Nakhoda KM Levina Terancam 8 Tahun Penjara

Nakhoda Kapal Motor (KM) Levina Andi Kurniawan, 36, terancam hukuman delapan tahun penjara. Dalam sidang perdana kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Andi didakwa dengan Pasal 452 KUHP.Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan bahwa Andi sebagai pengendali dan penanggung jawab terakhir persiapan pelayaran, telah menandatangani daftar manifes penumpang dengan data yang tidak benar.

”Terdakwa menandatangani data palsu, yaitu 227 orang, 40 kendaraan yakni 31 unit truk Colt diesel, 1 unit bus sedang, dan 8 mobil pribadi. Padahal ada 47 orang, 11 truk Colt diesel, dan 5 unit motor tidak masuk manifes,” ujar JPU Teguh Wardono, kemarin.

Terdakwa juga menandatangani data 11 anak buah kapal (ABK) KM Levina sebagai dokumen pelengkap surat izin pelayaran, padahal dia mengetahui kesebelas ABK tersebut libur. Penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB) KM Levina juga dilakukan tanpa meneliti fisik dokumen kapal secara saksama, sehingga KM Levina yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pangkalan Balan, Bangka Belitung dikategorikan belum layak melaut.

”Terdakwa dengan sengaja memakai SIB tersebut untuk digunakan sebagai dasar pemberangkatan KM Levina,” tuturnya. Akibat kesalahan terdakwa, KM Levina mengalami kebakaran yang disebabkan tidak diceknya salah satu truk diesel yang membawa tabung gas sehingga mengalami kebakaran di perairan Beting, Kepulauan Seribu (22/2).

Kebakaran itu juga tidak dapat dipadamkan secara maksimal karena kurangnya ABK. Selain itu, Mualim 1 KM Levina Sumaryo Bon Samrozi, 36, juga menjalani sidang perdananya. Sumaryo didakwa dengan pasal yang sama karena tidak melakukan pengecekan fisik terakhir manifes kapal.

Akibat kelalaian itu, terdapat truk Colt diesel yang mengangkut tabung gas, dikategorikan bahan berbahaya. Selain itu, dia juga didakwa karena terlalu dekat menempatkan truk Colt diesel dan bus pada dek satu kapal.

”Dia menempatkan letak kendaraan tersebut kurang dari 70 cm, padahal itu jarak ideal untuk keselamatan pelayaran. Karena jarak yang terlalu dekat itu, proses pemadaman api juga kurang maksimal,” ujarnya. Sementara itu, pengacara Andi, Erlindo Saragih, enggan berkomentar mengenai dakwaan tersebut. ”Jangan sekarang lah. Nanti saja setelah sidang kedua,” ujarnya.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: