Kasih Sayang PET LOVERS

PARA pet lovers total dalam merawat dan memilihara hewan peliharaan mereka.Tak jarang, kasih sayangnya menyamai anak sendiri.

Debbie Carolina tampak harap-harap cemas menunggu kabar dari dokter hewan perihal kucing kesayangannya, Emong, di Mon’s Pet, Manggarai, Jakarta Selatan,kemarin.

”Saya mau ngambil kucing saya yang dititipin di sini,” tuturnya, bersedih. Debbie mengaku sudah tiga hari si Emong dirawat karena sakit mata. Sayangnya, begitu sakit mata, Emong malah terus-terusan berulah. Tidak tahu apa penyebabnya, dia langsung membawa Emong ke Mon’s Pet.

”Awalnya, dia sakit mata lalu jadi enggak mau makan, makanya saya taruh di sini,” ujar mahasiswi semester enam perguruan tinggi swasta ini dengan raut muka sedih. Tidak beberapa lama dokter pun datang menyambut Debbie, mereka masuk ke ruang praktik. Tampak Emong terlihat lemah dan tidak bertenaga bahkan untuk mendirikan badannya pun dia tidak bergeming. Dokter terpaksa mencekokinya makan.

”Dia tidak mau makan dan mungkin harapan hidupnya sangat kecil,” kata Dokter Matilde Surtini Bensa kepada SINDO seraya menunjukkan hasil rontgen si kucing. Ternyata, dalam tubuh Emong ada streples yang tidak sengaja tertelan olehnya. ”Kami-tim dokter – juga bingung mau dioperasi umurnya sudah tua, jadi amat berisiko. Kalau tidak dioperasi, yah… tipis kemungkinan hidupnya,” ucap Dokter Ira Apriyani.

Seusai diperiksa, Debbie harus kembali menelan kekecewaan. Emong tidak bisa dibawa pulang ke rumah. Kucing kesayangannya itu harus kembali dirawat inap. ”Kata dokter, Emong harus diinfus. Besok saya ambil lagi,”katanya setengah kecewa. Apa yang dilakukan Debbie memang sangat istimewa.

Penyuka kucing ini benar-benar total merawat dan memberi kasih sayang pada peliharaan mereka. Bahkan, mereka memperlakukan binatang peliharaannya layaknya anak sendiri. Seperti Ruth Patricia, wanita yang juga ditemui SINDO di Mon’s Pet ini terlihat sangat akrab dengan anjingnya, Fiola. Bahkan, dia tidak segan-segan memberi panggilan sayang si anjing dengan panggilan bak buah hatinya sendiri.

”Fiola come to Mama,” ujar wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai psikolog itu sambil menepuk-nepuk tangannya memanggil Fiola. Tak jarang, Ruth juga memanggil Fiola dengan sebutan ”nak” atau panggilan kesayangan Fiola,Ola.Untungnya, suami Ruth juga mendukung kegemarannya memelihara binatang.

Senada dengan Ruth, Dina Mardiana mengaku selalu antusias melihat perkembangan ketiga anjingnya,Deba, Debi,dan Debu. ”Anjing saya umurnya sudah 13 tahun,sampai sekarang masih sehat,” ucapnya,mantap. Menurut dia, orangtuanya menyempatkan diri setiap pagi ke pasar untuk membeli makanan bagi peliharaannya. ”Setiap hari beli ayam beberapa ekor, juga daging. Untuk kucing dibeliin ikan,” tuturnya.

Para pencinta hewan ini tidak mainmain memelihara hewan kesayangannya. Bukan hanya waktu khusus yang harus diberikan, mereka pun rela membayar biaya perawatan hingga jutaan rupiah. ”Saya mandiin kucing di rumah saja dibantu orang, minimal dua minggu sekali,” ungkap Sinta. Selain itu, Sinta juga harus meluangkan waktunya dua hari sekali demi kebersihan si kucing.

”Dua hari sekali semua kucing saya disisir rambutnya setiap pagi dan sore. Kupingnya dibersihkan pakai cotton bud,sedangkan matanya dengan kapas,” paparnya. Dia memandikannya pun tentu dengan sampo khusus kucing. Sinta juga memberi ”buah hati”-nya obat antikutu dan jamur, selain tentunya ke dokter setiap enam bulan sekali untuk diberi vaksin.

”Minimal Rp5 juta–Rp7 juta sebulan, biaya untuk perawatan kucing ini yang harus saya k e l u a r k a n , ” ujarnya. Sementara itu, Dina mengaku pengeluaran setiap bulan dapat mencapai lebih dari satu juta rupiah. ”Itu sudah termasuk biaya makan serta ke salon, sekalian vaksinnya,” ucap Dina. Melihat lebih dekat kegemaran cat lovers ini bakal membuat kita berdecak kagum. Ada-ada saja ulah mereka untuk peliharaannya sebagai bentuk rasa kasih sayang mereka.

”Si Kitty sudah 3–4 kali menang lomba cat fashion show,” ungkapnya. Selain itu, wanita ini mengaku banyak kucingnya yang sering dikontrak menjadi bintang iklan. Kucingnya dikontrak untuk iklan tabloid, makanan kucing, bahkan iklan restoran fast food. ”Selain itu, kucing saya, Putih dan Bebe, pernah dipakai untuk peragaan busana di Plaza Indonesia,” ujar Mona, bangga.

Lain lagi dengan Sinta,untuk mendapatkan jenis kucing yang benarbenar berkualitas, dirinya tidak segan mengimpor dua ekor kucing dari Malaysia. ”Saya impor kucing Persia dua tahun lalu, biayanya sekitar Rp25 juta,” akunya.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: