Divestasi BI di Askrindo Tunggu PMN Selesai

Rencana divestasi penyertaan Bank Indonesia atas PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) akan dilakukan segera setelah proses penambahan modal PT Askrindo oleh pemerintah dituntaskan.Terkait rencana tersebut, divestasi saham BI akan ditawarkan kepada pemerintah.

Demikian dikemukakan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (3/9). Turut hadir dalam raker tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, direksi PT Askrindo dan direksi Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU).

Dalam raker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI Endin Soefihara itu, Gubernur BI mendukung upaya perkuatan kapasitas penjaminan kredit Askrindo oleh pemerintah.

Pasalnya, upaya itu dapat mendorong Askrindo menyalurkan secara lebih luas penjaminan kredit terutama pada sektor UMKM yang saat ini masih dianggap non-bankable.

Ia menengarai, peningkatan kapasitas penjaminan oleh Askrindo kelak akan mendorong sektor perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasi terhadap sektor riil.

Di sisi lain, tersedianya akses penjaminan kredit yang lebih luas diharapkan juga akan membuka ruang gerak bagi sektor riil untuk memacu peningkatan kapasitas usaha.

“Kami yakin potensi usaha yang dimiliki PT Askrindo masih mampu dikembangkan, terlebih mengingat perkembangan sektor UMKM yang menunjukkan perkembangan positif,” tuturnya.

Data BI menunjukkan, kredit perbankan yang disalurkan ke sektor UMKM secara bertahap terus meningkat. Dalam kurun waktu setahun, kredit UMKM per Juni 2007 tumbuh 18,4%, atau mencapai Rp72 triliun, dari outstanding Juni 2006 yang tercatat sebesar Rp390 triliun.

BI juga menilai potensi sektor UMKM yang masih luas tercermin dari pangsa kredit UMKM yang mencapai 52,5%.

Berdasarkan hasil uji tuntas terhadap Askrindo, lanjut Burhanuddin, direkomendasikan bahwa gearing ratio (perbandingan antara jumlah penjaminan kredit terhadap modal yang dimiliki) yang wajar adalah 20 kali. Untuk mencapai angka itu, maka diperlukan tambahan modal bagi Askrindo sebesar Rp1,44 triliun.

“Saran konsultan dari Universitas Indonesia, pemberian tambahan modal sebaiknya dilakukan bertahap dalam waktu lima tahun. Ini terkait dengan kesiapan Askrindo dalam meningkatkan kapasitas usaha. Termasuk membenahi manajemen agar lebih dinamis dan visioner,” paparnya.

Dengan adanya penambahan modal itu, diperkirakan total penyerapan penjaminan kredit PT Askrindo meningkat dari Rp14,16 triliun menjadi Rp37,15 triliun, sehingga laba bersihnya meningkat dari Rp85,98 miliar menjadi Rp213,18 miliar pada 2011.

Terkait dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Burhanuddin menambahkan pelaksanaan divestasi penyertaan BI akan dilakukan setelah proses penambahan modal PT Askrindo oleh pemerintah selesai dilaksanakan.

“Dalam hal ini, divestasi saham BI akan ditawarkan ke pemerintah,” katanya.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: