Obat Palsu Rugikan Negara Rp3 Triliun Per Tahun

Ditengarai 10% obat yang beredar di Indonesia merupakan obat palsu. Akibat peredaran obat palsu itu, ditaksir negara dirugikan Rp3 triliun per tahun.”Jumlah ini sepadan dengan subsidi kesehatan bagi 6 juta orang miskin di republik ini,” papar Vice Director of Police Greater Jakarta in Specific Crime Arman Depari yang dicukil dari makalah Irjen Adang Firman di tengah acara Langkah Bersama Menuju Indonesia Bebas Obat Palsu di Jakarta, Selasa (4/9).

Padahal, 15 tahun yang lalu peredaran obat palsu di Tanah air masih berkisar antara 4-5%.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjut Arman, persentase peredaran obat palsu akan semakin besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Polda Metro Jakarta Raya bersama-sama dengan Balai POM DKI Jakarta, tambah Arman, sudah kerap melakukan tindakan terhadap para pemalsu obat, namun hingga saat ini belum mampu membongkar otak di balik peredaran obat palsu.

“Dari 15 kasus obat palsu dalam kurun waktu 2006-2007, hampir semua tersangka berstatus sebagai pengedar dan penjual obat palsu,” katanya.

Dari hasil penangkapan beberapa pelaku obat palsu, diperoleh keterangan adanya pabrik-pabrik obat palsu yang diproduksi baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Di samping itu, juga ada obat-obatan tersebut di rumah-rumah penduduk.

Arman mencatat, beberapa modus operandi peredaran uang palsu seperti mengurangi kadar atau isi yang terkandung dalam obat, mengganti isi obat yang asli dengan bahan yang tidak ada manfaatnya bahkan cenderung berbahaya. Modus lainya seperti racikan obat dari bahan tradisional, tetapi menggunakan merek terkenal dalam mengemasnya, mengganti kemasan yang sudah kedaluwarsa dengan kemasan yang baru atau obat diedarkan dengan nomor register BPOM yang palsu.

Perihal peredaran, Polda Metro Jaya mencatat ada dua jenis, yakni impor secara paralel. Obat-obatan yang dipasarkan dengan sistem ini adalah obat yang dipasarkan dari luar negeri yang bukan dari negara asal, yang diimpor ke Indonesia dengan cara ilegal karena harganya yang murah.

Selain itu, produk lokal yang rendah mutunya namun diedarkan dengan meniru kemasan produk terkenal. “Daerah pemasaran untuk wilayah Jakarta berada di pasar tradisional seperti Pasar Pramuka, Pasar Glodok dan Pasar Jatinegara.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOMHusniah Rubiana Akib menambahkan maraknya obat palsu salah satunya dipicu oleh faktor daya beli masyarakat yang rendah.

Husniah mengaku pihaknya sulit memberantas obat palsu, pasalnya hukuman bagi pelaku masih sangat rendah. “Mereka tidak akan kapok, bahkan kadang-kadang bentuk hukuman hanya diberikan hukuman percobaan,” tuturnya.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: