85% Transaksi Obligasi Melalui OTC

Sekira 80 hingga 85 persen transaksi obligasi dilakukan melalui over the counter (OTC) atau di luar jalur resmi. Untuk itu, perlu langkah penertiban terhadap transaksi itu.

Demikian disampiakan Direktur Bursa Efek Surabaya (BES) Guntur Pasaribu di sela seminar wartawan pasar modal di Hotel Harris, Kuta Bali, Sabtu (1/9/2007).

Menurutnya, tindakan itu disebabkan adanya perbedaan pajak transaksi di perusahaan efek dan perbankan. Saat ini, perusahaan efek, dalam hal ini BES, dibebani pajak transaksi 20 persen. Sementara, transaksi obligasi yang lewat perbankan tidak dikenakan pajak.

“Ada ketidakadilan dalam pajak transaksi. Jika perbankan free, kenapa jika perusahaan efek kena pajak?” tanya Guntur.

Kendati demikian, kata Guntur, pajak yang sekarang dibebankan tidak perlu dihilangkan. Tetapi lebih baik disamakan.

“Harusnya diambil angka tengah-tengah. Misalnya, antara 20-15 persen,” kata dia.

Dengan begitu menurutnya, pasar obligasi akan lebih likuid dan banyak investor yang masuk ke bursa.

Okezone

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: