PROSPEK INDUSTRI MULTIFINANCE- Bersaing dengan Perbankan, Bank Mandiri Paling Ekspansif

Industri multifinance (perusahaan pembiayaan) siap menghadapi pesaing-pesaing baru dari kalangan perbankan. Di lain sisi, perbankan semakin agresif masuk dalam core business multifinance dengan merilis berbagai produk pembiayaan konsumer seperti kendaraan bermotor

DENGAN semakin banyaknya pemain di bisnis pembiayaan, di satu sisi menguntungkan bagi konsumen karena memiliki lebih banyak alternatif pembiayaan. ’’Indikasi masuknya perbankan ke bisnis multifinancesudah cukup lama,tapi kami memahami ini sebagai dinamika market yang tidak bisa dicegah,” ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia kepada SINDO,tadi pagi.

Kendati menerima kehadiran pesaing baru,Wiwie meminta agar persaingan di bisnis ini dilakukan secara sehat. Sebab, selama ini, sumber pembiayaan bagi perusahaan multifinance juga dari perbankan.

Sementara itu,perbankan sendiri justru masuk dalam core business multifinance. Wiwie meminta agar perbankan memberikan bunga yang lebih murah bagi multifinance dibandingkan bunga yang diberikan langsung kepada nasabah. ’’Ibaratnya seorang pedagang grosir,kan seharusnya menjual lebih murah kepada agennya daripada menjual eceran,”selorohnya.

Terlepas dari tantangan tersebut, Wiwie meyakini bahwa multifinance masih dapat berkembang. Bahkan, dia yakin industri ini dapat tumbuh 40% pada tahun depan. Sementara itu,tahun ini,pembiayaan oleh multifinance diprediksi mencapai Rp130 triliun,yang 80%-nya masih didominasi pembiayaan automotif, sisanya 20% merupakan pembiayaan elektronik dan alat berat.

Sementara itu, Direktur Riset Info Bank Eko B Supriyanto menyatakan, sebaiknya multifinance dan perbankanmemilikisegmenbisnisyang berbeda sehingga bisa saling melengkapi. Seperti diketahui, beberapa bank –baik BUMN maupun swasta– semakin agresif masuk dalam bisnis multifinance.

Salah satunya Bank Mandiri yang berencana mengakuisisi multifinance yang masuk kategori 10 besar untuk mengembangkan bisnis kredit kendaraan bermotor (KKB) yang masih kecil.’’ Bank Mandiri punya modal yang cukup besar, jadi cukup beralasan jika kami membeli multifinance,” ujar Managing Director Consumer Finance Bank Mandiri Omar S Anwar,tanpa menjelaskan perusahaan multifinance yang akan dibidik.

Bank Mandiri memiliki modal sebesar Rp27 triliun yang bisa disalurkan untuk mengembangkan bisnis di sektor tersebut.Sementara itu, target penyaluran kredit pembiayaan 2007 melalui pembiayaan langsung (direct financing) sebesar Rp180 miliar atau meningkat 30% dibanding angka pembiayaan tahun lalu sebesar Rp120 miliar. Sejumlah multifinance lain yang lahir dari perbankan di antaranya WOM finance (BII), Adira Finance (Bank Danamon), BCA Finance.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: