Ada Fesyen di Sekolah

MODIFIKASI seragam sekolah kini makin lumrah. Enggak cuma buat gaya, juga nyiptain imej dan ngebedain identitas angkatan. Bener.Warna seragamnya masih sama, putih abu-abu.

Tapi soal bentuk, udah beda 180 derajat dari zamannya ortu kita masih sekolah dulu. Bahkan, cukup signifikan pula bedanya jika dibandingkan kakak-kakak kita yang bersekolah pada era ‘90-an. Dulu, bentuk baju seragam dan rok, superstandar. Atasan kemeja biasa dipadu rok pendek sebatas lutut. Nah, sejak akhir ‘90-an mulai ada perombakan ”desain”.Seragam ketat (press body) dengan lengan pendek dianggap gaya dan ngetrend. Rok mini plus kaus kaki putih tinggi sampe selutut melengkapinya. Sementara itu, rok panjang yang mulai berlaku sejak 2000- an jadi titik awal lahirnya berbagai jenis dan bentuk rok yang sekarang ada di sekolah.

Ada rok rimpel (berkerut), sepan, hingga semirimpel-sepan. Panjangnya pun beragam, mulai sebatas mata kaki,di atas mata kaki, tepat di betis, di bawah lutut, hingga di atas lutut. Bahkan, ada pula rok sepan yang belahannya diganti ritsleting. Kemeja pun enggak luput dari ajang kreativitas. Ada yang lengannya dilipat keluar, dilipat ke dalam,bahkan ujung bawah kemeja diberi peniti agar rapi dan pas di badan. Enggak cuma cewek yang bergaya, kaum cowok pun enggak mau ketinggalan. Meski modelnya enggak sebanyak cewek, mereka merasa sudah cukup gaya dengan celana baggy, skinny (ketat dari atas ke bawah), hipster (sedikit melorot), cutbray, atau celana gombrong ala rapper. ”Rasanya bosen pake seragam yang modelnya biasa-biasa aja.

Sekalian buat gaya agar lebih pede,” ujar Febby, penghuni SMA 34 Jakarta, yang biasa pake celana gaya ”melorot” ala pemain skateboard. Bila Febby memodifikasi seragamnya agar terlihat keren, Anka di SMA 82 Jakarta justru memilih model rok tertentu demi menampilkan imej ”siswi baik-baik” di hadapan gurunya. ”Gue pake span ngatung kayak gini supaya dianggap sopan. Toh,mereka (para guru) sering memberi pujian.Lagi pula, model kayak gini bikin gue keliatan lebih tinggi. Gaya jalan gue pun lebih teratur,”ujarnya. ”Kalau roknya kelewat pendek, nanti repot bakal diliatin anak-anak cowok terus,” ujar cewek berkulit putih yang duduk di kelas XII ini.

Misly, yang masih satu angkatan dengan Anka malah punya lima model rok. Mulai rok pendek penuh kerutan di atas dengkul yang mirip seragam SD, rok rimpel yang ngatung hingga betis, sepan pendek di atas dengkul, sepan sebetis, sampai rok SMA standar. ”Buat variasi aja supaya enggak bosen. Gue pengen bikin tren dan model baru,tapi tetep nyaman dipakai,” ujar Misly, yang juga mengubah model sepatunya ini.

Yang unik, ”modifikasi” yang dilakukan Misly justru dari rok-rok bekas milik kakaknya yang udah enggak terpakai. Pikirnya, daripada terbuang percuma,mending dibikin rok model baru. ”Hasilnya jadi keliatan baru kan?” ungkap cewek yang gemar mendesain baju ini. Di sekolah, dia dikenal sebagai siswi yang hobi tampil unik.”Banyak juga yang suka syirik bahkan ditegur guru.Tapi,aku sih cuma cengar-cengir aja,” tandasnya.

Beda Tingkatan

Bervariasinya model seragam di sekolah ternyata bisa dijadiin cara untuk ngebedain siswa senior dan junior. Rumusnya begini, siswa kelas X biasanya pake seragam dengan atasan besar atau gombrong, plus rok rimpel panjang semata kaki. Sementara itu, senior yang duduk di kelas XII bebas bergaya dengan baju atasan kecil serta model rok yang kebanyakan bergaya pendek atau ngatung. ”Kalau masih kelas X memang begitu. Soalnya, kami takut kena masalah sama kakak kelas,” ujar Tea, cewek kelas X SMA 68 Jakarta. ”Selain model seragam yang besar, di sekolah gue,para senior melipat lengan bajunya keluar. Sementara itu junior dilipet ke dalem.

Selain itu, para senior juga bisa pake flat shoes. Kalau kita paling pake sneakers,”tambahnya. Masih kata Tea, ada beberapa kemeja sekolah senior yang memang kecil banget. Bahkan, waktu ada razia baju seragam ketat di sekolahnya, kakak kelasnya minta bertukar baju seragam supaya enggak ketangkep guru. ”Kakak kelas gue itu badannya jauh lebih gede dari gue.Tapi ternyata bajunya lebih kecil dari punya gue,” ungkapnya. Untungnya, rumus di atas ternyata cuma berlaku buat kaum cewek aja. Sebab, para cowok mengaku asyik-asyik aja kalau ada juniornya yang pengen pake seragam ”gaya”. ”Ya, kalau cewek emang begitu, bisa keliatan dari bentuk seragamnya. Tapi kalau cowok sih enggak, santai-santai aja. Paling cuma guru doang yang negor,” ungkap Febby.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: