Pertamina tidak Akan Ubah Kenaikan Harga LPG 50 Kg

PT Pertamina (Persero) mengaku tidak akan mengubah keputusannya menaikkan harga Liquified Petroleum Gas (LPG) 50 Kg sebesar 46% yang diberlakukan mulai 1 September lalu.Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya dalam kunjungan ke redaksi Media Indonesia, Jakarta, Senin (3/9), mengatakan keputusan menaikkan harga LPG 50 Kg itu sepenuhnya merupakan hak korporasi.

“LPG 50 Kg itu kan yang menggunakan pelanggan komersial, jadi tidak usah diributkan. Masa restoran bisa jual satu cangkir tehnya Rp40.000, masih minta disubsidi Pertamina, ya tidak pantas lah,” tegas Hanung.

Sebelumnya, Direktur Hilir Direktorat Jenderal Migas Departemen ESDM Saryono Hadiwijoyo mengatakan saat ini pemerintah tengah mengkaji kenaikan harga tersebut karena dinilai akan ikut memberatkan masyarakat.

“Kami masih rapat lagi, karena bagaimanapun kenaikan ini nantinya akan memberatkan masyarakat,” ujar Saryono.

Hanung yang ditanya kemungkinan pemerintah menetapkan kebijakan agar Pertamina menurunkan kembali harga LPG mengaku hanya bisa pasrah.

“Tanya pemerintah saja. Kalau pemerintah perintahkan sebagai pemegang saham untuk kita turunkan akan kita turunkan. Tapi, kalau itu pun diturunkan dalam konteks aksi korporat,” tandasnya.

Dengan kenaikan harga LPG kemasan 50 kg yang sebesar 46%, maka Pertamina terhitung mulai 1 September lalu, menjual harga LPG per Kg nya menjadi Rp6.259 dari Rp4.250 per kg, atau Rp. 312.950 per tabung.

Menurut Hanung, kenaikan harga ini juga belum mencapai harga keekonomian LPG yang masih di atas Rp7.200 per kg.

“Jadi, Pertamina masih subsidi Rp1.000 per kg,” katanya.

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, kenaikan LPG 50 kg tersebut merupakan upaya Pertamina mengurangi kerugian bisnis LPG yang setiap tahun mencapai Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun.

Rencananya, pascakenaikan ini, Pertamina akan menaikkan lagi harga LPG 50 kg ke harga keekonomian dalam waktu dekat melihat situasi dan kondisi yang ada.

Meski harga LPG 50 kg itu dinaikkan, namun Hanung memastikan pihaknya tidak akan menaikkan harga LPG kemasan 12 kg yang saat ini banyak dipakai rumah tangga.

Saat ini, konsumsi LPG 50 kg mencapai 150.000 ton per tahun atau 13% dari konsumsi LPG secara keseluruhan sebesar 1,1 juta ton per tahun. Sedangkan pengguna LPG 12 kg mencapai 75% dari konsumsi nasional dan sisanya sebesar 12% pelanggan industri.

Pengguna LPG 50 kg adalah pelanggan komersial seperti hotel, restoran, rumah sakit dan rumah mewah.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: