UU Parpol Dorong Pengusaha Jadi Ketua Partai

Tren pengusaha menjadi ketua umum sebuah partai salah satunya disebabkan adanya UU Partai Politik yang melarang Pegawai Negeri Sipil/TNI menjadi pengurus partai.”Selama UU-nya tidak membolehkan PNS/TNI-Polri ikut partai politik maka akan diisi dari kelompok masyarakat lain seperti dari pedagang atau saudagar. Hampir semua parpol sekarang ini ketua umumnya memiliki latar belakang saudagar, mungkin trennya seperti itu,” kata Wapres Jusuf Kalla fi Kantor Wapres, Senin (3/9).

Pernyataan Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menanggapi desertasi mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung yang menilai, ketua umum partai sebaiknya tidak berasal dari saudagar karena memiliki orientasi politik jangka pendek.

Kalla melihat peran akademisi sekarang kurang terlihat di parpol, karena sebagian besar akademisi adalah PNS. Ruang yang kosong itu, lanjutnya, dimanfatkan pelaku dunia usaha untuk terjun ke parpol.

“Kegiatan politik membutuhkan biaya besar, jadi banyak pengusaha yang akhirnya ikut terjun ke parpol,” ujarnya.

Meskipun dirinya memiliki latar belakang pengusaha, Kalla mengaku tidak pernah mencampuradukan kegiatan bisnis dengan politik. Pasalnya, partai hanya bisa berkembang dengan baik bila dikelola dengan profesional.

“Saya mengelola partai ini (Golkar-red) sebagai politisi, bukan sebagai saudagar. Lagipula nggak benar, kalau seorang saudagar pimpin partai tidak punya visi politik jangka panjang. Saya punya visi untuk pengembangan partai,” tukasnya.

Soal rangkap jabatan dengan jabatan eksekutif, Kalla berpendapat, para pendahulunya di Golkar juga melakukan tindakan serupa. Dia mencontohkan, Harmoko yang pernah menjabat menteri penerangan dikala menjabat ketua umum Golkar. Begitu pula dengan Akbar Tandjung yang menjabat posisi mensesneg saat terpilih menjadi ketua umum Golkar.

“Dari dulu ya seperti itu, karena kader partai memang harus siap berkarya di pemerintahan. Di luar negeri, ketua umum partai juga disiapkan untuk jadi capres atau PM, jadi tidak ada yang salah soal rangkap jabatan,” imbuhnya.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: