Telkom Belum Sampaikan Sikap Resmi soal Akses SLJJ

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) belum menyatakan sikap resmi terkait permintaan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk membuka akses sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) bagi PT Indosat Tbk.

’’Hingga hari ini,kami masih koordinasi dengan regulator (BRTI). Pembukaan kode akses SLJJ itu kan banyak tahap yang harus dilalui,” ujar Vice President Public and Marketing Communication Eddy Kurnia kepada SINDO,tadi pagi.

Tahapan tersebut,ujar Eddy,terutama terkait upgrade pada sejumlah 389 unit sentral telepon existing. Eddy menyatakan, sikap Telkom saat ini tidak dalam kondisi menolak atau menerima putusan BRTI tersebut.Padahal, sebelumnya, permintaan regulator sudah cukup jelas tertuang dalam peraturan No 253/BRTI/TelkomVII/ 2007 agar Telkom membuka kode akses SLJJ di lima kota meliputi Jakarta, Surabaya,Denpasar,Medan, dan Batam paling lambat 27 September 2007.

Sementara itu, pembukaan kode akses untuk seluruh Indonesia diberi tenggat waktu hingga 1 April 2010. Eddy menambahkan, pembukaan akses SLJJ untuk operator lain harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk kesiapan operator baru yang akan masuk dalam layanan SLJJ. Di sisi lain,Telkom juga perlu melakukan koordinasi internal untuk memutuskan sikap resmi yang akan disampaikan pada regulator.

Disinggung tentang tarif SLJJ ke depan, Eddy menuturkan bahwa Telkom siap berkompetisi soal tarif. Sebab, dia meyakini,Telkom masih menguasai 64% market share layanan telepon tetap hingga hari ini. Selain itu,Telkom masih unggul dalam coverage area dan kualitas pelayanan.

’’Kalau untuk kompetisi soal tarif,tidak ada yang perlu dijadikan kesulitan.Telkom siap karena kami yakin punya potensi untuk memenangkan kompetisi,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait koordinasi yang masih berlangsung dibenarkan anggota BRTI Heru Sutadi. Kepada SINDO,pagi tadi,dia menjelaskan, Telkom belum menyampaikan sikap resmi meski batas waktu yang ditentukan semakin dekat.Namun, Heru menegaskan, sikap BRTI sudah jelas dan tidak bisa ditawar lagi demi membangun iklim kompetisi sehat dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

’’Kami tidak akan mengundurkan batas waktu, yang lima kota itu tetap 27 September (batas waktunya),” tegasnya.

Tentang sanksi yang mungkin diberikan jika Telkom tak bersedia membuka kode akses tersebut, ujar Heru, lisensi SLI Telkom bisa dicabut. ’’Mungkin saja kami berikan sanksi pencabutan lisensi SLI yang telah dimiliki Telkom saat ini. Hal itu kalau terbukti Telkom sengaja mengulur-ulur waktu. Nanti, kami cek lebih lanjut.’’

Heru menambahkan, lisensi penyelenggaraan SLJJ sebenarnya telah diberikan pada dua operator, Telkom dan Indosat, sejak 2005.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: