Dana Pendamping Utang Capai Rp5 T

Pemerintah harus menganggarkan dana senilai Rp5,01 triliun sebagai dana pendamping untuk pelaksanaan pinjaman proyek Rp23,8 triliun pada 2008. Dana pendamping merupakan syarat utama penarikan pinjaman luar negeri.Direktur Pemantauan dan Evaluasi Pendanaan Pembangunan Bappenas Benny Setiawan mengatakan, dana pendamping dialokasikan oleh masing-masing kementerian/lembaga pelaksana pinjaman proyek. ”Dana pendamping nilainya beberapa persen dari jumlah penarikan,” katanya di Jakarta,kemarin. Benny menuturkan, pada awalnya Bappenas mengajukan jumlah penarikan pinjaman yang lebih tinggi kepada Departemen Keuangan (Depkeu), yaitu USD3,2 miliar (Rp29,1 triliun). Namun, rupanya Depkeu menilai angka tersebut terlalu besar sehingga diturunkan.

”Mungkin setelah dicocokkan dengan asumsi makro yang lain, jadinya seperti ini,”ujar Benny. Menurutnya, penurunan target penarikan tersebut justru meringankan beban Bappenas selaku pengelola pinjaman luar negeri. Pasalnya, angka USD3,2 miliar merupakan hasil estimasi kemampuan penyerapan pinjaman proyek pada 2008 berdasarkan kinerja masing-masing proyek. ”Dengan demikian,tinggal kita slowing down (perlambat) proyek. Tapi, saya tidak akan meminta pelaksana proyek untuk memperlambat karena sudah menjadi kebiasaan estimasi itu kadang sulit tercapai,”ujarnya.

Benny menjelaskan, penyerapan pinjaman proyek tahun depan dilakukan terhadap 126 proyek dari tiga kreditor besar Indonesia. Bank Pembangunan Asia sebanyak 40 proyek, Bank Dunia sebanyak 37, dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebanyak 49 proyek. Selain itu, jelasnya, pada proyek asal pinjaman multilateral lain, yaitu 15 proyek dari Bank Pembangunan Islam dan dua dari International Fund for Agricultural Development (IFAD), termasuk 35 proyek dari pinjaman bilateral dan dua fasilitas kredit ekspor (FKE).”Semuanya adalah proyek multiyears(jangka panjang), ada yang memang penarikannya kecil atau besar, tergantung tahapan pelaksanaannya.

Ada yang dimulai 2005, 2004,atau lainnya,”jelas Benny. Di sisi lain Benny mengungkapkan, pemerintah akan mengajukan jumlah pinjaman proyek baru sekitar USD2,5 miliar. Hal ini menyusul disepakatinya greenbook (kesepakatan pembiayaan dengan pihak kreditor) yang akan dirilis bulan ini. Menurutnya, dari nilai bluebook (pinjaman proyek yang ditawarkan Indonesia) USD7,5 miliar, sebanyak USD5 miliar tidak diminati kreditor. Di tempat terpisah, Deputy Director International NGO Forum on Indonesian Development (Infid) Dian Kartika Sari mengatakan, pengelolaan utang luar negeri oleh pemerintah harus transparan.Pasalnya,keputusan berutang bukanlah keputusan pemerintah,tapi masyarakat. Dengan demikian, apabila ada ketidakefektifan pengelolaan utang, lebih baik pinjaman dihentikan. ”Proyek-proyek yang berhenti itu lebih baik di batalkan,” kata dia.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: