Telkom Garap Bisnis Konten

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) serius menggarap bisnis informasi atau konten dalam beberapa tahun ke depan.Untuk menggarap bisnis konten itu, Telkom mengalokasikan 3% dari total belanja modal perseroan sebesar Rp18 triliun. ”Saat ini market share Telkom dalam sisi nilai informasi masih 2%. Kami targetkan menjadi 20% sampai 30% untuk lima tahun ke depan,” terang Direktur IT & Supply Telkom Indra Utoyo di sela peluncuran Indonesia Digital Community (Indigo) di Jakarta, kemarin.

Indra mengungkapkan, tren yang terjadi saat ini,nilai bisnis dari penguasaan infrastruktur jaringan telekomunikasi cenderung turun. Sementara bisnis dari pemanfaatan nilai informasi justru meningkat. Menurut Indra, langkah awal Telkom akan mendistribusikan konten dari Indigo.

”Telkom saat ini lebih fokus pada bisnis telekomunikasi. Di sisi lain apresiasi pengguna terhadap konten makin tinggi. Sekarang ini, eranya industri kreatif dan konseptual. Eranya para kreator dengan pendekatan empati. Kalau Telkom mau unggul ke depan harus mengikutinya,” jelas dia.

Saat ini, kata Indra, industri kreatif di Indonesia bernilai USD2 miliar dari total nilai industri kreatif secara global sebesar USD2 triliun. ”Diprediksi tahun 2010 nilai industri kreatif di Indonesia sebesar USD6 miliar, dari total industri kreatif di dunia yang mencapai USD10 triliun,”tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan, belanja modal (capital expenditure/ capex) Grup Telkom berkurang menjadi Rp18 triliun dari sebelumnya Rp20 triliun. Pengurangan capex Rp2 triliun dari rencana semula Rp20 triliun karena alasan efisiensi. “Capex Rp18 triliun memang kebutuhan kita saat ini sebesar itu. Jadi tidak ada kelebihan pinjaman karena pinjaman kita sesuaikan dengan total kebutuhan,” katanya.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia,pengurangan capex Telkom sebesar Rp2 triliun disebabkan perseroan melakukan efisiensi dan sinergi dengan Telkomsel.“Kami melakukan sinergi dengan Telkomsel melalui efisiensi di base transceiver station,”ujar dia.

Pada semester I 2007, pendapatan mobile data Telkom naik 53% dari Rp4,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp6,3 triliun. Perolehan tersebut, berasal dari komunikasi data (data communication) 221% dan pesan pendek (short message service/SMS) 40%. “Kontribusi mobile dataini besar, sekitar 20% terhadap total pendapatan Telkom,”jelas dia.

Per 30 Juni 2007 Telkom mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp6,6 triliun dari sebelumnya Rp5,8 triliun.Kenaikan laba bersih itu didorong naiknya pendapatan usaha perseroan menjadi Rp29,788 triliun pada semester I tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp23,996 triliun.

Total pendapatan usaha Telkom itu mayoritas disumbang oleh pendapatan seluler Rp11,39 triliun dari sebelumnya Rp9,4 triliun.Sementara pendapatan data dan internet menduduki posisi kedua dengan nilai Rp6,28 triliun. Di sisi beban usaha, walaupun mengalami kenaikan menjadi Rp16,747 triliun dari sebelumnya sebesar Rp14,18 triliun, laba usaha Telkom tetap naik menjadi Rp13 triliun dari sebelumnya Rp10,8 triliun.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: