Kalla: Permohonan Maaf PM Malaysia Sudah Cukup

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan permohonan maaf Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Badawi atas kasus pemukulan wasit karate Indonesia, Donald Luther Colopita, oleh empat polisi Malaysia harus diterima seluruh komponen bangsa Indonesia.

“Kita harus menghargai hal itu. Sebagai umat beragama permohonan maaf itu harus diterima,” ujar Kalla sebelum membuka acara peresmian Pekan Batik Internasional 2007 di Pekalongan hari ini (1/9).

Pernyataan maaf PM Badawi secara langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bisa menormalisasi sikap masyarakat Indonesia atas kasus ini. “Dulu kan kita minta Menlunya yang minta maaf, sekarang kan PM Malaysia sendiri yang minta maaf, jadi tidak bisa diterimanya di mana,” ujar dia.

Namun, kata Kalla, masalah hukumnya tetap berjalan. Menteri Pertahanan Malaysia, kata dia, sudah berjanji untuk menuntaskan kasus ini secara serius. Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia juga sudah diminta menyiapkan tuntutan hukum pidana dan perdata atas kasus pemukulan ini.

“Pak Donald juga harus menyiapkan tim pengacara untuk menuntut proses hukum kasus ini,” ujar dia.

PM Malaysia, ujar Kalla, mengaku menyesal dan menganggap insiden ini sebagai kesalahan polisi Malaysia. “Mereka sangat menyesal dan mengaku bahwa insiden ini benar-benar merupakan suatu hal yang sama sekali tidak diharapkan,” kata dia.

PM Malaysia, kata Kalla, saat bertemu dengan dirinya menyampaikan salam kepada seluruh masyarakat di Indonesia dan pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah menganggap normal kembali hubungan dua negara serumpun ini. “Biarkan hukum yang berjalan,” kata dia.

Kalla mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak lagi melakukan tindakan berlebihan menanggapi kasus ini. Sweeping warga Malaysia, ujar dia, adalah hal yang berlebihan dan merugikan Indonesia sendiri. “Karena ini bukan kesalahan Malaysia, ini kesalahan oknum polisi,” ujar dia.

Dalam Pekan Batik Internasional 2007 di Pekalongan hari ini, delegasi Malaysia yang diundang ke acara tersebut tidak hadir. Hal ini, kata Kalla, bisa jadi dipengaruhi oleh aksi sweeping masyarakat Indonesia atas warga Malaysia yang ada di Indonesia pada Selasa malam lalu. “Jadi ini karena kita sendiri yang terlalu berlebihan dalam menanggapi kasus Donald ini,” uajr Kalla.

Tempo Interaktif

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: