Tarif 13 Ruas Tol Naik 4 September 2007

Pemerintah Jumat ini (31/8) resmi mengumumkan kenaikan tarif di 13 ruas tol sebesar rata-rata 20% yang akan berlaku mulai 4 September 2007 atau Selasa pukul 00.00 WIB.Kenaikan tarif itu diundur beberapa hari dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya untuk memperpanjang waktu sosialisasi.

Kenaikan tarif tol ini sesuai dengan Undang-Undang No.38 tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah (PP) No.15 tahun 2005 tentang Penyesuaian Tarif Tol Tiap Dua Tahun Sekali.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan kenaikan tarif didasarkan pada tingkat inflasi di masing-masing daerah.

“Setelah dihitung besaran inflasinya, maka kita dapatkan besaran tarif yang baru,” ujarnya saat menyampaikan tarif tol baru di Jakarta, Jumat (31/8).

Sejumlah ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif adalah Jagorawi, Jakarta-Tangerang, Tol Dalam Kota, Padalarang-Cileunyi, Cipularang, Semarang Seksi A, B, dan C, Surabaya-Gempol, Palimanan-Kanci, Belmera, Serpong-Pondok Aren, Serpong-Pondok Aren, Tangerang Merak, Surabaya-Gresik, dan Ujung Pandang Tahap I.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jakarta periode Agustus 2005-Juli 2007 mencapai 20,77%. Adapun di kota lainnya antara lain Surabaya 19,36%, Bandung 21,84%, Semarang 21,56%, Cirebon 23,31%, Serang 19,74%, dan Makassar 23,06%.

Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 24,3%.

Melalui perhitungan itu, maka ruas tol dalam kota Jakarta misalnya, tarif untuk golongan I yang saat ini Rp4.500 naik menjadi Rp5.500.

“Keputusan penyesuaian ini diambil agar ada kepastian investasi bagi investor sekaligus untuk menarik minat peran swasta untuk investasi di tol,” tambah Djoko.

Penyesuaian tarif 13 ruas tol tersebut terakhir dilakukan pada 24 Agustus 2005.

Bus masuk Golongan I

Selain penyesuaian tarif tol, pemerintah juga mengumumkan perubahan golongan tarif tol yang semula dua golongan menjadi lima golongan.

Pemerintah memutuskan membagi golongan tarif baru menjadi golongan I untuk kendaraan ringan, jip, pick up, truk kecil dan bus. Untuk golongan II adalah truk dengan dua gandar, golongan III untuk truk tiga gandar, golongan IV untuk truk empat gandar, dan golongan V untuk truk lima gandar atau lebih.

“Bus diputuskan masuk golongan satu karena lebih efisien dengan memuat penumpang banyak,” papar Djoko.

Dengan demikian, jelasnya, diharapkan penyesuaian tarif tidak berdampak pada tarif angkutan umum yang melewati tol.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPJT Hisnu Pawenang mengatakan standar pelayanan minimum (SPM) yang mesti dipenuhi pengelola jalan tol sebagian telah terpenuhi 100%.

Berdasarkan data evaluasi terakhir, ruas tol Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Surabaya-Gempol, dan Ujung Pandang tahap I sudah 100% mulus.

Operator Tangerang-Merak juga telah berhasil menambah pemasangan pagar ruang milik jalan menjadi 65,22% dari 47,65%.

Sebelumnya, Komisi V DPR RI meminta pemerintah tidak menyesuaikan tarif ruas tol yang belum atau tidak memenuhi SPM. “Ada konsekuensi bagi operator yang tidak memenuhi SPM, jangan naikkan tarifnya,” ujar Ketua Komisi VDPR Ahmad Muqowam.

Namun, Muqowam mengungkapkan DPR mempertimbangkan kenaikan tarif tol dari berbagai aspek. Pertimbangan DPR, kata dia, tentunya akan memberikan kesempatan kelangsungan hidup para investor tol.

Di sisi lain, Direktur PTJasa Marga Frans Sunito menjelaskan saat ini sebagian besar pendapatan yang diperoleh Jasa Marga digunakan untuk mengembalikan investasi dan biaya operasi.

“Sebagai gambaran, tiap tahunnya kita membayar bunga pinjaman saja mencapai Rp700 miliar,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya, operator saat ini memerlukan kenaikan tarif untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Hal yang sama juga disampaikan Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti Darma Putra, yang mengatakan ruas yang dikelolanya selama ini terkendala anggaran untuk membenahi kualitas

“Jangankan mencari keuntungan, untuk menutup biaya operasional saja sulit,” ucap investor ruas Tangerang-Merak Toll Road itu.

Ruas tersebut bahkan baru mengalami kenaikan tarif sebanyak dua kali sejak tahun 1995. Kendala yang dihadapi antara lain minimnya jumlah traffic yang melewati ruas tersebut.

Sementara PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) mengaku pendapatan perusahaannya pada 2006 naik 8,49% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat adanya kenaikan tarif tol pada Agustus 2005 lalu.

“Tahun 2005 untuk pertama kalinya kami mendapatkan penyesuaian tarif, hal itu mampu mendongkrak pendapatan di tahun 2006,” ujar Direktur Utama CMNP Daddy Hariadi beberapa waktu lalu.

Mengenai keluhan banyaknya pungutan liar dari mobil derek yang seharusnya gratis, para operator tol berjanji akan menindak oknum derek tol yang dilaporkan memungut bayaran.

JORR

Adapun mengenai pemberlakuan sistem tarif terbuka bagi Jakarta Outer Ring Road (JORR), pemerintah dan Jasa Marga akhirnya memutuskan ruas Pondok Ranji/Veteran dikeluarkan dari sistem JORR.

Sebelumnya pengguna jalan tol yang masuk dari Serpong melalui Pondok Ranji dan keluar di Viaduct Bintaro harus membayar sebesar Rp10.500 dari sebelumnya Rp5.500. Padahal jalur itu belum termasuk ruas JORR.

Namun pemerintah memutuskan tetap tidak merevisi sistem tarif terbuka bagi ruas JORR dengan tarif sebesar Rp6.000.

“JORR memang kita tujukan untuk melayani jarak jauh, kalau yang jarak dekat tetap memilih melewati JORR, sudah jadi konsekuensinya untuk membayar lebih mahal,” ucap Djoko.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: