalan tol. Menurutnya, pemerintah menjanjikan setiap tahun tarif tol dapat ditinjau ulang atau dinaikkan, tapi pelaksanaannya tidak mudah. ”Akibatnya, break event point (BEP) menyimpang dari perhitungan,” ujarnya.

Kemudian layanan investasi belum memadai. Menurut Setijoso, pemerintah memang tengah berupaya meningkatkan hal itu, tapi masih butuh waktu dalam pelaksanaannya. Di sisi lain, kemudahan dalam menjalankan bisnis yang terukur melalui pemberian izin investasi berada di urutan bawah dibandingkan di negara kawasan ASEAN lain.

”Adanya jeda waktu antara makroekonomi yang stabil dengan pertumbuhan ekonomi menyebabkan investasi tidak serta-merta meningkat. Terlihat juga bahwa investasi di sektor-sektor industri tidak merata,” kata Setijoso.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% dibutuhkan penanaman modal tetap bruto sekitar Rp1.000 triliun. Berdasarkan data, menurutnya, kinerja investasi yang tercatat selama paruh pertama 2007 meningkat.

”Namun melihat realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM, rasa cemas semakin menyelimuti kita. Walaupun jumlah itu mengindikasikan peningkatan, bila pencapaian ini dibandingkan dengan berbagai usaha yang dilakukan, dapat dikatakan masih kecil,” ujarnya.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: