Tiga BUMN Farmasi Tahun Depan Direstrukturisasi

Tiga BUMN farmasi akan direstrukturisasi tahun depan melalui mekanisme merger maupun holding. Pemerintah kini menunggu rampungnya kajian akan opsi terbaik.Hal itu dikemukakan Menneg BUMN Sofyan Djalil seusai melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Negara BUMN di Jakarta, Selasa (4/9). Ia mengatakan, tiga perusahaan farmasi pelat merah yang akan dikonsolidasikan tersebut adalah PT Kimia Farma Tbk, PT Indo Farma Tbk, dan anak perusahaan RNI, PT Phapros Indonesia. Sedangkan PT Bio Farma akan dipertahankan stand alone.

“Sedang dilakukan studi apa opsi terbaik. Jadi yang paling penting bagaimana kita bisa menciptakan perusahaan farmasi BUMN. Kalau Bio Farma itu berbeda, saya pikir tetap stand alone karena punya potensi luar biasa,” kata Sofyan.

Mantan Menkominfo itu mengaku belum tahu opsi restrukturisasi terbaik bagi tiga BUMN farmasi itu, di antara pembentukan holding company atau merger. Atas dasar mencari pilihan terbaik itulah, ucap Sofyan, dirinya menempatkan mantan Dirut Indo Farma Sjamsul Arifin kembali ke Kimia Farma.

“Saya menempatkan Sjamsul (Arifin) ke Kimia Farma karena beliau berasal dari Kimia Farma dan Indo Farma sehingga beliau mengetahui. Sinergi apa yang paling cepat dan paling bagus,” tuturnya.

Disinggung potensi Bio Farma melepas sahamnya ke pasar, Sofyan mengatakan hal itu bisa saja dilakukan karena perusahaan tersebut memerlukan investasi untuk peralatan dan peningkatan produksi. “Beberapa produk mereka sangat dominan di dunia. Segala inisiatif yang baik, kita suruh jalankan terus,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan kembali menegaskan pihaknya akan berupaya mempercepat pembentukan Integrated Resource Company (IRC) sebelum akhir tahun 2007. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari konsultan.

“Kita akan bicara lagi nanti,biar cepat. Ini masalah teknis birokrasi saja,” terang Sofyan.

Sekretaris Menneg BUMN Said Didu menambahkan, pembentukan holding BUMN tambang yang melibatkan PT Aneka Tambang, PT Timah, dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam itu akan menciptakan kapitalisasi hingga US$10 miliar. Nilai tersebut ia nilai setara dengan perusahaan-perusahaan tambang kelas dunia seperti Freeport ataupun Newmont.

“Sudah saatnya kita punya perusahaan tambang kelas dunia. Apalagi kalau ini digabung dengan Pertamina,” tandasnya.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: