Dua Investor Asing Minati MMF

Sedikitnya dua investor asal Singapura dan Malaysia menyatakan ketertarikan untuk memiliki saham Merpati Maintenance Facility (MMF). Terkait rencana pemisahan usaha (spin off) anak perusahaan PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) tersebut.Di luar itu, beberapa perusahaan dalam negeri juga mengaku berminat terhadap saham MMF. Direktur Teknik Merpati Hotland Siagian yang mengungkapkan hal ini belum bersedia menyebut nama perusahaan dalam negeri yang berminat. ”Kira-kira antara empat sampai lima perusahaan yang sudah menyatakan berminat,” ujar dia ketika dihubungi di Jakarta,kemarin. Sementara investor asing yang berminat,jelas dia,adalah perusahaan bengkel pesawat asal Singapura dan Malaysia. Kedua investor asing tersebut, kata dia, telah mengunjungi kantor MMF yang berada di Surabaya antara dua atau tiga bulan lampau sejak Merpati menyatakan akan melepas bengkel pesawatnya.

Mereka, imbuh Hotland, dengan cepat merespons rencana spin off tersebut dan langsung datang meninjau MMF. Namun,sambung dia,sampai sekarang ketertarikan tersebut belum disampaikan secara tertulis kepada Merpati. ”Jadi, kita belum tahu sejauh mana ketertarikan mereka, tapi yang pasti mereka sudah sengaja datang ke MMF,”tuturnya. Lebih lanjut, Hotland mengatakan bahwa Merpati hanya akan melepas 49% sahamnya agar tetap menjadi pemilik mayoritas di MMF. Dari hasil pelepasan itu, Merpati menargetkan sedikitnya menerima dana Rp100 miliar.

”Mudah-mudahan bisa lebih karena nanti sistemnya akan tender dan kita pilih yang harganya paling baik,” imbuh Hotland. Ke depan, setelah rencana spin off terealisasi, Merpati hanya akan menerima setoran dividen, sementara pengelolaan sudah di luar tanggung jawab perusahaan penerbangan plat merah ini. Rencana spin off ini ditargetkan selesai akhir 2007. GM Corporate Secretary Merpati Irvan Harijanto sebelumnya mengatakan, spin off ini memberi kontribusi positif bagi kedua pihak, Merpati dan MMF.

Bagi MMF, terang dia, hasil spin off akan digunakan untuk perkuatan modal kerja Merpati. Sementara untuk MMF, dengan adanya investor yang masuk,perusahaan diharapkan dapat berkembang menjadi bengkel perawat berkelas internasional. ”Kita berharap, nantinya MMF tidak hanya fokus pada perawatan pesawat-pesawat kecil, tetapi juga bisa melayani pesawat-pesawat berbadan besar seperti yang dilakukan Garuda Maintenance Facility (GMF),”paparnya.

Beberapa jenis pesawat yang masuk dalam daftar perawatan MMF adalah jenis Twin-Otter, Cassa-212,F-27,F-28,dan F-100. Selain itu, bengkel pesawat tersebut juga merawat pesawat Boeing 737-200,B737-300,B737- 400, dan B737-500. Khusus B737-200, MMF mampu melayani jasa overhaul atau Dcheck, sedangkan B737-300 sampai B737-500 baru sampai perawatan tingkat menengah.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: