Sektor Migas Diminta Transparan

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta penanganan sektor migas oleh pemerintah lebih transparan dengan cara membuka dokumen-dokumen yang terkait kepada publik.Karena kurang transparan,ICW menilai negara berpotensi mengalami kerugian hingga triliunan rupiah. “Saat ini DPR sedang membahas RUU Kebebasan Informasi Publik. Kami merasa sektor ekstraktif masih sangat tertutup. Harus ada transparansi dari sektor migas sebagai sumber pendapatan negara yang strategis. Ketidaktransparanan ini bisa menimbulkan kerugian negara,” kata Peneliti Korupsi Politik dari ICW Sely Martini di Jakarta, kemarin.

Sely menyebutkan, ketidaktransparanan tersebut bisa dilihat mulai dari kontrak kerja sama yang disepakati antara pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas. Menurut dia,asumsi dalam kontrak tersebut hanya diketahui oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) serta perusahaan yang bersangkutan.

Pengawasan hanya dilakukan oleh badan tersebut. “Cost recovery juga kurang transparan karena masyarakat tidak tahu mana yang termasuk dan yang tidak termasuk? Dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengawasan terhadap cost recovery juga tidak diketahui.Selama ini hanya BP Migas yang tahu,”paparnya. Untuk itu,sambung dia,ICW dan Komisi Masyarakat untuk Penyelidikan Korupsi akan bersikap kritis terhadap BP Migas yang mereka nilai bertanggung jawab terhadap industri migas.

“Yang kita tahu, dari hasil audit BPK potensi kerugian negara dari satu perusahaan migas saja bisa mencapai Rp12 triliun,”imbuhnya Lebih lanjut, Sely mengatakan bahwa Undang-Undang Migas menyebut masyarakat umum bisa mengakses informasi mengenai hal itu.Tetapi, lanjut dia, dalam implementasinya informasi malah sering tertutup.“ Bahkan DPR pun tidak bisa mengakses. DPR diberi tahu secara tertulis setelah penandatanganan kontrak,” paparnya.

Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan, Indonesia yang menjadi KKKS migas perlu pengawasan lebih baik.“Belakangan ini bermasalah karena ternyata cost recovery-nya luar biasa tinggi, sementara produksinya terus anjlok. Jadi, pengelolaan production sharing oleh BP Migas yang bermasalah sehingga negara rugi,” paparnya Kurtubi menegaskan, BPK telah memberikan opini advers kepada BP Migas karena pembukuannya dinilai sangat buruk sehingga berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah.

“Yang perlu segera ditindaklanjuti adalah temuan BPK soal contract production sharing dan BP Migas agar uang negara dikembalikan dan pelaku pidana segera diusut,” terangnya. Dia menambahkan, karena BPK merupakan auditor negara, maka hasil pemeriksaannya harus segera ditindaklanjuti.“ Indikasi tindak pidana korupsi sudah ditemukan BPK. Jadi KPK dan kejaksaan harus segera bergerak agar uang negara dikembalikan dan pejabat terkait yang terlibat diadili,” tegasnya.

Mengutip hasil audit BPK dalam semester pertama tahun anggaran 2006 ICW menyebutkan adanya beberapa pokok dalam pemeriksaan yang kemudian disimpulkan sebagai persoalan, di antaranya mengenai pembebanan interest recovery yang tidak sesuai ketentuan yang diatur dalam KKS.

Di samping itu, tercatat pula authorization for expenditures yang belum mendapat persetujuan dari BP Migas namun telah dibebankan sebagai cost recovery, dan beberapa kontrak pengadaan antara KKKS dengan pihak ketiga yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: