Akbar Tandjung Raih Doktor dengan Cum Laude

Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Ir Akbar Tandjung, meraih gelar doktor dalam ilmu politik dengan predikat cum laude dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (1/9). Ia lulus ujian terbuka di hadapan sembilan orang tim penguji dan disaksikan lebih dari 750 orang.

Untuk meraih gelar doktornya, Akbar Tandjung melakukan penelitian disertasi tentang Partai Golkar Dalam Pergerakan Politik di Era Reformasi: Tantangan dan Respons. Dalam disertasinya itu, Akbar mengakui bahwa pada masa Orde Baru Golkar mampu membangun kelembagaan politik yang kuat dan mengakar di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam perkembangannya, Golkar menjadi kepanjangan tangan rezim yang berkuasa saat itu. Tapi Akbar menyatakan Golkar bukan merupakan partai yang memerintah atau the ruling party, tetapi merupakan partainya orang-orang yang berkuasa.

“Ketika terjadi reformasi dan perubahan politik, Golkar dianggap paling bertanggung jawab atas keterpurukan bangsa Indonesia. Golkar dihadapkan pada berbagai tekanan politik, termasuk tuntutan pembubaran Golkar. Berbagai privilege yang dimiliki Golkar pada masa Orba juga harus ditanggalkan. Golkar tidak lagi mendapat dukungan militer dan birokrasi. Saat itu Golkar ibaratnya kapal besar yang akan karam,” kata Akbar.

Hanya saja, kata Akbar, naiknya BJ Habibie sebagai presiden yang berasal dari Golkar memberi kesempatan untuk konsolidasi. Golkar, kata dia, masih punya modal penting berupa kuatnya pengaruh dan jaringan Golkar di DPR, MPR, masyarakat dan pemerintahan.

“Ketika situasi politik berubah dan patron politik Golkar jatuh, tidak ada alternatif lain bagi Golkar kecuali harus menjadikan dirinya mandiri. Dengan berbagai modal yang ada, Golkar secara efektif mampu melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang juga sedang berubah. Nilai-nilai demokratis juga dilakukan di dalam Golkar,” kata Akbar.

Tim penguji yang dipimpin Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Irwan Abdullah, akhirnya memutuskan Akbar Tandjung lulus dengan predikat cum laude. Akbar Tandjung, kata Irwan, merupakan doktor ke 860 yang telah dihasilkan UGM.

Menurut Irwan, dalam menempuh program doktor, Akbar Tandjung memang tidak menempuh program S2 terlebih dahulu. Hal itu dimungkinkan di Sekolah Pasca Sarjana UGM, karena Akbar dinilai mempunyai kemampuan akademik yang disyaratkan.

Sementara menurut promotornya, Prof Dr Ichlasul Amal, sebelum menyusun disertasi, Akbar Tandjung diwajibkan menempuh teori-teori politik sebanyak 24 sistem kredit semster (SKS). Selama kuliah, kata Amal, Akbar juga harus datang ke kampus.

Tempo Interaktif

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: